Jurnal Harpodon Borneo
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles
400 Documents
ASESMEN KUALITAS AIR PERMUKAAN DI SUNGAI PAMUSIAN KOTA TARAKAN
Diana Maulianawati;
Muhammad Ishaq Herman;
Muhammad Ismail;
Muhammad Onny Arya Fiandaka;
Sadrianto Sadrianto;
Tarfin Tarfin;
Heni Irawati
Jurnal Harpodon Borneo Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.796 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v11i2.821
Sungai Pamusian merupakan sungai utama yang berada di daerah Tenguyun Kota Tarakan yang berfungsi sebagai tempat pengaliran air dan kondisinya tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia. Terdapat banyak limbah pencemar sungai Pamusian yang berasal dari rumah tangga dan juga limbah aktivitas pasar yang berada di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai Pamusian. Parameter kualitas air yang diuji adalah suhu, Ph, amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan sulfida total. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kandungan amoniak, nitrit dan sulfida total sebesar 3,903 mg/L, 0,069 mg/L dan 12 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sungai Pamusian mengalami pencemaran
STUDY OF KAPAH CLAM (Meretrix sp.) MANAGEMENT IN AMAL BEACH ZONE TARAKAN CITY, EAST KALIMANTAN
Dhimas Wiharyanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.459 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.79
Amal beach is the side of Tarakan Island and it has high biodiversity. One of fauna found which associated with the mangroves is kapah clam (Meretrix sp.). That has economic value so that faced high exploited along season. Considering that condition study of kapah clam management was very importance. This study were studied from September until October 2009 until December 2010 . This study use primer and secondary data’s include ecology and capture information. SWOT analysis used to take for certain management strategies. Kapah clam (Meretrix sp) collected at intertidal area with survey method and stratified systematic sampling. In each location divided based on zonations area i.e. upper, middle, lower and investigated by using belt transects with frame 1x10 m2 divided in 10 subplot. The distribution, and mean density of the shell were difference at each station. Management strategies priority for kapah clam at Amal beach are : monitoring of Kapah clam source at Amal Lama Beach, selection size in capture, management time for capture, Determine of protecting area and maintaining with restocking. Keywords : Amal Lama beach, Meretrix, Strategic management
ANALISIS DAN EVALUASI KONTAMINASI LOGAM BERAT DI SEDIMEN, AIR DAN RUMPUT LAUT Euchema Cottoni Di KOTA TARAKAN
Ratno Achyani;
Encik Weliyadi;
Rismawati .
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.117 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.95
The purpose of this study is to provide information about the existence, type, amount and concentration of heavy metals in waters and sediments and its accumulation in seaweed Euchema Cottonii at Amal waters Tarakan City. in the waters has found two types of heavy metal, cadmium (Cd) and nickel (Ni) in water and sediments. In Euchema Cottoni seaweed has found 2 types of heavy metals, Copper (Cu) and Iron (Fe) when the seedling and 4 types of heavy metals during harvest is Copper (Cu), iron (Fe), manganese (Mn) and nickel (Ni). Concentrations of heavy metals in the waters of cadmium from 0.005 to 0.007 mg/l and nickel 0.064 to 0.084 mg/l. Concentrations of heavy metals in the sediment are cadmium 0.068 mg/l and nickel 0.175 mg/l. Concentrations of heavy metals in seaweed Euchema Cottoni when seedlings are Copper 1.91 mg/l, iron 86.64 mg/l. Concentrations of heavy metals in seaweed Euchema Cottoni at harvesting the Copper 4.03 mg/l, manganese 151.25 mg/l, iron 0.97 mg/l and nickel 16.6 mg/l. Keyword: heavy metals, waters, sediments, Euchema Cottonii.
OPTIMALISASI REPRODUKSI INDUK UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN POPULASI UDANG WINDU DI PERAIRAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA
Muhammad Amien;
Heppi Iromo
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.223 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v7i2.116
Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin memanfaatkan induk betina udang windu afkir untuk pembenihan udang. Permintaan induk udang windu matang gonad untuk hatchery di Tarakan cukup tinggi. Induk yang digunakan umumnya berasal dari penangkap di perairan lokal sekitar pulau Tarakan. Induk udang yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan adalah induk udang yang sudah matang gonad tingkat II dan III. Induk matang gonad yang diperlukan pertahun jumlahnya sekitar 16.000 ekor namun pemanfaatanya belum optimal karena induk-induk tersebut hanya digunakan sekali pemijahan. Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi kelangkaan induk dimasa yang akan datang. Perlu adanya upaya pengamanan terhadap keberadaan induk udang windu alam agar terjaga keseimbangan populasinya, yaitu dengan cara pemanfaatan kembali induk udang afkir agar dapat bereproduksi secara optimal sehingga dapat mengurangi penangkapan induk di alam dan tetap dapat memenuhi kebutuhan benih udang windu. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah adalah mengumpulkan induk-induk udang windu afkir sehingga terbentuk bank induk. Calon induk yang akan digunakan untuk memproduksi benih dipilih dengan cermat dan memenuhi kriteria sebagai induk. Selanjutnya calon induk terpilih diadaptasikan dan dilakukan ablasi untuk mempercepat pematangan gonad. Tahap kedua adalah proses pemeliharaan larva yang berasal dari induk udang windu afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang induk afkir masih dapat digunakan untuk reproduksi ulang. Tingkat kematian yang masih tinggi pada udang afkir sehingga menyebabkan perbedaan yang nyata (P0.05) dengan induk matang gonad dari alam disebabkan kondisi yang stres pasca pemijahan awal. Kelangsungan hidup larva yang berasal dari induk afkir menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P0.05) dengan larva dari induk matang gonad di alam. Kata Kunci : Udang windu afkir, matang gonad, larva.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PERHITUNGAN ANALISA STRUKTUR KOMUNITAS SPESIES PLANKTON
Encik Weliyadi;
Dedy Harto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.77 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v8i2.131
Penelitian ini mengenai perancangan dan pembuatan perangkat lunak untuk perhitungan analisa struktur komunitas spesies plankton. Dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak yang dihasilkan akan dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah perangkat lunak dalam melakukan perhitungan analisis struktur komunitas spesies plankton. Secara garis besar metode penelitian ini dibagi dalam 5 (lima) tahapan, yaitu studi pustaka, perancangan dan pembuatan perangkat lunak, uji coba produk perangkat lunak, validasi desain dan sistem kerja produk, dan perbaikan desain dan sistem kerja produk perangkat lunak. Perangkat lunak yang dihasilkan dalam penelitian ini, nantinya diharapkan dapat mempermudah para mahasiswa dan dosen dibidang perikanan dan ilmu kelautan, dalam melakukan perhitungan analisis struktur komunitas plankton. Khususnya dapat membantu secara lebih efektif dan praktis didalam menghitung nilai kelimpahan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi spesies plankton. Kata kunci : Program Delphi, penghitungan spesies plankton
PEMANFAATAN BATU PADAS DALAM MENGADSORPSI LOGAM BERAT Pb (II) DI PERAIRAN
Tri Paus Hasiholan Hutapea;
Bohari Yusuf;
Ritson Purba
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.12 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v9i2.166
The research of increasing adsorption of the heavy metal iron by padas stone that activated by NaOH 4 N. The Result of survey show that acidity surface and capacity adsorption of padas stone that activited by a NaOH 4 N higher than padas stone which unactivited. Which acidity of surface and higher adsorption capacity aconed by padas stone that activited by NaOH 4 N namely 0,100 mmol/gram. In this research has show the increasing of padas stone adsorption to the ion heavy iron metal. Kata kunci : stone of padas ; adsorption ; Heavy metal ; Pb (II)
ANALISIS KANDUNGAN HORMON TIROKSIN DENGAN METODE ELISA PADA INDUK BETINA KEPITING BAKAU (Scylla serrata)
Iromo, Heppi;
Farizah, Nuril
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.223 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.1
The mud crab was high commercial value. To develop hatchery techniques for female reproduction were investigated. Experiments were studi of thyroxine hormone for female reproduction in stages vitellogenesis. Thyroxine hormone is known to be controlled growth, and mature ovary. The occurrence of thyroxine hormone, female reproduction is yet to be determeined. The level of thyroxine hormon in ovary, hemolymp and the hepatopancreas of the mud crab female were reproduction analyzed in different vitellogenic in order to establish a correlation hormon profile and stages of vitellogenesis. It was observed that the level of thyroxine hormon increased steeply in the tissues of vitellogenesis. The higest concentration of thyroxine hormon was seen in ovary then hepatopancreas and hemolymp.Keywords : Female reproduction, thyroxine hormone, vitellogenesis, reproduction
DISTRIBUSI TAMBAK KOTA TARAKAN BERDASARKAN INTERPRETASI CITRA SATELIT LANDSAT-TM
Jimmy Cahyadi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.203 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v3i1.433
The purpose of this research is to detects the distribution of rearing pond district Tarakan. Area study is coastal and sea Tarakan. Stage of this research is observation, survey secondary data survey primary data, process satellite image data and interpretation spatial distribution and area where does image composite result classification use method isoclass unsupervised classification based on satellite image interpretation landsat ETM +7. This result of study showed the distribution of rearing pond district Tarakan intepretation based citra Landsat-TM is 1.566,5 ha with dominant distribution in area west and north par island. From result ground truthing and beginning observation, condition rearing pond is divided on two that is, rearing ponds productive and rearing ponds non productive, where does condition second ratio 1.500,3 rearing ponds productive and 66,2 ha non productive.Keywords : Rearing Pond, Distribution, Citra Landsat ETM +7.
KAJIAN STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PESISIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR
Asfihannur Arifin;
Muhamad Roem
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.05 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v9i1.46
The perception of the coastal regions that identic with poor fishermens, low level of the economy, uneducated and unhealthy environment was as a raw portrait. It also found on coastal area of Tanjung Palas Timur District of Bulungan. There are factors causing low accessibility of people to markets and capital as well as the informal system formed trading marine fishermen bargaining position unfavorable. This study is intended to find a formulation of draft strategies, programs and action plans in order to facilitate the potential and prospects in the region of the study. The results of this study include potential into capital as a force to be developed as well as the prospects of the existing opportunities to be handled appropriately, provide alternative overcome weaknesses in order to cope with market competition outside of the study area.Key words : coastal area, economic district, strategic of study
KAJIAN FISHING GEAR SERTA METODE PENGOPERASIAN RAWAI (LONG LINE) DI PERAIRAN BAGIAN SELATAN PULAU TARAKAN
Muhammad Firdaus;
Kamelia .
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.361 KB)
|
DOI: 10.35334/harpodon.v4i1.58
This Review aims to find fishing gear and methods of longline Operating are generally operating at Southern Ocean Tarakan Island. The method used is descriptive method of collecting data by recording all the elements that become the object of review (literature study), interviews and observations (direct observation). In general, the longline operations at Southern Ocean Tarakan Island is a basic longline (Bottom long line). The method is passive fishing and the principles of fish with bait. The Operating longline method consists of three stages among others the setting (gear reduction), soaking (soaking gear, ± 2 hours) and hauling (withdrawal of fishing gear). Dimensions long line fishing gear the normally operate consists of cork floats (length: 30-40 cm), anchor line (Length: 35 m), ballast line Trailers (weight: 2 kg), the main anchor (weight: 3 kg ), length of the top line (length: 400 m), branch line(length: 50 m), hook No.7 amount 200-300. Keywords : Fishing gear, methods of longline Operating, at Southern Ocean Tarakan Island.