Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Tingkat Serangan Parasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur Yuliani, Irma; Pratiwi, Rina Hidayati; Yulistiana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5502

Abstract

Salah satu faktor penghambat dalam usaha budidaya perikanan adalah serangan parasit. Parasit merupakan organisme yang hidup pada tubuh organisme lain (inang) dengan mengambil nutrisi dari inangnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis parasit dan prevalensi parasit pada ikan air tawar yang dibudidayakan di Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), Balai Benih Ikan (BBI), Ciganjur. Sampel ikan yang digunakan berjumlah 30 ekor ikan air tawar yang merupakan spesies ikan nila dan  ikan lele masing-masing sebanyak 15 ekor dengan ukuran 5-6 cm yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian teridentifikasi tiga spesies parasit yaitu Trichodina sp., Ichthyophthirius multifiliis dan Dactylogyrus spp. Tingkat serangan parasit Trichodina sp. pada benih ikan air tawar yang diproduksi di PPISHP, BBI Ciganjur menunjukan prevalensi tertinggi pada benih ikan lele dengan nilai prevalensi 86,6% infeksi hampir parah, sedangkan prevalensi parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yang menyerang ikan nila dengan prevalensi 6,6% termasuk infeksi rendah. Intensitas parasit tertinggi yakni Ichthyophthirius multifiliis yaitu 22 individu/ekor pada ikan lele, dan intensitas parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yaitu 1 individu/ekor pada ikan nila. Adapun parameter suhu dan pH juga mempengaruhi tingginya nilai prevalensi dan intensitas parasit yang menyerang ikan khususnya pada ikan lele di BBI Ciganjur. 
PELATIHAN BATIK CAP BAGI IBU PKK RT.03 RW.06 KUPANG GUNUNG SEBAGAI KAMPUNG BATIK BARU Russanti, Irma; Yuhri Inang Prihatina; Yulistiana; Urip Wahyuningsih; Ratna Suhartini; indarti
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4660

Abstract

Teknik batik cap merupakan teknik batik yang mudah dilakukan oleh orang awam dengan usia yang bervariasi, harapannya ibu PKK RT.03 RW.06 Kupang Gunung lebih mudah menguasai keterampilan yang diberikan. Dan dapat dikembangkan sebagai pengembangan produk di kampung tersebut serta menjadi kampung batik baru diwilayah Kupang Gunung Timur.Tujuan khusus adalah untuk menerapkan iptek teknik batik cap serta meningkatkan keterampilan Ibu rumah tangga Rt.03 RW 06 Kupang Gunung Timur melalui pelatihan batik cap. Hasil dari pelatihan sebanyak 30 peserta ibu PKK Rt.03 RW.06 dapat membuat batik cap yang diwujudkan pada taplak meja secara berkelompok. Hasil PKM Pelatihan Batik Cap seluruh peserta dapat membuat batik cap secara berkelompok yang diterapkan pada taplak meja dan 3 kelompok memperoleh nilai tertinggi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah artikel pada jurnal nasional terindeks sinta 6 atau berISSN berstatus accepted; Berita pada mesia massa elektronik; Video kegiatan pengabdian; Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), Produk Batik cap.
Analisis Tingkat Serangan Parasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur Yuliani, Irma; Pratiwi, Rina Hidayati; Yulistiana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5502

