cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
ISSN : 2303114x     EISSN : 2714786X     DOI : 10.26555
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATHY adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Terbit 2 kali dalam setahun. Menerbitkan karya ilmiah ilmu psikologi yang mencakup semua cabang ilmu psikologi yaitu psikologi klinis, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikometri dan psikologi industri. Jurnal EMPATHY telah di index di Google scholar, EMBASE, Portal Garuda, dan PILNAS RISTEK.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
PENGARUH PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN Primanita Sukmatun
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 2 (2015): Volume 3 No 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.456 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian tentang regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi pada remaja remaja di panti asuhan masih belum banyak dilakukan. Jenis sempel remaja di panti asuhan memiliki banyak faktor resiko yang riskan terhadap berbagai kesulitan dan tantangan hidup. Remaja yang mampu meregulasi emosi dengan baik akan mampu bertahan dibawah situasi yang menekan dan mampu mengendalikan emosi. Regulasi emosi mampu menciptakan emosi positif yang sangat berguna untuk meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi untuk meningkatkan resiliensi pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Hipotesis dalam penelitian ini pelatihan regulasi emosi dapat meningkatkan resiliensi pada remaja di panti asuhan. Desain penelitian menggunakan pretest-postest control group design. Subjek penelitian berjumlah 10 remaja yang tinggal di panti asuhan. Skala yang digunakan adalah skala resiliensi yang digunakan untuk menyeleksi subjek sekaligus sebagai data pre-test dalam kategori sangat rendah sampai sedang. Pelatihan diberikan selama empat kali pertemuan dalam rentang waktu dua minggu. Skala resiliensi diberikan sebagai post-test dan follow-up diberikan satu minggu setelah pelatihan berakhir. Menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada saat pre-test ke post-test maupun pada saat post-test ke follow-up hanya pada saat pre-test menuju follow-up terjadi peningkatan skor dengan nilai Z= -1745 dan taraf signifikansi sebesar 0,043 (p>0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukan tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yaitu pada saat pre-test ke pos-test dengan nila Z= -747 dan taraf signifikansi sebesar 0,455 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan regulasi emosi tidak berhasil untuk meningkatkan resiliensi pada remaja yang tinggal di panti asuhan.
PENGARUH PERMAINAN SCRABBLE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DISLEKSIA Varia Nihayatus Saadah; Nurul Hidayah
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.292 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan scrabble terhadap peningkatan kemampuan membaca anak disleksia. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa dari Madrasah Ibtida’iyah yang memiliki kesulitan belajar membaca atau disleksia. Metode penelitian yang digunakan adalah single-case experimental design dengan pola desain A-B-A. Alat pengumpul data yang digunakan adalah berupa tes kemampuan membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis visual Conservative Dual-Criterion untuk mengetahui perubahan dan peningkatan kemampuan membaca setelah mendapat perlakuan berupa permainan scrabble. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan membaca yang lebih efektif pada subjek kedua dibanding subjek pertama. Subjek kedua diperoleh hasil perubahan kemampuan membaca sebesar enam poin, sedangkan subjek pertama diperoleh hasil perubahan kemampuan membaca sebesar tiga poin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan scrabble berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca anak disleksia.Kata Kunci : anak disleksia, kemampuan membaca, permainan scrabble
KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA Virgia Ningrum Fatnar; Choirul Anam
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 No 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.183 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan interaksi sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program Statistical Product and Service Sollution (SPSS) 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh hasil t=0,983 dengan p=0,330 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan. Dan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100% memiliki kategori tinggi. Sedangkan, remaja yang tinggal bersama keluarga sebanyak 3% memiliki kategori rendah, 7% memiliki kategori sedang, dan 90% memiliki kategori tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta.Kata Kunci : kemampuan interaksi sosial, remaja, tempat tinggal
PENGARUH PSIKOEDUKASI MENOPAUSE DAN RELAKSASI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN WANITA PERIMENOPAUSE Ida Sriwaty
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 2 (2015): Volume 3 No 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.822 KB)

Abstract

INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan pada wanita perimenopause melalui psikoedukasi menopause dan relaksasi. alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan TMAS (Taylor manifest anxiety scale) dan intervensi yang digunakan adalah psikoedukasi dan relaksasi. intervensi dilakukan kepada kelompok eksperimen sebanyak 5 sesi pertemuan dan dalam 1 minggu terdiri dari 2 pertemuan.Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang berdomisili di Kelurahan Teban Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, yang mengalami gejala perimenopause seperti siklus haid yang tidak teratur dalam 6 bulan atau dalam 1 tahun terakhir serta mengalami hot flashes, keringat dimalam hari dan gangguan tidur. subjek dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok ekperimen yang terdiri dari 6 subjek dan kelompok kontrol yang terdiri dari 5 subjek. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan non parametrik test dengan uji dan Mann whitney dan Wilcoxon. Data yang diperoleh diolah program SPSS (Statistical Product and Service Solution) 17.0 windows, juga diperoleh melalui metode kualitatif dengan tehnik wawancara dan observasi.Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukan bahwa kelompok eksperimen diperoleh hasil yang signifikan dengan nilai p=0.027 (p<0,05) dan nilai Z sebesar -2,207 sementara pada kelompok kontrol menunjukan hasil yang tidak signifikan dengan nilai p=0,102 (p>0,05) dan nilai Z sebesar -1,633. Pada uji Mann whitney menunjukkan nilai signifikan 0,021 dan nilai Z sebesar -2,303. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian psikoedukasi menopause dan relaksasi untuk menurunkan kecemasan pada wanita perimenopause pada kelompok eksperimen, sementara pada kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor kecemasan.Kata kunci: kecemasan, psikoedukasi dan relaksasi, perimenopause
DUKUNGAN SOSIAL DAN DAMPAK YANG DIRASAKAN OLEH IBU MENYUSUI DARI SUAMI Lulu Annisa; Nurfitria Swastiningsih
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.885 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bentuk dukungan sosial dan dampak yang dirasakan oleh ibu menyusui dari suami.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah dua orang, menggunakan teknik criterion sampling dengan kriteria ibu yang sedang menyusui dan memiliki anak yang berusia 0 sampai 6 bulan. Data yang diperoleh menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis. Pencapaian kredibilitas penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi sumber melalui wawancara dengan significant person. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua responden yang sedang menyusui sama-sama mendapatkan dukungan sosial suami saat menyusui anaknya. Dukungan tersebut berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informasi.  Dukungan emosional yang diterima oleh kedua responden yaitu mendapatkan perhatian dan motivasi dari suami. Dukungan penghargaan,yaitu suami merasa bangga karena istri dapat memberikan ASI kepada anaknya. Selanjutnya dukungan instrumental yaitu mengasuh anak pertamanya saat anak keduanya sedang menyusu, memijit pundak, membantu dalam pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian.Serta dukungan informasi yaitu memberikan infromasi perkembangan anak. Informasi-informasi mengenai ASI, responden memanfaatkan dengan browsing internet. Dukungan sosial yang diberikan suami, berdampak positif pada kedua responden. Dampak positif yang dirasakan oleh kedua responden tersebut yaitu ASI semakin lancar, tambah bersemangat dalam memberikan ASI kepada anaknya, merasakan kenyamanan dan beban yang dihadapi berkurang.Kata Kunci : dukungan sosial, ibu menyusui
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) Ibnu Firmansyah; Erlina Listiyanti Widuri
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 No 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses subjective well-being pada guru SLB serta faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru SLB sebanyak dua orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Analisis data penelitian dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa susbjective well-being pada guru SLB sebelum bekerja kurang baik, guru SLB masih merasakan afek negatif yaitu adanya perasaan terkejut, cemas, ragu-ragu, tidak adanya ketertarikan dan malas. Subjective well-being setelah bekerja baik, guru SLB merasakan afek positif yaitu perasaan takut  ketika pertama kali bekerja mulai berkurang, ketertarikan terhadap pekerjaan mulai dirasakan dengan melakukan penyesuaian diri. Perasaan guru SLB saat ini yaitu senang atas keberhasilan mengajar, dapat menyalurkan hobi, senang berinteraksi dengan siswa dan tumbuhnya perasaan mencintai siswa. Selain itu guru SLB merasakan kepuasan hidup yaitu cita-citanya sesuai dengan yang diharapkan, memiliki harapan dan tujuan hidup, adanya perasaan bangga dengan profesinya, tumbuhnya rasa empati dan sikap altruisme, memiliki strategi coping dalam menghadapi masalah sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, mampu mengendalikan diri dan bersikap sabar. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB, yaitu agama, gaji dan latar belakang pendidikan.Kata Kunci : Subjective Well Being, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)
KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PENDIDIKAN PADA REMAJA SMP 4 PANDAK, BANTUL, YOGYAKARTA IDewa Ayu Eka PDT Khoiruddin Bashori
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.827 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan orientasi masa depan bidang pendidikan pada remaja. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala orientasi masa depan bidang pendidikan, wawancara dan observasi. Intervensi yang digunakan adalah konseling singkat berfokus solusi (KSFS). Intervensi ini dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan, yang masing-masing pertemuan dilakukan 3 kali dalam sepekan. Subjek dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi siswa kelas VIII & IX SMP 4 Pandak, Bantul yang berjumlah 214 siswa. Hasil screening sekaligus sebagai pretest yaitu 64 siswa memiliki orientasi masa depan bidang pendidikan dalam kategori sedang. Hasil pretest selanjutnya dilakukan pemilihan dengan cara random untuk mendapatkan dua kelompok, yaitu 10 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 10 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil pengolahan data secara empiric menyatakan bahwa skor orientasi masa depan bidang pendidikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum diberikan intervensi konseling singkat berfokus solusi berada pada kategori yang sama (homogenitas). Kesimpulan penelitian ini dengan pengolahan data Uji Mann-Whitney dan Wilcoxon menyimpulkan bahwa (1) ada perbedaan orientasi masa depan bidang pendidikan yang sangat signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi konseling singkat berfokus solusi, (2) bahwa intervensi konseling singkat berfokus solusi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan orientasi masa depan bidang pendidikan pada kelompok eksperimen, (3) Aspek Perencanaan memberikan kontribusi tertinggi pada peningkatan Orientasi Masa Depan bidang pendidikan sebesar 7,7 satuan dibandingkan dengan Aspek Motivasi dan Aspek Evaluasi.Kata Kunci : remaja, orientasi masa depan, konseling singkat berfokus solusi.
SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA RELAWAN BENCANA ALAM Aulia Sabrina; Choirul Anam
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 No 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, perasaan serta kecenderungan perilaku relawan bencana alam terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dan di analisis menggunakan analisis isi. Subjek penelitian adalah laki-laki atau perempuan, memiliki pengalaman menjadi relawan minimal tiga tahun serta telah menjadi relawan di berbagai lokasi bencana alam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup mengenai K3 dan merasa senang melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip K3. Selain itu, relawan memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah sesuai dengan prinsip K3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap relawan, diantaranya pengalaman pribadi relawan berupa pelatihan maupun lapangan, emosional pribadi relawan, kebudayaan di tempat asal relawan dan lokasi bencana, kehadiran orang yang dianggap penting oleh relawan serta institusi atau lembaga tempat relawan bernaung. Kesimpulannya, relawan memiliki sikap positif terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Faktor yang mempengaruhi sikap positif tersebut berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni pengalaman pribadi dan emosional, sedangkan faktor eksternal yakni kebudayaan, orang yang dianggap penting dan institusi atau lembaga.Kata Kunci : Sikap, K3, Relawan
PERBEDAAN ADAPTABILITAS KARIR DITINJAU DARI JENIS SEKOLAH (SMA DAN SMK) Baiq Dini Mardiyati; Rudy Yuniawati
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.873 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adaptabilitas karir ditinjau dari jenis sekolah.Subjek pada penelitian ini adalah siswa yang bersekolah di SMA Muhamadiyah 3 Yogyakarta dan SMK Muhamadiyah 3 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Adaptabilitas Karir.Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis uji-t. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Keseluruhan komputasi data penelitian dihitung menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t= -5,491 dengan p= 0,000 (p<0,01) yang menunjukkan adanya perbedaan adaptabilitas karir pada siswa SMA dan SMK. Mean adaptabilitas Karir siswa SMA 116,5 lebih rendah dibandingkan mean dari siswa SMK 127,3. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan dalam adaptabilitas karir yang sangat signifikan antara siswa SMA dan siswa SMK.Siswa yang bersekolah di SMK memiliki adaptabilitas karir yang lebih tinggi dibandingkan adaptabilitas karir siswa yang bersekolah di SMA.Kata Kunci : adaptabilitas karir, jenis sekolah
PENGARUH PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MENGURANGI STRES DALAM PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN ANGKATAN 2013/2014 Meysie Diyanna Lora
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 2 (2015): Volume 3 No 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.713 KB)

Abstract

AbstrakStres dalam penyesuaian diri adalah ketidakmampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan atau perubahan yang terjadi ketika memasuki lingkungan baru yang berpengaruh pada respon kognitif, emosi, serta fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kognitif untuk mengurangi stres dalam penyesuaian diri pada mahasiswa angkatan 2013/2014 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 10 orang mahasiswa yang mengalami stres dalam penyesuaian diri. Instrument yang digunakan untuk mengukur tingkat stres dalam penyesuaian diri yaitu Skala stres dalam penyesuaian diri yang dibuat peneliti berdasarkan 4 macam respon stres dari Sarafino.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan rancangan intervensi dalam bentuk randomized pretest-posttest control group desain dengan follow-up. Intervensi yang diberikan pada subjek berupa pelatihan dengan perlakuan pendekatan kognitif yang menggunakan teknik tiga kolom. Pelaksanaan pelatihan sebanyak tiga kali pertemuan dalam 1 minggu. Analisis kuantitatif menggunakan non parametrik test dengan friedman test chi-square 10,000 dengan tingkat signifikansi 0,007 (p<0,001) dan uji Mann-Whitney pada gain score pre-post kelompok eksperimen dan kontrol, yang menghasilkan nilai z -2,611 dengan taraf signifikansi 0,009 (p<0,01). Analisis kualitatif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara dan observasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat stres dalam penyesuaian diri antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengalami penurunan stres dalam penyesuaian diri sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami penurunan.Kata kunci: Pendekatan kognitif, stres dalam penyesuaian diri, Mahasiswa.

Filter by Year

2012 2025