cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
PENGARUH TULANGAN TERKOROSI PADA DEFLEKSI, KELENGKUNGAN, LEBAR RETAK DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Pinta Astuti; Wingky Sandi Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i3.7610

Abstract

Korosi pada baja tulangan beton menjadi jenis kerusakan yang paling merugikan pada infrastruktur yang ditandai dengan penurunan kualitas material dan kapasitas struktur. Korosi sendiri merupakan suatu proses elektro kimia yang terjadi akibat intrusi ion klorida dan gas karbondioksida pada selimut beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lentur balok beton bertulang dengan pemodelan korosi tulangan baja. Objek dalam penelitian ini adalah sebuah balok dengan dimensi penampang 400 mm x 700 mm dengan panjang bentang 7200 mm. Pemodelan balok dilakukan dengan program Response-2000. Tulangan baja dimodelkan mengalami korosi seragam dengan mengurangi luas penampang. Pembebanan yang diberikan terdapat dua macam yaitu beban titik dan beban merata berdasarkan SNI 2847 2019. Mutu beton adalah 30 MPa sedangkan kuat leleh tulangan memanjang dan sengkang berturut-turut adalah 525 MPa dan 350 MPa. Hasil yang didapatkan berupa hubungan antara level korosi tulangan baja terhadap karakteristik lentur balok meliputi defleksi, kelengkungan, lebar retak dan pola retak.
KAJIAN PROSES PENGADAAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI PEMBANGUNAN HUNIAN TETAP PASCA GEMPA PALU Arief Affianto; Peter Kaming
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i3.7701

Abstract

Dibandingkan dengan penanganan pembangunan  hunian tetap pasca gempa bumi tahun 2018 di Lombok dan pasca erupsi Gunung Semeru Desember 2021 di Lumajang, pembangunan hunian tetap di Palu dirasakan lambat. Salah satu penyumbang keterlambatannya adalah proses lelang untuk kontraktor yang ternyata cukup lama, bahkan ada yang hampir 1 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor  apa yang menjadi hambatan dan faktor apa yang paling berpengaruh menghambat dalam proses lelang untuk pelaksanaan pembangunan hunian tetap pasca gempa di Palu. Dalam penelitian ini juga dikaji usulan solusi untuk penanganan hambatan proses lelang dari para narasumber dan responden. Narasumber sebanyak 4 orang adalah pelaku yang terlibat langsung dalam proses lelang yang diteliti dan 9 responden juga merupakan pelaku yang terlibat dalam proses penyediaan hunian tetap pasca gempa di Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan-hambatan yang muncul dalam proses penyediaan penyedia jasa konstruksi pembangunan hunian tetap pasca gempa di Palu adalah sumber daya manusia pelaku proses lelang, materi lelang dan metode lelang. Pengaruh hambatan paling besar setelah diuji dengan analisis non parametrik Kendall W, didapati bahwa  “metode” dengan nilai rata-rata sebesar 3.00, “sumber daya manusia” sebesar 1.89 dan “materi” sebesar 1.11. Tingkat ketersetujuan antar responden terhadap pilihan hambatan sangat tinggi sebesar 0.901. Sedangkan untuk usulan solusi paling tinggi dari responden yaitu “metode request for quotation (RFQ)” dengan nilai sebesar 2.00 dan “penambahan sumber daya manusia” sebesar 1.00. Tingkat ketersetujuan antar responden terhadap solusi yang dipilih juga sangat tinggi sebesar 1.00.
PENDEKATAN METODE BROMS TERHADAP METODE P-Y CURVE PADA ANALISIS KAPASITAS DUKUNG LATERAL PONDASI TIANG Zaid Kurnia; Muhammad Riza; Vitta Pratiwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i3.7703

Abstract

Pondasi tiang didesain agar mampu menahan beban aksial dan beban lateral. Beban lateral disebabkan oleh tekanan tanah lateral, beban gempa dan gaya-gaya yang bergerak/terjadi pada arah lateral. Dalam menganalisis kapasitas dukung lateral, umumnya dilakukan menggunakan Metode Broms dan p-y curve menggunakan software LPILE. Namun berdasarkan beberapa penelitian, hasil dari Metode Broms sangat konservatif dan jika pada tanah berlapis tidak bisa digunakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini Metode Broms digunakan bertujuan untuk menentukan pendekatan dengan kondisi tanah 1 lapis (lempung saja atau pasir saja) terhadap metode p-y curve pada tanah berlapis (lempung-pasir), selanjutnya diverifikasi dengan hasil pengujian lateral di lapangan. Dalam menganalisis kapasitas dukung lateral menggunakan Metode Broms dan p-y curve perlu adanya pembatasan agar sesuai kriteria yang diinginkan yaitu pembatasan dalam pembebanan sesuai dengan pengujian lateral di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa defleksi Metode Broms lebih besar (konservatif) daripada Metode p-y curve dan pengujian lateral di lapangan. Pada tanah pasir, defleksi Metode Broms mendekati hasil dari Metode p-y curve dan pengujian lateral, berdasarkan hal tersebut analisis Metode Broms dengan asumsi 1 lapis (tanah pasir) bisa dijadikan pendekatan untuk menghitung kapasitas dukung lateral pada kondisi tanah berlapis (lempung-pasir).  
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPHYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON EXPANDED POLYSTYRENE Desi Maryani; Ade Lisantono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i3.7887

Abstract

Beton expanded polystyrene (EPS) mempunyai berat jenis lebih ringan dibanding beton normal. Beton EPS banyak diminati untuk bahan dasar pembuatan elemen non struktural suatu bangunan, misalnya partisi pracetak. Penambahan serat polyprophylene pada beton diharapkan dapat memperbaiki ikatan dan daya lekat pada bahan penyusunnya, sehingga mencegah terjadinya retak dan menambah daktilitas pada komponen beton ringan. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, kuat tarik belah, serta kuat lentur mengacu pada ASTM C330-09 tentang Standar Specification for Lightweight Aggregates for Structural Concrete. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm yang akan diuji saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Pada pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, serta kuat tarik belah digunakan sekurang-kurangnya 3 silinder untuk tiap variasi pengujian, sementara pengujian kuat lentur digunakan sekurang-kurangnya 2 balok dengan dimensi 200x200x700mm. Hasil penelitian menunjukkan kuat teksn rata-rata menurun berturut-turut 14%, -35%, -6%, dan -19% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan air untuk melarutkan serat polyprophylene. Hasil pengujian kuat tarik belah meningkat berturut-turut -26%, -16%, 15%, dan 33% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Penggunaan serat polyprophylene pada silinder beton meningkatkan kuat tarik belah beton EPS sebesar 33% saat usia beton 28 hari dibandingkan dengan beton non serat. Peningkatan nilai kuat lentur (MOR) beton serat berturut-turut sebesar 22%, 38%, -11%, dan 28% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari terhadap beton non serat.  
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSMISI 500 kV PAKET 3 SUMATERA Patrickson, Sianturi; Oei, FukJin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8284

Abstract

Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan listrik yang terjadi di Indonesia mendorong perlunya evaluasi dan tindakan strategis. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan perlunya pembangunan jaringan transmisi Sumatera 500 kV sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat di Pulau Sumatera. Namun, tingkat kompleksitas proyek ini terutama pada paket 3 yang dikerjakan oleh PT XYZ, memberikan risiko terhadap perusahaan sebagai kontraktor. Penelitian dilakukan dengan analisis risiko secara kualitatif menggunakan metode matriks risiko yangbertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari penelitian yang melibatkan 30 orang responden terhadap 54 variabel risiko dalam 7 kategori risiko ini, teridentifikasi 4 variabel risiko dengan tingkat tinggi, 46 variabel risiko dengan tingkat sedang, dan 4 variabel risiko dengan tingkat rendah. Analisis kategori risiko dengan menggunakan diagram radar menunjukkan bahwa kategori yang paling dominan dan berdampak pada proyek adalah keuangan dan ekonomi. Adapun 4 variabel risiko yang memiliki dampak paling besar dan perlu dilakukan manajemen risiko pada proyek tersebut adalah 1.) Lambatnya proses akuisisi dan kompensasi lahan; 2) Pendanaan proyek terhambat karena terhambatnya uang muka/termin dari owner; 3) Pencurian/kehilangan material struktur tower dan stringing; 4) Tidak tersedianya akses untuk material dan equipment ke lokasi.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN (STUDI KASUS: STRUKTUR PIER 5 PADA PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA 0+750) Sari, Undayani; Raditya, Michael Alfa; Mulyanto, Arya Budi; Pardoyo, Bambang; Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8418

Abstract

Perencanaan struktur bawah dalam pembangunan sebuah jembatan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur atasnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta - NYIA STA 0+750 memiliki 2 jalur, 1 jalur ke arah Jogja dan 1 jalur ke arah Solo. Pada studi ini dilakukan analisis pada struktur pier 5 arah ke Jogja terkait perencanaan pembebaban, desain pier head, desain pier, desain pondasi, daya dukung, dan penurunan. Dalam analisis desain pier head dan desain pier digunakan metode statis tak tentu dengan metode perhitungan numerik dan didapatkan hasil yang aman untuk menopang beban struktur atas rencana. Dalam analisis desain pondasi digunakan desain diameter 0,8 m dan 1,0 m. Perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi menggunakan metode group pile yang dianalisis menggunakan metode empiris Reese & Wright dan Reese & O'neill serta pemrograman MIDAS GTS NX. Setelah dianlisis maka didapatkan desain bored pile yang digunakan adalah kelompok tiang berjumlah 25-pile berdiameter 1,0 m dengan panjang 10 m dan dengan pilecap berukuran 12 x 12 x 2 m3. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode empiris adalah sebesar 56785,146 kN dan penurunan group bored pile didapatkan hasil 5,768 cm. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode MIDAS GTS NX adalah sebesar 45514,535 kN serta penurunan group bored pile didapatkan hasil 6,556 cm.
DETEKSI KERUSAKAN PADA STRUKTUR JEMBATAN INTEGRAL BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN MODE SHAPE DATA BASE INDICATOR (MSDBI) Ir. Ence Selamat Elsupandi; Dr.-Ing. Dina Rubiana Widarda
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8621

Abstract

Deteksi kerusakan struktural penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur dan menambah usia layan bangunan. Salah satu metode untuk mendeteksi kerusakan struktur adalah melalui analisis dinamik, di mana perubahan respons dinamik mengindikasikan perubahan kondisi struktur. Dalam penelitian ini dilakukan pendekteksian lokasi kerusakan pada jembatan integral beton bertulang menggunakan metode Mode Shape Data Base Indicator (MSDBI). Untuk melengkapi penelitian, dilakukan juga penilaian jembatan pada studi kasus menggunakan pedoman Penilaian Kondisi Jembatan Untuk Bangunan Atas Dengan Cara Uji Getar. Penerapan metode MSDBI pada struktur jembatan integral beton bertulang merupakan tantangan dalam penelitian ini jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, yaitu penerapannya pada struktur balok dengan tumpuan sederhana. Penelitian dilakukan dengan pemodelan elemen hingga menggunakan software analisis struktur. Studi kasus mengambil jembatan integral eksisting dengan panjang 20 m yang terbuat dari beton bertulang. Kerusakan dimodelkan dengan mengurangi tinggi penampang dan memvariasikan lebar retak girder sebesar 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Peninjauan lokasi kerusakan dilakukan pada bagian ujung dan tengah bentang jembatan di mana simulasi kerusakan menggambarkan terjadinya retakan pada girder dan kerusakan akibat keropos beton pada pelat. Penilaian kondisi jembatan berdasarkan Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan menunjukkan nilai kerusakan struktural relatif di bawah 5% yang digolongkan dalam kondisi Utuh, sementara itu terdeteksi kerusakan yang ditunjukkan oleh nilai indeks MSDBI pada lokasi kerusakan. Terlihat pula bahwa indeks MSDBI berubah ketika terjadi kerusakan. Indeks MSDBI yang dominan terlihat pada ragam getar arah memanjang jembatan. Kata kunci: msdbi, deteksi kerusakan, jembatan, dinamika struktur
SIMULASI NUMERIK KEGAGALAN BALOK BAJA ALUMUNIUM BERLUBANG MENGGUNAKAN SKEMA THREE-POINT LOADING Prabowo, Andy; Ie, Michelle Karen Julia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8649

Abstract

The aluminium steel structures have relatively long term durability, high strength-to-weight ratio, and corrosion resistance. Investigations on the strength and performance of aluminium structures, both as a structural beam and column, can be found in various existing literature. However, studies that investigate the behaviour and strength of aluminium beams with a web hole remain scarce to date, even though the hole can accommodate building utility lines going through a structural element. This research aims to study the behaviour and strength of perforated aluminium beams using finite element modelling to simulate failure due to a three-point loading scheme. The finite element (FE) model in this study employed two approaches: full-section modelling and half-section modelling, which were then compared to the referred experimental test results. In total, 14 test specimens were built in the FE models, where the failure modes as well as the moment versus curvature curves obtained from the FE models, were quite similar to the test results. Furthermore, failure loads obtained from the test and FE models were very close, with the mean of test-to-FE loads was 0.97 and the coefficient of variation (COV) of 0.038 at maximum. It demonstrates that the numerical model developed in this study is valuable for further parametric study of the aluminium perforated beam, which fails under a three-point loading scheme.
KINERJA KOORDINASI SIMPANG CEBONGAN DAN SIMPANG TAMAN RINGIN CEBONGAN BERDASARKAN PKJI 2023 Ad Zulfa Geofani Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.9105

Abstract

Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are intersections that have a shelf size of 230 m and are located in a commercial environment that is dense with motor vehicles, so that the queue at one of the intersections can interfere with the performance of adjacent intersections. The performance analysis of existing conditions and intersection coordination is based on the 2023 Indonesia’s Road Capacity Guidelines (PKJI), while the microsimulation uses VISSIM PTV software. The results of the analysis show that based on PKJI 2023, the saturation degree values in the existing conditions of Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are 0.8 and 0.52. The solution to reduce the queue length on Jalan Kebon Agung that connects the two intersections is to coordinate the two intersections with a cycle time of 100 seconds at both intersections with 4 phases at Simpang 4 Cebongan and 3 phases at Simpang 3 Taman Ringin Cebongan, so that the bandwidth value from West to East is 29 seconds with a bandwidth efficiency of 29% and from East to West is 19 seconds with a bandwidth efficiency of 19%. The length of the intersection queue with the application of this condition decreased from 198.32 m to 179.93 m.
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH WUDHU DALAM SISTEM DAUR ULANG BERKELANJUTAN Irwan, Andesta Granitio; Pratama, Yudistira Bagus; Okta, Evan Dwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.9671

Abstract

Water is one of the important elements in supporting human life so that optimal use of water can have a big impact on life. Water-saving practices, especially during ablution, are often uncontrollable, resulting in water-wasting behavior. In addition, the acidic pH conditions in some of the water samples used are feared to have a long-term adverse impact on individual users. This research provides a solution in saving water with an ablution wastewater recycling system for reuse by utilizing Internet of Things (IoT)-based monitoring that can record water usage discharge using a flowmeter while connected to a smartphone. In the simulation, a prototype is used which is designed as a water recycling system that can be monitored with the addition of a filtration system to filter waste and improve water quality, namely Total Dissolved Solids (TDS), Dissolved Oxygen (DO), and pH. The results showed that in total 52 samples, the average water usage was 2.45 liters / person and 42.31% were in the wasteful category. Comparison of water quality before and after filtering has a significant increase with TDS values reaching 118%, DO 41% and pH 42.31%. This increase shows better water quality after filtering so that it can be reused and the recycling results in the system used have an efficiency of 44% based on the comparison of monitoring volume and actual volume of water.