cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSMISI 500 kV PAKET 3 SUMATERA Patrickson, Sianturi; Oei, FukJin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8284

Abstract

Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan listrik yang terjadi di Indonesia mendorong perlunya evaluasi dan tindakan strategis. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan perlunya pembangunan jaringan transmisi Sumatera 500 kV sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat di Pulau Sumatera. Namun, tingkat kompleksitas proyek ini terutama pada paket 3 yang dikerjakan oleh PT XYZ, memberikan risiko terhadap perusahaan sebagai kontraktor. Penelitian dilakukan dengan analisis risiko secara kualitatif menggunakan metode matriks risiko yangbertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari penelitian yang melibatkan 30 orang responden terhadap 54 variabel risiko dalam 7 kategori risiko ini, teridentifikasi 4 variabel risiko dengan tingkat tinggi, 46 variabel risiko dengan tingkat sedang, dan 4 variabel risiko dengan tingkat rendah. Analisis kategori risiko dengan menggunakan diagram radar menunjukkan bahwa kategori yang paling dominan dan berdampak pada proyek adalah keuangan dan ekonomi. Adapun 4 variabel risiko yang memiliki dampak paling besar dan perlu dilakukan manajemen risiko pada proyek tersebut adalah 1.) Lambatnya proses akuisisi dan kompensasi lahan; 2) Pendanaan proyek terhambat karena terhambatnya uang muka/termin dari owner; 3) Pencurian/kehilangan material struktur tower dan stringing; 4) Tidak tersedianya akses untuk material dan equipment ke lokasi.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN (STUDI KASUS: STRUKTUR PIER 5 PADA PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA 0+750) Sari, Undayani; Raditya, Michael Alfa; Mulyanto, Arya Budi; Pardoyo, Bambang; Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8418

Abstract

Perencanaan struktur bawah dalam pembangunan sebuah jembatan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur atasnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta - NYIA STA 0+750 memiliki 2 jalur, 1 jalur ke arah Jogja dan 1 jalur ke arah Solo. Pada studi ini dilakukan analisis pada struktur pier 5 arah ke Jogja terkait perencanaan pembebaban, desain pier head, desain pier, desain pondasi, daya dukung, dan penurunan. Dalam analisis desain pier head dan desain pier digunakan metode statis tak tentu dengan metode perhitungan numerik dan didapatkan hasil yang aman untuk menopang beban struktur atas rencana. Dalam analisis desain pondasi digunakan desain diameter 0,8 m dan 1,0 m. Perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi menggunakan metode group pile yang dianalisis menggunakan metode empiris Reese & Wright dan Reese & O'neill serta pemrograman MIDAS GTS NX. Setelah dianlisis maka didapatkan desain bored pile yang digunakan adalah kelompok tiang berjumlah 25-pile berdiameter 1,0 m dengan panjang 10 m dan dengan pilecap berukuran 12 x 12 x 2 m3. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode empiris adalah sebesar 56785,146 kN dan penurunan group bored pile didapatkan hasil 5,768 cm. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode MIDAS GTS NX adalah sebesar 45514,535 kN serta penurunan group bored pile didapatkan hasil 6,556 cm.
IMPLEMENTASI 3D PRINTING BETON DAN BAJA PADA DESAIN FABRIKASI DI SEKTOR KONSTRUKSI Prilita, Nisrina Fahriah Dea; Fuk Jin, Oei
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.8424

Abstract

The increasing need for development makes humans continue to find more efficient and faster ways. Therefore, technology is also growing rapidly and forcing all sectors to be able to keep up to date so as not to be left behind. The use of 3D Printing is one of the technologies that are beginning to be applied. This 3D Printing technology shows a significant change from conventional construction. The method used in this article is literature review, by collecting previous research literature. This study aims to determine the implementation of 3D Printing on fabrication design in construction. Data obtained from several journals discuss the implementation, advantages, and limitations of 3D Printing in technology, cost and time. Therefore, it is expected to open the views of construction stakeholders to be able to see the potential use of 3D Printing in the construction field.
DETEKSI KERUSAKAN PADA STRUKTUR JEMBATAN INTEGRAL BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN MODE SHAPE DATA BASE INDICATOR (MSDBI) Ir. Ence Selamat Elsupandi; Dr.-Ing. Dina Rubiana Widarda
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8621

Abstract

Deteksi kerusakan struktural penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur dan menambah usia layan bangunan. Salah satu metode untuk mendeteksi kerusakan struktur adalah melalui analisis dinamik, di mana perubahan respons dinamik mengindikasikan perubahan kondisi struktur. Dalam penelitian ini dilakukan pendekteksian lokasi kerusakan pada jembatan integral beton bertulang menggunakan metode Mode Shape Data Base Indicator (MSDBI). Untuk melengkapi penelitian, dilakukan juga penilaian jembatan pada studi kasus menggunakan pedoman Penilaian Kondisi Jembatan Untuk Bangunan Atas Dengan Cara Uji Getar. Penerapan metode MSDBI pada struktur jembatan integral beton bertulang merupakan tantangan dalam penelitian ini jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, yaitu penerapannya pada struktur balok dengan tumpuan sederhana. Penelitian dilakukan dengan pemodelan elemen hingga menggunakan software analisis struktur. Studi kasus mengambil jembatan integral eksisting dengan panjang 20 m yang terbuat dari beton bertulang. Kerusakan dimodelkan dengan mengurangi tinggi penampang dan memvariasikan lebar retak girder sebesar 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Peninjauan lokasi kerusakan dilakukan pada bagian ujung dan tengah bentang jembatan di mana simulasi kerusakan menggambarkan terjadinya retakan pada girder dan kerusakan akibat keropos beton pada pelat. Penilaian kondisi jembatan berdasarkan Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan menunjukkan nilai kerusakan struktural relatif di bawah 5% yang digolongkan dalam kondisi Utuh, sementara itu terdeteksi kerusakan yang ditunjukkan oleh nilai indeks MSDBI pada lokasi kerusakan. Terlihat pula bahwa indeks MSDBI berubah ketika terjadi kerusakan. Indeks MSDBI yang dominan terlihat pada ragam getar arah memanjang jembatan. Kata kunci: msdbi, deteksi kerusakan, jembatan, dinamika struktur
SIMULASI NUMERIK KEGAGALAN BALOK BAJA ALUMUNIUM BERLUBANG MENGGUNAKAN SKEMA THREE-POINT LOADING Prabowo, Andy; Ie, Michelle Karen Julia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.8649

Abstract

The aluminium steel structures have relatively long term durability, high strength-to-weight ratio, and corrosion resistance. Investigations on the strength and performance of aluminium structures, both as a structural beam and column, can be found in various existing literature. However, studies that investigate the behaviour and strength of aluminium beams with a web hole remain scarce to date, even though the hole can accommodate building utility lines going through a structural element. This research aims to study the behaviour and strength of perforated aluminium beams using finite element modelling to simulate failure due to a three-point loading scheme. The finite element (FE) model in this study employed two approaches: full-section modelling and half-section modelling, which were then compared to the referred experimental test results. In total, 14 test specimens were built in the FE models, where the failure modes as well as the moment versus curvature curves obtained from the FE models, were quite similar to the test results. Furthermore, failure loads obtained from the test and FE models were very close, with the mean of test-to-FE loads was 0.97 and the coefficient of variation (COV) of 0.038 at maximum. It demonstrates that the numerical model developed in this study is valuable for further parametric study of the aluminium perforated beam, which fails under a three-point loading scheme.
PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE PRELOADING KOMBINASI PVD PROYEK AKATARA GAS PLANT FACILITY Wicaksono, Luthfi Amri; Tasya Afkarina; Paksitya Purnama Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.8726

Abstract

Soft soil is a serious problem in the implementation of the Akatara Gas Plant Facility Project because soft soil has a low bearing capacity and experiences large settlements. Effective soil improvement to solve this problem is PVD combination preloading methods. This research aims to plan soil improvement for the primary road construction of the Akatara Gas Plant Facility project in Jambi using PVD combination preloading method. The planned PVD is non-woven PVD with variations in size: 9.5 cm wide, 3.5 cm thick, 10 cm wide, 0.4 cm thick, and 10.5 cm wide, 4.5 cm thick. Calculation of consolidation time after PVD was carried out using triangle and square patterns with varying distances of 100 cm, 110 cm, 130 cm and 150 cm. Based on the analysis results, soil preloading could not be applied because it collapsed, so soil preloading was combined with vacuum preloading. The vacuum preloading used has a capacity of 80 kPa and the required embankment is 3.93 meters high. The planned PVD depth is 12 meters deep. 90% consolidation time required at a distance of 100 cm triangle pattern, 100 cm square pattern, 110 cm triangle pattern, 110 cm square pattern, 130 cm triangle pattern, 130 cm square pattern, 150 cm triangle pattern and 150 cm square pattern cages are 13 weeks, 15 weeks, 9 weeks, 10.5 weeks, 13 weeks, 15.5 weeks, 18 weeks, and 21 weeks. The most effective PVD installation distance and pattern is a distance of 110 cm with a square pattern. The choice of distance and installation pattern is adjusted to the work time for soil improvements on the Akatara Gas Plant Facility Project.
KINERJA KOORDINASI SIMPANG CEBONGAN DAN SIMPANG TAMAN RINGIN CEBONGAN BERDASARKAN PKJI 2023 Ad Zulfa Geofani Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.9105

