cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI CaCo3 DAN KARBON AKTIF TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NELAYAN I KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Air baku dari suatu sumber air yang dijumpai di suatu tempat kadangkadang tidakmemenuhi syarat sebagai air bersih. Salah satu contohnya adalah Desa Nelayan Ikalurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, kondisitanah desatersebut berupa tanah rawa yang mengakibatkan sumber air baku yang ada tidak bisadigunakan untuk kebutuhan air sehari-hari, airnya banyak mengandung lumpur, keruh,kadar besi tinggi, warna kuning, sehingga hampir 8 tahun tidak bisa menikmati air yangada di sumur mereka. Untuk mengatasi hal ini salah satu cara adalah denganmenggunakan bahan yang mudahdidapat, alatnya mudah dibeli dan harganyaterjangkau. Dengan demikian diperlukan suatu teknologi yang menjadikan air bakudengan kualitas yang tidak memenuhi syarat menjadi air bersih yang memenuhi syaratkesehatan. Dalam penelitian ini dilakukan perlakuan (penambahan konsentrasi CaCo3dan karbon aktif) dengan kadar karbon aktif sebanyak 15 gram dan kadar CaCo3sebanyak 0,5 gram. Hasil penelitian diperoleh dari 8 parameter yang diuji (Suhu, Padatanterlarut (TDS), Padatan tersuspensi (TSS), Daya Hantar Listrik (DHL), pH, Oksigenterlarut (DO), BOD dan COD, ada 2 parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu yangdiinginkan, yaitu parameter Padatan tersuspensi (TSS) dan COD. Dari hasil penelitiantersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan kualitas air dari sebelum dilakukanperlakuan dengan setelah dilakukan perlakuan.Kata Kunci : sumber air baku, metoda pengolahan air, kualitas air
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT ADANYA PUSAT PERBELANJAAN DIKAWASAN PASAR PAGI PANGKALPINANG TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Lestari, Feby Ayu; Apriyani, Yayuk
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan suatu wilayah maka akan diikuti pula denganmeningkatnya volume lalu lintas yang terjadi di kota Pangkalpinang. Hal lain yangmempengaruhi kemacetan lalu lintas disebabkan pula dengan adanya parkir dibadanjalan dan adanya pedangang kaki lima yang berjualan dibadan jalan. Penelitian inibertujuan untuk Mengukur kinerja lalu lintas pada ruas jalan akibat adanya pusatperbelanjaan dikawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang dan untuk Mengetahui dampaklalu lintas kendaraan yang menuju kawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang. Metodeyang digunakan pada penelitian ini yaitu mengacu pada Manual Kapasitas JalanIndonesia (MKJI), 1997. Kondisi kinerja lalu lintas yang terjadi akibat adanya pusatperbelanjaan        dikawasan pasar Pagi Kota Pangkalpinang dengan nilai derajatkejenuhan (DS) 0,11, FV = 38,42 km/jam yang pada kondisi dilapangan kecepatan (V)yang ditempuh untuk mobil 23,67 km/jam dan motor 29,93 km/jam dan kapasitas (C) =4095,6 smp/jam. Analisis dampak lalu lintas yang terjadi akibat adanya Pasar Pagi inidipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kendaraan yang parkir dibadan jalan yanghampir memakai setengah badan jalan, pejalan kaki, pedagang kaki lima yangberjuaalan dibadan jalan dan korelasi antara kendaraan yang masuk dan keluar PasarPagi dengan tingkat pelayanan jalan, dimana termasuk dalam tingkat pelayanan A.Kata Kunci : Kinerja ruas jalan, Andalalin, Pasar
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH DAN PENURUNAN PONDASI PADA DAERAH PESISIR PANTAI UTARA KABUPATEN BANGKA Fahriani, Ferra; Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kawasan pantai di utara Kabupaten Bangka merupakan salah satu kawasan pantai yangindah yang  belum dikelola secara professional. Pembangunan gedunggedung padadaerah pantai tidak hanya sebatas bangunan gedung satu lantai tetapi dapat jugadibangun gedung lebih dari satu lantai. Untuk keperluan tersebut perlu dianalisis dayadukung tanah dan penurunan pondasi pada daerah pantai.  Daya dukung tanah danpenurunan pondasi berhubungan erat dengan beban struktur bangunan yang dibangundiatasnya. Pada ketiga lokasi penelitian dilakukan uji daya dukung tanah menggunakanalat uji sondir dengan standar pengujian sondir berdasarkan SNI 2827:2008. Berdasarkanhasil uji sondir dilakukan  analisis daya dukung pondasi selanjutnya menganalisispenurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Dari hasil penelitian daya dukungtanah untuk kisaran kedalaman lebih dari 2 m termasuk kategori tanah dengan dayadukung tanah kaku dan sangat kaku. Sedangkan daya dukung tanah untuk kisarankedalaman 4-5 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah sangat kaku dankeras. Penurunan yang terjadi masih dalam batas keamanan kurang dari 2,5 cm. Setiaplokasi memiliki nilai penurunan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh daya dukung tanahdi masingmasing lokasi. Pantai penyusuk memiliki nilai penurunan yang paling kecilkarena daya dukung tanahnya paling besar. Semakin kecil daya dukung tanah makapenurunan akan semakin besar. Semakin besar beban yang harus ditahan pondasi makapenurunan yang terjadi akan semakin besar.Kata kunci : daya dukung tanah, uji sondir, penurunan
KAJIAN IMBANGAN AIR PULAU BANGKA Sabri, Fadillah; Hambali, Robi
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

The management of water resources is inseparable from three issues; excessive water in rainy season, lack of water in dry season, and the decreasing quality of water from time to time. The increasing number of residents in one area in turn increases the global need of water, but this need may not immediately be fulfilled. Water balance is a ratio between water need and supply. Water need includes the need for irrigation and non-irrigation water. With the development in Bangka Island, especially the construction of public facilities and infrastructure, trading and industry, agriculture and plantations, the need of water will always increase. It is crucial to know the status of water balance in Bangka Island so that the water resource management can be controlled. The aim of this study is to figure the amount of water needs and water availability in Bangka Island and to determine the status of water balance in Bangka Island using the method of quantitative analysis of ratio between water needs (WN) and water availability (WA). The result shows that Bangka Island water need is 711,75 m3/capita/year. The number of water supply in Bangka Island from 2013 to 2023 shows a surplus in rainy seasons (November-April) and there are deficits in dry seasons (May-October). The condition of water supplies in all areas of Bangka Island is rated good until 2023, except for in Pangkalpinang. The condition of water balance in Pangkalpinang City is bad, which is 388,13% in 2013, 454% in 2018 and 531,04% in 2023.Key Words:  Water Availability, Water Needs, Water Balance, Bangka Island.
ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI TAPAK DENGAN MENGGUNAKAN PERKUATAN CERUCUK DIBANDINGKAN DENGAN FONDASI SUMURAN (ANALYSIS OF BEARING CAPACITY FOUNDATIONS TREAD USING CERUCUK COMPARED WITH THE CAISOON FOUNDATION) Rizolla, Ingga Aranka; Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Fondasi tapak yang termasuk dalam fondasi dangkal sering digunakan pada strukuturbertingkat dengan mengunakan perkuatan cerucuk. Untuk mengetahui daya dukungfondasi, maka dilakukan perbandingan antara fondasi tapak menggunakan cerucukdengan fondasi sumuran. Alasan menggunakan fondasi sumuran karena fondasi initermasuk dalam fondasi peralihan dari fondasi dangkal ke fondasi dalam. Penelitian untukmengetahui kedua daya dukung fondasi tersebut dilakukan dengan metode Terzaghi(1943), Schertmann (1978), Bagmann (1965), Mayerhorf (1956) dan Caisson. HasilPenelitian menunjukkan bahwa daya dukung yang dihasilkan oleh fondasi sumuran padabeban I dan II lebih besar 1,20 dan 1,31 dari fondasi tapak menggunakan perkuatancerucuk sedangkan untuk penurunan lebih kecil sebesar 2,02 dan 1,21. Kata kunci : fondasi tapak, fondasi sumuran, cerucuk, daya dukung, penurunan
PEMANFAATAN SERAT KARUNG PLASTIK UNTUK PERKUATAN TANAH LEMPUN Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah mempunyai peranan yang penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung konstruksi. Hal utama yang menjadi kendala kebanyakan tanah lempung adalah sangat dipengaruhi oleh kadar air, daya dukung rendah, permeabilitas rendah dan proses konsolidasi lambat. Untuk mengatasi hal ini salah satu cara adalah dengan perbaikan tanah atau disebut stabilisasi tanah dengan memberikan serat karung plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini digunakan serat karung plastik (ukuran serat 0,5 cm, 1 cm, 2 cm serta kadar serat 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%) dari berat kering tanah lempung. Hasil penelitian menunjukkan Dari ketiga ukuran serat, nilai kuat geser tanah paling besar diperoleh pada ukuran serat 0,5 cm kadar serat 2% dengan nilai sebesar 120,6410 KN/m2, sedangkan kuat geser tanah asli sebesar 72,6954 KN/m2, sehingga terjadi peningkatan sebesar 65,9541% Kata Kunci: Tanah lempung, Serat karung plastik, Perkuatan tanah
ANALISIS DEBIT PUNCAK DAS PADANG GUCI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU Amri, Khairul; Syukron, Ahmad
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

This research aims to determine how much the peak discharge (maximum) discharge that occurredin the catchment area Padang Guci of regency Kaur province Bengkulu. by analyzing the rainfalldata. The method of rainfall analysis with Melchior method is a statistical analysis of thehydrology in a way that aims to predict the peak (maximum) discharge with the specific timereturn. Estimation of the peak (maximum) discharge in this manner using the maximum dailyrainfall data for 20 years to be analyzed in stages starting from the calculations StatisticalParameter, Determination of Distribution Type, Test Match Distribution, Rainfall Design, to obtainthe value of Time of Concentration (Tc). The exact distribution pattern to the rainfall data was LogPerson III. From the research that has been done, for over 2 years old at the time the maximumdischarge in the catchment area Padang Guci at 162,957 m3/second. Keywords: Rainfall, Peak Discharg, catchment area, Melchior method.
PEMANFAATAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PADA CAMPURAN BETON DITINJAU DARI KEKUATAN TEKAN DAN KEKUATAN TARIK BELAH BETON Purnomo, Hendra; Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pemanfaatan serbuk kaca merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai substitusiparsial semen dalam campuran beton karena unsur kimia yang terkandung dalam serbukkaca hampir sama dengan unsur kimia yang terdapat dalam semen. Penelitian tentangpemakaian serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen menggunakan beberapapersentase yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% dan 15%, dengan umur beton28 hari. Dari masing - masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujianyang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dan kuat tarik belah beton denganmenggunakan alat uji tekan beton (Universal Testing Machine). Dari hasil penelitiandiperoleh, kuat tekan beton dengan penambahan serbuk kaca 0% sebesar 23,20 MPa,2,5% sebesar 20,28 MPa, 5% sebesar 20,37 MPa, 7,5% sebesar 20,56 MPa, 10% sebesar21,41 MPa, 12,5% sebesar 18,49 MPa dan 15% sebesar 16,69 MPa. Sedangkan Kuattarik belah beton penambahan serbuk kaca pada persentase 0% didapat hasil sebesar2,55 MPa, 2,5% sebesar 2,69 MPa, 5% sebesar 2,62 MPa, 7,5% sebesar 2,45 MPa,10% sebesar 2,78 MPa, 12,5% sebesar 2,43 MPa dan 15% sebesar 2,19 MPa.Kata Kunci: beton, semen, serbuk, kaca, kuat tarik dan kuat tekan.
PEMANFAATAN SERAT DARI RESAM SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM PEMBUATAN BETON ., Marbawi; Gunawan, Indra
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Penambahan serat dalam adukan beton terbukti mampu meningkatkan kuat tarik beton.Untuk keperluan non struktur, secara terbatas material serat dapat digunakan dari bahan-bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat dariresam pada campuran beton terhadap peningkatan kuat tekan dan kuat tarik belah. Hasilpenelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi industri bahan bangunan. Serat yangdigunakan memiliki 5 variasi penambahan serat dari resam pada campuran beton, yaitu0,5%, 1 %, 1,5 % dan 2 % per berat semen. sedangkan serat dari resam yang digunakandengan panjang 3 cm. Umur beton yang digunakan sebagai perbandingan adalah 7 haridan 28 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan serat dari resamsebanyak 0,5 %, 1 %, 1,5 % dan 2 % pada campuran beton mampu meningkatkan: (1) kuattekan beton, dengan peningkatan kuat tekan tertinggi dicapai oleh penambahan resamsebanyak 1 % yaitu 21,87 MPa dibandingkan dengan beton normal yaitu 21,40 MPa. (2) kuat tarik belah beton, dengan peningkatan kuat tarikbelah tertinggi dicapai olehpenambahan resam sebanyak 1% yaitu 2,57 MPa dibandingkan dengan beton normal yaitu 2,47 MPa.Kata kunci : serat dari resam, kuat tekan, kuat tarik belah
PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR KOLONG SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (Studi Kasus pada Kolong Dam-3 Pemali Kabupaten Bangka) Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air kolong untuk keperluan pembangkit tenaga listrik belum pernah dilakukan. Masyarakat di Kabupaten Bangka memanfaatkan air kolong baru sebatas untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan untuk air minum. Ada juga pemanfaatan air kolong untuk rekreasi. Terdapat sejumlah208 kolong di Kabupaten Bangka dengan luas genangan 336,16 ha dan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro (PLTMH). Kolong Dam-3 Pemali memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan saat ini baru dimanfaatkan untuk keperluan air minum (PDAM Tirta Bangka) dan pembibitan ikan air tawar (BBIS). Dengan menggunakan model NRECA diperoleh debit maksimum yang masuk dalam kolong sebesar 0,401 m3/s dan debit minimum sebasar 0,059 m3/s. Debit rencana untuk PLTMH digunakan debit optimum untuk keperluan PDAM dan BBIS sebesar 0,105 m3/s. dengan menggunakan panjang pipa pesat 15 m, diameter pipa 0,25 m, dan tinggi jatuh efektif 4,22 m, serta generator jenis cross flow dihasilkan daya listrik sebesar 2,31 kilo-Watt. Kata Kunci : Air kolong, Pembangkit listrik, Tenaga mikrohidro