Abstract

Salah satu faktor penghambat dalam usaha budidaya perikanan adalah serangan parasit. Parasit merupakan organisme yang hidup pada tubuh organisme lain (inang) dengan mengambil nutrisi dari inangnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis parasit dan prevalensi parasit pada ikan air tawar yang dibudidayakan di Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), Balai Benih Ikan (BBI), Ciganjur. Sampel ikan yang digunakan berjumlah 30 ekor ikan air tawar yang merupakan spesies ikan nila dan  ikan lele masing-masing sebanyak 15 ekor dengan ukuran 5-6 cm yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian teridentifikasi tiga spesies parasit yaitu Trichodina sp., Ichthyophthirius multifiliis dan Dactylogyrus spp. Tingkat serangan parasit Trichodina sp. pada benih ikan air tawar yang diproduksi di PPISHP, BBI Ciganjur menunjukan prevalensi tertinggi pada benih ikan lele dengan nilai prevalensi 86,6% infeksi hampir parah, sedangkan prevalensi parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yang menyerang ikan nila dengan prevalensi 6,6% termasuk infeksi rendah. Intensitas parasit tertinggi yakni Ichthyophthirius multifiliis yaitu 22 individu/ekor pada ikan lele, dan intensitas parasit terendah yakni Dactylogyrus spp. yaitu 1 individu/ekor pada ikan nila. Adapun parameter suhu dan pH juga mempengaruhi tingginya nilai prevalensi dan intensitas parasit yang menyerang ikan khususnya pada ikan lele di BBI Ciganjur. 
HIBISCUS ROSA-SINENSIS LINN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PEMBUATAN BUSANA PESTA Rosidah, Afifatasna; Yulistiana
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v5i2.42155

Abstract

Hibiscus rosa-sinensis Linn atau dikenal sebagai bunga sepatu merupakan tanaman hias tropis yang memiliki keunikan bentuk kelopak serta warna-warna mencolok seperti maroon dan gold. Keindahan visual dan simbolisme feminin bunga sepatu menjadi inspirasi dalam perancangan dan pembuatan busana pesta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perancangan dan pembuatan busana pesta dengan menerapkan teknik manipulasi kain spiral structure dan pleats yang terinspirasi dari karakteristik bunga sepatu. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond Design Process yang terdiri atas empat tahapan utama: discover, define, develop, dan deliver. Tahap discover dilakukan untuk menggali inspirasi dari karakteristik bunga sepatu. Pada tahap define, konsep dan elemen visual seperti warna, bentuk, dan tekstur ditentukan melalui penyusunan moodboard. Selanjutnya, tahap develop mencakup pembuatan sketsa desain dan uji coba teknik manipulasi kain. Terakhir, tahap deliver merealisasikan rancangan menjadi busana jadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik spiral structure dan pleats berhasil menciptakan siluet yang khas dan detail tiga dimensi yang merefleksikan keindahan alami bunga sepatu, serta memperkuat nilai estetika dan simbolik melalui permainan tekstur, volume, dan gerakan visual pada kain. Kata Kunci: Hibiscus_rosa_sinensis_Linn, bunga_sepatu, busana_pesta.
INSPIRASI PERANG PADA KERAJAAN KUTAI KERTANEGARA DALAM PENCIPTAAN BUSANA PESTA Al Baja, Aisyah Rachma; Yulistiana
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v5i2.42547

Abstract

Abstrak Kerajaan kutai kartanegara merupakan salah satu Kerajaan kuno yang terletak di Indonesia. Letaknya yang strategis menjadikan Kerajaan ini sebagai lintas pendagangan kala itu. Adanya aktivitas Kongsi dagang oleh VOC diwilayah Kerajaan Kutai, menyebabkan peperangan kolosal antar Kerajaan kutai Kartanegara dan VOC. Peperangan yang terjadi di Kerajaan Kutai Kartanegara tersebut menjadi suatu inspirasi dalam perancangan dan pembuatan busana pesta pria dan wanita. Menggunakan warna utama silver, penelitian ini menampilkan karakter dan visual perang yang gagah, mewah dan elegan. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond Design Process yang terdiri dari empat tahapan utama yaitu discover, define, develop dan deliver. Tahap discover mencari dan menentukan sumber inspirasi perang. Tahap define menuangkan dalam bentuk moodboard.Tahap develop proses perancangan desain busana pesta perang. Dan yang terakhir yaitu tahap deliver, merealisasikan dan mewujudkan racangan desain menjadi busana pesta yang sesungguhnya. Hasil penelitan menunjukkan bahwa busa ati atau eva foam bisa menjadi bahan pengeras dalam mewjudkan visual perang. Volume dan bentuknya yang sesuai dengan desain dan karakteristik lebih sehingga memberikan kesan yang gagah dan berani sesuai dengan tema perang. Detail hiasan pada busana yang dilakukan dengan teknik mapping sangat mempengaruhi bentuk busana, sehingga look yang dihasilkan menampilakan busana yang fit sesuai dengan detail alur temali lajur balok yang tersemat pada busana. Kata Kunci: Busana pesta, perang, busa ati.kerajaan kutai kartanegara Abstract Kutai Kartanegara Kingdom is one of the ancient kingdoms located in Indonesia. Its strategic location made this Kingdom a cross trade at that time. The activity of the trade alliance by the VOC in the Kutai Kingdom area, caused a colossal war between the Kutai Kartanegara Kingdom and the VOC. The war that occurred in Kutai Kartanegara Kingdom became an inspiration in designing and making men's and women's party clothes. Using the main color of silver, this research displays the character and visual of war that is dashing, luxurious and elegant. This research uses the Double Diamond Design Process method which consists of four main stages, namely discover, define, develop and deliver. The discover stage looks for and determines the source of inspiration for war. The define stage poured it in the form of a moodboard. The develop stage is the process of designing a war party fashion design. And the last is the deliver stage, realizing and realizing the design design into an actual party outfit. The results showed that ati foam or eva foam can be a hardener material in realizing war visuals. The volume and shape are in accordance with the design and characteristics more so that it gives a dashing and brave impression in accordance with the theme of war. The details of the decoration on the clothes made with the mapping technique greatly affect the shape of the clothes, so that the resulting look shows a fit outfit in accordance with the details of the embedded beam lane. Keywords: Party fashion, war, foam ati.kutai kartanegara kingdom
PERBEDAAN HASIL JADI SPIRAL TROUSERS ZERO WASTE ANTARA LEBAR DAN PANJANG KAIN TENUN LURIK ROBIATUL A, SITI; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24353

Abstract

PERBEDAAN HASIL JADI TEKNIK APLIKASI DECOUPAGE MENGGUNAKAN KAIN SATIN SUTRA, SATIN ACETAT, DAN SATIN POLYESTER PADA BUSANA PESTA ANAK TSALASATUTI SANTIKA, RATIH; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24529

Abstract

Abstrak Decoupage adalah seni menempelkan kertas yang dipotong mengikuti bentuk benda yang dilukis dan kemudian menggunakan pernis untuk membuat barang terlihat mahal (Downhan, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan hasil jadi teknik aplikasi decoupage pada busana pesta anak menggunakan kain satin sutra, satin acetat dan satin polyester di tinjau dari aspek penggunaan bahan, pelekatan decoupage pada bahan, dan kerapian hasil jadi aplikasi, dan (2) mengetahui manakah hasil jadi teknik aplikasi decoupage yang terbaik dari kain satin sutra, satin acetat, dan satin polyester pada busana pesta anak menurut observer. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar obeservasi (check list). Observasi dilakukan oleh 3 orang ahlidan 22 orang semi ahli. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji analisis varian tunggal menggunakan bantuan program SPSS 23 dengan? ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ada perbedaan hasil jadi teknik aplikasi decoupage antara kain satin sutra, satin acetat, dan satin polyester ditinjau dari aspek penggunaan bahan dalam teknik decoupage, Pelekatan decoupage pada bahan, dan Kerapian hasil jadi aplikasi. (2) hasil jadi teknik aplikasi decoupage terbaik adalah satin acetat yang memiliki nilai sangat baik ditinjau dari aspek penggunaan bahan dalam teknik decoupage, aspek pelekatan decoupage pada bahan, aspek kerapian hasil jadi aplikasi. Kata Kunci: Decoupage, Busana pesta anak, Kain satin Abstract Decoupage is the art of gluing paper that is cut to the shape of the painted object and then using the varnish to make the goods look expensive (Downhan, 2013). The aim of this research is to (1) know the difference of the result of decoupage application technique in children party fashion using satin silk, satin acetat and satin polyester in review from the aspect of material usage, sticking of decoupage on material, and neatness of finished product, and (2) find out which result is the best decoupage application technique from satin silk, satin acetat, and satin polyester in party party dress according to observer.This type of research includes experimental research. Technique of collecting data is using observation. The instrument used is the observation sheet (check list). Observations were conducted by 3 experts and 22 semi-experts. Analysis of the data used in this research is statistical analysis with single varians using SPSS 23 with ? ? 0.05. The results showed (1) there are differences in the result of the decoupage application technique between silk satin, satin acetat, and satin polyester in terms of the use of materials in decoupage techniques, decoupage applying to materials, and neatness of finished products. (2) the result is the best decoupage application technique is satin acetate which has excellent value in terms of the use of materials in decoupage technique, Aspect Approach to decoupage on the material, the neatness aspect of the finished product. Keywords: Decoupage, Children party gown, Satin fabric
PERBEDAAN HASIL JADI ROK LINGKAR PENUH SUSUN DUA LAPIS TUJUH DARI BAHAN DUCHESS, SATIN DAN TAFFETA PADA BUSANA BRIDAL DENGAN MENGGUNAKAN HORSEHAIR NURLAILI FITRIYAH, DWI; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24709

