cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 23038203     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Surabaya. ISSN 2302-8203
Arjuna Subject : -
Articles 3,446 Documents
PEMBUATAN SOFTWARE MENDESAIN TAMPILAN SCRAPBOOK UNTUK ANAK REMAJA Luciana Suriya Putri
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.287 KB)

Abstract

Foto adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk menyimpan atau mengabadikan suatu kejadian penting dalam hidup, kebiasaan berfoto hampir dapat dijumpai di setiap usia mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Setiap orang berlomba – lomba untuk mengabadikan berbagai moment penting dalam hidupnya seperti kelahiran anak, kelulusan, memperingati hari jadi atau ulang tahun, pertunangan, pernikahan ataupun kematian. Terutama di usia remaja yang merupakan masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya dan senang bereksperimen serta mencoba hal yang sedang menjadi tren, dimana kebiasaan atau hobi berfoto tersebut sedang menjadi tren di kalangan anak remaja tetapi hal itu jadi kurang menarik jika foto tersebut hanya diletakkan dalam sebuah album foto begitu saja tanpa diberi hiasan atau catatan sedikit pun. Padahal foto yang berisi kejadian penting akan terlihat jauh lebih menarik jika dihias dan ditata dengan cara yang benar seperti Scrapbook yaitu, seni menempelkan foto atau gambar pada media kertas serta menghiasnya dengan dekorasi dari barang sisa, sehingga dapat menjadi karya yang lebih menarik. Namun beberapa tahun belakangan ini mulai ada toko yang menjual bahan untuk membuat scrapbook tetapi harganya sangat mahal, hal tersebut membuat anak remaja yang ingin membuatnya menjadi takut karena jika salah maka bahan tersebut akan terbuang. Dari permasalahan tersebut, maka dibuatlah software scrapbook ini yang diharapkan dapat membantu anak remaja untuk dapat lebih mudah dalam mendesain album fotonya. Software ini dibuat sederhana agar mudah digunakan dan dapat membantu anak remaja dalam mendesain album fotonya.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA EB SEBAGAI PERANTARA DALAM JUAL BELI SABU-SABU BERDASARKAN PASAL 114 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA JO. PASAL 44 AYAT (1) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) Ronny Indrawan
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.152 KB)

Abstract

Pada dewasa ini, tindak pidana narkotika di Indonesia telah bermanifestasi dalam berbagai bentuk karena tindak pidana narkotika saat ini sudah menjadi tindak pidana yang bersifat transnasional dan dilakukan dengan modus operandi yang sangat tinggi. Menjadi masalah apabila kemudian pelaku maupun korban dalam tindak pidana narkotika itu dapat terdiri dari siapa saja dari berbagai kalangan maupun kelompok umur, bahkan sampai anak – anak, sehingga hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa yang melakukan tindak pidana narkotika itu adalah orang yang mengalami gangguan jiwa. Terhadap segala bentuk tindak pidana narkotika, dijatuhkan sanksi pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam hal terjadi seorang penderita gangguan jiwa yang menjadi perantara dalam jual beli sabu-sabu, tentunya tidak hanya melihat pada ketentuan pidananya yang terdapat pada Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, namun juga harus dilihat ketentuan pada Pasal 44 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang alasan penghapusan pidana. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa apakah EB yang mengalami retardasi mental tetapi menjadi perantara dalam transaksi sabu-sabu atas perintah oknum polisi dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana ditinjau dari Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika jo. Pasal 44 ayat (1) KUHP. Hasil penelitian hukum ini menunjukkan bahwa EB tidak memiliki kemampuan bertanggung jawab sehingga kepadanya tidak dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana karena diterapkan Pasal 44 ayat (1) KUHP sebagai alasan penghapusan pidana.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERKULIAH DI LAIN KOTA Yunita Winardi Tjiong
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.542 KB)

Abstract

Pengambilan sebuah keputusan untuk berkuliah di lain kota merupakan hal yang sulit karena individu harus berpisah dari orang tua, terutama bagi yang berada pada fase remaja akhir. Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Salah satu faktor internal yang memengaruhi pengambilan keputusan adalah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan antara self-efficacy dan pengambilan keputusan berkuliah di lain kota. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 104 orang dengan karakteristik mahasiswa baru angkatan 2013 Universitas Surabaya yang berusia 17 – 18 tahun pada saat mengambil keputusan berkuliah di lain kota, berasal dari luar Jawa Timur, tinggal di kos, dan sendiri tanpa keluarga. Pengambilan data menggunakan teknik incidental dan snowball sampling. Metode pengambilan data menggunakan angket terbuka dan angket tertutup yang diadaptasi terkait perkuliahan di lain kota. Hasil penelitian ini menyatakan adanya hubungan positif antara self-efficacy dan pengambilan keputusan berkuliah di lain kota dengan nilai korelasi 0.702 dan signifikansi 0.000 (<0.05). Subjek memiliki tingkat pengambilan keputusan dan self-efficacy yang tinggi terkait perkuliahan di lain kota. Hal ini menunjukkan, semakin yakin individu akan kemampuannya, semakin baik kemampuan pengambilan keputusan yang dimiliki.
PENGARUH PELATIHAN “COURAGEOUS FOLLOWERSHIP” UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX) PEGAWAI DI BP2KB PROVINSI JAWA TIMUR Diah Asri Dinimartani
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.717 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari peningkatan kualitas leader-member exchange dengan pelatihan courageous followership pada pegawai di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Provinsi Jawa Timur. Subjek penelitian ini adalah 11 pegawai pada level pemimpin dan staf yang berada di empat bidang teknis (PKHP, KB, PPA, PUG & PUA). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala leader-member exchange dari Liden dan Mslyn (1998) dalam bentuk angket tertutup. Hasil uji nonparametrik dengan korelasi Wilcoxon Signed-Rank test berdasarkan relasi dyadic menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas relasi leader-member exchange dengan diberikannya pelatihan courageus followership 0.043 (p<α = 0.05), hasil uji beda melalui relasi dyadic, menunjukkan pemimpin dan staf berusaha untuk meningkatkan kualitas relasi leader-member exchange dalam menghadapi setiap perubahan dan permasalahan yang terjadi melalui pendekatan personal yang lebih baik sehingga meminimalkan adanya kesalahpahaman dan bentuk keterbukaan untuk menerima kekurangan serta kelebihan dari orang lain maupun diri sendiri.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN SELF-EFFICACY DENGAN STRES KERJA PADA DOSEN UNIVERSITAS X Miqdad Arats Kusnadi
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.505 KB)

Abstract

Dewasa ini, kondisi dosen sebagai pekerja sangatlah penting. Kenyamanan dalam bekerja merupakan hal terpenting dalam menciptakan kinerja dan hasil yang maksimal. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya stress kerja dapat dapat muncul dari faktor eksternal maupun faktor internal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan self-efficacy dengan stres kerja, (2) mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dengan stress kerja, (3) mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dengan stress kerja, dan (4) gambaran terkait beban kerja, self-efficacy, dan stress kerja yang dialami oleh dosen.Populasi penelitian ini adalah dosen dari 7 fakultas di Universitas X. Sampel penelitian berjumlah 90 subjek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket beban kerja, self-efficacy, dan stres kerja. Hipotesis mayor penelitian diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hipotesis minor penelitian diuji dengan menggunakan analisis pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara beban kerja dan self-efficacy dengan stres kerja β = 0,647 (p<0,05). Terdapat juga hubungan positif antara beban kerja dengan stres kerja β = 0,782 (p<0,05) dan ada hubungan negatif antara self-efficacy dengan stres kerja β = -0,539 (p<0,05). Gambaran terkait tiga variabel yaitu mayoritas dosen merasakan tingkat beban kerja dan stress kerja yang rendah serta tingkat self-efficacy yang dimiliki berada pada tingkat tinggi. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa bukan hanya faktor eksternal yang dapat memengaruhi stress kerja namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal. Dari hasil yang didapat telah diketahui bahwa perlunya perhatian dari pihak universitas terhadap dosen-dosen penting adanya. Hal ini dikarenakan agar kinerja dari dosen tetap maksimal. Disarankan juga kepada dosen untuk memperhatikan kondisi fisik dan psikologis dengan cara rutin berolahraga dan lebih menyikapi positif terkait dengan kondisi kerja sebagai dosen. Hal ini diperlukan mengingat hasil dari aspek physical demand dan temporal demand menunjukkan bahwa cukup banyak aktivitas fisik yang diperlukan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan, serta cukup besarnya tekanan yang dirasakan oleh dosen.
APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT UNTUK TUNA WICARA DENGAN STANDAR AMERICAN SIGN LANGUAGE Hanny Novitasari Sutanto
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.862 KB)

Abstract

Bahasa isyarat merupakan salah satu bentuk bahasa yang bisa dipelajari yang mengutamakan komunikasi dengan bahasa tubuh, ekspresi muka, dan beberapa sinyal tidak manual bukan suara. Bahasa isyarat ini banyak digunakan oleh kaum tuna wicara dan tuna rungu. Namun masih kurang lembaga yang mengajarkan bahasa isyarat, buku tentang bahasa isyarat, dan suatu alat untuk pembalajaran bahasa isyarat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu aplikasi pembelajaran bahasa isyarat untuk dapat membantu pengguna agar bisa mempelajari bahasa isyarat dengan mudah. Standar bahasa isyarat yang digunakan adalah American sign Language (ASL). Standar ini digunakan karena standar ini masih banyak dipakai pada berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Amerika Utara, Afrika Barat, dan Asia Tenggara sehingga bagi tuna wicara bahasa isyarat dapat menjadi sebagai bahasa yang dikenal dalam kalangan mereka sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain. Aplikasi berupa website agar mudah diakses oleh segala kalangan di mana aplikasi ini juga dilengkapi dengan kamus sehingga pengguna tidak perlu menggunakan kamus manual yang memakan banyak waktu untuk mencari kata dan latihan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbahasa isyarat.
KEDUDUKAN HUKUM TERHADAP HART A BAWAAN AKIBAT ADANYA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI GRESIK NOMOR 53/PDT.G/2007/PN.GS DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Angela Felicia Widjaja Gunawan
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.39 KB)

Abstract

Tujuan penulisan ini sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Sllljana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Tujuan praktis yaitu agar dapat mengetahui apakah kedudukan hukum terhadap harta bawaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Gresik Nomor 53/PDT.G/2007/PN.Gs sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, bahwa kedudukan harta bawaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Gresik perkara Nomor: 53/PDT.G/2007/PN.Gs, yang mengabulkan gugatan Nyonya Susi Wediawati, selaku Penggugat, untuk mengembalikan biaya pembangunan rumah sebesar Rp 372.373.400,00 ini tidak tepat karena tidak sesuai dengan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
ASOSIASI ANTARA GAYA PENGASUHAN DAN STATUS IDENTITAS DIRI REMAJA ETNIS Jessica Amelia
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.906 KB)

Abstract

Remaja adalah masa untuk mencari identitas diri. Pencapaian status identitas diri yang melibatkan aktivitas eksplorasi dan komitmen tampak pada 8 dimensi kehidupan, yaitu okupasi, religi, politik, filosofi, friendship, dating, rekreasi, dan sex role (Adams, 1998). Status identitas diri tampaknya dapat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan serta budaya (Marcia, dalam Santrock, 2002). Nilai-nilai pada budaya Jawa menjadikan peranan orang tua lebih besar pada kehidupan remaja Penelitian ini bertujuan mengetahui asosiasi gaya pengasuhan dengan status identitas diri remaja etnis jawa. Subjek penelitian adalah remaja etnis Jawa kelas 3 SMKN Z, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki program keahlian di bidang seni Jawa. Pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan angket EOMEIS (Adams, 1998) serta PAQ (Buri, 1991). Hasil penelitian menunjukkan ada asosiasi gaya pengasuhan orang tua dengan status identitas diri remaja etnis Jawa dimensi okupasi dan dating. Asosiasi lain tampak pada pengasuhan ayah dengan status identitas diri dimensi filosofi dan sex role. Berlandaskan budaya Jawa, gaya pengasuhan orang tua yang dipandang subjek menunjukkan kebebasan yang tidak sepenuhnya ( otoriter-otoritatif). Hal tersebut mendukung subjek untuk tidak dapat sepenuhnya bebas dalam bereksplorasi dan berkomitmen, sehingga status identitas diri juga belum tercapai sepenuhnya, berupa kombinasi achievement-moratorium dan achievement-moratorium-foreclosure.
PEMBUATAN ROBOT WAREHOUSE INDUSTRI DENGAN 4 DOF MENGGUNAKAN PLC Garry Hadinata
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.217 KB)

