cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
ISSN : 2303114x     EISSN : 2714786X     DOI : 10.26555
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATHY adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Terbit 2 kali dalam setahun. Menerbitkan karya ilmiah ilmu psikologi yang mencakup semua cabang ilmu psikologi yaitu psikologi klinis, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikometri dan psikologi industri. Jurnal EMPATHY telah di index di Google scholar, EMBASE, Portal Garuda, dan PILNAS RISTEK.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
MOTIVASI MENJADI PERAWAT“ON CALL” DI PMI KABUPATEN BANYUMAS Adika Windu Prasaja; Khoiruddin Bashori
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.48 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi yang mendorong subjek bekerja sebagai perawat on call di PMI Kabupaten Banyumas, dan untuk mengetahui harapan dan hambatan dari profesi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi tentang profesi perawat on call. Subjek penelitian yaitu perawat PMI Kabupaten Banyumas yang berstatus on call. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, metode observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis isi, dan validitas data menggunakan teknik triangulasi data yang terdiri dari triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi subjek bekerja sebagai perawat on call, yaitu motivasi internal dan eksternal. Harapan subjek dengan menekuni profesi perawat on cal adalah suatu saat bisa diangkat menjadi perawat tetap. Hambatan yang dialami berkaitan dengan kemampuan interpersonal dan ketrampilan yang dimiliki masing-masing subjek. Kesimpulan, bahwa motivasi subjek bekerja sebagai perawat on call terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, aktualisasi diri, motivator intrinsik, hygiene, growth, affiliation, need for achievement. Harapan dari masing-masing subjek adalah naiknya status menjadi perawat tetap, dan hambatan yang dialami berkaitan dengan kemampuan interpersonal dan penguasaan ketrampilan.Kata Kunci : motivasi, perawat on-call
MANAJEMEN STRES PADA ISTRI YANG MENGALAMI LONG DISTANCE MARRIAGE Fariyuni Litiloly; Nurfitria Swastiningsih
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 No 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.578 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dan manajemen stres pada istri yang menjalani long distance marriage dikarenakan suami bekerja Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang istri yang ditinggal suami bekerja selama lebih dari 3 bulan dan mempunyai anak yang belum menikah. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan catatan lapangan pada masing-masing respoden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dampak yang dialami subjek penelitian saat ditinggal suami bekerja di luar daerah yaitu pada aspek fisiologis, ekonomi dan anak yang merupakan pemicu stres.Upaya subjek untuk dapat mengatasi stres yang muncul.Upaya yang dilakukan adalah dengan manajemen stres. Manajemen stres yang digunakan oleh kedua subjek yaitu menyelesaikan masalah, mendekatkan diri kepada Tuhan, bekerja dalam porsi wajar. Harmonisasi, berbagi, mengenali penyebab stres, menangis, perencanaan yang baik dan menjaga kesehatan.Kata Kunci : manajemen stres, long distance marriage, pernikahan jarak jauh
AFFECTIVE BIBLIOTHERAPHY UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA ANAK SLOW LEARNER DI SD INKLUSI Dian Ekowati
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.163 KB)

Abstract

AbstrackSelf-esteem is an important factor affecting the success of a child for a happier life. Have a high self esteem is a difficult thing for a slow learner child in elementary inclusive. This study aims to determine the level of self-esteem slow learner children in elementary inclusion school, and improving their self esteem with affective bibliotherapy techniques.The design of this study using randomized groups pre-test post-test design. This research involves with 9 slow learner children with 4 children as the experimental group and 5 children as a control group. The experimental group was given training bibliotherapy for 10 times.The study have two hypothesis, the first is “Affective bibliotherapy to increase self esteem slow learner children in inclusive elementary school”, and the second hypothesis is “There is an increase in self esteem between experimental group with the control group after the intervention with the experimental group was affective bibliotherapy.Research results show that affective bibliotherapy is effective for improving slow learner children's self esteem in primary inclusions with z value = -1,841 with 0.033 significansi level (p <0.05). It is also found that the affective bibliotherapy more effective in improving three aspects of self-esteem is significant, virtue, and competence, but the aspects of power increase is not to high.Key word: self esteem, slow learner, affective bibliotherapy.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA Ani Marni; Rudy Yuniawati
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.459 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Subjek penelitian adalah lansia yang terdaftar sebagai penghuni di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta yang berjumlah 45 orang lansia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala penerimaan diri dan skala dukungan sosial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis product moment dengan mengunakan komputerisasi SPSS (Statistical Product and Service Solution), release 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis product moment yaitu (r) sebesar 0,604 dan F sebesar 23,764 dengan tarif signifikan (p) sebesar 0,000 (p<0,01) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Sumbangan dukungan sosial terhadap penerimaan diri sebesar 36,5% (R Square) sedangkan sisanya 63,5 % (100% - 36,5) yang dapat mempengaruhi penerimaan diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta.Kata Kunci : dukungan sosial, penerimaan diri
STRATEGI KOPING PADA ORANG YANG MEMILIKI INDERA KEENAM Dwi Putri Anggarwati; Siti Urbayatun
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 No 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.601 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari indera keenam dan strategi koping pada orang yang memiliki indera keenam yang berhubungan dengan permasalahan dari indera keenam yang dimilikinya dan masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Subjek yang menjadi informan berjumlah satu orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode  kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi  Dalam menganalisis data dari hasil wawancara menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping  yang digunakan oleh informan adalah seeking social support, positive reappraisal dan planful problem solving serta dibantu dengan kemampuan indera keenam yang dimilikinya. Pada permasalahan yang muncul dari bentuk indera keenam yang dimilikinya strategi koping yang digunakan yaitu seeking social support dan positive reappraisal sedangkan pada permasalahan sehari-hari menggunakan strategi koping planful problem solving. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping yang digunakan untuk masalah secara internal, dalam hal ini masalah dengan indera keenam yang dimilikinya, informan cenderung menggunakan emotional focused coping. Pada masalah eksternal atau masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, informan cenderung menggunakan problem focused coping dalam menghadapi masalah.Kata Kunci : indra keenam, strategi koping
PENGARUH PELATIHAN TEAM BUILDING UNTUK MENINGKATKAN KOHESIVITAS TIM KERJA DI INNA GARUDA YOGYAKARTA Anna Febrianty Setianingtyas Marcham Darokah
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.161 KB)

Abstract

IntisariPelatihan team building adalah salah satu intervensi pelatihan untuk meningkatkan kohesivitas tim kerja yang ditandai timbulnya sikap saling percaya, mampu menemukan solusi masalah-masalah yang dihadapi dan komunikasi intensif mengenai peranan masing-masing anggota tim guna melaksanakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan tugas dan tantangan bekerjasama untuk membangun sebuah tim kerja dalam bentuk permainan eksperimental secara indoor maupun outdoor. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan teknik pengumpulan datanya dengan skala kohesivitas tim kerja yang kemudian dianalis dengan program SPSS for windows 13.0 dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan. Pengumpulan data juga dengan dokumentasi, wawancara yang mendalam dan observasi untuk mengumpulkan data dari empat belas orang subjek penelitian yang kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan sumbangan efektif pelatihan team building dalam meningkatkan kohesivitas tim kerja marketing aspek task sebesar 16,5 % dan aspek social sebesar 56,2%; sedangkan sumbangan efektif pelatihan team building dalam meningkatkan kohesivitas tim kerja HRD aspek task sebesar 16,5% dan aspek social sebesar 17,1%. Pelatihan team building mampu meningkatkan kohesivitas tim kerja karyawan di Inna Garuda Yogyakarta departemen marketing dan HRD yang dilihat dari hasil analisis kelompok rata-rata skor kohesivitas pada tim marketing aspek task maupun aspek social diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05), pada aspek task amatan pretest-posttest p=0.038, amatan posttest-follow up p=0.023, amatan gain 1-gain 2 p=0.025 dan aspek social amatan pretest-posttest p=0.011, amatan posttest-followup p=0.015, amatan gain 1-gain 2 p=0.018; begitu pula pada pada tim HRD aspek task maupun social diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05), pada aspek task amatan pretest-posttest p=0.025, amatan posttest-follow up p=0.023, amatan gain 1-gain 2 p=0.024; aspek social amatan pretest-posttest p=0.017, amatan posttest-follow up p=0.018, amatan gain 1-gain 2 p=0.011. Dari hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pelatihan team building dengan kohesivitas tim kerja baik pada aspek tugas (task) dan sosial (social) pada tim marketing dan manpower (HRD) dimana tim marketing dan manpower (HRD) termasuk sebagai kelompok boundary role person (BRP). Kata Kunci : pelatihan team building, kohesivitas tim kerja
PENGARUH TERAPI PSIKOSPIRITUAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA Novia Fetri Aliza
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 2 (2015): Volume 3 No 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.515 KB)

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju masadewasa, memberikan kesempatan untuk tumbuh tidak hanya dimensi fisik, tetapi juga dalamotonomi, harga diri, perilaku, kompetensi kognitif & sosial, biologis, dan keintiman (Feldman,2009). Adapun batasan usia remaja menurut Back (Santrok, 2003) adalah berusia antara12 tahun sampai 21 tahun, dengan pembagian 12-15 tahun remaja awal, 15-18 tahunremaja tengah dan 18-21 tahun remaja akhir. Feldman (2009) menyebutkan bahwa masaremaja penuh dengan kesempatan untuk pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial, akantetapi juga berisiko terhadap kesehatan mental seperti konsumsi alkohol, pergaulan bebasdan aktivitas seksual serta perkelahian dengan senjata api, hal ini terjadi karena cerminandari belum matangnya pemikiran remaja.
PENYESUAIAN DIRI PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Ani Susanti; Erlina Listiyanti Widuri
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.372 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak dan dinamika penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga anak TK di  dua TK. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan analisis tema. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi struktur, observasi non partisipan dan kajian dokumentasi. Penelitian ini juga melengkapi data dengan wawancara kepada significant person sebagai triangulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak adalah faktor psikologis, lingkungan prenatal, pengalaman belajar, kondisi lingkungan, pola asuh orantua/keluarga. Faktor tersebut lebih didominasi oleh faktor eksternal. Dinamika Penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak diawali dari adanya kecemasan dari anak saat berpisah dengan orangtuannya, menangis, dan penarikan pada awal masuk sekolah. Adanya kerjasama guru dengan orangtua dalam memberikan motivasi dan pendampingan yang lebih intensif menjadikan anak mulai dapat menyesuaikan diri di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa faktor eksternal lebih mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak. Dinamika penyesuaian diri pada anak yang awalnya memiliki penyesuaian diri yang kurang, dengan adanya kerjasama guru dengan orangtua dalam memberikan motivasi dan pendampingan yang lebih itensif menjadikan anak  mulai dapat menyesuaikan diri di sekolah.Kata kunci : penyesuaian diri, taman kanak-kanak
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA BENGKULU YANG BERSEKOLAH DI YOGYAKARTA Rico Septian Avico; Mujidin Mujidin
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 No 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.952 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bengkulu yang bersekolah di yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, data berupa skor diambil menggunakan skala konformitas dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan komputer program SPSS versi 16,0 for Windows. Analisis korelasi product moment menghasilkan (r)sebesar 0,564 dengan (p) taraf signifikan 0,000 (p < 0,01) yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Provinsi Bengkulu yang bersekolah di Yogyakarta. Hasil analisis juga menunjukan koefisien determinasi (r2) yang diperoleh (r2) sebesar 0,318. Mayoritas subyek penelitian (55%) memiliki konformitas dalam kategori sedang dan mayoritas subyek penelitian (36,61%) memiliki prokrastinasi akademik dalam kategori rendah.Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik, sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin rendah pula prokrastinasi akademik pada mahasiswa Bengkulu.Kata Kunci : mahasiswa, prokrastinasi, konformitasHUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PROKRASTINASIAKADEMIK PADA MAHASISWA BENGKULU YANGBERSEKOLAH DI YOGYAKARTA
EFEKTIFITAS PELATIHAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PADA PRAMUNIAGA KEPALA KONTER DI SWALAYAN Harfi Muthia Rahmi
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 No 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.589 KB)

Abstract

AbstrakKepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yangmenitik beratkan akan hubungan antara atasan dan bawahan, yaitu gayakepemimpinan yang memiliki kekuatan mempengaruhi hubunganpemimpin dengan pengikut atau bawahan dengan cara-cara tertentu(Bass, 1985). Dibandingkan dengan kepemimpinan transaksioanl,kepemimpinan transformasional lebih efektif diterapkan di banyak bidangseperti bisnis, militer, industri, rumah sakit, dan lingkungan pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihankepemimpinan transformasional dengan peningkatan kemampuankepemimpinan transformasional pada pramuniaga kepala konter diswalayan pamella. Subyek penelitian berjumlah 15 orang dari 6 cabangswalayan pamella di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitianeksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasilanalisis data diuji dengan menggunakan wilcoxon signed ranks test .menunjukkan ada perbedaan antara sebelum diberi pelatihan dan setelahdiberikan pelatihan, yaitu asymp sig = 0,003 dan symp sig < nilai p (0,05).Sehingga menunjukkan bahwa pelatihan kepemimpinan transformasionaldapat meningkatkan kepemimpinan transformasional, hal ini dikarenakanhasil analisis data yang menunjukkan sangat signifikan.Kata kunci: pelatihan kepemimpinan transformasional

Filter by Year

2012 2025