cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,193 Documents
Inventarisasi Fauna di Taman Kehati Lido, Bogor, Jawa Barat Iwan Setiawan; Aldio Dwi Putra; Wahab Abdhul Fattah Al'aziz; Aulia Nuroktafaedi; Cacas Suwarna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.4683

Abstract

PT. Tirta Investama-Plant Citeureup (PT. TIV-PC) merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dan telah meraih penghargaan lingkungan PROPER biru atas ketaatan berlebih melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati. PT. TIV-PC telah mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Lido sebagai sarana perlindungan sumber mata air yang menjadi bahan baku industrinya. Taman Kehati Lido (TKL) yang memiliki luar area 5.46 Ha telah memperkaya vegetasi yang ada dan mendukung kondisi habitat berbagai jenis satwa. Penelitian ini bertujuan memantau spesies fauna serta mempelajari struktur dan komposisi komunitas satwaliar di Taman Kehati Lido. Inventarisasi satwa menggunakan metode transek dengan menggunakan jalan dan sungai sebagai transek serta pemasangan jaring kabut (mist net) untuk mengamati semua spesies fauna. Burung diamati dengan metode IPA dan transek. Hasil penelitian ini menemukan 35 spesies satwa vertebrata (9 spesies mamalia, 18 spesies burung, 13 spesies herpetofauna, 4 spesies capung, dan 14 spesies kupu-kupu). Indeks keanekaragaman jenis total komunitas satwa adalah 3,5725 dan indeks kemerataan jenisnya 0,9767. Taman Kehati Lido (TKL) yang terletak di sekitar pabrik terbukti mampu menjadi habitat berbagai jenis satwa.
Penapisan Enzim Hidrolase pada Bakteri Streptomyces sp. strain I18 Ulin Ni'mah Setiawati; Mesy Miranda AR; Mutia Dinda Lestari; Nismah Nukmal; Endah Setyaningrum; Titik Nur Aeny; Achmad Arifiyanto
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.5179

Abstract

Enzim hidrolase memiliki peranan penting dalam proses industri salah satunya sebagai biokatalisator. Bakteri sebagai produsen enzim hidrolase dapat dimanfaatkan potensinya dalam proses industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi enzim hidrolase dari Streptomyces sp. strain I18 koleksi Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Pengujian dilakukan secara kualitatif dengan mengukur zona bening yang terbentuk disekitar isolat. Diameter zona bening diukur dan dibagi dengan diameter koloni isolat yang tumbuh untuk mendapatkan nilai indeks enzimatis. Zona jernih merupakan indikator adanya aktivitas enzimatik pada mikroorganisme tersebut.  Pada penelitian ini didapatkan bahwa Streptomyces sp. strain I18 memiliki potensi yang tinggi dalam mendegradasi pati dengan enzim amilase yang dihasilkannya dengan nilai indeks enzimatis yang diperoleh sebesar 2,94. Selain itu juga memiliki potensi menghasilkan enzim protease, kitinase, mananase, selulase dan lipase dengan nilai indeks enzimatisnya secara berurutan, yaitu 1,89, 0,25, 0,36, 1,00, dan 2,26. Kesimpulannya, enzim hidrolase yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. strain I18 memiliki potensi untuk digunakan sebagai kandidat biokatalisator di berbagai bidang, seperti industri, biomedis, dan agen biokontrol. 
Keanekaragaman Famili Asteraceae di Pematang Sawah Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Denpasar Cantik Azzaroiha; Fira Naimatul Husna; Meirna Rahayu; Salma Nur Salsabila; Ulin Nuha Hanifah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.5237

