cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
FLIP LEARNING-FLIP CLASSROOM, SEBUAH INOVASI DALAM PEMBELAJARAN, DI ERA COVID-19 I Wayan Dirgeyasa
BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i2.20192

Abstract

Abstract  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (information communication and technology –ICT) dalam beberapa tahun terakhir berkembang dengan sangat cepat dan luas. Pada dasarnya, ICT telah digunakan diberbagai aspek kehidupan seperti perdagangan, industri, jasa, pendidikan dan sebagainya. Dalam bidang pendidikan, para pakar pendidikan dan pakar ICT berkolaborsi menciptakan berbagai inovasi pembelajaran berbasis ICT. FLIP learning dan atau FLIP classroom merupakan wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis ICT dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Makalah ini mencoba membahas FLIP learning dan atau FLIP classroom sebagai model pembelajaran yang berbasis ICT dalam merespon sitausi pendemi COVID 19.  Kata kunci: Flip learning, Flip classroom, dan inovasi pemebalajaran, Covid 19 
ANALISIS WACANA KRITIS (PERSPEKTIF MULTIMODAL) Malan Lubis
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10278

Abstract

Perspektif analisis wacana kritis mengkaji wacana dari berbagai sudut  dengan mengembangkan berbagai teknik untuk mengkaji bahasa dari sudut fungsi. Wacana dari sudut fungsi dipandang sebagai implimentasi pemanfaatan sumber daya dalam mengaktualisasi makna. Pemanfaatan sumber daya yang ada dalam wacana dalam kacamata semiotik sosial dapat dilakukan dengan kajian multimodal. Wacana dipandang tidak hanya dari segi verbal namun segala sesuatu yang mendukung penciptaan makna seperti visual. Analisis wacana ini menggabungkan analisis multifungsi bahasa  berbasis Linguistik Fungsional Sistemik, Halliday (fungsi ideasional, fungsi interpersonal dan fungsi tekstual) untuk mengkaji komponen verbal  dengan analisis multimodal Kress Van Leeuwen untuk mengkaji komponen visual.  Kata Kunci : linguistik fungsional sistemik, metafungsi bahasa,           analisis multimodal
Bahasa, Etnisitas dan Potensinya terhadap Konflik Etnis BERLIN SIBARANI
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2426

Abstract

Etnis merupakan katgori sosial atau identifikasi sosial. Artinya, etnis adalah konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki sekelompok masyarakat yang membedakannya dari kelompok yang lain. Etnisitas adalah properti hubungan antar kelompok di mana perbedaan budaya antar kelompok dikomunikasikan secara sistematis dan berlangsung secara terus menerus. Hubungan ini bersifat relational dan situasional di mana karakter etnis terlibat di dalamnya. Perbedaan antar etnis bisa jadi menimbulkan perilaku etnosentris (keberpihakan terhadap anggota etnis yang berlebihan), perilaku prejudice (berburuk sangka) dan perilaku negatif lainnya yang diwujudkan dalam tindakan terlihat, seperti tindak diskriminatif dan tindakan terdengar yang wujud dalam penggunaan bahasa. Kedua jenis tindakan ini dan tindakan negatif lainnya menumbuhkan potensi konflik antar etnis. Tindak terlihat maupun tindak terdengar adalah cerminan atau perwujudan dari nilai, sikap dan pandangan yang dimiliki suatu etnis dalam konteks etnisitas. Oleh karena itu peningkatan dan pembinaan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi dalam konteks etnisitas tanpa pembinaan nilai, sikap dan pandangan besar kemungkinannya untuk gagal dalam upaya mencegah potensi konflik menjadi konflik sesungguhnya.   Kata Kunci: Bahasa, Konflik, Etnik dan Etnisitas
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Rosmaini Rosmaini
BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i76 TH 37.2595

Abstract

Seorang guru yang profesional harus memiliki minimal empat kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. Salah satu kompetensi yang  harus dikuasai guru adalah pedagogik. Dalam kompetensi ini guru harus mengetahui  berbagai teori tentang belajar dan pembelajaran, sebab teori inilah yang sering memberikan landasan bagi pendekatan dan metodologi mengajar. Dengan kata lain, pendidik adalah agen pembelajaran (learning agent) yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan perekayasa pembelajaran. Untuk itu pendidik harus mampu mengaplikasikan berbagai pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang inovatif untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal.   Kata kunci: Pembelajaran Inovatif
PLANNING FOR READING: ACTIVITIES FOR BEFORE, DURING AND AFTER READING Juli Rachmadani Hasibuan
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5538

Abstract

Reading is an interactive process that goes on between the reader and the text, resulting in comprehension. The text presents letters, words, sentences, and paragraphs that encode meaning. The reader uses knowledge, skills, and strategies to determine what that meaning is. Good readers tend to use a range of strategies while reading such as making predictions before reading, making connections to personal experiences and knowledge, and engaging in self-monitoring (on-going checks of text comprehension). Teachers can model, teach, and promote the use of these and other effective comprehension strategies to help their students become even more proficient readers. The need for students to be actively is engaged in the reading process. Teachers can explain key strategies and model the types of actions students can take before, during, and after reading. Keywords: Reading, activities before, during and after reading
CERITA TARI NDURUNG SUKU KARO DALAM KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Diah Eka Sari
BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i2.27230

Abstract

Abstract   Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai cerita Tari Ndurung dari Suku Karo, unsur intrinsik cerita, dan nilai sosiologis dalam cerita Tari Ndurung Suku Karo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengungkapkan fakta, keadaan, fenomena, variabel, dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian dan disajikan berdasarkan fakta. Tahap analisis yang dilakukan dimulai dari tahap membaca, merekam dokumen yang diperlukan sebagai data penelitian, dan tahap analisis data. Adapun teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan menerapkan model analisis interaktif, dengan melaksanakan empat tahapan, yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai sosiologis sastra dalam cerita suku Karo Tari Ndurung, meliputi nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Kata Kunci: Cerita Tari Ndurung, Suku Karo, Sosiologi Sastra
JENIS DAN SIGNIFIKANSI PERTANYAAN GURU DI DALAM INTERAKSI KELAS BAHASA INGGRIS Siti Aisah Ginting
BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i1.11558

Abstract

This article is about the kinds of questions and their role & function. The research design of this research is descriptive qualitative. The data are teachers’ questions which were occurred in the process of teaching and learning. The data was analyzed based on Kenchak & Eggen’s theory. Based on the analysis, it was found that display questions dominated the teachers’ questions and it was followed by referential and yes/no questions. Then, the role & function of teachers’ questions was dominated by diagnostic and it was followed by instructional and motivator questions. It was defined that teachers’ questions were still in the low level, that is the teacher wanted to know whether the students were able to answer the questions or not.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Rosmaini Rosmaini
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2468

Abstract

Seorang guru yang profesional harus memiliki minimal empat kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. Salah satu kompetensi yang  harus dikuasai guru adalah pedagogik. Dalam kompetensi ini guru harus mengetahui  berbagai teori tentang belajar dan pembelajaran, sebab teori inilah yang sering memberikan landasan bagi pendekatan dan metodologi mengajar. Dengan kata lain, pendidik adalah agen pembelajaran (learning agent) yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan perekayasa pembelajaran. Untuk itu pendidik harus mampu mengaplikasikan berbagai pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang inovatif untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal.  
KEBUDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN PAK-PAK BARAT Hirza Herna
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5613

Abstract

Dari sabang sampai merauke berjejer pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia, Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu menjunjung tanah airku tanah airku Indonesia.  Itulah penggalan lagu Nasional yang berjudul dari sabang sampai merauke yang menceritakan luasnya bumi Indonesia tercinta yang juga disertai dengan bermacam ragam agama, suku, adat istiadat, kebudayaan, yang ada di dalamnya. Menyinggung suku di Indonesia, ada banyak sekali suku bangsa yang ada di Indonesia, salah satunya yang akan saya bahas pada tulisan ini adalah suku pak-pak sebuah sub suku batak. Suku pak-pak memiliki kebudayaan unik berupa alat musik tradisional, tarian tradisional, nyanyian tradisional, rumah adat tradisional dan lain-lain. Sangat disayangkan seiring dengan berjalannya waktu kebudayaan pak-pak hampir terlupakan bahkan nyaris menghilang.   Kata Kunci: alat musik tradisional, adat istiadat pak-pak
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA PRANCIS SISWA SMA NEGERI 11MEDAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MOTIVASI ABDUL GHOFUR
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2383

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah hasil belajar bahasa Prancis siswa SMAN 11 Medan yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh motivasi belajar siswa yang juga masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMAN 11 Medan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas XI A1 SMAN 11 Medan. Penelitian berlangsung selama 2 siklus. Tiap siklus dillaksanakan 3 kali pertemuan. Pada akhir siklus I pembelajaran dengan pemberian motivasi telah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 70% siswa memperoleh skor >6,7. Siswa yang memperoleh skor di atas 6,7 hanya 86,84%. Untuk memantapkan hasil penelitian, penelitian dilanjutkan ke siklus 2. Hasil refleksi siklus 2 menunjukkan bahwa 94,59% siswa telah memperoleh skor >6,7. Dengan demikian, penelitian ini dianggap berhasil dan dihentikan. Sehubungan dengan hasil tersebut disarankan agar guru khususnya guru bahasa Prancis menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis motivasi. Untuk menerapkan pendekatan ini guru dituntut untuk memiliki soft skills yang baik, kemampuan mengajar, dan kemampuan komunikasi efektif. Tanpa ketiga kemampuan tersebut, teknik ini akan sulit untuk diterapkan.   Kata Kunci: Peningkatan, Pembelajaran, Motivasi.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue