cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 3 (2025)" : 8 Documents clear
PENGARUH MORTAR BUSA TERHADAP PENINGKATAN NILAI CBR DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG Pangestu, Bayu Dwi; Artandi, Muhammad Renald; Abdul Rochim
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i2.14570

Abstract

Kondisi struktur jalan di sekitar terminal peti kemas Kawasan Industri Tanjung Mas Semarang yang berliku, retak dan sering rusak menimbulkan ketidaknyamanan pengemudi, beresiko merusak kendaraan, serta menghambat distribusi barang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan mortar busa dengan variasi komposisi terhadap pengingkatan nilai CBR dan parameter kuat geser pada tanah lempung eksisting di Kawasan Industri Tanjung Emas Semarang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan sempel tanah lempung eksisting dari JL.Baruna Selatan, Kota Semarang, Variasi campuran mortar busa yang ditambahkan sebesar 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pengujian meliputi sifat fisis tanah (analisis saringan, berat jenis, kadar air, berat isi tanah) dan pengujian mekanis (Proctor, Kuat Geser Tanah dan CBR Unsoaked). Hasil penelitian menunjukkan tanah asli memiliki nilai CBR Unsoaked 4,92% dan sudut geser dalam (∅) 14,22. Nilai CBR Unsoaked tertinggi diperoleh pada campuran mortar busa 25% sebesar 15,65%, yang termasuk kategori sedang (7%-20%). Nilai kuat geser (∅) tertinggi juga dihasilkan oleh campuran 25% mortar busa, yaitu sebesar 38,87°. Dengan demikian, penambahan mortar busa terbukti mampu meningkatkan daya dukung dan parameter kuat geser tanah lempung eksisting secara signifikan.
ANALISIS STRUKTUR DINDING TERKEKANG MENGGUNAKAN ELEMEN LAYERED SHELL DAN ELEMEN SOLID Ida Ayu Made Budiwati; Wirasukma, I G. A. Dibyacitta; Pringgana, Gede; Sukrawa, Made; Setyana, I Putu Dwi Adi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.10222

Abstract

Confined Masonry (CM) has been recommended for use in low-rise buildings by EERI (2011). Implementing CM in multi-story buildings in Indonesia has yet to be found, and this may be due to no design guidelines. This paper describes a numerical study to develop and calibrate a numerical method suitable for nonlinear monotonic static analysis (pushover analysis) of CM. The research began with validating 2D CM models using layered shell element (MSH) and solid element (MSD) in SAP2000. MSH was able to model the behavior of CM with for masonry and a modification factor of 0.1 E for concrete. In contrast, MSD could simulate CM behavior by gradually reducing the cracked moment of inertia (Icr) and the concrete and masonry's elastic modulus (E). However, the solid elements analysis proved impractical for application in multi-story structures, making the layered shell element more suitable for the analysis of the 3D CM models. Significant stress concentrations were observed at the corners of The CM openings, indicating the necessity for reinforcement around these openings. The analysis results demonstrated that the reinforcement effectively mitigated the risk of failure due to openings. Keywords: confined masonry, layered shell element, solid element, pushover analysis Abstrak: Struktur dinding terkekang (SDK) telah direkomendasikan pemakaiannya oleh EERI, (2011) pada bangunan bertingkat rendah pada daerah rawan gempa. Namun SDK jarang diimplementasikan pada bangunan bertingkat di Indonesia dikarenakan belum ada pedoman perencanaan yang secara eksplisit mengatur mengenai SDK. Oleh sebab itu, studi numerik dilakukan untuk mengembangkan dan mengkalibrasi metode numerik yang sesuai untuk analisis statik monotonik nonlinier (analisis pushover) SDK. Penelitian dimulai dengan validasi model SDK 2D menggunakan elemen layered shell (MSH) dan elemen solid (MSD) pada software SAP2000. MSH dapat memodelkan perilaku SDK dengan nilai modulus elastisitas pasangan bata dan faktor modifikasi 0,1E pada beton. Sedangkan MSD dapat memodelkan perilaku SDK dengan mereduksi Icr dan E material beton dan pasangan bata secara bertahap. Namun analisis dengan metode elemen solid tidak cukup praktis dan terlalu rumit jika diterapkan pada struktur bangunan bertingkat, sehingga pemodelan validasi SDK 3D selanjutnya dianalisis dengan elemen layered shell. Konsentrasi tegangan yang besar terjadi pada sudut-sudut lubang pada SDK sehingga diperlukan perkuatan di sekitar lubang. Hasil analisis SDK dengan perkuatan menunjukkan bahwa perkuatan dapat meminimalisir kegagalan akibat bukaan
EFISIENSI METODE MONITORING KESEHATAN STRUKTUR JEMBATAN BERBASIS IOT DI INDONESIA Sebastian, Darryl; Oei Fuk Jin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.10373

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur vital yang mendukung aktivitas manusia dan perekonomian, namun pemeliharaannya menjadi sebuah tantangan yang besar, khususnya di negara rawan bencana seperti Indonesia. Structural Health Monitoring (SHM) berbasis Internet of Things (IoT) menawarkan solusi pemantauan real-time yang akurat untuk mendeteksi dini kerusakan, mencegah kegagalan struktur, dan mengurangi biaya rekonstruksi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan dan menganalisis 17 referensi relevan yang diseleksi dengan menggunakan bantuan aplikasi Vosviewer, dalam mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan strategi optimal dalam implementasi SHM berbasis IoT di Indonesia. Hasilnya menunjukkan pentingnya langkah-langkah sistematis dalam penerapan SHM untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan biaya pemeliharaan yang tidak diperlukan. Selain itu, SHM diharapkan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs), dengan memastikan keamanan jembatan sekaligus memperpanjang masa layanannya. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis dalam meningkatkan ketangguhan dan keberlanjutan infrastruktur kritis di Indonesia, menjadikan SHM sebagai elemen utama dalam menjawab kebutuhan pembangunan modern.
EVALUASI MUTU STRUKTUR ATAS GEDUNG KRIS RSUD KEDIRI Shofiyah, Qurrotus; Ayu Kumala, Erfinda; Tri Budiatma, Angga
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.13189

Abstract

The Construction Project of the KRIS Building at RSUD Kediri Regency serves as a crucial effort in the development of healthcare facilities in the region. It is located at Jl. Pahlawan Kusuma Bangsa No.1, Palem Village, Pare District. The quality of the superstructure in a construc- tion project is significantly influenced by its compliance with the technical specifications that have been established. This study aims to evaluate the conformity of the superstructure work quality in the construction of the KRIS Building at RSUD Kediri Regency with technical specifications, in- cluding the Work Plan and Requirements (RKS), construction drawings, and the Indonesian Na- tional Standard (SNI). The research employs methods such as comparison through a conformity checklist form, analysis of laboratory test results for concrete and steel materials, and distribution of questionnaires to contractors and project supervisors. The assessed factors include materials, imple- mentation methods, labor, supervision, and the equipment used in the project. Based on the research findings on the superstructure work of the KRIS Building construction project at RSUD Kediri Re- gency, the conformity with technical specifications in the reinforcement inspection items (X.1–X.7) and casting items (Y.1–Y.8) recorded 100% compliance in Column Zone 1, 99% in Column Zone 2, 98% in beams and slabs of Zone 1, and 95% in Zone 2. The questionnaire results revealed that 20 key variable factors affecting the quality compliance in the construction of the KRIS Building con- tributed to 78,27% of the total influence on quality.
INTEGRASI 8D BIM DENGAN VIRTUAL REALITY (VR) UNTUK PELATIHAN SIMULASI KESELAMATAN PEKERJA DI PROYEK BANGUNAN GEDUNG Irika Widyasanti; Najwa Fahira; Amelia Rizky Seftiani; Muhammad Zain Satya Hutama
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.13198

