cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK PELUMAS BEKAS DAN STYROFOAM PADA BETON ASPAL JF.Soandrijanie L
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.556 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.610

Abstract

Seringnya terjadi kerusakan lapis permukaan jalan berupa retak-retak sebelum masa             layan     berakhir,   menimbulkan    suatu   pemikiran             perlunya                dicarikan                solusi penggunaan bahan tambah pada beton apal yang dapat menurunkan tingkat kekakuan lapis  perkerasan  jalan  tersebut,  sehingga  diperoleh  lapis  permukaan  jalan  yang  lebih fleksibel. Harga bahan tambah yang mahal menimbulkan pemikiran untuk memanfaatkan minyak pelumas bekas (MPB) dan limbah styrofoam bekas pengepakan barang elektronik sebagai  bahan  tambah.  Penambahan  minyak  pelumas  bekas  dan  styrofoam  dalam campuran beton aspal diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas  campuran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penambahan  minyak pelumas bekas dan 0,03% styrofoam pada beton aspal dapat meningkatkan nilai density, Void Fill With Asphalt ( VFWA) dan flow, serta menurunkan  nilai Void In The Mix (VITM), stabilitas, dan Marshall Quotient (QM) dalam campuran. Kadar aspal optimum diperoleh pada campuran 0,03% styrofoam dengan penambahan 5% minyak pelumas bekas yaitu sebesar 6.5% dan pada penambahan 10%  dan  12,5%  yaitu sebesar  7%. Jadi  penambahan  minyak pelumas  bekas  dengan 0,03% styrofoam dapat menurunkan kekakuan dan memperbaiki fleksibilitas campuran, sehingga lapis permukaan jalan tidak mudah mengalami keretakan.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN MANAJER PROYEK, KEPERCAYAAN DAN KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI Nectaria Putri Pramesti
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.93 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.611

Abstract

Gaya memimpin para manajer proyek dalam membangun kepercayaan terhadap anggota timnya juga membawa dampak yang positif pads keberhasilan suatu proyek konstruksi. Tesis ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hubungan antara gaya kepemimpinan, kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi dengan menggunakan uji regresi logistik (Logistic Regression). Uji regresi logistik ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi hubungan antara gaya kepemimpinan, kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi. Model regresi logistik merupakan model untuk menganalisis data yang berupa data kategorik nominal, dimana indikator satu nol diperhatikan sebagai variabel respon atau variabel tak bebas atau variabel dependen. Bentuk umum dari model regresi logistik adalah berdasarkan data bivariat (X, Y) dimana X adalah variabel numerik dan Y adalah variabel respon satu-nol. Berkaitan dengan uji regresi logistik tersebut, yang merupakan indikator satu nol dan variabel dependen adalah gaya kepemimpinan, sedangkan kepercayaan dan keberhasilan proyek konstruksi sebagai variabel independen. Sehingga dengan uji regresi logistik ini dapat diketahui apakah dengan kepercayaan anggota tim yang tinggi dan keberhasilan proyek konstruksi yang sukses memiliki gaya kepemimpinan transformasional atau gaya kepemimpinan transaksional. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi logistik ini menunjukkan hasil bahwa hanya kepercayaan yang berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan yang ada. Terlihat bahwa konstanta dan variabel kepercayaan adalah signifikan secara statistik sebesar 0,000 di bawah 0,05. Hasil ini ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = -27,691 + 0,924X yang layak untuk digunakan. Dengan kepercayaan yang tinggi, gaya kepemimpinan yang dipakai oleh para manajer adalah gaya kepemimpinan yang transformasional.
ANALISA PENINGKATAN KEKUATAN TANAH YANG DIPERKUAT SERAT DAN BAHAN STABILISASI PADA SISI KERING DAN SISI BASAH Soewignjo Agus Nugroho Gunawan Wibisono Fidal Kasbi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.022 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.612

Abstract

Kondisi tanah pesisir Riau cenderung lunak sehingga perlu usaha stabilisasi untuk perbaikan kekuatan. Limbah berupa serat dan abu sawit banyak terdapat di propinsi Riau. Bahan ini pada dasarnya dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi. Pengujian dengan campuran semen dan serat sintetis sebagai bahan komersil yang banyak ditemukan untuk peningkatan nilai kekuatan tanah lunak tersebut. Penelitian ini mengkaji kemampuan kombinasi 8 persen abu sawit dan 0,8 persen  serat  sawit.  Sehingga  didapatkan  peningkatan  kekuatan  tanah  tak  terkekang,  dengan melakukan variasi kadar air dari sekitar nilai kadar air optimum (OMC). Penelitian selanjutnya dengan mengkaji peningkatan kekuatan kombinasi bahan komersil 4% semen dan 0,1% serat sintetis hingga 68% dari kekuatan tanah asli dengan variasi kadar air yang identik. Serangkaian pengujian  seperti  uji  tekan  bebas,  proktor  standar,  Atterberg  limit  dan  CBR  laboratorium dilakukan pada beberapa variasi kadar air pada sisi kering serta pada sisi basah untuk kedua kombinasi campuran di atas. Hasil pengujian UCS dan CBR menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum kombinasi abu sawit dan serat sawit didapatkan pada kadar air OMC. Secara umum pengurangan kadar air (sisi kering) dan penambahan kadar air dari nilai OMC menurunkan kuat tekan tanah. Hasil pengujian UCS pada kombinasi semen dan serat sintetis tidak mengalami peningkatan nilai untuk sisi kering dan sisi basah dimana kekuatan optimum didapatkan pada kadar air OMC, sedangkan pada pengujian CBR juga tidak mengalami peningkatan nilai untuk sisi kering dan sisi basah dimana kekuatan optimum didapatkan pada penambahan dengan kadar air 100%.
POLA PENGOPERASIAN PINTU PEMBILAS TERHADAP LAJU SEDIMENTASI TAHUNAN PADA BENDUNG SEI TIBUN, KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU Imam Suprayogi Trimaijon, Nurdin Rio Saputra
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.669 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.613

Abstract

Tujuan penelitian adalah menetapkan pola pengoperasian pintu pembilas terhadap laju sedimentasi tahunan pada Bendung Sei Tibun, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Permasalahan ini muncul akibat belum adanya manual operasional pintu pembilas di bendung. Hal ini menyebabkan juru ukur bendung kesulitan dalam menentukan waktu pembilasan sedimen dan tinggi bukaan pintunya. Kondisi di lapangan menunjukkan juru ukur Bendung Sei Tibun harus melakukan pengerukan sedimen di saluran irigasi. Kondisi tersebut seharusnya dapat teratasi apabila dilakukan  pembilasan sedimen secara rutin dan berkala. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mendiskripsikan pola pengoperasikan pintu pembilas akibat pengaruh laju sedimentasi dalam meninjau aspek hidrolika adalah penyajian dalam suatu pemodelan secara fisik berskala 1:1 yang tidak lain adalah bendung itu sendiri. Dalam pemodelan ini keadaan di lapangan didekati dengan bentuk-bentuk idealisasi untuk menyederhanakan prosedur perhitungan. Hasil utama penelitian menunjukkan besarnya laju endapan sedimentasi tahunan yang terjadi di Bendung Sei Tibun yaitu sebesar 13.320,65 m3/tahun. Untuk menjaga agar fungsi layan Bendung Sei Tibun lebih lama, maka diperlukan pembilasan secara rutin dan berkala yaitu minimal setiap 8 bulan sekali dengan tinggi minimum bukaan pintu pembilas yaitu sebesar 31,7 cm untuk pengoperasian satu pintu pembilas selama 6 jam. Sedangkan jika dilakukan pengoperasian dua pintu pembilas dengan durasi pembilasan yang sama, maka tinggi minimum bukaan pintu pembilas yaitu sebesar 15 cm.
STUDI KUAT TEKAN KOLOM BAJA PROFIL C GANDA DENGAN PENGAKU PELAT ARAH LATERAL Aditya Kurnia Haryanto Yoso Wigroho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.967 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.614

Abstract

Baja merupakan salah satu alternatif bahan bangunan yang banyak digunakan di dalam konstruksi.  Pemakaian baja sebagai bahan bangunan utama mempunyai beberapa kelebihan, yaitu keseragaman  bahan  dan  sifat-sifatnya  yang  dapat  diduga  secara  cukup  tepat,  kestabilan dimensionalnya, kemudahan pembuatan dan cepatnya pelaksanaanya.  Selama ini baja profil yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan seperti kolom, balok dan gelagar jembatan adalah profil WF (wide flange) maka pada penelitian ini dicoba membuat kolom menggunakan baja profil C yang selama ini hanya digunakan untuk keperluan konstruksi ringan seperti gording dan rangka atap. Penelitian ini menggunakan profil C yang dirangkai ganda sebagai kolom dengan diberi pengaku baja pelat arah lateral.   Panjang kolom baja profil C ganda adalah 1000 mm sebagai kolom pendek dan 3500 mm sebagai kolom panjang.  Dimensi profil C yang digunakan  lebar (b) 35,8 mm, tinggi (h) 68,6 mm, dan tebal (t) 1,9 mm. Benda uji berupa kolom baja profil C ganda sebanyak 8 buah dengan variasi pengaku yang berbeda-beda yaitu 100 mm, 150 mm, dan  200 mm dan 250 mm.  Kolom baja profil C ganda  tersebut akan ditinjau kekuatan menahan beban sentris pada  pusat  sumbu  kolom.  Pembacaan  lendutan  hingga  profil  tersebut  mengalami  beban maksimum. Hasil penelitian yang diperoleh pada kolom baja profil C dari hasil pengujian beban maksimum, kolom pendek profil C ganda mampu menahan beban rata-rata sebesar 5399,46 kg sedangkan pada kolom panjang profil C ganda mampu menahan beban rata-rata sebesar 3199,68 kg.   Defleksi maksimum kolom pendek yang terjadi adalah; pada kolom dengan jarak pengaku lateral 250 mm yaitu sebesar 6,12 mm, pada jarak pengaku lateral 100 mm, 150 mm dan 200 mm berturut-turut sebesar 2,86 mm, 2,63 mm, dan 2,36 mm.  Defleksi maksimum kolom panjang yang terjadi adalah; pada kolom dengan jarak pengaku lateral 250 mm yaitu sebesar 33,56 mm, pada jarak pengaku lateral 100 mm, 150 mm dan 200 mm berturut-turut sebesar 26,8 mm, 23,02 mm,dan 21,61 mm.
ANALISA KEKUATAN TARIK BESI BETON STRUKTUR BETON JEMBATAN WAIHATTU (PERHITUNGAN MANUAL-MINITAB.13) Steanly R.R Pattiselanno Nanse H Pattiasina
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.898 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.615

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa lanjut hasil uji kekuatan tarik besi beton untuk tulangan beton jembatan melalui perbandingan hasil perhitungan manual dengan program minitab versi 13 untuk tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Perbandingan hasil yang dilakukan melalui pendekatan tahapan perhitungan manual adalah menghitung mean sampel, deviasi standar sampel dan estimasi interval mean populasi, serta tahapan Minitab Versi 13 adalah uji normalitas dan perhitungan cepat tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Penelitian dilakukan menggunakan prosedur jumlah sampel kecil (n<30), untuk sampel berdiameter (Ø) 10 mm, 16 mm, 19 mm dan 22 mm. Berdasarkan teknik analisa   dan hasilnya, terdapat perbedaan besaran kekuatan tarik maksimum dari benda uji melalui penggunaan metode estimasi titik dan metode estimasi interval, sebagai berikut besaran perbedaan   untuk interval kepercayaan ci = 95%, berkisar antara 0,001% s/d 0,239%, besaran perbedaan   untuk interval kepercayaan ci = 99% berkisar antara 0,002% s/d 0,550% dan perbedaan besaran tegangan tarik antara daerah interval kepercayaan ci = 99% dan ci= 95% berkisar antara 0,001% s/d 0,315%.
KAJIAN REUSE MATERIAL BANGUNAN DALAM KONSEP SUSTAINABLE CONSTRUCTION DI INDONESIA Wulfram I. Ervianto Biemo W. Soemardi Surjamanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.208 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.616

Abstract

Fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca erat kaitannya dengan aktivitas pembangunan. Oleh sebab itu diperlukan pola pembangunan yang sekecil mungkin pengaruhnya terhadap lingkungan yang kemudian disebut dengan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan. Salah satu bagian dari pembangunan berkelanjutan adalah konstruksi berkelanjutan, salah satu aspeknya adalah melakukan konservasi terhadap penggunaan sumberdaya alam. Disisi lain, volume limbah yang dihasilkan mencapai 19,5 kg/m2 akibat aktivitas pembangunan proyek baru sedangkan akibat pembongkaran bangunan adalah 757 kg/m2. Oleh karenanya diperlukan tindakan nyata untuk memanfaatkan limbah tersebut dengan cara reuse dan recycle. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara langsung terhadap pelaku usaha material bekas bangunan yang berada di beberapa kota besar di pulau Jawa. Hasil yang diperoleh adalah jenis material bekas yang banyak digunakan kembali adalah bahan yang terbuat dari kayu dan besi dengan alasan hasil bongkaran bangunan mengalami kerusakan relatif kecil pada saat pembongkaran dan dapat digunakan kembali melalui proses perbaikan dan atau reproduksi. Aspek positif membeli bahan bangunan di pasar loak adalah dapat membeli material sesuai dengan kebutuhan serta mendukung konservasi sumberdaya alam sedangkan aspek negatifnya adalah kontinuitas ketersediaan jenis material kurang terjamin.
ESTIMASI MATRIK INFORMASI LALU LINTAS MODEL GRAVITY ASAL TUJUAN ANGKUTAN PRIBADI-UMUM Chairur Roziqin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.284 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi matrik asal tujuan (MAT) dengan memanfaatkan data-data sekunder seperti data sosio ekonomi, lintas harian rata-rata (LHR), waktu perjalanan (travel time), jaringan jalan dan kecepatan. Selama ini dalam pembuatan MAT selalu menggunakan data primer yang didapatkan dari survei asal-tujuan (O-D) yang dilakukan lima tahun sekali sehingga memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Pembentukan matrik estimasi dalam penelitian ini menggunakan model kombinasi sebaran pergerakan yaitu Gravity dan pemilihan moda Multinomiallogit dalam kondisi pembebanan rute keseimbangan (model SPPM). Analisis perhitungan menggunakan program (Equilibre Multimode, Multimodal Equilibium) EMME2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian statistik pada level arus angkutan pribadi menghasilkan R2 sebesar 0,27118 dan pada pengujian statistik pada level arus angkutan umum menghasilkan R2 sebesar 0,01044. Sedangkan pengujian statistik pada level matrik menghasilkan R2 sebesar 0,002. Tingkat kemiripan arus lalu lintas hasil pemodelan terhadap arus pengamatan sebesar 41,8 % dan arus lalu lintas aktual sebesar 50,9 %.
KEAMANAN UTILITAS TIANG JALAN RAYA Yohannes Lulie Y. Hendra Suryadharma
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.833 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.618

Abstract

Akhir-akhir ini, suatu tabrakan dengan tiang utilitas menjadi kejadian sangat berbahaya dalam suatu tabrakab yang mematikan. Paper ini mendiskusikan penangan yang representatif untuk menangani tiang utilitas pada daerah tabrakan tinggi. Lokasi penelitian di Persimpangan Mirota Universitas Gajahmada. Hasil Studi menginformasikan bahwa pada simpangan lengan utara, tiang utilitas berada pada manfaat jalan. Pada setiap lengan simpang, Seluruh tiang-tiang utilitas tidak mempunyai bandalan pelindung untuk melindungi tiang-tiang utilitas dari tabrakan. Analisis dari ketiga skenario bahwa tiang-tiang utilitas sangat berbahaya bagi banyak pengemudi. Perlu memindahkan tiang-tiang utilitas dari manfaat jalan ke sisi jalan dan melindungi tiang-ting utilitas dengan cluster crash cushion atau pole guardrail.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT BELANJA (STUDI KASUS CIHAMPELAS WALK BANDUNG) Theresita Herni Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.142 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.619

Abstract

Berbelanja merupakan salah satu aktivitas manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.Untuk memenuhi itu, dibutuhkan suatu pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan merupakan suatu kompleks pertokoan dan fasilitas pendukung lainnya yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kenyamanan, baik kepada konsumen dalam berbelanja maupun kepada pedagang yang menyewa gedung dalam menata barang dagangannya. Pemeliharaan bangunan didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan, fasilitas, dan/atau infrastruktur. Pemeliharaan bangunan berfungsi untuk mempertahankan fisik bangunan serta umur bangunan sesuai dengan rencana. Pesatnya pembangunan gedung-gedung baru umumnya tidak disertai dengan peningkatan kegiatan pemeliharaannya. Biasanya yang menjadi salah satu penyebabnya adalah kurang terencananya suatu sistem pemeliharan dan pengawasan yang baik. Namun hal ini tidak seluruhnya terjadi dalam setiap gedung yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan gedung mulai dari pekerjaan pemeliharaan, pembuatan laporan pemeliharaan, dan teknologi pemeliharaan. Penelitian ini menganalisis kasus yang terjadi pada Bangunan Gedung dan Area Koridor di Cihampelas Walk Bandung. Dari analisis disimpulkan bahwa Cihampelas Walk sudah memiliki perencanaan manajemen pemeliharaan bangunan namun masih ada kecenderungan ketidak-cocokkan perencanaan manajemen pemeliharaan bangunan dengan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan di lapangan.  Diharapkan  pada              perencanaan setiap bangunan memperhatikan manajemen pemeliharaan tersebut agar mengurangi kondisi yang tidak diharapkan di kemudian hari.