Abstract

Asteraceae merupakan famili yang memiliki keanekaragaman tinggi dan memiliki jumlah spesies terbesar kedua pada Kingdom Plantae. Tanaman hias, obat dan pangan merupakan tiga fungsi utama famili Asteraceae. Pene;itian ini dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman (H’) famili Asteraceae yang terdapat di pematang sawah Desa Ubung Kaja Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman famili Asteraceae di persawahan Desa Ubung Kaja sehingga kegunaannya bisa lebih dioptimalkan. Desa Ubung Kaja memiliki wilayah yang sebagian besar merupakan lahan kering, digunakan berupa lahan sawah dan fasilitas umum. Prosedur kerja dalam pengamatan ini dimulai dari menetapkan lokasi, melakukan pengamatan, mendokumentasikan sample spesies, mendeskripsikan spesies ke dalam tabel identifikasi, mentabulasi data untuk memperoleh indeks keanekaragaman (H’) dan mengolah data dalam bentuk pembahasan. Spesies Asteraceae yang ditemukan yaitu Acmella oleracea, Eclipta prostrata, Emilia sonchifolia, Sphagneticola trilobata dan Tagetes erecta. Indeks keanekaragaman famili Asteraceae di kawasan persawahan Desa Ubung Kaja Kota Denpasar adalah sedang, dengan nilai (H’ = 1,4). 
Pengaruh Cekaman Garam (NaCl) terhadap Kandungan Klorofil pada Planlet Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. var. sapientum) secara In Vitro Rahayu Amaliya; Endang Nurcahyani; Zulkifli; Eti Ernawiati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.5537

Abstract

Pisang Raja Bulu merupakan jenis pisang yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tanaman Pisang Raja Bulu yang toleran atau resisten terhadap cekaman lingkungan salah satunya yaitu cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaCl tertinggi pada medium yang tidak mempengaruhi kandungan klorofil pada daun planlet Pisang Raja Bulu; dengan demikian akan diperoleh planlet Pisang Raja Bulu yang resisten terhadap cekaman garam secara in vitro. Planlet Pisang Raja Bulu ditanam di medium Murashige and Skoog padat dengan penambahan beberapa konsentrasi NaCl yaitu P0  (0%), P1 (0,25% b/v), P2 (0,50% b/v), P3 (0,75%b/v), dan P4 (1%b/v). Masing-masing perlakuan NaCl dilakukan 5 kali ulangan. Kandungan klorofil pada daun Pisang Raja Bulu umur 4 minggu dianalisis dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 648 nm dan 664 nm yang masing-masing panjang gelombang mendeteksi klorofil b dan a. Homogenitas data dianalisis dengan uji Levene dan dilanjutkan dengan uji Anova one way dan Tukey pada taraf nyata 5%. Konsentrasi NaCl yang tidak banyak menurunkan kandungan klorofil pada daun Pisang Raja Bulu adalah 0,75% b/v, sehingga dapat disimpulkan bahwa  pada konsentrasi NaCl 0,75% b/v, tanaman Pisang Raja Bulu resisten terhadap cekaman garam. 
Analisis In Silico Naringenin dari Umbi Akar Batu (Gerrardanthus macrorhizus Harv.ex Benth. & Hook.f.) sebagai Antitusif terhadap Reseptor N-methyl-D-aspartate Maria Angelina Genere Koban; Sri Rahayu Lestari; Frida Kunti Setiowati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.5912

Abstract

Batuk  merupakan refleks pertahanan tubuh alami yang membersihkan saluran pernapasan dari benda asing. Dekstrometorfan merupakan obat antitusif yang bersifat antagonis non-competitive chanel blocker terhadap reseptor N-Methyl-D-aspartate yang mampu menekan batuk di pusat ambang batuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi naringenin sebagai antitusif berdasarkan nilai afinitas pengikatannya dengan reseptor NMDA, sifat farmakokinetik, potensi biooral dan toksisitas melalui pendekatan in silico dengan teknik molecular docking. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dekstrometorfan dan naringenin berikatan di residu asam amino yang sama dengan NMDA pada MET A: 145, ILE A: 85, ALA B: 888 dengan ikatan hidrofobik, SER A: 81 dengan ikatan hidrogen pada dekstrometorfan dan ikatan unfavorabel donor-donor pada naringenin. Nilai binding affinitas naringenin -6,7 kkal/mol lebih kecil dibandingkan dengan dekstrometorfan -6,4 kkal/mol, hal ini menunjukkan bahwa naringenin berpotensi sebagai antitusif yang hampir sama dengan dekstrometorfan. Hasil uji toksisitas, menunjukan bahwa naringenin dan dekstrometorfan dapat dikonsumsi secara oral dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Analisis potensi bioral dan uji farmakokinetik membuktikan bahwa naringenin mampu diabsorbsi, didistribusi, dimetabolisme dan diekskresi, sehingga berpotensi sebagai kandidat obat antitusif. 
Efektivitas Filtrat Trichoderma asperellum TKD terhadap Pertumbuhan Aspergillus flavus pada Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) Anak Agung Devina Asana Putri; Meitini Wahyuni Proborini; Putu Shinta Devi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.6077

Abstract

Penurunan produksi biji kopi arabika diakibatkan oleh keberadaan hama penggerek yang melubangi biji sehingga mudah terinfeksi spora A. flavus. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efektivitas filtrat T. asperellum TKD terhadap A. flavus pada biji kopi arabika secara in vitro dan in vivo. Perlakuan secara in vitro dan in vivo yaitu kontrol negatif, kontrol positif, filtrat konsentrasi 10, 30, 50, 70, dan 90% (v/v). Parameter yang diamati adalah populasi A. flavus setelah perlakuan in vitro dengan pengujian filtrat ke A. flavus dan in vivo dengan pengujian filtrat ke biji kopi arabika. Hasil penelitian menunjukkan filtrat T. asperellum TKD konsentrasi 10-90% (v/v) efektif dalam mengurangi populasi A. flavus secara in vitro dan in vivo pada biji kopi arabika (P≤0.05). Pengujian secara in vitro menghasilkan diameter zona hambat terbesar pada perlakuan 90% (v/v) filtrat yaitu 11,56±0,83 mm, sedangkan diameter zona bening terkecil pada perlakuan 10% (v/v) filtrat yaitu 3,38±1,32 mm. Pengujian secara in vivo menunjukkan populasi terkecil pada 90% (v/v) filtrat yaitu 5×105±0,07 CFU/g, sedangkan populasi terbesar pada 10% (v/v) filtrat yaitu 50,0×105±0,01 CFU/g. Filtrat T. asperellum TKD mampu menghasilkan konsentrasi dependen dalam mengurangi populasi A. flavus pada biji kopi arabika secara in vitro dan in vivo. 
Keanekaragaman Gastropoda Air Tawar dan Analisis Trematoda di Ekosistem Situ Kota Tasikmalaya Azizah, Risma; Hernawati, Diana; Chaidir, Diki Muhamad
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.4347

Abstract

Gastropoda air tawar merupakan makrozoobenthos yang memiliki peran penting bagi makhluk hidup, salah satunya dijadikan sebagai konsumsi makanan bagi manusia ataupun sebagai pakan ternak bagi hewan. Selain memiliki manfaat, beberapa jenis gastropoda air tawar menjadi hospes perantara untuk menyempurnakan siklus hidup bagi cacing Trematoda yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia ataupun hewan yang memakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda air tawar dan menganalisis adanya cacing Trematoda yang ditemukan di Situ Gede dan Situ Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu survei dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan beberapa indeks ekologi diantaranya kelimpahan kumulatif, kelimpahan relatif, indeks dominansi, indeks keanekaragaman Shannon-Weiner, indeks keseragaman, dan prevalensi cacing Trematoda. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di Situ Gede terdapat enam jenis gastropoda air tawar dan dua jenis cacing Trematoda, sedangkan di Situ Cibeureum hanya terdapat tiga jenis gastropoda air tawar dan satu jenis cacing Trematoda, telur serkaria dan redia. Terjadinya perbedaan jumlah gastropoda air tawar disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman gastropoda air tawar yaitu suhu, pH, kedalaman air dan substrat. Sedangkan adanya cacing Trematoda yang ditemukan pada gastropoda menyebabkan perbedaan prevalensi cacing Trematoda yang dipengaruhi oleh perbedaan jumlah cacing trematoda dan gastropoda air yang ditemukan serta kondisi lingkungan di masing-masing lokasi penelitian.
Kajian Fenetik Tumbuhan Paku (Pteridofita) di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Arise, Widya Nur; Sofiyanti, Nery
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.4523