Abstract

Sektor konstruksi di Indonesia masih mencatat angka kecelakaan kerja yang tinggi, antara lain disebabkan oleh kurang efektifnya metode pelatihan keselamatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem terintegrasi antara 8D Building Information Modeling (BIM) dan Virtual Reality (VR) untuk pelatihan simulasi keselamatan pekerja di proyek bangunan gedung. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis konsep serta praktik terbaik yang relevan untuk membangun fondasi teoritis pengembangan sistem simulasi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi 8D BIM dan VR memungkinkan simulasi keselamatan yang imersif dan interaktif, meningkatkan identifikasi bahaya, memperkuat komunikasi kolaboratif antar pemangku kepentingan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Sistem ini juga berkontribusi pada keberlanjutan proyek melalui efisiensi energi dan pengurangan limbah material. Namun, tantangan seperti tingginya biaya implementasi, keterbatasan infrastruktur VR, serta belum adanya standar evaluasi jangka panjang masih menjadi kendala. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa integrasi 8D BIM–VR berpotensi besar meningkatkan kesadaran keselamatan dan menurunkan angka kecelakaan konstruksi, meski diperlukan penelitian lanjutan secara eksperimental dan longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjangnya.
ANALISIS PERHITUNGAN LIFTING PLAN PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI BREAKWATER TERMINAL LPG JAWA TIMUR Setiawan, Febri Dwi; Saputra, Pungky Dharma
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.14555

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the lifting plan calculation in offshore pile installation works for breakwater construction at the East Java Refrigerated LPG Terminal Project Phase 2. The research employs a descriptive quantitative approach through direct field observation of lifting activities using a crawler crane operating on a working barge. The analysis includes the calculation of total lifting load, dynamic load correction using the dynamic amplification factor (DAF), effective crane capacity based on the load chart, as well as evaluation of crane utilization and safety factor as indicators of operational safety. The results indicate that the lifting of steel pipe piles from the service barge to the working barge achieved a crane utilization of 65.29% with a safety factor of 1.53, representing a safe and optimal condition. In the pile-to-launch lifting process using a pile gripper, utilization increased to 81.38% with a safety factor of 1.23, indicating a near-critical operational condition. Meanwhile, lifting operations involving the vibro hammer and impact hammer showed utilization levels of 49.25% and 75.18%, respectively, with safety factors above 1.33, indicating safe to highly safe conditions. Overall, the findings demonstrate that lifting plan performance is strongly influenced by equipment configuration, lifting load, and offshore environmental conditions, highlighting the need for comprehensive technical evaluation to ensure operational safety and efficiency. Keywords: Lifting plan, Crawler crane, Dynamic amplification factor, Safety factor ,Offshore construction
ANALISIS KUANTITATIF DEVIASI PRODUKTIVITAS MASS CONCRETE PADA BASEMENT 3 Hermanto, Jolanda Ozerlie; Linda Azhari; Mega Watty
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.14584

Abstract

Abstract: Mass concrete pouring for raft foundations requires continuous execution to maintain structural integrity and prevent cold joints. This study aims to analyze productivity deviations in the mass concrete pouring of a 12,390 m³ raft foundation at Basement 3 of a high-rise building project in Jakarta. A descriptive quantitative approach with a case study method was employed using secondary data, including the baseline schedule, concrete pouring logs, truck mixer arrival records, and slump rejection data. Data were analyzed using S-Curve Overlay, throughput analysis, headway analysis, loss time analysis, and concurrent delay analysis. The results indicate that the actual pouring duration reached 69.3 hours, exceeding the planned duration of 53 hours by 16.3 hours (30.7%). The average actual productivity was 177.6 m³/h, which was 22.7% lower than the planned productivity of 230 m³/h. Logistical delays caused by unstable truck mixer headway accounted for the largest contribution, representing approximately 49% of the total schedule deviation. The remaining 51% resulted from concurrent operational factors, including extended pouring duration, slump rejection incidents, adverse weather conditions, equipment downtime, and performance degradation due to equipment and workforce fatigue. These findings emphasize that successful large-scale mass concrete pouring depends on the synchronization of concrete supply stability, equipment reliability, material quality control, and field resource readiness.. Keywords: mass concrete, productivity, raft foundation, headway, concurrent delay Abstrak: Pekerjaan pengecoran mass concrete pada raft foundation memerlukan pelaksanaan secara kontinu untuk menjaga integritas struktur dan mencegah terjadinya cold joint. Penelitian ini bertujuan menganalisis deviasi produktivitas pada pekerjaan pengecoran mass concrete raft foundation Basement 3 dengan volume 12.390 m³ pada proyek gedung bertingkat tinggi di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus berdasarkan data sekunder berupa baseline schedule, concrete pouring log, logbook kedatangan truck mixer, dan data slump reject. Analisis dilakukan menggunakan metode S-Curve Overlay, throughput analysis, headway analysis, loss time analysis, dan concurrent delay analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi aktual pengecoran mencapai 69,3 jam, lebih lama 16,3 jam atau 30,7% dibandingkan durasi rencana 53 jam. Produktivitas rata-rata aktual tercatat sebesar 177,6 m³/jam, lebih rendah 22,7% dibandingkan produktivitas rencana sebesar 230 m³/jam. Keterlambatan logistik akibat ketidakstabilan headway armada truck mixer memberikan kontribusi terbesar, yaitu sekitar 49% dari total deviasi durasi. Sementara itu, 51% sisanya disebabkan oleh faktor operasional yang terjadi secara bersamaan, meliputi pembengkakan durasi penuangan, kejadian slump reject, gangguan cuaca, downtime peralatan, serta penurunan kinerja akibat fatigue pada alat dan tenaga kerja. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pengecoran mass concrete sangat bergantung pada sinkronisasi antara stabilitas suplai beton, keandalan peralatan, pengendalian mutu material, dan kesiapan sumber daya lapangan. Kata kunci: mass concrete, produktivitas, raft foundation, headway, concurrent delay
EVALUASI PENERAPAN SISTEM SATU ARAH DI KAWASAN HERITAGE KAYUTANGAN, MALANG Nababan, Jeanllys Domini Inggrid; Siswanto, Henri
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.14637

Abstract

Kawasan Heritage Kayutangan di Kota Malang mengalami kemacetan parah akibat peningkatan volume kendaraan dan aktivitas wisata yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Sejak Januari 2023, Pemerintah Kota Malang menerapkan sistem satu arah melalui Peraturan Wali Kota No. 39 Tahun 2023 sebagai upaya rekayasa lalu lintas. Penelitian ini bertujuan efektivitas efektivitas kebijakan tersebut menggunakan parameter kuantitatif, meliputi volume lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan (DS), tingkat pelayanan (LOS), frekuensi penyeberangan pejalan kaki, parkir pembohong, dan data kecelakaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasi lapangan selama empat minggu pada tahun 2025 di koridor Jalan Basuki Rahmat (Jl. Mojopahit hingga Jl. Semeru), dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI). Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas sebesar 1.615 kendaraan/jam dan kapasitas jalan sebesar 2.830 kendaraan/jam, sehingga diperoleh DS sebesar 0,57 yang secara teoritis berada pada tingkat pelayanan C. Namun, kondisi faktual menunjukkan LOS berada pada level E akibat tingginya hambatan samping. Selama pengamatan, tercatat 135 pejalan kaki spontan per jam, 217 kendaraan parkir pembohong per jam, lebar trotoar kurang dari 1,2 meter, serta enam kejadian kecelakaan pada periode 2022-2024. Sistem satu arah menghasilkan arus lalu lintas yang kontinu tanpa jeda alami untuk penyeberangan, sehingga meningkatkan potensi konflik antara kendaraan dan pejalan kaki. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis keselamatan berupa penguatan zebra cross dengan penenangan lalu lintas , optimalisasi serta penataan parkir perifer. Intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan kawasan secara berkelanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 8