cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Analisis penyimpangan konversi energi listrik menjadi kalor pada perangkat eksperimen Hukum Joule H Kunlestiowati
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.273 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9210

Abstract

Perubahan bentuk energi listrik menjadi kalor dikenal dengan Hukum Joule, yang menyatakan bahwa energi listrik dapat diubah menjadi energi panas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penyimpangan kalor yang dihasilkan dari energi listrik menggunakan perangkat eksperimen Hukum Joule. Pada penelitian ini air dipanaskan dalam kalorimeter, dengan arus, tegangan listrik dan waktu pemanasan dan pendinginan dibuat tetap. Hasil pengamatan menggunakan alat Joule meter menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara energi panas pada air 100 gram dengan nilai rata-rata energi panas 2736,72 J dan air 150 gram dengan nilai rata-rata energi panas 2651,04 J. Grafik antara energi panas terhadap energi listrik menunjukkan perbedaan gradien pada suhu 23,5 oC yaitu 0,91 untuk air 100 gram dan 0,99 untuk air 150 gram, sedangkan pada suhu 25,5 oC untuk air 100 gram dan 150 gram gradiennya adalah 0,99 dan 0,64. Hasil tersebut menunjukkan penyimpangan konversi energi listrik menjadi kalor pada perangkat eksperimen hukum Joule. The transformation of electrical energy into heat energy is known as Joule's Law, which states that electrical energy can be converted into heat energy. This study aims to find the distortion of heat generated by electrical energy using the Joule Law experiment device. In this study, water is heated in the calorimeter, with constant current, electric voltage and heating and cooling times. The result of observation using Joule meter shows significant difference between heat energy in 100 grams water with the average value of heat energy 2736.72 J and 150 grams water with the average value of heat energy 2651.04 J. The graph of heat energy towards electrical energy shows gradient difference at temperature 23.5 oC that is 0,91 for 100 grams water and 0,99 for 150 grams water, while at temperature 25.5 oC for 100 grams  and 150 grams water the gradient are 0.99 and 0.64. The result of this study shows the deviation of the conversion of electrical energy into heat in the Joule law experiment device. Kata kunci: Hukum Joule, Kalor, Energi Listrik
Pemodelan Gerak Parabola yang Dipengaruhi Seretan serta Spin Efek Magnus Bola dengan Program Modellus dan Excell Purwadi Purwadi; Ishafit Ishafit
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.239 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1517

Abstract

Gerak parabola adalah gerak yang banyak dijadikan sebagai model untuk pengajaran Fisika khususnya kinematika dalam hal penjumlahan kecepatan; dalam hal ini gerak lurus beraturan (GLB) dalam arah horisontal dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dalam arah vertikal. Dalam kenyataannya, gerak parabola dipengaruhi oleh variabel lain yaitu adanya hambatan udara yang membuat trayektori lintasan tidak lagi berbentuk parabola dengan asumsi adanya gesekan udara. Tendangan Bola dengan melibatkan faktor spin akan membuat lintasan lateral berbentuk melengkung karena adanya Efek Magnus. Dengan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh dalam gerakan benda dan dibantu dengan software Modellus dan Excell, maka dibuat pemodelan untuk gerak benda.
Rancang Bangun Alat Praktikum Untuk Menentukan Superposisi Gelombang Bunyi M. Tahir
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.03 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i1.3130