Abstract

Abstrak Pada penelitian rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh bertujuan untuk (1) mengetahui hasil jadi bentuk gelombang rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (2) mengetahui hasil jadi jatuhnya gelombang rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (3) mengetahui perbedaan hasil jadi rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunakan horsehair. (4) mengetahui hasil jadi terbaik rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta pada busana bridal dengan menggunkan horsehair. Jenis penelitian ini termasuk penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi (check list). Observasi yang dilakukan dengan jumlah obsever 30 orang yang terdiri dari 6 orang ahli (dosen tata busana) dan 26 orang semi ahli (mahasiswa tata busana). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji anova tunggal menggunakan bantuan SPSS 23 dengan ? ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ? ? 0,05 berarti ada perbedaan yang signifikan rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess, satin dan taffeta terhadap busana bridal dengan menggunakan horsehair ditinjau dari aspek bentuk gelombang rok dan jatuhnya gelombang rok. Hasil terbaik adalah rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh dari bahan duchess dengan aspek bentuk gelombang rok dan jatuhnya gelombang rok dengan katagori sangat baik pada semua aspek. Kata Kunci: Rok lingkar penuh susun dua lapis tujuh, Bridal, Horsehair. Abstract In the full skirt skirt study the two layers of seven aims to (1) know the result of the waveform of a full circular skirt of two layers of duchess, satin and taffeta in a bridal fashion using horsehair. (2) to know the result of the falling wave of full circle skirt two layers of seven layers of duchess, satin and taffeta material in bridal clothing using horsehair. (3) to know the difference in result of a full circle skirt two layers of duchess, satin and taffeta in bridal fashion using horsehair. (4) know the best result of the best skirt full skirt two layers of duchess, satin and taffeta in the bridal clothing with horsehair. This type of research includes comparative research. Technique of collecting data using observation. Instrument used is the observation sheet (check list). Observations conducted with the number of obsesses 30 people consisting of 6 experts (lecturer fashion) and 26 semi-experts (students fashion clothing). Data analysis used in this research is single anova test using SPSS 23 with ? ? 0,05. The results showed that ? ? 0.05 means that there is a significant difference of full-layered double-layered skirts of two layers of duchess, satin and taffeta materials to bridal clothing using horsehair in terms of wave-shape skirts and falling skirts. The best result is a two-layered double-stacked skirt full of duchess material with aspect of wave form skirt and falling skirt wave with very good category in all aspects. Keywords: Full circular skirt two-tiered stack, Bridal, Horsehair.
PENGEMBANGAN E-PORTFOLIO FASHION DESIGN SEBAGAI MEDIA PERSONAL BRANDING PRIMA SHITA, NABILA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24891

Abstract

IMPLEMENTASI FASHION PERFORMANCE K-POP IDOL TERHADAP K-POP DANCE COVER DI SURABAYA DWI ANJANI PUTRI, AMALIA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i3.25144

Abstract

Abstrak K-Pop Dance Cover adalah seorang individu atau suatu group menirukan penampilan koreografi sehingga merasa tampak seperti artis K-Pop asli, termasuk menirukan koreografi, pakaian dan aksesoris saat tampil, dan ekspresi wajah (Thanh, 2015:152).Fashion performance sangat berpengaruh pada setiap penampilan boygroup atau girlgroup K-Pop dengan konsep kostum, gaya rambut, make-up, hingga aksesoris yang berbeda sesuai dengan lagu yang ditampilkan (Park, 2011:30). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana group K-Pop Dance Cover mencari inspirasi untuk kostum fashion performance, mengetahui analisis deskriptif perbandingan kostum fashion performanceK-Pop dance coverdengan K-Pop Idol,dan mengetahui proses pengadaan kostum fashion performanceK-Pop dance cover. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode triangulasi teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa group K-Pop dance cover mendapatkan inspirasi kostum K-Pop idol yang dikenakan saat liveperformance atau musicvideo k-pop melalui media internet dan situs Youtube. Pada analisis perbandingan kostum fashion performance, dari busana utama hingga aksesoris yang dikenakan group dance cover tampak mirip seperti group k-pop idol. Kostum dance cover sebagian besar melalui pesanan khusus yang dibuatkan oleh penjahit, terdapat tim khusus yang membuatkan kostum dengan cara mencetak motif sendiri yang mirip dengan kostum k-pop idol. Pada penampilan setiap anggota group dance cover, mulai dari make-up, hair-do, kostum busana utama, busana pelengkap, akesoris serta detail dan hiasan busana dibuat mirip dengan setiap anggota group k-pop idol yang ditiru, sehingga melihat secara keseluruhan tampilan setiap group dance cover mirip dengan group k-pop idol. Kata kunci: k-popidol,dance cover, kostum,fashion performance Abstract K-Pop Dance Cover is a performance by individual or a group that imitate the choreography as looks like K-Pop idol, consist of imitating the choreography, costume fashion, accessories and facial expressions while performing. (Thanh, 2015:152). Fashion performance reflects a great effect of every boygroup and girlgroup performance in K-Pop industry by presents a distinct costume concept, hairstyle, make-up, and accessories in every different song performances.(Park, 2011:30). The purposes of this research are to find out how K-Pop dance cover group searching for inspiration of costume fashion performance, find out the description analysis of costume fashion performance between K-POP dance cover and K-Pop idol, and to find out the procurement process of costume fashion performance of K-Pop dance cover. The type of this research is descriptive qualitative by using triangulation technique as data accumulation, with three steps, insist of; observation, interview, and documentation. Data analysis by doing three steps, insist of; data reduction, data display, and conclusion drawing.The research result shows that K-Pop dance cover group got inspiration for costume wear by K-Pop idol in live performance or music video in internet and shared video website, Youtube. In comparison of costume, from the primary costume to accessories that wear by dance cover group looks very much same in similarity with K-Pop idol group, but in comparison result there is still lack and missing in details.Procurement in costume by special order to dressmaker or tailor, there is a special team within the group that making costume by self-produced printing. In appearance of every group member, from the make-up, hair do, costume, additional costume, accessories, also details and fashion ornaments are made really precise and looks very similar by K-Pop idol. The final appearance performance of K-Pop dance cover group looks very similar with K-Pop idol group. Keywords: k-pop idol, dance cover, costume, fashion performance.