cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
ENVIAGRO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
EVALUASI POTENSI KARBON BIRU DAN PENYUSUNAN STRATEGI RESTORASI EKOSISTEM MANGROVE UNTUK MENDUKUNG MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI PESISIR INDONESIA: Evaluation of Blue Carbon Potential and Development of Mangrove Ecosystem Restoration Strategies to Support Climate Change Mitigation in Indonesia’s Coastal Areas Iman Darmatama; Kartika Anggraini; Selly Ratna Sari; Fahrul Rozi Maulana
Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2025): Enviagro
Publisher : Program Studi S2 Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/a3hfe740

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon) paling efektif yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon pada biomassa dan sedimen dalam jangka panjang. Indonesia sebagai negara dengan luasan mangrove terbesar di dunia memiliki potensi strategis dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca melalui konservasi dan restorasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi karbon biru ekosistem mangrove serta merumuskan strategi restorasi untuk mendukung mitigasi perubahan iklim di pesisir Indonesia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap data sekunder yang diperoleh dari artikel ilmiah, laporan pemerintah, dan publikasi lembaga internasional. Data dianalisis melalui sintesis literatur dan analisis SWOT untuk menyusun strategi restorasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 3,39 juta hektare mangrove dengan kapasitas penyimpanan karbon yang sangat tinggi, namun menghadapi ancaman berupa konversi lahan, pembangunan kawasan pesisir, eksploitasi sumber daya, abrasi, dan perubahan iklim yang menyebabkan degradasi ekosistem. Keberhasilan restorasi dipengaruhi oleh faktor biofisik, hidrologi, sosial, kelembagaan, dan penerapan teknik restorasi yang sesuai. Strategi restorasi yang direkomendasikan meliputi pendekatan berbasis ekosistem, integrasi blue carbon dalam kebijakan mitigasi perubahan iklim, penguatan tata kelola dan kolaborasi multipihak, pengembangan pembiayaan berbasis karbon, serta pemanfaatan teknologi untuk pemantauan berkelanjutan guna mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan.
PENGARUH NAUNGAN DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI  SELEDRI (Apium graveolens L.): Shade Effect and NPK Fertilizer Dosage on the Growth and Production of Celery (Apium graveolens L.) Dora Nurshanti; Dicky Yahya Sirait; Firnawati Sakalena
Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2026): Enviagro
Publisher : Program Studi S2 Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/k65dm810

Abstract

ABSTRAK Seledri (Apium graveolens L) merupakan tanaman sayuran dari Famili Apiaceae, daunnya digunakan sebagai bahan penyedap dan ekstrak minyaknya dimanfaatkan dalam bidang pengobatan.  Seledri sangat baik dibudidayakan di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000-1.200 m dpl, sehingga apabila dibudidayakan di dataran rendah memerlukan modifikasi iklim mikro dan manipulasi lingkungan.   Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan pemberian naungan.  Selain faktor intensitas cahaya, suhu dan kelembaban, pupuk juga merupakan faktor yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman.  Penelitan ini dilaksanakan dari Bulan Desember-Juni 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih seledri Varietas Amigo F1, pupuk NPK, polybag, dan pupk kotoran ayam.  Alat yang digunakan meliputi: kamera, klorofil meter, oven.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari petak utama perlakuan naungan dengan 3 taraf yaitu N0 = tanpa naungan, N1 = naungan dengan kisaran 51%-60% dan N2 = naungan dengan kisaran 61%-70% dan anak petak perlakuan dosis pupuk NPK dengan 3 taraf yaitu P1 = 1,4 g/polybag, P2 = 2,4 g/polybag dan P3 = 3,4 g/polybag, diulang sebayak 3 kali.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan dengan kisaran 51%-60% dan dosis pupuk NPK 2,4 g/polybag merupakan perlakuan cenderung lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri.  
ANALISIS RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT PADI LADANG BANGKA TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN: Analysis of the Growth Response of Bangka Upland Rice Seedlings to Drought Stress Cik Ona; Rina Hapsari Wening; Yullianida
Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2026): Enviagro
Publisher : Program Studi S2 Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/xz5x1a10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toleransi plasma nutfah padi lokal Bangka terhadap cekaman kekeringan dan keracunan aluminium pada fase bibit sebagai upaya identifikasi sumber genetik untuk pengembangan varietas adaptif di lahan suboptimal. Pengujian toleransi kekeringan dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSI Padi) Sukamandi pada November–Desember 2023 menggunakan metode bak semen berdasarkan Standard Evaluation System (SES) IRRI. Materi yang diuji terdiri atas empat aksesi padi lokal Bangka (Runteh, Pulut Merah, Mayang Pandan, dan Balok) serta varietas pembanding Salumpikit, IR20, Inpago 8, dan Inpago 10. Parameter yang diamati meliputi skor menggulung daun, skor mengering daun, dan kemampuan pulih (recovery). Pengujian toleransi aluminium dilakukan menggunakan kultur larutan Yoshida termodifikasi dengan taraf Al 0 ppm dan 40 ppm. Tingkat toleransi ditentukan berdasarkan nilai Relatif Panjang Akar (RPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi Runteh merupakan genotipe paling toleran terhadap cekaman kekeringan dengan skor menggulung daun 3, skor mengering daun 3, dan recovery 1, setara dengan varietas toleran Salumpikit. Pulut Merah, Mayang Pandan, dan Balok tergolong agak toleran dengan skor mengering 5. Pada pengujian aluminium, Mayang Pasir menunjukkan toleransi tertinggi dengan nilai RPA 0,83 (sangat toleran), sedangkan sebagian besar aksesi padi lokal Bangka memiliki nilai RPA 0,61–0,80 sehingga tergolong toleran. Aksesi Runteh memiliki toleransi terhadap dua cekaman sekaligus, yaitu kekeringan dan aluminium, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah dalam program pemuliaan varietas padi adaptif untuk lahan kering dan tanah masam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Page 11 of 11 | Total Record : 103