Abstract

Penelitian menentukan superposisi bunyi telahh dilakukan dengan meenggunakan dua speaker sebagai sumber suara, dua audio frekuensi generator (AFG), amplifier sebagai penguat, tabung, dan sensor suara serta software logger pro. Bunyi yang dihasilkan oleh masing-masing sumber suara direkam dengan menggunkan sensor suara dan ditampilkan dalam bentuk gelombang dalam tampilan logger pro. Tiap sumber suara menghasilkan gelombang bunyi sendiri. Superposisi gelombang bunyi terjadi bila kedua sumber suara dihidupkan bersama. Jarak antar kedua sumber suara mempengaruhi bentuk superposisi gelombang bunyi. Data yang diperoleh pada tampilan logger pro kemudian dilakukan analisis grafik menggunakan Microsoft Excel, dari hasil analisis dapat diketahui superposisi gelombang bunyi secara konstruktif dan secara distruktif.Hasil penelitian menunjukan bahwa rancang bangun alat praktikum untuk menentukan superposisi gelombang bunyi dapat bekerja dengan baik. Terbukti dapat menunjukan superposisi gelombang bunyi desktruktif dan superposisi gelombang bunyi konstruktif. 
Indiginasi Seni dan Budaya dalam Pembelajaran Fisika Mujadi Mujadi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.135 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3253

Abstract

"Pelajaran apa yang paling sulit dan tidak anda sukai?" Pertanyaan tersebut oleh siswa-siswa SMP maupun SMA akan dijawab dengan pasti, yaitu "pelajaran matematika, fisika, dan kimia". Diantara ketiga pelajaran tersebut pelajaran Fisika sudah pasti menjadi monster yang menakutkan bagi para siswa di SMP maupun di SMA. Meng-Indiginasi Seni dan Budaya dalam Pembelajaran Fisika di sekolah sangat menyenangkan adalah suatu kesatuan ilmu yang satu dengan lainnya saling berkorelasi. Seni dan budaya yang ada di Nusantara ini sebaiknya tidak hanya dipandang dari sisi keindahannya saja, namun masih ada yang tersembunyi dibalik keindahan itu adalah ilmu pengatahuan dan teknologi. Kegiatan-kegiatan seni dan budaya banyak di aktualisasikan dalam bentuk simbol-simbol yang statis maupun dinamis seperti tari-tarian dan bangunan-bangunan candi. Suatu uji coba bagaimana mengawali siswa belajar fisika menjadi menyenangkan bukan dari rumus-rumus dan hitungan-hitungan yang cukup menyulitkan bagi siswa, atau melalui motivasi dan apersepsi yang terfokus pada pelajaran fisika yang membuat siswa dari awal sudah diajak berpikir keras. Pelibatan seni dan budaya memungkinkan siswa tanpa disadari telah diajak belajar fisika. Pada proses ini siswa tidak merasakan sama sekali bahwa apa yang dilihatnya akan membuka cakrawala berpikir dengan mudah dan menyenangkan. Dari beberapa uji coba dibeberapa siswa SMA maupun SMP diperoleh data bahwa Seni dan Budaya dapat memberi sumbangan yang sangat besar dan menyenangkan bagi siswa untuk mengawali pembelajaran fisika.
Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa Muhammad Minan Chusni
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.898 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tiga kelas sampel yaitu dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Desain penelitian adalah random pretest-posttest comparison group design. Teknik pengumpulan data menggunakan pretes dan postes untuk mengetahui penguasaan konsep dasar listrik statis. Uji hipotesis menggunakan uji t untuk membandingkan penguasaan konsep dasar listrik statis kelas eksperimen (kelas A dan kelas D) dan kelas kontrol (kelas B), kemudian uji lanjut dengan pembandingan rerata (compare means) dan rata-rata absolute gain. Dari hasil penelitian diperoleh nilai thitung kelas A (4,298) dan thitung kelas D (4,613) > ttabel (2,000), ditambah lagi dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual secara signfikan memberikan perbedaan terhadap  penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa. Sedangkan dari uji compare means dan rata-rata gain ternormalisasi diperoleh kenaikan yang tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. The purpose of this study was to determine the effect of the application of contextual learning approach to improve the mastery of basic concepts of static electricity students. This study use three grade sample of two experimental class and the control class. The study design was randomized pretest-posttest comparison group design. Data collection technique used pretest and posttest to determine mastery of basic concepts of static electricity. Hypothesis testing using t-test to compare the mastery of basic concepts of static electricity experiment class (class A and class D) and the control class (class B), then a further test by comparing the mean (compare means) and average absolute gain. The results were obtained tcount class A (4.298) and tcount class D (4.613)> ttable (2.000), coupled with the Sig. 0.000 <0.05 so that it can be concluded that the approach of contextual learning exhibited significantly distinction of static electricity mastery of basic concepts students. While the means test and compare the average normalized gain obtained a very high increase in the experimental class compared with the control class.
Metode Grafik; Solusi Problematika Azaz Black M. Yasin Kholifudin
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.806 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8163

Abstract

Pada materi azaz black sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menguasai materi azaz black. Untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai materi azaz black penulis menerapkan metode grafik hubungan Kalor [Q kal] dan suhu [t0C] pada proses pembelajaran. Sintak pembelajarannya; 1) peserta didik, mengacu materi azaz black, 2) diskusi interaktif antara peserta didik dan peserta didik dengan guru, 3) guru menyampaikan penjelasan bagaimana menyelesaian problematika azaz black dengan metode grafik, 4) peserta didik menerapkan metode grafik dalam menyelesaikan problematika azaz black. Metode tersebut diterapkan pada 36 peserta didik kelas X IPA 1 SMA Negeri 2 Kebumen. Dari proses pembelajaran diperoleh simpulan bahwa kerangka berpikir, penalaran peserta didik secara terstuktur terbangun dengan baik, sehingga mudah untuk memahami dan menguasai materi azaz black dengan indikator peserta didik dapat mengerjakan problematika azaz back dengan benar. Most of the students still have difficulty to understand the Black's Principle teaching material. Authors apply the graph method of the relationship of Heat [Q kal] and Temperature [t oC] on the learning process to facilitate learners in mastering this material. The learning syntax includes; 1) learners, referring to Black's Principle material, 2) interactive discussion between learners and learners with the teacher, 3) teacher explains how to solve Black's Principle problems with the graphical method, 4) learners apply a graphical method in solving Black's Principle problems. The method is applied to 36 students of X IPA 1 class of SMA Negeri 2 Kebumen. From the learning process can be concluded that the frame of thinking, the student's structured reasoning is building up well, easy to understand and master the Black's Principle material with indicators learners can solve the Black's Principle problems correctly.
Pengembangan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi listrik dinamis Muhammad Reza Primadi; Sarwanto Sarwanto; Suparmi Suparmi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.311 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.8392

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui desain rancangan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing (3) mengetahui implementasi modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model 4D dengan tahap: define, design, develop, dan disseminate. Analisis hasil angket, validasi, dan observasi dianalisis dengan metode diskriptif-kualitatif berdasarkan skor kriteria, sedangkan uji coba lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data kemampuan berpikir kreatif dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji t dua sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing didesain dengan tahapan pembelajaran: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa, (2) modul memenuhi kriteria layak dari hasil validasi materi, media, praktisi pendidikan dan teman sejawat, (3) implementasi modul fisika berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pengujian lapangan di SMA PIRI 1 Yogyakarta. These research aims are: (1) to know the design of guided inquiry-based physics module can improve students' creative thinking ability, (2) to know the feasibility of guided inquiry-based physics learning module, (3) to know the implementation of guided inquiry-based physics module can improve students' creative thinking ability. Research and Development Research Method (R & D) with reference to 4D Thiagarajan model with stages: define, design, develop, and disseminate. The questionnaire, validation, and observation analyzes were analyzed by a descriptive-qualitative method based on criteria scores, while field trials used one group pretest-posttest design. The data of creative thinking ability was calculated with normalized gain and tested by paired sample t-test. Conclusions: (1) the development of guided inquiry-based learning modules designed with learning stages: formulating problems, formulating hypotheses, collecting data, testing hypotheses, and formulating conclusions to improve students' creative thinking ability; (2) the module meets the eligible criteria of material validation results, media, education practitioners and peers, (3) the implementation of guided inquiry-based physics module effectively used to improve students' creative thinking ability based on field testing in SMA PIRI 1 Yogyakarta. Kata kunci: inkuiri terbimbing, berpikir kreatif, listrik dinamis
Efektivitas penggunaan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi masyarakat pada materi fluida statis Suci Prihatiningtyas; Ino Angga Putra
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.13 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i2.10988

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti di program studi pendidikan fisika KH. A. Wahab Hasbullah, diketahui bahwa program studi tersebut belum memiliki alat peraga yang mampu membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui praktikum sehingga hasil belajar yang diperoleh masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi masyarakat pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen One Group Pretest-Posttest Design pada mahasiswa pendidikan fisika semester genap tahun ajaran 2017-2018. Teknik penumpulan data berupa lembar pengamatan RPP dan aktivitas, tes hasil belajar serta angket respon mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi dan masyarakat pada materi fluida statis dapat efektif diterapkan pada mahasiswa. Hal ini dilihat dari hasil keterlaksanaan RPP yang berkategori baik, aktivitas mahasiswa yang dominan melakukan praktikum, hasil belajar mahasiswa rata-rata memiliki nilai 82, respon mahasiswa yang sangat baik terhadap penggunaan alat peraga sederhana fluida statis. Based on the results of interviews and direct observations made by researchers in the physics education program KH. A. Wahab Hasbullah, it is known that the study program does not have visual aids that are able to help the students gain direct learning experience through practicum so that the learning result obtained is still low. This study aims to describe the effectiveness of the use of simple visual aid based on the approach of community science technology on static fluid materials. The quantitative descriptive research method is used with a pre-experimental approach of One Group Pretest-Posttest Design on a physics education student second semester of the academic year 2017-2018. Data collection techniques are RPP observation sheets and activity, a test of learning result and student response questionnaire. Based on the results of research and discussion it can be concluded that learning by using simple visual aid based on science and technology approach of society on the static fluid material can be effectively applied to students. This is seen from the results of the implementation of RPP is categorized well, the student activity is dominant in practicum, student learning outcomes on average has a value of 82, excellent student response to the use of simple static fluid visual aid. Kata kunci: alat peraga sederhana, pendekatan sains teknologi masyarakat, fluida statis
Perumusan Model Moneter Berdasarkan Perilaku Gas Ideal Rachmad Resmiyanto
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.466 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1512

Abstract

Telah disusun sebuah model moneter yang berdasarkan perilaku gas ideal. Model disusun dengan menggunakan metode kias/analogi. Model moneter gas ideal mengiaskan jumlah uang beredar dengan volume gas, daya beli dengan tekanan gas dan produksi barang dengan suhu gas. Model ini memiliki formulasi yang berbeda dengan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) yang dicetuskan oleh Irving Fisher, model moneter Marshal-Pigou dari Cambridge serta model moneter ala Keynes. Selama ini 3 model tersebut dianggap sebagai model yang mapan dalam teori moneter pada buku-buku teks ekonomi. Model moneter gas ideal dapat menjadi cara pandang baru terhadap sistem moneter.
Penggunaan Metode Peer Tutoring dengan Kassitu untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Fisika Sujatmiani Sujatmiani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.561 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3248

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menggunakan metode peer tutoriing dengan Kassitu. Pengumpulan data kuantitatif dengan soal pretest dan posttest sedangkan data kualitatif didapatkan melalui angket, dan lembar observasi. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif dengan melihat perbandingan nilai pre test dan pos test pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mencari point penting dan informasi tambahan dari hasil observasi.Motivasi belajar meningkat sebesar 11,78% sedangkan Hasil belajar meningkat sebesar 17,89%. Motivasi belajar siswa meningkat dilihat dari aktifitas kelompok dalam berdiskusi, mengerjakan soal latihan, tanya jawab bersama tutor, serta turnamen antar kelompok sehingga dapat disimpulkan bahwa metode peer tutoring dengan Kassitu dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue