cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PENINGKATAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN UNTUK TIMBUNAN JALA Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

The subgrade used for a highway construction should have a good bearing capacity, because the loads applied on the road construction are static and dynamic loads. One parameter that we can use to determine whether the soil bearing capacity is good or poor is by knowing the CBR value. The better the bearing capacity is, the higher the CBR. A poor bearing subgrade can be replaced with better soil (hoard with soil) from other location. Often there is no option for the hoarding material, so soil with high plasticity like A7 is used. To solve this problem, one of the efforts taken to enhance the soil bearing capacity is soil remediation using chemical stabilization method with cement. The percentage variations of the cement used are 10%, 12,5% and 15% with curing age of 1,7,14, and 28 days, optimum water condition. The tests that are conducted includes physical and mechanical properties tests of the original soil and mechanical properties testing of the stabilized one (soil CBR). From the result it is known that the CBR value rises with the percentage of cement (compared to the original soil CBR). The maximum CBR in 15% cement is 69,31%. The CBR value of the undisturbed soil is 3,01%. The CBR also increases with the age of curing from 1 to 28 days.Key Words: Hoarding material, Cement, Stabilization, Optimum, CBR.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG Wibawa, Arif; Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Tanah merupakan material yang selalu berhubungan dengan teknologi konstruksi sipil.Karena besarnya pengaruh tanah terhadap perencanaan seluruh konstruksi, maka tanahmenjadi komponen yang sangat diperhatikan dalam perencanaan konstruksi. Dariberbagai jenis tanah, tanah lempung adalah tanah yang paling banyak ditemukanmasalah. Pada kenyataanya tanah lempung bersifat kurang menguntungkan secara teknisuntuk mendukung suatu pekerjaan konstruksi. Maka dari itu, diperlukannya perbaikantanah guna untuk meningkatkan daya dukung tanah, salah satunya adalah denganstabilisasi perbaikan tanah secara kimiawi. Salah satu parameter yang dapat diketahuiapakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai kekuatangeser tanah. Kuat geser tanah dapat diketahui dengan pengujian Direct Shear, sehinggadapat diketahui nilai kohesi, dan sudut geser.Dalam peningkatan kestabilan tanah biasanya digunakan Polyprophylene Polymer (PP)yang harganya cukup mahal. Biaya yang mahal ini mengakibatkan peningkatan dari hargapembangunan. Untuk mengurangi tingginya biaya perbaikan tanah, dalam penelitian inidilakukan pengujian stabilitas tanah dengan menambahkan limbah gypsum yang diolahmenjadi serbuk sebagai bahan pencampur tanah.Hasil dari pengujian didapat nilai S terbesar terjadi pada sampel tanah yang dicampurdengan limbah gypsum sebanyak 8% dengan waktu pemeraman 14 hari yaitu 61,57KN/m2. Nilai ini terjadi kenaikan sebesar 116,34% dari sampel tanah asli yang dilakukanpemeraman waktu selama 14 hari. Kenaikan ini terjadi karena gypsum mengandungkalsium yang mengikat tanah bermateri organik terhadap lempung. Gypsum juga lebihmenyerap banyak air sehingga membuat campuran limbah dan sampel tanah akanmenjadi semakin keras dan kuat, sehingga dapat meningkatkan nilai kohesi tanah yangmenjadikan tiap – tiap partikel tanah terikat dengan kuat dan berpengaruh padapeningkatan nilai kuat geser tanah lempung.Kata kunci : Tanah Lempung, Limbah Gypsum, Direct Shear
PEMANFAATAN KAOLIN BELITUNG SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PADA CAMPURAN BETON Gunawan, Indra
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keterbatasan semen di daerah tertentu khususnya di Pulau Belitung akan menjadi kendala pembangunan di daerah tersebut. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan semen adalah memanfaatkan dan menggunakan material lokal, sehingga mampu menekan biaya serta dapat menggali potensi material lokal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar daerah tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memanfaatkan potensi material kaolin. Kemiripan kandungan unsur-unsur kimia penyusun semen yang menjadikan dasar penelitian penggunaan kaolin sebagai bahan substitusi parsial semen untuk bahan baku pembuatan beton Penelitian ini menggunakan variasi campuran, yaitu: 0%, 15%, 30% dan 45%. Umur beton yang digunakan adalah 3 hari, 14 hari dan 28 hari pada kuat tekan rencana 22,5 MPa. Dari masingmasing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test). Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton umur 3 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 17,93 MPa, 15% sebesar 16,44 MPa, 30% sebesar 8,22 MPa dan 45% sebesar 6,54 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 22,08 MPa, 15% sebesar 19,04 MPa, 30% sebesar 11,34 MPa dan 45% sebesar 7,46 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari, pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 24,72 MPa, 15% sebesar 22,56 MPa, 30% sebesar 13,65 MPa dan 45% sebesar 9,29 MPa. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kaolin pada campuran beton pada persentase tersebut hanya bisa digunakan pada penambahan persentase 15 %, karena hanya kuat tekan persentase tersebut yang masuk kedalam kuat tekan rencana, namun hasil tersebut lebih rendah 9,74 % dari hasil kuat tekan beton normal. Kata Kunci: semen, kaolin, dan kuat tekan
ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dumyati, Ahmad; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan pasir pantai sebagai agregat halus dalam pembuatanbeton ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan pasir pantai di alam dalam jumlah yangsangat besar. Pasir pantai yang digunakan berasal dari daerah Pantai Sampur, kotaPangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekanbeton yang dihasilkan ketika menggunakan beberapa perlakuan terhadap pasir pantaiSampur. Perlakuan yang digunakan terhadap pasir Pantai Sampur adalah : tanpaperlakuan, disiram, dan dicuci. Kuat tekan beton direncanakan 17,5 MPa. Sampelberbentuk silinder dan berjumlah 24 buah. Penelitian ini juga menggunakan beton normaldari pasir yang berbeda sebagai kontrol, yaitu pasir daerah Padang Baru KabupatenBangka Tengah. Campuran beton dengan pasir Padang Baru (beton normal)menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 28,68 MPa. Sedangkan kuat tekan beton rata-rata pada pasir pantai Sampur tanpa perlakuan sebesar 16,36 MPa, dengan perlakuandisiram sebesar 17,52 MPa dan dengan perlakuan dicuci sebesar 22,14 Mpa. Kuat tekanbeton terbesar pasir Pantai Sampur terletak pada perlakuan dicuci yaitu sebesar 22,14Mpa.Kata kunci : pasir pantai, kuat tekan beton
EVALUASI PERFORMANSI TERMINAL Kp. KERAMAT DI KOTA PANGKALPINANG Yofianti, Desy
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal melayani berbagai kepentingan stakeholder, yaitu penumpang, operator bus dan angkutan perkotaan, dan pemerintah. Setiap kepentingan tersebut berbeda, dan kemungkinan akan saling bersinggungan satu sama lain. Terminal Kp. Keramat di Kota Pangkalpinang dikenal sebagai  prasarana yang tidak nyaman, tidak efektif dan efisien dalam melakukan perannya sebagai prasarana umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: menganalisis fasilitas terminal, waktu pelayanan, dan hubungan tingkat kedatangan kendaraan terhadap panjang antrian. Fasilitas utama dan penunjang yang tidak ada di Terminal Kp. Keramat Kota Pangkal Pinang, perlu dibangun. Sedangkan fasilitas yang sudah ada perlu dilakukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi untuk membantu aktivitas yang terjadi di dalam terminal. Kondisi permukaan perkerasan di terminal sudah rusak sehingga perlu dilakukan peningkatan. Waktu pelayanan selama 30 menit untuk semua jurusan di Terminal Kp. Keramat perlu dievaluasi kembali sehingga tidak terjadi antrian yang panjang. Kata Kunci: terminal, performansi, bus, kendaraan, penumpang.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK STABILITAS LERENG Hisyam, Endang Setyawati; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Peranan tanah sangat penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksimaupun sebagai pendukung konstruksi. Apabila konstruksi dibangun pada tanah lunak sepertitanah lempung lunak, maka tanah tersebut memberikan permasalahan tersendiri terhadappembangunan konstruksi. Untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut dilakukan usaha stabilisasitanah dengan menambahkan limbah plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini ukuran dankadar plastik yang dicampurkan (1 cm x 2 cm), (2 cm x 2 cm) dan (3 cm x 2 cm), dengan kadarplastik0,5 %, 1 %,dan 2% dari berat kering tanah lempung. Untuk mengetahui besarnyakekuatan tanah dilakukan pengujian geser (direct shear test). Pemberaian limbah plastikmemberikan pengaruh terhadap angka keamanan lereng. Darihasil analisis menggunakanprogram PLAXIS, didapat angka keamanan untuk tanah asli sebesar 2,67, sedangkan nilai angkakeamanan paling besar yang didapat dari pencampuran tanah asliditambah dengan plastikberukuran (2x2) cm pada kadar 0,5% yaitu 3,35 sehingga ada kenaikan sebesar 25,47% darinilai angka keamanan tanah asli.Kata Kunci: Tanah lempung,,Plastik, Kekuatan tanah
ANALISIS PENGARUH BACK WATER (AIR BALIK) TERHADAP BANJIR SUNGAI RANGKUI KOTA PANGKALPINANG Anandhita, Tia; Hambali, Roby
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Beberapa permasalahan pokokyang menyebabkan terjadinya banjir di Sub DAS Rangkuisebagian besar disebabkan oleh penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, curahhujan yang cukup tinggi, serta pengaruh back water (air balik) yang terjadi pada saatpasang laut tinggi. Back water tersebut menyebabkan terbendungnya aliran dari hulu,sehingga elevasi muka air pada penampang sungai meningkat. Tujuan dari penelitian iniadalah menganalisis pengaruh back water (air balik) terhadap banjir Sungai RangkuiKota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodepenelusuran aliran melalui pemodelan aliran tak seragam (unsteasy flow) menggunakanperangkat lunak HEC-RAS.Beberapa data yang digunakan sebagai input ditetapkanberdasarkan analisis dan perhitungan. Boundary condition sebelah hulu digunakan debitrencana kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, sedangkan boundary condition sebelah hiliradalah tinggi muka air pasang tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnyadebit rencana pada periode ulang 2 tahun (Q2)=46.08 m³/d, periode 5 tahun (Q5)=57.68m³/d, periode 10 tahun (Q10)=64.88 m³/d dan periode 25 tahun (Q25)=72.79 m³/d. Tinggimuka air tertinggi dengan kenaikan muka air banjir (luapan) berkisar antara 0.15-1.4 muntuk kondisi tanpa pasang surut dan 0.60-1.90 m untuk kondisi dengan pengaruh pasangsurut. Semakin tingginya pasang surut yang terjadi, maka backwater sangat berpengaruhterhadap kenaikan elevasi di muka air hulu maupun hilir yang menyebabkan kenaikanelevasi muka air pada periode waktu tertentu, hingga melebihi elevasi tanggul yang adasaat ini.Kata kunci : banjir, penelusuran aliran, back water
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DIVERIFIKASI DENGAN HASIL UJI PILE DRIVING ANALYZER TEST DAN CAPWAP (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang) Yusti, Andi; Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengantanah, atau bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan tanah yang mempunyaifungsi memikul beban bagian bangunan lain diatasnya (Joseph E. Bowles, 1997). Padapengaplikasian dilapangan sering mengesampingkan analisis daya dukung pondasi danpenurunan pondasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis danmembandingkan daya dukung pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris denganpengujian dinamik tes di lapangan atau Pile Driving Analyzer (PDA) dan CAPWAP.Secara analitis, perhitungan dilakukan dengan analisis manual menggunakan metodeBagemann, deRuiter dan Beringen, Mayerhof (1976), Mayerhof (1956), Tomlinson(1977) yang dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung pondasi tiang pancangberdasarkan data-data dari lapangan yang didapat dari pengujian CPT dan SPT,sedangkan numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hinggamenggunakan program Plaxis 2D V.8. Perhitungan dilakukan pada dua titik pengujiandilapangan yaitu titik S1, S2 untuk pengujian CPT sedangkan pengujian SPT yaitu titikBH1, BH2 yang akan diverifikasi dengan pengujian PDA dan CAPWAP pada ProyekPembangunan Gedung Kantor Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang.Dari hasil analisissecara manual dan program, dapat disimpulkan bahwa metode Mayerhof (1956) memilikinilai rentang paling kecil dibandingkan dengan metode-metode lainya yang diverifikasidengan pengujian PDA dan CAPWAP. Nilai Qu sebesar 128,298 ton berbanding 118 ton,dan 102 ton pada titik BH1. Sedangkan pada titik BH2 Qu sebesar 118,679 ton berbanding165 ton, dan 163 ton.Kata kunci : Pondasi, Daya dukung pondasi, Plaxis 2D, PDA, CAPWAP.
ANALISIS KINERJA SISTEM DRAINASE KELURAHAN KUTO PANJI KECAMATAN BELINYU Restiani, Esi; Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kelurahan Kuto Panji merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Belinyu yangmemiliki permasalahan pada sistem drainase. Hal ini dikarenakan sering terjadinya banjirsaat musim penghujan. Kapasitas tampang saluran tidak mampu menampung air hujansehingga menyebabkan banjir yang mengganggu aktifitas masyarakat serta arus lalulintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja sistem drainaseKelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu. Dalam analisis kapasitas tampang saluran,perhitungan dilakukan berdasarkan debit rencana, sedangkan penilaian indikator fisikberdasarkan bobot yang telah ditentukan. Data yang digunakan adalah data curah hujan,peta administrasi, peta kontur, peta tata guna lahan dan outline plan drainase KotaBelinyu. Berdasarkan perhitungan dan kondisi eksisting di lapangan diperoleh hasilbahwa ada beberapa saluran sekunder yang tidak mampu menampung debit rencana yaitusaluran sekunder S2, S3, S4, S6, S8, S11, S12. Sedangkan tingkat kinerja sistem drainaseterhadap indikator fisik yang dinyatakan dalam score adalah kurang (diperoleh totalpengalian nilai dengan bobot sebesar 6015 ≤ 6100) menurut Kementrian PekerjaanUmum. Diperlukan solusi terhadap permasalahan banjir antara lain dengan carapembersihan dan pemeliharaan saluran drainase dari semak, diperlukannya saringansampah dan normalisasi saluran berupa pengerukan secara berkala serta sumur resapanpada bangunan di pinggir saluran.Kata kunci : banjir, debit rencana, indikator fisik, sistem drainase
ANALISIS NILAI KORELASI DEBIT LIMPASAN LANGSUNG METODE INFIL TERHADAP DEBIT LIMPASAN LANGSUNG TERUKUR Hambali, Roby
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran di sungai dalam bentuk hidrograf dapat disederhanakan menjadi dua komponen, yaitu aliran dasar dan aliran permukaan (limpasan langsung). Debit limpasan langsung (direct runoff) merupakan akumulasi dari bagian hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan tidak terinfiltrasi (hujan efektif) dalam satu cakupan luas DAS persatuan waktu. Analisis debit limpasan langsung sangat penting untuk perhitungan debit (hidrograf) banjir suatu sungai. Oleh karena limpasan langsung terjadi akibat hujan efektif, maka pemilihan metode yang tepat dalam perhitungan hujan efektif menjadi sangat penting. Salah satu metode yang pernah digunakan adalah metode SCS CN. Cara ini dianggap kurang baik karena nilai CN bervariasi terhadap kelembaban tanah serta peningkatan laju curah hujan menyebabkan kenaikan laju infiltrasi secara linier, padahal secara prinsip tidak terdapat hubungan yang linier antara hujan dan infiltrasi. Salah satu metode yang dianggap baik adalah metode INFIL yang menggunakan hubungan antara nilai CN dan parameter infiltrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hidrograf limpasan langsung hasil hitungan berdasarkan hujan efektif metode INFIL terhadap hidrograf limpasan langsung terukur pada DAS Bedog. Analisis statistik (nilai korelasi) digunakan untuk mengevaluasi metode yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis terhadap 12 data banjir terpilih, hidrograf limpasan langsung hasil hitungan berdasarkan hujan efektif metode INFIL menunjukkan korelasi yang tinggi terhadap hidrograf limpasan langsung terukur, yaitu rata-rata sebesar 0,91. Kata Kunci: Hujan efektif, limpasan langsung, nilai korelasi