Abstract

Beberapa industri masih banyak menggunakan cara manual seperti forklift. Tetapi forklift masih memiliki keterbatasan ketinggian dalam meletakkan barang mentah. Pada tugas akhir ini didesain dan dibuat miniatur robot warehouse menggunakan PLC Omron CQM1H yang berfungsi untuk membantu keterbatasan forklift. Robot warehouse didesain dapat bergerak sebanyak 4 DOF yang terdiri atas gerakan naik dan turun, geser kanan dan kiri, putar kanan dan kiri, serta gerakan maju dan mundur. Sensor yang digunakan untuk gerakan naik,turun dan bergeser menggunakan rotary encoder, sedangkan 2 DOF yang lain dengan menggunakan limit switch. Pemrograman PLC menggunakan ladder diagram. Tingkat keberhasilan dari hasil pengujian program 100%, sedangkan pengujian gerakan robot warehouse secara keseluruhan sebesar 36% hingga 40%. Kegagalan dalam gerakan robot warehouse dikarenakan robot tidak dapat berjalan dengan stabil. Namun pada rak yang berhasil dengan posisi yang berhadapan seperti pada rak 51 dan rak 121, waktu yang dibutuhkan oleh robot warehouse ini sama yaitu dengan waktu 30 detik. Hal ini menunjukkan bahwa robot warehouse dapat bekerja sesuai keinginan apabila sensor tidak bermasalah. Saat berat bertambah 500 gr, waktu bertambah 0,8 hingga 2,5 detik pada saat robot meletakkan barang menuju rak dan waktu lebih cepat 0,8 hingga 2,5 detik saat robot mengambil barang dari rak.
PEMBUATAN FILM ANIMASI DRAMA PENYALIBAN YESUS Edwin Chandra Wijaya
CALYPTRA Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.735 KB)

Abstract

Banyak anak masih mengalami kebingungan pada saat mendengar atau membaca kisah Penyaliban Yesus ketika melakukannya seorang diri. Dari permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sebuah penyajian cerita Penyaliban Yesus yang sesuai untuk anak usia 7 – 12 tahun. Untuk itu, dibuatlah sebuah film tentang penyaliban Yesus dengan judul Pembuatan Film Animasi Drama Penyaliban Yesus. Penyaliban itu sendiri adalah hukuman mati orang Romawi. Oleh bangsa Romawi, salib dijadikan alat hukuman yang paling kejam terhadap para budak dan orang asing yang memberontak. Dari hasil analisa terhadap anak – anak umur 7 – 12 tahun didapati mereka tidak mengerti alur cerita penyaliban Yesus. Selain itu guru sekolah Minggu sulit mendapatkan film yang sesuai dengan anak – anak, sehingga masih menggunakan film “The Passion of the Christ” dengan melakukan pemotongan pada bagian film. Dalam proses pembentukan karakter, karakter dibentuk dari gambaran umum untuk memudahkan pengenalan akan karakter penting didalamnya. Begitu pula dengan lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sebenarnya. Setiap desain yang telah dibentuk akan diolah menjadi bentuk 3D yang digunakan dalam animasi hingga menjadi sebuah film yang siap dipakai. Film ini sudah melalui proses uji coba yang memberikan hasil yang memuaskan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penyajian cerita memiliki tampilan yang menarik dan dapat dipahami alur cerita dengan oleh anak – anak. Sehingga film animasi penyaliban Yesus dapat digunakan sebagai film alternatif yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak umur 7 - 12 tahun.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 11 No. 2 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 11 No. 1 (2022): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 9 No. 1 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 8 No. 2 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 8 No. 1 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 7 No. 1 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 6 No. 1 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 5 No. 2 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 5, No 1 (2016): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 5 No. 1 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 4 No. 2 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 4, No 2 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 4, No 1 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 3 No. 2 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 3, No 2 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 3, No 1 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 2, No 2 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 1 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 1, No 1 (2012): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya More Issue