cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
ANALISIS DAYA DUKUNG BEBAN BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN PERKUATAN WIRE ROPE PADA DAERAH MOMEN NEGATIF MENGGUNAKAN PROGRAM RESPONSE-2000 DAN METODE PIAS Haryanto, Yanuar; Satyarno, Iman; Sulistyo, Djoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.913 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i3.873

Abstract

Abstrak: Response-2000 adalah suatu program yang dapat digunakan untuk menganalisis elemen beton bertulang akibat beban aksial, momen, geser, maupun kombinasi ketiganya sehingga respon beban-lendutan dapat diprediksi dan kekuatannya dapat diketahui. Makalah ini membahas perbandingan kapasitas daya dukung beban hasil pengujian balok bertulang tampang T yang diperkuat wire rope pada daerah momen negatif dengan analisis menggunakan Response-2000 dan metode pias. Metode pias dilakukan dengan cara membagi penampang menjadi sejumlah pias dengan ketebalan tertentu, kemudian menganalisis gaya-gaya yang bekerja sampai tercapai keseimbangan sehingga dapat ditentukan kapasitasnya. Analisis dilakukan terhadap 3 model balok tampang T, masing-masing 1 balok tanpa perkuatan, 1 balok diperkuat dengan 2 wire rope, dan 1 balok dipekuat dengan 4 wire rope. Jenis wire rope yang digunakan adalah Independent Wire Rope Core (IWRC) dengan diameter 10 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurva hubungan beban-lendutan untuk semua balok berdasarkan analisis Response-2000 memiliki pola yang mendekati kurva hubungan beban-lendutan hasil pengujian. Namun demikian terdapat perbedaan pada kemiringan kurva di mana hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya anggapan lekatan sempurna (perfect bond) pada program Response-2000. Hal yang sama juga berlaku pada analisis metode pias. Daya dukung beban hasil Response-2000 menunjukkan rasio sebesar 1,05; 0,95; dan 0,89 terhadap hasil pengujian, masing-masing untuk balok tanpa perkuatan, balok diperkuat dengan 2 wire rope, dan balok dipekuat dengan 4 wire rope. Sedangkan kapasitas daya dukung beban hasil analisis metode pias menunjukkan rasio sebesar 1,05; 0,85; dan 0,76 terhadap hasil pengujian.
KAJIAN REUSE MATERIAL BANGUNAN DALAM KONSEP SUSTAINABLE CONSTRUCTION DI INDONESIA Surjamanto, Wulfram I. Ervianto Biemo W. Soemardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.208 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.616

Abstract

Fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca erat kaitannya dengan aktivitas pembangunan. Oleh sebab itu diperlukan pola pembangunan yang sekecil mungkin pengaruhnya terhadap lingkungan yang kemudian disebut dengan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan. Salah satu bagian dari pembangunan berkelanjutan adalah konstruksi berkelanjutan, salah satu aspeknya adalah melakukan konservasi terhadap penggunaan sumberdaya alam. Disisi lain, volume limbah yang dihasilkan mencapai 19,5 kg/m2 akibat aktivitas pembangunan proyek baru sedangkan akibat pembongkaran bangunan adalah 757 kg/m2. Oleh karenanya diperlukan tindakan nyata untuk memanfaatkan limbah tersebut dengan cara reuse dan recycle. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara langsung terhadap pelaku usaha material bekas bangunan yang berada di beberapa kota besar di pulau Jawa. Hasil yang diperoleh adalah jenis material bekas yang banyak digunakan kembali adalah bahan yang terbuat dari kayu dan besi dengan alasan hasil bongkaran bangunan mengalami kerusakan relatif kecil pada saat pembongkaran dan dapat digunakan kembali melalui proses perbaikan dan atau reproduksi. Aspek positif membeli bahan bangunan di pasar loak adalah dapat membeli material sesuai dengan kebutuhan serta mendukung konservasi sumberdaya alam sedangkan aspek negatifnya adalah kontinuitas ketersediaan jenis material kurang terjamin.
EFISIENSI ENERGI MELALUI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR (Studi Kasus: Institusi Pendidikan Tinggi Universitas Bakrie) Madonna, Sandra
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.985 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i4.635

Abstract

Krisis energi yang dihadapi manusia diseluruh dunia saat ini tidak terkecuali Indonesia, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Cadangan energi di indonesia semakin hari semakin menyusut. Hal ini juga diperparah dengan pemborosan dalam penggunaannya. Jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan ketersediaan akan energi termasuk didalamnya penggunaan air bersih semakin langka. Di sisi lain, penggunaan air bersih masih seringkali digunakan berlebihan bahkan cenderung terbuang percuma. Efisiensi energi termasuk efisiensi air merupakan salah satu solusi mengatasi krisis energi dan mengurangi kerusakan lingkungan hidup dapat terjadi karenanya.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhemat air diantaranya membatasi penggunaannya. Melihat adanya potensi penghematan air yang bisa dilakukan di Universitas Bakrie, maka telah dilakukan penelitianEfisiensi Energi Melalui Penghematan Penggunaan Air.Sampling air yang terpakai dalam penelitian adalah air wudhu.Penelitian dilaksanakan di salah satu mushola Universitas Bakrie dengan metode eksperimen melalui pendekatan secara teknologidengan menggunakan alat pembatas aliran air(plug valve). Sampling dilakukan pada 8 keran wudhu yang terdiri dari 4 keran tanpa plug valve dan 4 keran dengan plug valve di musholaUniversitas Bakrie. Hasil menunjukan bahwa penggunaan plug valvepada keran air dapat menghemat volume air wudhu sebesar sebesar 60%dengan volume rata-rata sebesar 979.25 mL setiap berwudhu.
PENDIDIKAN KESELAMATAN SEJAK USIA DINI UNTUK MENGURANGI TINGKAT FATALITAS PEJALAN KAKI Mina Yumei Santi, Gito Sugiyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.83 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.646

Abstract

Kecelakaan lalu lintas semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pelanggaran lalulintas di jalan. Salah satu korban kecelakaan lalulintas adalah anak-anak. Kesadaran dan budaya keselamatan jalan anak-anak dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dan promosi pentingnya keselamatan di jalan bagi anak-anak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecepatan kendaraan di ruas jalan arteri tanpa median dan mengenalkan prinsip menyeberang jalan dengan menggunakan prosedur 4-T yaitu tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri dan tengok kanan lagi kepada anak-anak sejak usia dini untuk mengurangi tingkat fatalitas pejalan kaki. Karakteristik kecepatan di ruas jalan arteri tanpa median dengan fungsi sebagai kawasan sekolah diperoleh nilai rerata kecepatan sebesar 56,80 km/jam.Probabilitas pejalan kaki yang tertabrak sepeda motor dan/atau mobil penumpang akan meninggal dunia sebesar 90%.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN MANAJER PROYEK, KEPERCAYAAN DAN KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI Pramesti, Nectaria Putri
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.93 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.611

Abstract

Gaya memimpin para manajer proyek dalam membangun kepercayaan terhadap anggota timnya juga membawa dampak yang positif pads keberhasilan suatu proyek konstruksi. Tesis ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hubungan antara gaya kepemimpinan, kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi dengan menggunakan uji regresi logistik (Logistic Regression). Uji regresi logistik ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi hubungan antara gaya kepemimpinan, kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi. Model regresi logistik merupakan model untuk menganalisis data yang berupa data kategorik nominal, dimana indikator satu nol diperhatikan sebagai variabel respon atau variabel tak bebas atau variabel dependen. Bentuk umum dari model regresi logistik adalah berdasarkan data bivariat (X, Y) dimana X adalah variabel numerik dan Y adalah variabel respon satu-nol. Berkaitan dengan uji regresi logistik tersebut, yang merupakan indikator satu nol dan variabel dependen adalah gaya kepemimpinan, sedangkan kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi sebagai variabel independen. Sehingga dengan uji regresi logistik ini dapat diketahui apakah dengan kepercayaan anggota tim yang tinggi dan keberhasilan proyek konstruksi yang sukses memiliki gaya kepemimpinan transformasional atau gaya kepemimpinan transaksional. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi logistik ini menunjukkan hasil bahwa hanya kepercayaan yang berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan yang ada. Terlihat bahwa konstanta dan variabel kepercayaan adalah signifikan secara statistik sebesar 0,000 di bawah 0,05. Hasil ini ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = -27,691 + 0,924X yang layak untuk digunakan. Dengan kepercayaan yang tinggi, gaya kepemimpinan yang dipakai oleh para manajer adalah gaya kepemimpinan yang transformasional.
ANALISIS SUBSIDI ANGKUTAN PERDESAAN MELALUI BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) DI KABUPATEN SLEMAN Marjanto, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.06 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.936

Abstract

Transport services rural areas in Sleman indicate operating performance is less well in service of nine routes. There are seven trajectories do not undergo trajectory  corresponding permissions are set and one route is no longer operational.There is only one route which is still running track trajectory corresponding route permit.The purpose of this study was to analyze the performance of services of nine transportation route rural areas serving the route in Sleman District currently includes analysis : route network, load factor, headway, mileage, travel time, number of passengers and the speed of the average, the actual, the waiting location of transport and analyzing the financing scheme or calculate the amount of subsidy that can be applied to integrated rural transport to urban public transport serving in Sleman. Calculation of vehicle operating costs a small bus with a full subsidy for Rp.24,406,244,917/year, the difference in operating costs subsidy of                                  Rp.18,318,644,917/year, bus subsidy grant of Rp. 18,559,117,225/year and fuel subsidies amounted Rp. .21,105,013,047. Recommended subsidy financing scheme because it is quite logical to be implemented is a subsidy mechanism for the difference in operating costs to buy the service system with the option of using a small bus.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROYEK PERUMAHAN BERDASARKAN MUTU, BIAYA DAN WAKTU Rudi Waluyo, Andre Antononi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.316 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.627

Abstract

Perumahan merupakan suatu lingkungan buatan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan penghuninya antara lain aspek fisik, sosial, budaya dan ekonomi. Dalam pelaksanaan proyek perumahan pasti memiliki beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan dan menganalisis hubungan antar faktor tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 pengembang perumahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kuesioner yang lengkap dan layak untuk dianalisis lebih lanjut sebanyak 42. Analisis yang digunakan adalah analisis pemeringkatan nilai rata-rata dan analisis korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan berdasarkan biaya adalah melakukan tindakan antisipatif dengan melakukan pencegahan terhadap masalah atau hambatan yang diperkirakan akan timbul dan mengganggu upaya untuk mencapai sasaran kerja, berdasarkan mutu adalah menindaklanjuti setiap perubahan dengan melakukan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan, dan berdasarkan waktu adalah uraian tugas harus bisa dimengerti dengan jelas. Analisis hubungan antara biaya, mutu, dan waktu pada faktor-faktor penentu keberhasilan pelaksanaan proyek perumahan adalah besarnya koefisien korelasi antara biaya dan mutu adalah 0,691, biaya dan waktu 0,681, serta waktu dan mutu adalah 0,966 dengan signifikan atau probabilitas 0,000.
KEKUATAN LENTUR, MOE, DAN MOR KAYU ULIN (EUSIDEROXYLON ZWAGERI) Johnny Gunawan Palapessy, Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3307.913 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.641

Abstract

Dalam perencanaan balok kayu (komponen struktur lentur), diperlukan parameter kekuatan lentur kayu (Fb) dan modulus elastisitas (MoE). Kekuatan lentur dapat diperoleh dari hasil pengujian eksperimental di laboratorium dengan acuan standar antara lain ASTM D143. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian eksperimental uji lentur kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) dengan alat Universal Testing Machine (UTM). Hasil yang diperoleh adalah kekuatan lentur (Fb) pada beban batas proporsional, kekuatan lentur pada beban ultimit (MoR), dan modulus elastisitas (MoE) lentur. Jumlah benda uji adalah tiga benda uji ukuran penampang 50 mm x50 mm x 760 mm sesuai metode uji primer ASTM D143. Hasil yang diperoleh adalah Fb sebesar 52,45 MPa (deviasi standar 226,24 MPa dan koefisien variasi 25,40%), MoE sebesar 5573,79 MPa, MoR sebesar 85,92 MPa (deviasi standar 112,55 MPa dan koefisien variasi 7,71%).
PERILAKU JEMBATAN BENTANG MENERUS AKIBAT BEBAN GEMPA RENCANA SNI-1726-2002 DENGAN PETA GEMPA 2010 Suyadi, Suyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.594 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.605

Abstract

Peta gempa 2010 yang direncanakan untuk merevisi peta gempa sebelumnya, pada beberapa tempat mempunyai perbedaan nilai respon spektra desain. Tentunya untuk bangunan yang telah selesai direncanakan dan belum dilaksanakan di lapangan harus dilakukan analisis terhadap perilaku bangunan akibat perubahan beban gempa tersebut. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan perilaku jembatan bentang menerus akibat beban gempa rencana sesuai SNI-1726-2002 dengan beban gempa rencana sesuai peta gempa 2010. Pengaruh gempa dimasukkan dengan cara analisis dinamis menggunakan bantuan program SAP 2000 dalam model respon spektra. Beban gempa diaplikasikan pada model jembatan bentang menerus dengan jumlah bentang sebanyak 5 (lima) buah. Dari hasil analisis diperoleh perbedaan displacement dan daktilitas akibat beban gempa rencana sesuai SNI-1726-2002 dengan beban gempa rencana sesuai peta gempa 2010. Displacement yang terjadi akibat beban gempa rencana sesuai peta gempa 2010 lebih besar 30% dibandingkan besarnya displacement akibat beban gempa rencana SNI-1726- 2002. Hal ini dapat dimengerti mengingat bahwasannya besarnya nilai puncak respon spektra sesuai peta gempa 2010 lebih besar dibandingkan dengan respon spektra sesuai SNI-1726-2002.
PENGARUH KONDISI AWAL KELENGASAN TANAH TERHADAP DEBIT PUNCAK HIDROGRAF SATUAN Sasmito, Sasmito; Triatmodjo, Bambang; Sujono, Joko; Harto, Br, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.144 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i3.879

Abstract

Abstrak: Hidrograf satuan adalah salah satu cara untuk memperkirakan besarnya banjir di sungai akibat hujan pada suatu DAS. Hidrograf satuan sangat populer dan dipakai secara luas di dunia. Metode ini mempunyai fleksibilitas yang rendah terhadap hujan yang berbeda, sehingga hidrograf yang dihasilkan berbeda-beda pada setiap hujan. Hal ini diduga disebabkan antara lain karena teori hidrograf satuan mengabaikan pengaruh kondisi awal kelengasan tanah (antecedent soil moisture condition, AMC) pada proses penurunan hidrograf satuan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengaruh AMC terhadap debit puncak hidrograf satuan observasi (qp-obs). Dalam penelitian ini variabel AMC didekati dengan besaran defisit kelengasan tanah (soil moisture deficit, SMD) yang mempunyai makna berlawanan dengan AMC. SMD direpresentasikan dengan variabel Sc (storage capacity) yakni volume udara di dalam pori tanah yang ditinggalkan air karena terevapotranspirasi keluar. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan data hidrologi (hujan, debit aliran, dan evaporasi) yang dikumpulkan dari 3 DAS hulu (upper catchment) di kawasan Gunung Merapi. Percobaan penelitian dilakukan dengan cara menurunkan hidrograf satuan dengan dua cara, yakni cara konvensional (Collins) menghasilkan hidrograf satuan observasi (HSosb), dan cara simulasi menggunakan model tangki menghasilkan hidrograf satuan simulasi (HSsim). Analisis pengaruh Sc dilakukan terhadap debit puncak HSosb dan debit puncak HSsim. Penelitian menghasilkan temuan yang dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Hubungan Sc dan debit puncak hidrograf satuan, menunjukkan semakin besar Sc (semakin kecil AMC) debit puncak HSobs semakin kecil, (2) Formula koreksi yang didapat berbentuk fungsi eksponensial (qp-obs)/(qp-obs-kor)=1,104 e-0,012Sc, dengan qp-obs-kor adalah debit puncak hidrograf satuan observasi terkoreksi, (3)  HS observasi terkoreksi rerata mempunyai debit puncak puncak paling tinggi dibanding debit puncak HSS Nakayasu dan debit puncak HSS Gama 1.

Page 2 of 41 | Total Record : 406