Abstract

Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are intersections that have a shelf size of 230 m and are located in a commercial environment that is dense with motor vehicles, so that the queue at one of the intersections can interfere with the performance of adjacent intersections. The performance analysis of existing conditions and intersection coordination is based on the 2023 Indonesia’s Road Capacity Guidelines (PKJI), while the microsimulation uses VISSIM PTV software. The results of the analysis show that based on PKJI 2023, the saturation degree values in the existing conditions of Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are 0.8 and 0.52. The solution to reduce the queue length on Jalan Kebon Agung that connects the two intersections is to coordinate the two intersections with a cycle time of 100 seconds at both intersections with 4 phases at Simpang 4 Cebongan and 3 phases at Simpang 3 Taman Ringin Cebongan, so that the bandwidth value from West to East is 29 seconds with a bandwidth efficiency of 29% and from East to West is 19 seconds with a bandwidth efficiency of 19%. The length of the intersection queue with the application of this condition decreased from 198.32 m to 179.93 m.
PENGARUH RANGKAIAN GEMPA UTAMA – GEMPA SUSULAN TERHADAP REDUNDANSI DAN KERUNTUHAN PROGRESIF STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN BETON BERTULANG Zacharias, Hendry David; Utomo, Junaedi; Arfiadi, Yoyong; Lisantono, Ade
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i1.9601

Abstract

Rangkaian kejadian gempa meningkatkan kerusakan kumulatif pada struktur karena meningkatnya simpangan antar lantai, terutama untuk daerah potensi gempa kuat atau bangunan penting. Redundansi bergantung pada karakteristik dinamis dan geometris strukturnya serta sifat eksitasi gempa, peningkatan redundansi tidak dapat didefinisikan sebagai kriteria untuk meningkatkan perilaku seismik struktur, namun sangat berkaitan erat dengan keruntuhan progresif. Penelitian ini melihat pengaruh rangkaian gempa MSEq –ASEq terhadap redundansi dan keruntuhan progresif dari 16 model struktur rangka pemikul momen beton bertulang dengan variasi jumlah bentangan dan jumlah lantai tapi dengan luas denah yang sama, dengan melihat nilai simpangan antar lantai dan rotasi balok serta rasio gaya aksial terhadap kapasitas aksial kolom pada beberapa skenario pelepasan kolom. Rangkaian gempa MSEq-ASEq berpengaruh sangat signifikan terhadap kebutuhan redundansi struktur terlihat dari peningkatan nilai simpangan antar lantai namun tidak untuk keruntuhan progresif dimana tidak terjadi peningkatan nilai rotasi balok dan gaya aksial kolom (rasio ≈ 1). Menambah jumlah bentangan pada denah tidak selalu mengurangi besaran simpangan antar lantai, namum efektif untuk mengurangi nilai rotasi balok dan rasio gaya aksial terhadap kapasitas aksial kolom
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH WUDHU DALAM SISTEM DAUR ULANG BERKELANJUTAN Irwan, Andesta Granitio; Pratama, Yudistira Bagus; Okta, Evan Dwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.9671

Abstract

Water is one of the important elements in supporting human life so that optimal use of water can have a big impact on life. Water-saving practices, especially during ablution, are often uncontrollable, resulting in water-wasting behavior. In addition, the acidic pH conditions in some of the water samples used are feared to have a long-term adverse impact on individual users. This research provides a solution in saving water with an ablution wastewater recycling system for reuse by utilizing Internet of Things (IoT)-based monitoring that can record water usage discharge using a flowmeter while connected to a smartphone. In the simulation, a prototype is used which is designed as a water recycling system that can be monitored with the addition of a filtration system to filter waste and improve water quality, namely Total Dissolved Solids (TDS), Dissolved Oxygen (DO), and pH. The results showed that in total 52 samples, the average water usage was 2.45 liters / person and 42.31% were in the wasteful category. Comparison of water quality before and after filtering has a significant increase with TDS values reaching 118%, DO 41% and pH 42.31%. This increase shows better water quality after filtering so that it can be reused and the recycling results in the system used have an efficiency of 44% based on the comparison of monitoring volume and actual volume of water.
EVALUASI KINERJA CAMPURAN ASPAL DENGAN LIMBAH BETON DAN GILSONITE Azzahra, Raisa; Herno Della, Rhaptyalyani; Kadarsa, Edi; Hastuti, Yulia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i4.9760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan agregat limbah beton dan bahan tambah Gilsonite pada campuran aspal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran aspal dengan agregat limbah beton memiliki kadar aspal optimum yang lebih tinggi (6,35%) dibandingkan dengan campuran aspal normal (5,65%). Meskipun campuran aspal limbah beton menunjukkan stabilitas yang sedikit lebih rendah (1216,06 kg) dan kepadatan yang lebih rendah (2,255 g/cm³), aliran, VMA, VIM, dan VFA-nya lebih tinggi dibandingkan dengan campuran aspal normal. Penambahan Gilsonite dalam campuran aspal limbah beton memperbaiki stabilitas secara signifikan (1407,7 kg) dan meningkatkan fleksibilitas (4,35 mm), serta meningkatkan VMA (17,94%) dan VIM (5,07%). Namun, penambahan Gilsonite sedikit mengurangi kepadatan dan kekakuan campuran. Secara keseluruhan, campuran aspal limbah beton dengan penambahan Gilsonite menunjukkan potensi peningkatan performa dalam hal stabilitas dan fleksibilitas, meskipun perlu penyesuaian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kekakuan dan kepadatan campuran.