cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Momentum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
STUDI BIAYA MENGIKUTI PELELANGAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PEMERINTAH Enni Supriyani; Akhmad Suradji; Benny Hidayat
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.555 KB)

Abstract

In the implementation of government construction work, to get to the contractor (contractor) who is able to carry out the work in accordance with the specified requirements at a reasonable price and can be justified in terms of both quality and time of implementation, the project owner held the auction process. Contractors who want to follow the auction costs, of this then do research on the type and amount of costs incurred by the contractor during the auction. This research was conducted by looking at the relationship and influence between the value of the work packages with the amount of expenses incurred during the auctions. This research resulted in the type of expenses incurred during the auctions include Cost ATK, electricity, internet, employee salaries and telephones, transportation, consumption, SKA, SKT, administration fees letter of support, bank administration fees, administrative costs of insurance, and the cost of preparation of the contract, marketing costs (the manager of the auction, the client, sponsors and money thugs). The type of cost is the cost for the auction manager and the client. From the results of the regression analysis can predict the costs incurred during the auctions is Y = 4059762.314 + 0.002 X, and Y = 10,227,390.399 + 0.015 X respectively without taking into account the costs of marketing and marketing costs. Where X is the value of the work packages that followed (Value Project) maximum up to 3 billion Rupiah.  Keywords: Cost, Auctions, Construction Works.
PENGARUH KUALITAS MANAJEMEN PELAKSANAAN PROYEK TERHADAP KINERJA WAKTU DAN PEMBIAYAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Umar Khatab
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.469 KB)

Abstract

Pembangunan proyek konstruksi memerlukan banyak keahlian, material, alat dan sumber daya yang berbeda. Proyek konstruksi adalah subyek yang dipengaruhi oleh variabel yang banyak dan faktor-faktor yang tak terduga. Umumnya pihak-pihak yang terlibat dalam konstruksi yaitu kontraktor, pemilik, arsitek, konsultan, tenaga kerja, asuransi, pemerintah, supplier material dan lainnya. Supaya dapat bertahan serta bersaing terus menerus dalam industri jasa konstruksi saat ini maupun yang akan datang kontraktor nasional harus mampu meminimalkan terjadinya peningkatan biaya (Cost Overrun), menjaga kualitas yang prima, dan memperhatikan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction). Dari hasil penelitian ada keterkaitan yang signifikan antara kualitas manajemen pelaksanaan proyek dengan pencapaian kinerja proyek dilihat dari aspek kinerja waktu dan biaya. Jika kualitas manajemen pelaksanaan proyek baik maka pencapaian kinerja proyek turut baik dilihat dari segi waktu dan biaya. Faktor-faktor yang dominan mempengaruhi kualitas manajemen proyek terdiri atas lima faktor yaitu proyek (pelanggaran terhadap perjanjian kontrak yang telah dibuat dan keterlambatan  memberikan tanggapan dan inspeksi), kontraktor (kurangnya pengalaman, koordinasi dan komunikasi yang buruk dalam organisasi kontraktor),  peralatan (keterlambatan penyediaan peralatan), keuangan (mengalami kesulitan finansial), metode kerja (metode konstruksi yang tidak sesuai dan tidak adanya perbaikan terhadap perencanaan jadwal).                                                                                                                           Kata kunci ; project management, building construction.
PEMODELAN ESTIMASI EMISI UNTUK METODA KERJA PENGECORAN BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI dyla midya octavia
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 No. 2 Agustus 2017
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.247 KB)

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang sangat berpengaruh dalam menghasilkan emisi CO2. Dari total emisi yang dihasilkan selama konstruksi, sebesar 40% berasal dari peralatan konstruksi.  Selain berdasarkan besarnya volume pekerjaan, nilai emisi yang dihasilkan akan sangat tergantung pada metode dan alat yang digunakan dalam suatu proses konstruksi. Penelitian ini membahas model atau formula yang bisa digunakan dalam menghitung emisi yang akan dihasilkan pada suatu proses konstruksi. Pemodelan perhitungan emisi dilakukan untuk pekerjaan pengecoran beton pada bangunan bertingkat tinggi berdasarkan volume dan metoda kerja yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Metode pengecoran beton yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengecoran dengan tower crane dan dengan concrete pump. Proses pemodelan dibantu dengan sistem simulasi menggunakan Simphony.Net untuk mengetahui durasi waktu yang diperlukan pada masing-masing metode kerja pengecoran, dimana durasi setiap work tasknya diperoleh melalui pengambilan data langsung di lapangan. Dari hasil pemodelan diperoleh model estimasi emisi yaitu nilai emisi total per lantai ke-i dapat diperoleh dari perkalian antara volume pengecoran per lantai ke-i (Vi) dengan emisi per volume lantai ke-i (Ei), dimana emisi per volume per lantainya (Ei) dapat diperoleh dari emisi per volume lantai 2 (E2) ditambahkan dengan selisih kenaikan emisi per lantainya (∆E).
PENGARUH DINDING GESER TERHADAP PERENCANAAN KOLOM DAN BALOK BANGUNAN GEDUNG BETON BERTULANG Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 1 (2017):
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.618 KB)

Abstract

Semakin tinggi suatu gedung, penggunaan struktur rangka untuk menahan gaya lateral akibat beban gempa menjadi kurang ekonomis karena akan menyebabkan dimensi struktur kolom dan balok akan semakin besar serta jumlah tulangan yang diperlukan juga akan semakin banyak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan struktur terhadap gaya lateral dapat digunakan kombinasi antara struktur rangka dengan dinding geser. Dengan adanya hubungan yang rigid antara kolom, balok dan dinding geser akan memungkinkan terjadinya interaksi antara struktur rangka dan dinding geser secara menyeluruh pada bangunan, dimana struktur rangka dan dinding geser akan bekerja bersama-sama dalam menahan beban yang bekerja baik itu beban gravitasi maupun beban lateral. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bangunan gedung beton bertulang 9 lantai, pada struktur rangka dengan dinding geser diperoleh jumlah luas tulangan kolom 39% dan tulangan balok 13% lebih kecil dibandingkan dengan struktur rangka tanpa dinding geser.
Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kuat Tarik Beton Normal Fc’ 18 MPa Arman Arman
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 No. 2 Agustus 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.825 KB)

Abstract

Penggunaan bahan serat dalam teknologi beton telah lama dikembangkan, yang diharapkan dapat meningkatkan kekuatan beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian di laboratorium, yaitu menambahkan konsentrasi serat ke dalam adukan beton dengan perbandingan 0,1% dan 0,2% terhadap berat beton normal. Panjang serat sabut kelapa yang digunakan 5cm-25cm telah dipisahkan dari gabusnya. Berdasarkan nilai pengujian kuat tarik belah beton pada umur 7 hari dengan campuran serat sabut kelapa 0,1%  dan 0,2% didapat persentase 18,353% dan 14,847% dibawah beton normal. Pada umur 14 hari terjadi peningkatan kuat tarik belah beton dengan campuran serat sabut kelapa walaupun masih belum melebihi kuat tarik belah beton normal, didapat nilai kuat tarik belah beton campuran serat sabut kelapa 0,1% dan 0,2% dengan persentase 14,667% dan 3,265% dibawah beton normal. Dan pada umur rencana 28 hari beton dengan campuran serat sabut kelapa mampu melebihi nilai kuat tarik belah beton normal. Pada beton campuran 0,1% dan 0,2% didapat persentase 2,067% dan 7,506% berada di atas beton normal.Kata kunci : Beton, Serat sabut kelapa, Kuat tarik belah beton
EVALUASI KINERJA BANGUNAN GEDUNG BERDASARKAN SNI-1726-2002 DAN FEMA 356DI DAERAH RAWAN GEMPA Fajar Nugroho
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.176 KB)

Abstract

Bentuk denah bangunan yang baik pada daerah rawan gempa adalah yang berbentuk beraturan.Apabila bentuk denah bangunan tidak beraturan, maka bagian yang menonjol konstruksinya sebaiknya dipisahkan dari bangunan utama atau dengan memberikan dilatasi pada bangunan tersebut.Secara keseluruhan pada penelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS yang telah didesain dengan layout menyerupai L tanpa dilatasi dan melakukan evaluasi jika bangunan tersebut didesain dengan memberikan dilatasi. Pada tahap keduapenelitian ini akan ditinjau kinerja bangunan rencana gedung hotel ANS dengan memberikan dilatasi (model B3). Hal yang akan dievaluasi adalah perpindahan ultimit pada struktur gedung dan membatasi kinerja struktur gedung dalam kondisi Life Safety (LS). Analisis struktur portal tiga dimensi yang dilakukan adalah analisis gempa dinamis respon spektrum dengan wilayah gempa berdasarkan peta hazard gempa Indonesia 2010 dengan level periode ulang gempa 2% dalam 50 tahun dan analisis pushover untuk mengetahui gaya maksimum serta deformasi yang bertujuan untuk mengetahui taraf kinerja gedung berdasarkan perpindahan ultimit yang terjadi. Perpindahan ultimit dihitung berdasarkan SNI-1726-2002 dan FEMA 356.Dari hasil penelitian pada model B3 diperoleh kinerja struktur tidakmelewati kondisi Life Safety sehingga kinerja struktur dapat dikatakan baik.Untuk mengetahui jarak dilatasi yang diperlukan dihitung berdasarkan nilai perpindahan maksimum yang terjadi pada struktur. Kata-kata kunci : kinerja, dilatasi, pushover
PURWARUPA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BEBRASIS WEB UNTUK PEMERINTAH DESA Desi Syafriani
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 No. 2 Agustus 2017
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.332 KB)

Abstract

Desa dapat diartikan sebagai daerah yang ada di luar kota, yang merupakan organisasi pemerintahan resmi terendah. Sesuai dengan perkembangannya, desa membutuhkan sistem informasi berupa Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web yang mampu mengelola data yang ada di desa serta untuk memperkenalkan Desa Karangsari kepada pihak luar. SIG berbasis web ini bertujuan untuk membuat aplikasi yang berfokus pada peta interaktif dilengkapi dengan data spasial dan data atribut Desa Karangsari. Kebutuhan terkait SIG desa berbasis web didefinisikan dengan mempelajari peraturan dan pengisian kuesioner kepada perangkat desa. SIG desa berbasis web ini dibuat dengan menggunakan data digital (shapefile) dan data demografi Desa Karangsari. Berdasarkan identifikasi kebutuhan dan data tersebut dibangun menjadi purwarupa SIG desa berbasis web yang difokuskan untuk penyebarluasan informasi Desa Karangsari. Purwarupa dibangun dengan menggunakan program aplikasi PostGIS, Geoserver, Library Openlayers dan GeoExt-ExtJS. Hasil dari purwarupa SIG desa berbasis web dievaluasi menggunakan uji pengguna dengan metode pengisian kuesioner. SIG desa berbasis web ini menyajikan sebuah informasi Desa Karangsari yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa. Informasi desa disajikan dalam bentuk peta interaktif yang dilengkapi dengan fungsi query. Hasil uji pengguna terhadap purwarupa secara umum menggambarkan bahwa purwarupa telah dapat digunakan dan memenuhi kebutuhan desa. Terdapat saran dan rekomendasi untuk perbaikan purwarupa pada hasil uji pengguna. 
Reliability Analysis of Repairable System: Screw Press Machines Nofirman Firdaus
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 1 (2017):
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.514 KB)

Abstract

In this paper, Reliability analysis is performed on screw press machines. The analysis starts with system reliability based on ten components and one-year failure data. To identify which component has a negative impact on system reliability and to what degree the impact is, reliabiity importance indices are performed based on Birnbaum and operational criticality index (OCI). By identifying the rank of component importances, maintenance could focus on the critical parts, and then improve system reliability. In addition, maintenance optimization for inspection and replacement schedule are also presented in this paper.
RECONNECTING SAMBUNGAN RUMAH (SR) PADA GARDU 079 SOVIA UNTUK MENGURANGI LOSSES DI PT. PLN (PERSERO) RAYON BUKITTINGGI (MENGGUNAKAN APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN) Asrul, Juniadi; Firmansyah, Firmansyah
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 No. 1 Februari 2016
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.22 KB)

Abstract

Dengan melakukan reconnecting dapat mengatasi rugi-rugi energi.Pada titik sambungan percabangan disambungan rumah sampai ke kWh meter digantikan dengan compression Connector.Terminal pada kWh meter sering terjadi loss kontak.Dengan sering terjadinya loss kontak, maka terminal pada kWh meter digantikan dengan menggunakan joint sleeve bimetal.Besarnya rugi jaringan disebabkan oleh penggunaan tap connector pada titik sambungan dan terminal pada kWh meter pelanggan. Digardu 079 Sovia area kerja PT. PLN (Persero) rayon Bukittinggi mengalami rugi kWh salur pada bulan Desember 2013-Januari 2014 sebesar 13%. Setelah dilakukan reconnecting, rugi kWh salur menurun menjadi 4,48% pada bulan Mei 2014. Dengan menggunakan jaringan Syaraf Tiruan, dapat dilihat kinerja untuk rugi kWh salur setelah dilakukan reconnecting lebih baik.Keywords: Reconnecting of Low Voltage network, Compression Connector (CCO), Tap Connentor, Joint Sleeve Bimetallic, network Loss (Losses)
PEMANFAATAN CANGKANG DAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA PLTU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN LISTRIK MASYARAKAT KABUPATEN BUNGO erhaneli erhaneli
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 1 (2017):
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.675 KB)

Abstract

Kabupaten Bungo merupakan suatu daerah yang memiliki lahan perkebunan sawit ± 169.111 Ha. Hal  ini berpeluang besar memanfaatkan cangkang dan serabut sawit sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah daya yang dapat dihasilkan dari cangkang dan serabut sawit yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh potensi daya yang dihasilkan dari cangkang sawit sebesar  21.397,565 MW/tahun dengan menggunakan cangkang sawit sebanyak 49.214.400 kg, dan potensi daya yang dihasilkan serabut sawit sebesar 49.214,4 MW/tahun dengan menggunakan serabut sawit sebanyak 127.957.440 kg, daya ini dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sebesar 3.135,911588 MW/tahun di Kabupaten Bungo. Potensi daya yang bisa digunakan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah 8 MW/jam yang bersumber dari cangkang sawit sebesar 2,4 MW dengan menggunakan cangkang sebanyak 5.520 kg dan serabut sawit sebesar 5,6 MW dengan menggunakan serabut sebanyak 14.560 kg .Biaya pembangkit yang diperlukan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah Rp 2.964/kWh dan jumlah air yang dibutuhkan pada PLTU tersebut adalah 48.481.193,15 kg.