cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,211 Documents
AI-Assisted NDVI Monitoring of Vegetation Change in Merapi National Park Using Google Earth Engine Monika Ruwaimana; Subyantoro Tri Pradopo; Ruky Umaya; Diah Arianti; Vincentius Tri Setyobudi; Indah Murwani Yulianti; Wibowo Nugroho Jati; Pramana Yuda
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.12898

Abstract

Vegetation mapping is essential for monitoring conservation efforts in national parks and can be performed remotely using remote sensing and GIS technologies. However, the process is often complex and requires technical expertise. This study explores the use of AI, specifically ChatGPT, to simplify and support vegetation mapping workflows. We monitored monthly vegetation changes in Merapi Mountain National Park (TNGM) from 2017 to 2023 using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) derived from Sentinel-2 satellite data. The workflow combined Google Earth Engine (GEE) for satellite image processing and Python in Jupyter Notebook for time series analysis, with ChatGPT assisting in code editing. Our results show NDVI patterns are significantly influenced by volcanic activity, particularly eruptions and pyroclastic clouds, and about one-third of images were affected by cloud cover, especially during the rainy season. ChatGPT performed well in non-coding queries with a 79% satisfaction rate, but only 53% of generated code prompts were correct without modification. We conclude that while AI tools like ChatGPT have strong potential to enhance accessibility and efficiency in remote vegetation mapping, human oversight and foundational knowledge in geospatial analysis remain essential for accurate results.
Trichoderma-Based Biocontrol Strategies Against Fusarium Wilt: A Bibliometric Analysis and literature Review Anton Meilus Putra
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.12938

Abstract

Fusarium wilt is one of the most destructive soil-borne diseases threatening global food security. For decades, its control has relied heavily on synthetic chemical fungicides; however, their extensive use has led to pathogen resistance, environmental degradation, and risks to human health. Trichoderma has been widely investigated as a potential biological control agent due to its diverse mechanisms of action. This study aims to map the global research landscape on the application of Trichoderma in controlling Fusarium wilt through bibliometric analysis and literature review. Data were retrieved from the Scopus database (2015–2025) using selected keywords and analyzed with VOSviewer and Biblioshiny to identify publication trends, author collaborations, institutions, countries, and keyword clusters. The results indicate a marked increase in publications since 2020, with major contributions originating from India, China, and Egypt. The evolution of keywords indicates a shift in research focus from basic mechanistic studies to practical field applications. The literature review confirms the effectiveness of Trichoderma in suppressing disease and enhancing the productivity of agricultural commodities, although challenges persist in formulation, variability, and regulatory frameworks. These findings provide an important scientific basis for guiding future research, strengthening international collaboration, and supporting sustainable agricultural strategies that utilize biological control agents.
Perubahan Histologi Otak Mencit (Mus musculus) Akibat Efek Neurotoksik Paparan Subletal Insektisida Organofosfat Klorpirifos Irfan Abdullah Rojab; Liah Kodariah; Siti Nurjanah; Rachel Roma Uliana Situmorang; Vina Salmanda Junaedi; Indri; Fachriza Ali Rochmana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.13073

Abstract

Klorpirifos merupakan insektisida organofosfat yang banyak digunakan di sektor pertanian Indonesia karena efektivitasnya tinggi terhadap hama, namun bersifat neurotoksik yang bekerja dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) menyebabkan penumpukan asetilkolin, peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS), dan stres oksidatif, akibatnya kematian sel dan berujung pada kerusakan neuron dan sel glial di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan histologis otak mencit (Mus musculus) akibat paparan subletal insektisida organofosfat klorpirifos. Penelitian ini menggunakan desain true experimental laboratories post-test only control group dengan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, paparan 7 hari, dan 14 hari. Klorpirifos dosis 12 mg/kgBB/hari diberikan secara oral. Setelah perlakuan, dilakukan nekropsi dan pengambilan otak mencit. Pengamatan histologi cerebrum, cerebellum, dan batang otak dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin lalu dianalisis secara deskriptif dan uji One-Way Anova serta uji lanjutan Tukey HSD. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah neuron dan neuroglia nekrosis (p=0.000; p<0,05) disertai gambaran inti piknotik, vakuolisasi sitoplasma, kromatolisis dan hipereosinofik. Gejala tremor dan ataksia tampak nyata dan terdapat penurunan berat badan antar kelompok (p=0,046) terutama pada paparan minggu pertama. Simpulannya paparan subletal klorpirifos menimbulkan kerusakan histologis otak yang berdampak terhadap sistem motorik dan status metabolik mencit (Mus musculus).
Penggunaan Bioakustik untuk Mempelajari Keanekaragaman Spesies Burung Pantai Migran di Teluk Pangpang Banyuwangi Nova Tri Mulya Agustina; Triana Kartika Santi; Magdalena Putri Nugrahani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.12358

Abstract

Teluk Pangpang yang terletak di Kabupaten Banyuwangi merupakan habitat lahan basah bagi burung pantai migrasi yang melintasi jalur East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman jenis burung pantai migran dengan metode Passive Acoustic Monitoring (PAM), jumlah deteksi suara setiap spesies yang terekam, dan mempelajari nilai tingkat kepercayaan (confidence score) deteksi suara burung pantai migran selama musim migrasi. Pengambilan data dilakukan selama musim migrasi burung, yaitu September 2024 hingga Maret 2025, menggunakan perangkat AudioMoth 1.2.0. Selama 112 hari terkumpul 28.432 file rekaman dengan total durasi rekaman 473 jam 52 menit. Data dianalisis menggunakan software BirdNet GUI mode BatchAnalizer untuk mengidentifikasi suara setiap spesies burung pantai migran. Hasilnya, teridentifikasi 28 spesies burung pantai migrasi dari dua famili:  Charadriidae 8 spesies dan Scolopacidae 20 spesies, serta dengan status konservasi 2 spesies terancam, 3 spesies rentan, 6 spesies hampir terancam, dan 17 spesie risiko rendah. Nilai confidence score berkisar antara 0,50 hingga 1,00, dengan beberapa spesies menunjukkan deteksi yang konsisten. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan bioakustik metode passive acoustic monitoring efektif untuk pemantauan jangka panjang dan mendukung upaya konservasi burung pantai migran di pesisir selatan Pulau Jawa.
Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Selai Lembaran Kombinasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Gisela Dian Prasetyani; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.3328

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dikombinasikan untuk diolah menjadi selai lembaran yang memiliki manfaat kesehatan. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan antioksidan dari kedua bahan yang dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. Berdasarkan hasil uji tersebut akan ditentukan pula selai lembaran dengan kualitas paling baik. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella yaitu 100:0 (P), 100:20 (Q), 100:40 (R), 100:60 (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai lembaran kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, serat terlarut, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, total fenolik, aktivitas antioksidan, tekstur dan angka kapang khamir, tetapi tidak memberikan pengaruh pada warna dan angka lempeng total. Selai lembaran perlakuan 100:60 (S) menghasilkan kualitas paling baik berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. 
Variasi Morfologi Bunga Anggrek Bulan Hybrida Phalaenopsisamabilis: Analisa Karakter dengan Pendekatan Numerik Agustina Yohana Setyarini Arobaya
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.4207

Abstract

Informasi mengenai keanekaragaman bunga hibrida Phalaenopsis amabilis sebagai tanaman hias telah terdokumentasi secara lengkap. Namun, karakter yang menentukan varietas bunga masih belum teridentifikasi. Oleh karena itu penelitian ini akan mengeksplorasi dan mengidentifikasi karakter morfologi yang berperan dalam pembentukan keanekaragaman Phalaenopsis amabilis. Secara keseluruhan terdapat tiga puluh lima karakter morfologi yang terbagi menjadi sebelas sifat vegetatif dan dua puluh empat sifat generatif yang digunakan untuk menganalisis enam belas sampel anggrek. Enam belas sampel tanaman anggrek Phalaenopsis amabilis teridentifikasi sebagai delapan varietas. Delapan varietas tersebut kemudian dianalisis menggunakan PATN versi 4.00. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik sifat vegetatif maupun generatif dapat digunakan sebagai indikator identifikasi dan penentuan verietas Phalaenopsis amabilis. Dua klaster hierarkis dalam setiap dendrogram analisis sifat vegetatif, sifat generatif atau gabungan keduanya menunjukkan dua kelompok varietas. Karakter morfologi batang, daun dan bunga merupakan parameter yang menentukan keanekaragaman varietas dari Phalaenopsis amabilis. 
Variasi Respon Anggrek Hasil Induksi Rhizoctonia Terhadap Infeksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV) Mahfut Mahfut; Fania Nur Izzati; Eti Ernawiati; Sri Wahyuningsih
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.4373

Abstract

Anggrek sangat terkenal karena memiliki corak, bentuk, ukuran, dan warna bunga beranekaragam. Phalaenopsis dan Dendrobium termasuk jenis anggrek yang diminati sehingga produksinya perlu ditingkatkan secara kuantitas maupun kualitas. Adanya infeksi virus Odontoglossum ringspot pada anggrek menjadi salah satu kendala dalam budidaya anggrek. Odontoglossum ringspot virus (ORSV) merupakan virus yang banyak menginfeksi anggrek dan menimbulkan gejala pada bagian daun berupa mosaik, nekrosis, klorotik, kelayuan serta daun menggulung. Upaya pengendalian infeksi ORSV dapat memanfaatkan mikroorganisme, seperti Rhizoctonia yang akan berasosiasi dengan perakaran anggrek membentuk simbiosis mutualisme yang kemudian dapat menyediakan nutrisi bagi anggrek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon anggrek Phalaenopsis amabilis dan Dendrobium discolor terinduksi Rhizoctonia terhadap infeksi ORSV. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Phalaenopsis amabilis lebih rentan terinfeksi ORSV daripada Dendrobium discolor, dengan gejala yaitu daun mosaik, nekrotik, dan malformasi pada kisaran waktu 11 hari setelah inokulasi dengan Rhizoctonia . Hal ini mengindikasikan bahwa inokulasi Rhizoctonia pada Dendrobium discolor yang terinfeksi ORSV memberikan ketahanan yang lebih baik dibandingkan pada Phalaenopsis amabilis.  
Keanekaragaman Ular dan Kadal (Reptilia: Squamata) di Kawasan Karst Suaka Margasatwa Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta Donan Satria Yudha; Rury Eprilurahman; Iman Akbar Muhtianda; Hanan Asyrofi; Christian Manggala Yudha Pratama; Kusumardiastuti Kusumardiastuti; Wajudi Wajudi; Widodo Widodo
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.4404

Abstract

Kadal dan ular termasuk dalam hewan anggota bangsa Squamata, kelas Reptilia. Dua kelompok hewan reptil tersebut secara umum sering sekali ditemukan di dalam dan di sekitar kawasan hutan terutama yang memiliki sumber air. Bagi beberapa masyarakat, spesies ular dan kadal tersebut sering dimanfaatkan untuk dijadikan hewan peliharaan dan kadang dikonsumsi. Suaka Margasatwa Paliyan adalah kawasan hutan yang memiliki keanekaragaman spesies fauna yang perlu untuk diteliti. Kawasan dilindungi tersebut merupakan habitat bagi salah satu jenis cicak jenis baru yaitu Cyrtodactylus semiadii. Berdasarkan temuan tersebut perlu dilihat keanekaragaman spesies anggota reptil ordo Squamata di Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis reptil anggota ordo Squamata yang ada di wilayah Suaka Margasatwa Paliyan. Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan merupakan habitat bagi 7 spesies kadal dan 6 spesies ular. Keanekaragaman kadal dan ular di SM Paliyan berdasarkan Indeks Shanon-Wiener (H’) dikategorikan “sedang”, dimana nilai indeks untuk Kadal dan Cicak (Lacertilia) adalah H’: 1,45, dan Ular (Serpentes) adalah H’:1,6. Wilayah SM Paliyan cocok bagi habitat kadal dan ular karena memiliki termasuk ke dalam hutan yang rindang dengan semak yang lebat, sungai-sungai dan telaga, serta area yang jarang dijadikan aktivitas manusia. 
Pengaruh Santan Kelapa Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii Efi Tamala; Agus Slamet; Jumiati Jumiati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.4682

Abstract

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan alga yang  mengandung karaginan yang berguna dalam berbagai industri. Kualitas rumput laut yang baik dapat ditentukan berdasarkan ukuran talus yang besar. Salah satu upaya untuk mendapatkan talus yang besar adalah dengan memanfaatkan bahan alami berupa santan kelapa yang diperkirakan berperan sebagai zat pengatur tumbuh bagi rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian santan kelapa dengan lama perendaman yang berbeda terhadap laju pertumbuhan Eucheuma cottonii. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) dengan satu faktor yaitu lama perendaman 0, 6, 12, 18 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analis of varian (ANOVA) pada taraf  kepercayaan  95%. Perbedaan hasil antar perlakuan dianalisis dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian santan kelapa dengan lama perendaman yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii. Berdasarkan rata-rata parameter pengamatan yang meliputi berat basah, panjang dan kadar air, pemberian santan kelapa dengan lama perendaman 12 jam memberikan laju pertumbuhan Eucheuma cottonii yang lebih tinggi dibandingkan durasi waktu perendaman yang lain. 
Keanekaragaman Burung Pantai di Pantai Pukan, Merawang, Kabupaten Bangka Ismi Shanti Qomariah; Riko Irwanto; Ani Mardiastuti; Nur Annis Hidayati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.4713

Abstract

Pulau Bangka merupakan sebuah pulau di wilayah barat Indonesia yang berpotensi sebagai habitat yang baik bagi burung pantai. Keberadaan burung pantai di Pulau Bangka pernah tercatat dalam penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas, indeks ekologi, dan frekuensi kehadiran burung pantai. Penelitian dilakukan di Pantai Pukan pada bulan Agustus sampai September 2020. Metode concentration count digunakan dalam pengambilan data burung pantai. Hasil menunjukkan terdapat 7 spesies burung air yaitu Ixobrychus flavicollis, Charadrius javanicus, Charadrius mongolus, Numenius phaeopus, Tringa nebularia, Actitis hypoleucos, dan Gelochelidon nilotica dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener 1,317; indeks kemerataan spesies 0,677; dan indeks kelimpahan spesies 0,328. Frekuensi kehadiran burung air yaitu: (1) sangat jarang: Ixobrychus flavicollis, (2) jarang: Numenius phaeopus, Tringa nebularia, Actitis hypoleucos, Gelochelidon nilotica, (3) sedang: Charadrius mongolus, dan (4) absolut: Charadrius javanicus.  

Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2026): June 2026 Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue