cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
DESAIN HAND PAINTING PADA BUSANA T-SHIRT ANAK Netty Juliana
BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i1.25444

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kreatifitas, inovasi, dan kreasi pada masyarakat khususnya dilingkungan mahasiswa Pendidikan tata busana Unimed. Kegiatan yang dilakukan berupa  mendesain motif dengan teknik Hand painting pada permukaan bahan kain polos yang diaplikasikan pada prodak T-shirt anak-anak. Prodak pertama menghasilkan busana T-shirt bewarna merah dengan ide gagas flaura (bunga matahari) dan fauna (kupu-kupu). Berdasarkan unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip desain maka motif yang dihasilkan pada prodak T-shirt merah menghasilkan desain yang bernilai seni dengan nuansa ceria dan penuh semangat bagi pskologi anak-anak. Prodak kedua menghasilkan busana T-shirt bewarna orange dengan ide gagas fauna (bunga aster). Seluruh ide gagas tersebut dituangkan pada proses hand painting dengan media kuas eterna dan tinta rubber berdasarkan konsep pencitaan desain prodak. Dengan demikian mahasiswa memperoleh pengetahuan dibidang tekstil dan keterampilan dibidang hand painting pada pemukaan busana T-shirt. Dengan skill yang diperoleh mahasiswa diharapkan nantinya mampu membuka usaha lapangan kerja baru yang bergerak dibidang home industri hand painting tekstil. Prodak hand painting pada T-shirt dapat menjadi ide gagas baru bagi anak-anak generasi penerus bangsa dalam mengembangkan kreastifitas, inovasi, dan kreasi baru yang bernilai seni dan estetika yang unik bagi pangsa pasar didalam negeri maupun luar negeri. Kata kunci:Desain, Hand painting, T-shirt, Anak-anak
PENULISAN CATATAN TARI (DANCE SCRIPT) TARI WIRA PERTIWI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN TARI NUSANTARA III RHD. Nugrahaningsih
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10088

Abstract

 Tari Wira Pertiwi merupakan tari kreasi baru dari etnis Jawa yang termasuk dalam materi mata kuliah Tari Nusantara III di Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni.  Penulisan catatan tari (dance script) sebagai media pembelajaran tari ini untuk meningkatkan  kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari, merupakan hal penting, karena melaluinya, mahasiswa akan semakin terbantu dalam penguasaan materi tari, terutama bentuk gerak dan nama gerak. Penggunan catatan tari yang berisi cara melakukan teknik gerak per-hitungan ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Dengan metode observasi, serta penulisan uraian gerak tari yang dilengkapi dengan instruksi cara melakukan dan gambar gerak, tulisan ini menjelaskan bagaimana urutan lengkap tari Wira Pertiwi yang disampaikan sebagai materi pembelajaran dalam mata kuliah Tari Nusantara III.
CIRI AKUSTIK BAHASA JERMAN Tanti Kurnia Sari
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2459

Abstract

Ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan. Yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa atau yang termasuk lambang bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Apabila variasi nada yang diujarkan tidak menggambarkan keteraturan nada yang telah disepakati para penuturnya, ujaran tersebut dapat menimbulkan ketaksaan. Bahasa bervariasi dan ciri akustik bervariasi, kekeliruan menggunakan ciri akustik akan menyebabkab terjadinya ketaksaan atau perubahan makna. Dengan mengetahui ciri-ciri akustik, penutur bahasa mampu mengurangi ketaksaan atau ketakbermaknaan ciri akustik atau suprasegmental yang dituturkan. Data dalam penelitian ini yang berupa kalimat dalam modus deklaratif, imperatif dan interogatif diolah dengan menggunakan program Praat versi 4.0.27 yaitu program perangkat lunak yang menganalisis fonetik dengan komputer. Dari hasil penelitian terlihat bahwa Frekuensi nada awal tuturan wanita pada modus deklaratif dan imperatif lebih tinggi 115,1Hz dan 72,6Hz daripada tuturan laki-laki, namun hal yang sebaliknya terjadi pada modus interogatif. perbedaan yang sangat signifikan antara tuturan laki-laki dan tuturan perempuan terjadi pada nada akhir dimana tuturan perempuan dalam ketiga modus jauh lebih tinggi dibandingkan tuturan laki-laki. Demikian juga nada tertinggi. Namun hal yang sebaliknya terjadi pada nada terrendah. Durasi tuturan perempuan lebih panjang pada modus imperatif dan interogatif sedangkan durasi tuturan laki-laki lebih panjang pada modus deklaratif.   Kata Kunci : ciri akustik, deklaratif, imperatif, interogarif, frekuensi, durasi
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Johannes Jefria Gultom
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2618

Abstract

Media sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar dipilih atas dasar tujuan dan bahan pelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pendidik sebagai subyek pembelajaran harus dapat mengembangkan media yang tepat, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima peserta didik dengan baik. Di samping itu media juga mempunyai fungsi untuk mengatasi kebosanan dan kelahan yang diakibatkan dari penjelasan pendidik yang sukar di mengerti. Ada 3 (tiga) jenis media dalam kegiatan belajar mengajar, yakni: media auditif, visual, dan audiovisual. Pendidik harus mampu menetapkan atau memutuskan media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran sehingga media pembelajaran tersebut akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Kata Kunci: Media, proses belajar mengajar
KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PERPSEKTIF BUDAYA Syairal Fahmy Dalimunthe
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5582

Abstract

Konsep budaya dan iklim dalam komunikasi organisasi sangatlah berkaitan erat dan berhubungan satu sama lainnya. Konsep kultur atau budaya sendiri sangat kompleks untuk didefinisikan karena karakter holistik yang menandai konsep ini. Seiring berkembangnya zaman, budaya organisasi memang bukan lagi satu-satunya hal yang paling penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Namun tetap dilihat sebagai faktor yang kuat dalam meningkatkan motivasi dalam organisasi dengan nilai yang telah disesuaikan oleh budaya saat ini. Kata Kunci : Komunikasi Organisasi, Budaya, Model Budaya
ESL IN THE EYES OF A MIDDLE-EASTERNER: A CRITICAL REPORT ON SECOND LANGUAGE LEARNING Ariatna Ariatna
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12212

Abstract

This report is based on an ethnographic project which attempts to find out how someone learns a second language from a participant’s point of view. The participant was a male international student who studied in Adelaide, South Australia with a continuous experience of learning English as a second language for twelve consecutive years in his country. Using a self-designed questionnaire which is based on Spolky’s model of second language learning (1989, as cited in Mitchell & Myles, 2004, p. 8), information about the participant’s language use, learning and behaviour was gathered through a 45-minute face-to-face interview. While participation is voluntary, the confidentiality of the participant and any information provided by the participant is highly respected. The results showed that the participant’s learning experience seemed to accord with the contemporary notions of second language acquisition in relation to pronunciation, learning setting, motivation, teaching approach, and other cognitive or affective factors.
A DISCUSSION ON THE ANALYTIC AND SYNTHETIC DISTINCTION Mahmud Layan Hutasuhut
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2491

Abstract

This paper is an attempt to give an account of the analytic-synthetic distinction both inside and outside of physical theory, which is sufficiently non-technical to be followed by a reader whose background in science is not extensive, but it has been necessary to consider problems connected with physical science in order to bring out the features of the analytic-synthetic distinction that seem to be the most important. This paper, then, fights on two fronts; it tries to ‘defend’ the distinction since there is somewhat newer danger of denying its existence altogether, while attacking its extensive abuse by philosophers, which is nevertheless an error.   Key words: Analytic, synthetic, distinction  
TEACHING ENGLISH IN SEMIOTICS Muhammad Natsir
BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i3.5669

Abstract

This paper deals with  teaching english in semiotics and their sample applications in the language classroom. The foundation for semiotics must be laid with perception. The objects of perception are percepts. Percepts are not the material objects in the physical realm that the mind imagines (rightly or wrongly) that it is sensing. Visual percepts are patterns of area (shape, size, and position) and color  over a two-dimensional field. Audial percepts are patterns of pitch and volume over time. The verbal and the non-verbal aspects of language teaching should not be kept separate. The use of signs, symbols and visual aids by the teachers help the enhancement of the learning capacity of the language learner both at cognitive and meta-cognitive levels as they listen and try to learn a foreign language component in the classroom. Key Words : Semiotics, language teaching methods, context, sign, symbol
Peer Reviewer : PENDEKATAN SINTAGMATIK DAN PARADIGMATIK DALAM KAJIAN BAHASA Zainuddin .
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.3095

Abstract

ABSTRACT   This article describes the syntagmatic and paradigmatic approaches on language. It is to distinguish the two different approaches or perspectives on language, since language units may explor syntagmatic and paradigmatic relationships.The syntagmatic approach is contrasted to paradigmatic approach to study on three different levels of analysis namely, phonology, morphology, and syntax, as sub-disciplines of linguistics. In other words, the subject matters to study of the two different approaches is primarily concerned with the linguistic forms, phonemes (the study of sounds change on the level of sound structure, known as phonology),  morphemes (the study of  word structure on the level of internal word structure, known as morphology), and word (the study of how words combine to form grammatical sentences, known as syntax). This article also deals with the application of syntagmatic and paradigmatic in language teaching.   Kata Kunci : Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik, Kajian Bahasa  
INDONESIA BASS FAMILY (IBF) SEBAGAI SALAH SATU WADAH (KOMUNITAS) PARA BASSIST INDONESIA Danny Ivanno Ritonga
BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i3.17180

Abstract

Abstract                 Tanpa adanya suara bass, musik akan terdengar terlalu kering dan tidak bulat. Meskipun begitu, pada kenyataannya, menjadi pemain bass adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dijalani. Jangkauan nada yang dihasilkan dari instrumen guitar bass dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, adalah jumlah dari fretboard yang terdapat pada instrumen bass. Kedua, adalah jumlah senar yang terdapat pada instrumen bass. Berbeda dengan gitaris, kebanyakan pemain bass biasanya memang tidak menggunakan efek bass pada routing sinyal mereka. Namun, hal ini tidak berlaku umum karena ada beberapa aransemen lagu yang membutuhkan efek bass tertentu agar klop dengan dinamika atau maksud lagu tersebut. Di Indonesia ternyata terdapat sebuah komunitas sekaligus wadah tempat berkumpulnya para pemain alat musik bass atau bassist dari seluruh Indonesia yaitu Indonesian Bass Family (IBF). Harry Toledo (Azharianto Akha), salah satu pemain bass senior di Indonesia membentuk Indonesia Bass Family (IBF) pada tahun 2010, yang bertujuan untuk mempertemukan para bassist muda dengan para seniornya dalam satu wadah komunitas tempat berbagi pengalaman bermain, belajar bermusik dan hal lain yang diperlukan untuk menjadi musisi yang baik. Latar belakang anggota IBF ini sangat beragam, bukan hanya mereka yang berprofesi sebagai bassist ataupun musisi, namun ada juga profesi lain seperti pegawai kantoran, pebisnis, dll, namun memiliki kemampuan bermain bass. Kata kunci : Indonesia Bass Family (IBF), bassist, komunitas

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue