cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
Fenomena Bahasa terbalik Bahasa Prancis Andi Wete Polili
BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i4.13338

Abstract

Abstrak Bahasa Argot mempunyai pola pembentukan yang unik dan beragam, contohnya bahasa terbalik / verlan.Fenomena bahasa tebalik yang dalam bahasa prancis dikenal dengan sebutan Verlan berkembang pesat terutama dikalangan anak muda Prancis. Bahasa Verlan merupakan bahasa khusus yang digunakan dalam suatu kelompok untuk dapat saling mengerti.Pada mulanya bahasa Verlan dianggap bahasa marginal karena digunakan pada kalangan pingiran(les banlisard) tetapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa itu sendiri, bahasa Argot terutama verlan/ bahasa terbalik  menjadi trend dan ada suatu prestise dikalangan anak muda Prancis ketika menggunakan bahasa Verlan. Teori yang digunakan adalah teori Ruymen(2005) yang mendeskripsikan dan menganalisis pola penggunaan bahasa terbalik yaitu Verlan. Data yang diperoleh dilakukan dengan korpus yang didapat dari lagu,film,puisi maupun dari buku teks bahasa Prancis. Contoh kata femme dan flic berubah menjadi bahasa terbalik/ verlan meuf dan  keuf.  Kata Kunci: bahasa terbalik, verlan, prancis, anak muda, argot
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI DALAM KARANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA JERMAN FBS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Linda Aruan
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2500

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan kesalahan yang terdapat di dalam karangan mahasiswa FBS – UNIMED dalam bidang morfologi, sintaksis, dan leksikal, dan mencoba menelusuri penyebab terjadinya kesalahan. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tulisan mahasiswa program studi bahasa Jerman. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi dan metode analisis kesalahan serta klasifikasi didasarkan pada teori Carl James (1998) dan Xu Lan (1983). Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang ditemukan pada bidang morfologi, yaitu kesalahan konjugasi kata kerja 33,06%, kesalahan deklinasi kata benda 18,89%, kesalahan deklinasi kata ganti 18,33%, kesalahan deklinasi kata sifat 11,94%, deklinasi kata depan 17,78%. Pada bidang sintaksis, yaitu kesalahan penempatan kata 55,75%, kesalahan reksi 28,57%, dan kesalahan kongruensi subyek dengan kata kerja 12,5%. Pada bidang leksikal, yaitu kesalahan pemilihan kata kerja 33,90%, kesalahan pemilihan kata benda 13,22%, kesalahan pemilihan kata sifat 15,93%, kesalahan pemilihan kata sambung 10,85%, kesalahan pemilihan kata depan 13,90%, dan kesalahan pemilihan kata sandang 12,20%. Kata Kunci: analisis kesalahan, aspek-aspek linguistik, bahasa Jerman
Systeme Phonetique De Français Pengadilen Sembiring
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5680

Abstract

Le français et l’indonésien sont deux langues qui possèdent un caractère un peu différent. Le français possède beaucoup de bonnes choses dont on ne peut pas trouver en indonésien ou à l’invers. L’une de ces bonnes choses c’est le système phonétique. Le système phonétique français est accentué, et l’indonésien est non-accentué.Le système phonétique du français se divise en deux grandes parties, c’est la voyelle et la consonne.Les voyelles français se composent de: [a], [e], [i], [o], [ɔ], [ǝ], [ε], [œ], [y], [u], [ø], [õ], [ã], [ε], [œ], et les consonnes sont : [b], [c], [d], [f], [g], [h], [ʒ], [k], [l], [m], [n], [p], [R], [s], [t], [v], [w], [j], [ʃ], [z], [ɲ], [ɳ], [ks], [gz], [Ч].Ce que l’auteur a déjà inscrit au dessus que le système phonétique possède un caractère unique.  Mots Clés : Phonétique, Français
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA PRANCIS SISWA SMA NEGERI 11MEDAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MOTIVASI ABDUL GHOFUR
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2381

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah hasil belajar bahasa Prancis siswa SMAN 11 Medan yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh motivasi belajar siswa yang juga masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMAN 11 Medan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas XI A1 SMAN 11 Medan. Penelitian berlangsung selama 2 siklus. Tiap siklus dillaksanakan 3 kali pertemuan. Pada akhir siklus I pembelajaran dengan pemberian motivasi telah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 70% siswa memperoleh skor >6,7. Siswa yang memperoleh skor di atas 6,7 hanya 86,84%. Untuk memantapkan hasil penelitian, penelitian dilanjutkan ke siklus 2. Hasil refleksi siklus 2 menunjukkan bahwa 94,59% siswa telah memperoleh skor >6,7. Dengan demikian, penelitian ini dianggap berhasil dan dihentikan. Sehubungan dengan hasil tersebut disarankan agar guru khususnya guru bahasa Prancis menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis motivasi. Untuk menerapkan pendekatan ini guru dituntut untuk memiliki soft skills yang baik, kemampuan mengajar, dan kemampuan komunikasi efektif. Tanpa ketiga kemampuan tersebut, teknik ini akan sulit untuk diterapkan.   Kata Kunci: Peningkatan, Pembelajaran, Motivasi.
THE JOURNAL OF THE RESEARCH HOW TO DEVELOP THE STUDENTS’ ABILITY IN ACTIVE SKILL Rohasi Naibaho
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18577

Abstract

SMP Negeri 2 SilimaPunga-Punga, is one of unit institution of education, beneath Ministry of National education that must be developed is quality, especially in English lesson. The teacher much develop their ability in teaching. The teacher must be creative, do not apply menotoneus teacher thecniques and methods. Start the lesson by doing some elicitation, brainstorming, etc.         The English teacher have some strategies to make students know the four skills easily by easing some methods as in this journal, it is written in conversation skill by using audio visual as to Television and Cassettes. The intentions from using those methods to make students know the skills of English Easily.            The active skills is necessary so the students can practice English Language during process of learning, The students are active and the teachers have to have the stimulus to make the students have the strategies how to answer what the teacher needs in the classroom. Besides, the students are motivated to speak English by using visual method. Their ability in spoken will be developed by using that method.       The improve of quality and the results of teaching and the students’ ability spoken, can be seen in three indicators. First, the students’ enthusiastic. Second, the students’ serious and the third the students, ability in conversation skills, in the research, those skill can be developed by students. It Shows that media is important to teach English Lesson. Kata Kunci : Active Skill
INITIATION RESPONSE FEEDBACK (IRF) TECHNIQUE IN CLASSROOM INTERACTION Rafika Dewi Nasution
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18586

Abstract

Abstrak This study aims to analyze the types of IRF (Initiation-Response-Feedback) technique that used by the teacher and students in classroom interaction based on Sinclair and Coulthard. The most dominant structure of IRF is teacher elicit (IRF) that produced by the teacher who is expected to create classroom interaction. The reason of the most dominant structured occurred in classroom interaction because the teacher always stimulated the students by questioning and ordering. This study is expected to be an inspiration for other researchers to conduct more conductive research in the future about Initiation Response Feedback (IRF) technique in classroom interaction.   Keywords: Initiation Response Feedback (IRF), Classroom Interaction, Speaking. 
Pengembangan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Untuk Peningkatan HasilBelajar SIswa Dalam Keterampilan Membaca Di SMPN 35 Medan Anggraini Thesisia
BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i4.13334

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan model pembelajaran Teams Games Tournament serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan membaca. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Data penelitian ini diambil dari 32 siswa kelas 8 di SMP Negeri 35 Medan. Hasil dari penelitian ini ialah siswa mengalami peningkatan pada antusiasme dalam menjawab pertanyaan serta hasil pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament merupakan model pembelajaran yang efektif diterapkan pada proses pembelajaran. Kata kunci : model pembelajaran, membaca, Teams Games Tournament
ANALISIS KONTRASTIF BUNYI VOKAL PADA BAHASA INDONESIA, INGGRIS DAN PRANCIS Nurhayati Siregar
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2414

Abstract

Kajian linguistik sangat menarik untuk diteliti terutama kajian kontrastif analisis yang membandingkan beberapa bahasa di dunia ini. Dalam kajian fonologi terutama kajian fonetik tentang bunyi vokal yang membandingkan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Prancis. Semestaan bahasa dalam vokal terdapat di semua bahasa secara absolut.Perbandingan ketiga bahasa dalam bunyi vokal mempunyai ciri karakteristik dalam persamaan dan perbedaan. Kata Kunci : bunyi vokal, analisis kontrastif, semestaan bahasa, fonetik.
PEMANFAATAN MODEL OPEN-ENDED UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA INFORMATIF Tingkos Sinurat
BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i83 TH 38.2556

Abstract

Open-ended problem atau soal terbuka adalah problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar. Masalah tersebut tidak terpaku pada satu jawaban saja, tetapi mengundang banyak jawaban yang membutuhkan kreativitas berpikir. Tujuan utama menghadapkan siswa yang dengan masalah terbuka, bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada bagaimana cara menemukan jawaban tersebut. Kelemahan model open-ended itu sendiri adalah menyiapkan dan mengemukakan masalah yang langsung dipahami oleh siswa sangat sulit sehingga siswa sulit memberikan respon. Adakalanya siswa yang memiliki kemampuan tinggi bisa ragu dengan jawaban mereka. Cara yang dilakukan untuk mengurangi kelemahan model open-ended ialah dengan mengenal lingkungan siswa dan kebutuhannya. Dengan demikian akan lebih mudah memilah-milah masalah yang akan disajikan. Dalam model open-ended guru memberikan permasalahan pada siswa yang solusinya atau jawabannya tidak perlu ditentukan hanya satu cara. Guru harus memanfaatkan keberagaman cara atau prosedur untuk menyelesaikan masalah itu, untuk memberi pengalaman siswa dalam menemukan sesuatu yang baik berdasarkan pengetahuan keterampilan yang telah diperoleh sebelumya.   Kata Kunci : “Model Open-ended, Berbicara Informatif”
Cover dan daftar isi no 65 TH XXXIV Tahun 2007 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i65TH XXXIV.3141

Abstract

ABSTRAK Konsep sematik dalam pembelajaran bahasa merupakan integritas yang mengacu pada pemahaman makna bahasa. Sematik sebagai cabang kajian linguistik mengacu pada serangkaian kaedah (a set of rules). Pembelajaran (learning) a language berorientasi pada kaedah-kaedah tata bahasa. Sematik dalam kajian linguistik bersifat sentral karena dapat menganalisis makna atau arti bahasa melalui kata, frasa, klausa dan kalimat. Latar belakang teoristik dan pendekatan yang menjadi dasar pengkajian bidang ini adalah teori yang dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure (1966) yaitu signified (yang diartikan) dan signifier (yang mengartikan) : konsep sematik yang dirancang dalam pembelajaran bahasa yaitu suatu model yang dikembangkan oleh Hatsh dan Brown (1995:64) yaitu model hubungan sematik( relational models in sematics), dan konsep sematik primitif(sematic primitives) oleh Wierzbicka (1996).

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue