cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN CAMPURAN AGREGAT LOKAL (BATU PECAH SELANGIT PASIR SIRING AGUNG) Santi Sani
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.082 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5389

Abstract

Beton dalam teknik sipil memegang peranan penting karena sering kali digunakan sebagai struktur dalam konstruksi beton. Struktur beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan-bahan pencampur beton tersebut. Bahan pencampur beton adalah agregat kasar (split) agregat halus (pasir), semen dan air. Bahan tersebut harus dicampur sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan suatu kekuatan rata-rata yang diinginkan. Bahan material beton tersebut banyak juga terdapat di wilayah Kabupaten Musi Rawas sebagai sumber daya alam yang melimpah dan salah satunya adalah agregat kasar dari daerah Selangit Kecamatan Selangit dan pasir dari daerah Siring Agung Kecamatan Tugumulyo. Setelah melakukan pengujian agregat kasar (split) dan agregat halus (pasir) dan dinyatakan bahan tersebut dapat dipakai sebagai bahan pencampur beton untuk pembuatan struktur pada kontruksi bangunan. Pada perancangan beton ini dilakukan pendekatan yaitu dengan kuat tekan yang diinginkan yaitu sebesar 20 MPa maka campuran beton yang dipakai adalah 1 : 1,52 : 3,83 untuk 3 spesimen campuran dengan susunan campuran beton teoritis tiap m³ semen Portland 333,33 kg, Air 190 kg, Agregat halus 510,07 kg, Agregat kasar 1311,60 kg. Hasil didapatkan adalah pada umur 28 hari rata-rata kuat tekan beton sebesar 303,70 kg/cm² atau 25, 20 MPa melampaui kuat tekan yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa bahan agregat halus (pasir) Siring Agung dan agregat kasar Selangit dapat dipakai sebagai bahan campuran beton sebagai struktur kontruksi beton.
PENGARUH FRAKSI TANAH DAN MINERAL TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI CBR Anastasia Maya Widya Ekaputri; Sri Wulandari; Ellysa Ellysa
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.622 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5391

Abstract

Salah satu sifat kekuatan tanah yang berkaitan dengan konstruksi jalan adalah nilai kekuatan CBR (California Bearing Ratio). Nilai CBR pada tanah lempung dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah gradasi butiran tanah, sifat fisis tanah, kepadatan tanah, kadar air dan kandungan mineral yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini berfokus tentang pengaruh fraksi tanah dan kandungan mineral pada tanah lempung terhadap daya dukung tanah yang dinyatakan dengan nilai CBR. Sampel yang digunakan adalah sampel tanah lempung yang diambil dari tiga lokasi berbeda yaitu Cikalong, Ciluer dan Nambo. Sampel-sampel ini diuji untuk menentukan sifat fisik, sifat mekanik dan kandungan mineralnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui karaketristik mineralogi lempung. Penentuan fraksi tanah ditentukan dengan metode pengujian analisa gradasi butiran tanah. Berdasarkan hasil pengujian gradasi butiran, terlihat pengaruh antara persentase pasir dengan nilai CBR pada tiap sampel tanah lempung. Nilai CBR mengalami peningkatan seiring dengan semakin banyak kandungan pasir pada sampel tanah lempung. Hasil pengujian difraksi sinar-x menunjukkan kandungan mineral yang dominan pada tiap sampel yaitu Kaolinite, Nackrite, Quartz, dan Halloysite. Berdasarkan hasil pengujian difraksi sinar-x, dapat disimpulkan bahwa tanah dengan kandungan mineral quartz (SiO2) besar cenderung memiliki nilai CBR yang semakin besar dan berkurang dengan bertambahnya kandungan kaolinite.
KEBUTUHAN RTH UNTUK MENYERAP EMISI CO2 KENDARAAN BERMOTOR PADA KAWASAN JEMBATAN TELUK KENDARI Wa Ode Dwi Muja Lestari; Apif M. Hajji; Anie Yulistyorini
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.836 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5392

Abstract

Emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan akibat aktivitas kendaraan bermotor pada kawasan Jembatan Teluk Kendari (JTK) perlu diimbangi dengan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengetahui jumlah kendaraan bermotor yang melintasi Jembatan Teluk Kendari, (b) menganalisis konsentrasi emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di Jembatan Teluk Kendari, dan (c) menganalisis kebutuhan RTH untuk menyerap emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor pada Jembatan Teluk Kendari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi lapangan, studi literatur, serta survei instansional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama waktu pengamatan traffic counting dilakukan, tercatat 10476 unit kendaraan melintas pada ruas Jl. Wr. Soepratman (JTK), 11007 unit kendaraan pada Jl.Insinyur Soekarno, 7172 unit kendaraan Jl. Tinumbu-Jl. Beringin III-Jl. Gajah Mada, dan 8677 unit kendaraan pada Jl. Sukowati. Total konsentrasi emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas kendaraan bermotor adalah 337,09 kg/jam, dan kebutuhan RTH untuk menyerap seluruh emisi dilakukan dengan mengoptimalkan RTH eksisting menjadi RTH berdaya serap 165,995 kg/jam dan mendesainRTH baru berdaya serap 172,943 kg/jam. RTH baru memanfaatkan lahan potensial yang berada pada kawasan Jembatan Teluk Kendari seluas 1,172 ha dengan komposisi 80% dari total luasan tersebut atau 0,937 ha terdiri atas komponen softscape (vegetasi), sedangkan sisanya sebesar 20% atau 0,234 ha terdiri atas komponen hardscape (benda mati).
ANALISIS ESTIMASI BIAYA PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Rudi Waluyo; Veronika Happy Puspasari; Diah Sintia Ayu Ningrum; Pia Inez Devina; Adeis Trisa Pihawiano
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.778 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5393

Abstract

Saat ini banyak bangunan gedung di Universitas Palangka Raya yang mengalami kerusakan, khususnya di Fakultas Teknik. Kerusakan ini ditandai dengan adanya kebocoran, plafond berlubang, kaca jendela pecah dan lain-lain. Kondisi ini disebabkan oleh umur bangunan yang sudah lebih dari 25 tahun dan kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan dilakukan secara online sehingga banyak gedung yang terbengkalai dan kurang diperhatikan. Untuk mencegah kerusakan tersebut maka perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada bangunan gedung di Fakultas Teknik dan membuat estimasi biaya perawatan bangunan gedung. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan observasi pada 14 bangunan gedung di Fakultas Teknik. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dari bulan Juli-Oktober 2021. Teknik analisis data pada penelitian yaitu: identifkasi kerusakan bangunan, menghitung volume kerusakan, menganalisis tingkat kerusakan, menentukan kategori penanganan, menghitung volume perawatan, menghitung harga satuan pekerjaan, dan menganalisis estimasi biaya pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada plafond: berlubang, lembab, kotor, panel lepas, berbercak, lepas dan berjamur, pintu: kunci pintu hilang, rusak, berkarat, dan kaca pecah, dan pada jendela: kaca pecah dan kotor. Estimasi biaya perawatan kerusakan bangunan gedung sebesar Rp. 9.858.000,00 atau sembilan juta delapan ratus lima puluh delapan ribu rupiah.
ANALISIS RISIKO PENGEMBANG PERUMAHAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SAAT PANDEMI COVID-19 Gregorius Dian Samudra; Wulfram I. Ervianto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.34 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5394

Abstract

Pada penghujung tahun 2019 dunia digemparkan adanya virus corona sehingga pada awal ta-hun 2020 WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Virus corona tidak hanya menyerang sistem pernafasan manusia saja, namun juga berdampak pada sektor properti khususnya di Dae-rah Istimewa Yogyakarta.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak adanya pandemi COVID-19 bagi pengembang perumahan, mengidentifikasi variabel risiko yang ada dan menganalisis faktor risiko yang memiliki frekuensi tertinggi dan dampak tertinggi bagi pengembang perumahan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dengan cara membagikan lembar kuesioner ke pengembang perumahan. Perbandingan rasio harga perumahan terhadap harga konsumen. Analisa frekuensi dan dampak dengan menggunakan standard deviasi dan nilai mean. Hasilnya adalah adanya gelembung kecil pada triwulan I tahun 2020 pada rasio harga rumah. Sedangkan variabel penurunan daya beli masyarakat memiliki frekuensi tinggi dengan nilai mean 3,50 dan dampak yang tinggi dengan nilai mean 3,67. Yang menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat pada saat pandemi COVID-19 terjadi.
GAYA PRATARIK AWAL JEMBATAN BERUJI KABEL MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALOK BENTANG JAMAK (MULTI SPAN BEAM APPROACH) Anton Husen Purboyo; Hinawan Teguh Santoso
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.882 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5410

Abstract

Studi ini membahas prosedur perhitungan gaya tarik awal kabel pada jembatan beruji kabel melalui pendekatan balok bentang jamak. Metode ini dipilih karena menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam perhitungan tanpa harus melakukan proses iterasi. Selain itu, perhitungan dengan metode ini memberikan hasil distribusi gaya tarik kabel yang rasional dan memenuhi persyaratan perancangan jembatan beruji kabel. Keuntungan lain adalah metode ini tidak tergantung pada fitur perangkat lunak yang digunakan sehingga memudahkan bagi para perencana untuk dapat lebih leluasa melakukan optimasi terhadap model struktur jembatan beruji kabel. Perbandingan  dua model jembatan beruji kabel dengan geometri simetris dan asimetris dilakukan untuk memverifikasi perhitungan. Berdasarkan perbandingan tersebut, metode pendekatan balok bentang jamak dapat memberikan besaran momen lentur pada dek jembatan dan deformasi lateral pada pylon yang lebih kecil dibandingkan dengan prosedur yang digunakan dalam literatur. Distribusi gaya penarikan awal kabel akibat beban mati yang bekerja dengan menggunakan pendekatan balok bentang jamak menunjukkan perilaku yang rasional dan dapat merepresentasikan efektifitas daya dukung ruji kabel sebagai fungsi dari nilai sudut antara ruji kabel dan dek jembatan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai gaya tarik kabel yang semakin besar apabila posisi titik tumpu semakin menjauhi pylon.
PENGARUH LETAK BEBAN TERHADAP GAYA PRATEGANG TIPE SEGITIGA PADA MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA Sugeng P. Budio; M Idris Bakhtiar
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.943 KB) | DOI: 10.24002/jts.v11i2.1

Abstract

Upaya untuk meningkatkan pelayanan atau umur layan jembatan terutama untuk jembatan rangka, seiring bertambahnya volume kendaraan dapat menggunakan kabel prategang yang bertujuan untuk menambah kekakuan dan kekuatan jembatan tanpa harus mengubah struktur jembatan rangka itu sendiri. Pada penelitian ini, digunakan prategang tipe segitiga dengan model jembatan rangka baja semi parabol jenis N terbalik. Jembatan rangka masih dalam kondisi elastis pada saat pengujian dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku lendutan model jembatan rangka prategang akibat variasi letak beban yang diberikan dan untuk mengetahui besarnya gaya prategang optimal bila dibandingkan dengan beban yang bekerja pada model jembatan rangka akibat penggunaan kabel prategang tipe segitiga. Pemberian gaya prategang tipe segitiga dalam berbagai variasi letak beban menghasilkan perbandingan prosentase penurunan lendutan yang terjadi antara 23.677% - 56.391%. Sehingga secara keseluruhan, lendutan yang terjadi pada jembatan yang sudah diberi prategang lebih kecil dibandingkan dengan jembatan yang tidak diberi prategang. Gaya prategang optimal yang terjadi sebesar 686,490 kg, ketika beban terletak di titik E dengan lendutan jembatan rangka yang terjadi sebesar 65,113% dan tegangan batang yang terjadi sebesar -77,396 kg/cm2.
STUDI KEKUATAN KOLOM PROFIL C DENGAN COR BETON PENGISI DAN PERKUATAN TRANSVERSAL Damar Budi Laksono; Haryanto Yoso Wigroho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.495 KB) | DOI: 10.24002/jts.v11i2.2

Abstract

Baja adalah salah satu bahan yang penting dalam dunia konstruksi. Profil yang digunakan sebagai struktur utama (kolom dan balok) dalam suatu bangunan pada umumnya memakai profil hasil bentukan panas. Profil hasil bentukan dingin biasanya hanya digunakan sebagai gording dan rangka atap. Pada penelitian ini dicoba kolom profil C (hasil bentukan dingin) yang diberi perkuatan tulangan transversal dan dicor beton pengisi yang dibebani sentris pada pusat sumbu kolom. Penelitian ini menggunakan profil kanal C yang akan digunakan sebagai kolom dengan diberi cor beton pengisi dan diberi perkuatan transversal. Panjang kolom profil kanal C 750 mm sebagai kolom pendek dan 1500 mm sebagai kolom panjang. Dimensi profil yang digunakan adalah tinggi (h) = 92,8 mm; lebar (b) = 34,0333 mm; lebar sayap (a) = 8,2667 mm dan tebal (t) = 1,8 mm. Benda uji sejumlah 16 buah dimana terbagi menjadi 2 kelompok yaitu benda uji yang diberi cor beton pengisi dan yang tidak diberi diberi cor beton pengisi. Setiap kelompok tersebut terdiri dari 4 buah benda uji kolom pendek dan 4 buah benda uji kolom panjang. Variasi perkuatan transversal pada masing-masing benda uji tersebut berbeda-beda yaitu 50 mm, 75 mm dan 100 mm. Data yang diperoleh berupa data lendutan kolom kesamping dan beban sentris yang dicapai oleh kolom. Penambahan cor beton meningkatkan kekuatan pada kolom pendek rata-rata sebesar 185,7%. Sedangkan pada kolom panjang rata-rata sebesar 148%. Defleksi maksimum terbesar kolom pendek tanpa cor beton pengisi sebesar 7,4 mm pada perkuatan 75 mm. Sedangkan pada kolom panjang tanpa cor beton pengisi sebesar 19,05 mm pada perkuatan 75 mm. Pada kolom pendek dengan cor beton pengisi defleksi maksimum tersebar terjadi pada perkuatan 50 mm sebesar 11,36 mm. Pada kolom panjang terjadi pada perkuatan 75 mm sebesar 27,1 mm. Pemberian cor beton pengisi terbukti dapat mencegah tekuk lokal yang terjadi karena dengan pemberian cor beton pengisi meningkatkan beban yang diterimanya hingga dapat melalui beban teoritisnya.
DRIFT CONTROL DEEP BEAM-TO-DEEP COLUMN SPECIAL MOMENT FRAMES DENGAN SAMBUNGAN RBS Junaedi Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.873 KB) | DOI: 10.24002/jts.v11i2.3

Abstract

Balok dalam dengan kekakuan lentur tinggi dapat digunakan untuk mengurangi simpangan antar tingkat sehingga memenuhi batas yang disyaratkan peraturan. Namun kapasitas lentur yang tinggi pada balok dalam akan meningkatkan kebutuhan kekuatan sambungan. Agar sendi plastis tidak terjadi pada sambungan, sambungan balok-kolom harus dirancang berdasar kuat lentur maksimal balok sekitar (1.1 – 1.2)RyMp. Bila sayap atas dan bawah balok dilas langsung ke sayap kolom dengan las tumpul penetrasi penuh, dengan kapasitas tarik sebesar 0.9FyA, maka dapat terjadi gaya tarik pada sayap balok lebih besar dari kapasitas tarik las sehingga perlu perkuatan dengan cover plates atau side plates. Bila dipakai sambungan Reduced Beam Section (RBS) maka akibat coakan pada ujung balok Mp berkurang sehingga gaya tarik sayap balok berkurang maka cover plates dapat dihilangkan. Bentang balok dalam biasanya pendek maka interaksi gaya geser dan momen lentur diperiksa saat perancangan sambungan. Tulisan ini memakai pendekatan yang berbeda dengan yang ada pada AISC 341-05 saat perancangan sambungan RBS pada balok dalam. Studi eksperimental dan analitikal menunjukkan bahwa hipotesis Euler-Bernoulli tidak dapat diaplikasikan pada daerah sambungan. Maka model truss-analogy dipakai untuk menyatakan aliran gaya-gaya pada sambungan, mulai dari muka kolom sampai ke sendi plastis. Model truss-analogy dari Arlekar dan Murty dipakai untuk merancang sambungan balok-kolom, cover plates pada model ini dihilangkan namun rusuk vertikal dipertahankan sebagai pengaku. Dengan penggunaan balok dalam memungkinkan mengontrol simpangan antar tingkat lebih baik, dengan sambungan RBS akan dihasilkan sambungan ekonomis.
SIFAT-SIFAT FISIK ABU TERBANG MERAPI Yohannes Lulie
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.235 KB) | DOI: 10.24002/jts.v11i2.4

Abstract

Material letusan Gunung Merapi mengandung bermacam unsur mekanis maupun fisik. Fraksi ukuran material yang dikeluarkan juga berbeda. Salah satu fraksinya seperti abu terbang. Lokasi material abu terbang diambil dari Dusun Kentungan, Condong Catur, Depok, Sleman, DIY; berjarak 21,4 km dari Gunung Merapi. Hasil penelian pada kondisi lapangan endapan abu terbang mempunyai kadar air sebesar 21,320%, berat jenis 2,652. Berat unit basah 1,663 gr/cm3 dan berat unit kering 1,444 gr/cm3, termasuk kelompok loose uniform sand. Butiran abu terbang tertahan saring No.200 fraksi sand 38,7%. Lolos saringan No.200 fraksi silt 61,3%. Atterberg limit meng- informasikan nilai liquid limit 24,74%; plastic limit 20,40%; shrinkage limit 28,69% dan plasticity index 4,34% termasuk slightly plastic, shrinkage ratio SR 1,5 termasuk good soil type. Sesuai AASHTO classification system of Highway Subgrade materials abu terbang tersebut dalam group classification A-4 dan silty soils. Berdasarkan chart hubungan plasticity index dan liquid limit abu terbang termasuk Inorganic silts of low compressibility. Hasil pengujian direct shear test dan unconfined compression test menginformasikan abu terbang termasuk jenis gabungan silts and loose sand. Effective friction angle Ø 25,9°~35°. Dari hasil pengujian pemadatan optimum moisture content OMC 21,46% dan maximum dry density MDD 1,517 gr/cm3. Satu hal yang penting, setiap studi lanjutan pemanfaatan abu terbang yang terkait dengan sifat-sifat fisik perlu diselidiki lagi karena sifat-sifat fisik akan berubah tergantung sebaran jarak abu Gunung Merapi.