Abstract

Kabupaten Kuantan Singingi khususnya Kecamatan Benai merupakan salah satu tempat distribusi tumbuhan paku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian fenetik jenis – jenis tumbuhan paku yang tumbuh di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Sampel di lapangan dikumpulkan dengan metode eksplorasi. Untuk memperoleh dendrogram dari tumbuhan paku yang ada di Kecamatan Benai, identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi, dan data dianalisis menggunakan program NTSys pc 2.02. Sebanyak 23 jenis tumbuhan paku dari 18 genus dan 13 famili telah diidentifikasi pada penelitian ini. Famili Polipodiaceae merupakan famili dengan jumlah jenis terbanyak (5 jenis) dari sampel yang yang dikumpulkan. Dendrogram yang diperoleh dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis daun yaitu jenis daun monomorfik dan dimorfik. 
Analisis Tingkat Serangan Parasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur Yuliani, Irma; Pratiwi, Rina Hidayati; Yulistiana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5502

Abstract

Salah satu faktor penghambat dalam usaha budidaya perikanan adalah serangan parasit. Parasit merupakan organisme yang hidup pada tubuh organisme lain (inang) dengan mengambil nutrisi dari inangnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis parasit dan prevalensi parasit pada ikan air tawar yang dibudidayakan di Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), Balai Benih Ikan (BBI), Ciganjur. Sampel ikan yang digunakan berjumlah 30 ekor ikan air tawar yang merupakan spesies ikan nila dan  ikan lele masing-masing sebanyak 15 ekor dengan ukuran 5-6 cm yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian teridentifikasi tiga spesies parasit yaitu Trichodina sp., Ichthyophthirius multifiliis dan Dactylogyrus spp. Tingkat serangan parasit Trichodina sp. pada benih ikan air tawar yang diproduksi di PPISHP, BBI Ciganjur menunjukan prevalensi tertinggi pada benih ikan lele dengan nilai prevalensi 86,6% infeksi hampir parah, sedangkan prevalensi parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yang menyerang ikan nila dengan prevalensi 6,6% termasuk infeksi rendah. Intensitas parasit tertinggi yakni Ichthyophthirius multifiliis yaitu 22 individu/ekor pada ikan lele, dan intensitas parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yaitu 1 individu/ekor pada ikan nila. Adapun parameter suhu dan pH juga mempengaruhi tingginya nilai prevalensi dan intensitas parasit yang menyerang ikan khususnya pada ikan lele di BBI Ciganjur. 
Identifikasi dan Analisis Keanekaragaman Insekta di Gunung Galunggung Tasikmalaya Chaidir, Diki Muhamad; Fitriani, Rita; Hardian, Ari
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan mengukur tingkat keanekaragaman insekta yang terdapat di kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan insekta dilakukan dengan menggunakan metode pitfall trap yang ditempatkan pada tiga lokasi dengan ketinggian yang berbeda.  Insekta yang terjebak kemudian diidentifikasi nama spesiesnya dan dihitung jumlahnya. Setelah itu dilakukan perhitungan untuk analisis indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insekta yang terperangkap dalam pitfall trap terdapat 5 bangsa yang terdiri dari 8 Suku dengan jumlah spesies sebanyak 12 dan total jumlah individu 142. Spesies dan jumlah individu terbanyak yang ditemukan yaitu suku Formicidae. Tiap lokasi penelitian mendapatkan indeks keanekaragaman yang berbeda, yaitu 2,26 (pada lokasi I), 1,63 (pada lokasi II), dan 1,82 (pada lokasi III). Indeks dominansi masing-masing lokasi, yaitu 0,12 (lokasi I), 0,30 (lokasi II), dan 0,21 (lokasi III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keanekaragaman setiap lokasi penyimpanan perangkap termasuk kategori sedang dengan indeks dominansi termasuk kategori rendah. Hal tersebut menandakan kondisi ekositem gunung Galunggung masih tergolong baik dan belum mencapai ekosistem klimaks. 

Page 100 of 120 | Total Record : 1193


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue