cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
BENTUK METONIMI BAHASA ACEH DIALEK ACEH BESAR Isda Pramuniati
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2523

Abstract

Metonimi merupakan cara pembentukan dan penyampaian makna yang dilakukan bukan secara harfiah.  Hubungan metonimi merupakan hubungan yang menggantikan; metonimi yang terjadi dalam kalimat menunjukkan apa yang menjadi referen akhir dari kalimat tersebut. Sebagaimana bahasa-bahasa lainnya, dalam bahasa Aceh Besar penggunaan metonimi seperti ini sangat lazim dipakai dalam komunikasi. Pilihan metonimi cenderung digunakanuntuk mengkomunikasikan pemahaman yang bersifat menyamaratakan namun bergantung konteks dan cenderung tidak melanggar pada persyaratan kebenaran.   Kata kunci : metomini, bahasa Aceh, dialek
PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA ANAK UMUR 2;3 Evi Eviyanti
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemerolehan bunyi vokal, konsonan pada anak umur 2;3 dan memaparkan pemerolehan fonologi pada anak umur 2;3. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan bentuk studi observasi naturalistik karena penelitian ini memfokuskan perhatian pada situasi kehidupan nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerolehan fonologi Ahnaf khususnya pada bunyi vokal [a, i, o, u, ɔ , ¶, e] telah muncul sesuai dengan teori Jacobson.  Bunyi konsonan yang sudah dikuasai oleh subjek penelitian (Ahnaf) pada semua posisi [m, p, b, t, l]. Konsonan yang sudah diperoleh tetapi jika letaknya pada akhir kata yaitu [s,n,h,h]. Konsonan yang sudah diperoleh jika berada di tengah kata yaitu [d]. Konsonan [r, ĉ,ñ, w, y] sudah diperoleh tapi jumlahnya sangat terbatas. Sedangkan bunyi konsonan yang belum diperoleh yaitu [g,k,f,š,ǰ, x,z].   Kata Kunci : Pemeroleh fonologi, bunyi vokal dan konsonan.
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Johannes Jefria Gultom
BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i82 TH 38.2547

Abstract

Media sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar dipilih atas dasar tujuan dan bahan pelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pendidik sebagai subyek pembelajaran harus dapat mengembangkan media yang tepat, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima peserta didik dengan baik. Di samping itu media juga mempunyai fungsi untuk mengatasi kebosanan dan kelahan yang diakibatkan dari penjelasan pendidik yang sukar di mengerti. Ada 3 (tiga) jenis media dalam kegiatan belajar mengajar, yakni: media auditif, visual, dan audiovisual. Pendidik harus mampu menetapkan atau memutuskan media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran sehingga media pembelajaran tersebut akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Kata Kunci: Media, proses belajar mengajar
PORNOGRAFI DALAM EKSPRESI DAN APRESIASI SENI RUPA (TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS DAN AKSIOLOGIS) ZULKIFLI ZULKIFLI
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2635

Abstract

Dalam ekspresi dan apresiasi seni rupa, pornografi berkembang sejalan dengan kebebasan senimannya. Secara epistemologis pornografi sudah ada semenjak seni rupa prasejah atau primitif, sampai perkembangan seni rupa kontemporer di era postmodern sekarang ini. Dalam realitas sosial dan budaya beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, kehidupan yang bernuansa pornografi juga berkembang dan dipertahankan. Oleh sebab itu sulit untuk mengeneralisasikan pornografi dalam pemahaman yang terbatas, karena banyak variabel yang mesti dipertimbangkan, apalagi untuk merumuskannya dalam bentuk undang-undang. Oleh sebab itu, permasalahan ini harus dilihat secara holistik dan proporsional. Dalam aktivitas kesenirupaan, keselarasan antara kebebasan estetika dengan tanggung jawab moral dan etika harus tetap dijaga.   Kata Kunci: Pornografi, Ekspresi Seni Rupa, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis
POUVOIR PENGUNGKAP MODALITAS DAN PADANANNYA DALAM BAHASA INDONESIA Balduin Pakpahan
BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i4.21909

Abstract

Abstract  One of the most perfect revealer of modality is pouvoir. At the time of speech acts realization, this verb will present various grammatical and lexical forms such as tense, modus and aspect which are categorized as manasuka elements in Indonesian (Samsuri 1981: 248). Modus can function as the revealer of modality, revealing act of speaker to what they said (Riegel et al.), while Le Querlier (1996: 13) said that modus, temps (tense) and aspect are overlapping in French. The three elements will be analyzed with intralingual equivalent method with hubung banding menyamakan technique (HBS). The revealer of modality in Indonesian is not using tense as adverb of time. Aspect is shown with imperfective and perfective aspect that reveal modality in French. Keywords: Modality, Pouvoir, Overlapping  Abstrak Salah satu verba pengungkap modalitas yang paling sempurna adalah verba pouvoir (Benveniste, 1974: 188). Pada saat merealisir tindak tutur, verba ini akan serta-merta menghadirkan bentuk-bentuk gramatikal dan leksikal yang beragam seperti kala, modus dan aspek yang dalam bahasa Indonesia dikategorikan sebagai unsur-unsur manasuka (Samsuri (1981: 248)). Modus dapat berfungsi sebagai pengungkap modalitas, mengungkapkan sikap penutur terhadap apa yang dituturkannya (Riegel et al., 2004: 287), sementara itu Le Querlier (1996: 13) mengemukakan modus, temps (kala) dan aspek tumpang-tindih dalam bahasa Perancis. Ketiga unsur itu akan dianalisis dengan menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS) (Mahsun, 2011: 304). Pengungkap modalitas dalam bahasa Indonesia tidak menggunakan kala tetapi dengan keterangan waktu. Aspek ditunjukkan dengan aspek imperfektif dan perfektif yang mengungkapkan modalitas dalam bahasa Perancis.Kata kunci: Modalitas, Pouvoir, Tumpang-Tindih 
PENGOPTIMALAN METODE EMPATI SEBAGAI DOSEN PENASEHAT AKADEMIK DALAM MEMBANTU MENGENTASKAN MASALAH AKADEMIK MAHASISWA Nefri Anra Saputra
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10079

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan meneliti tentang banyaknya dosen PA yang belum bisa melaksanakan tugasnya secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah dosen PA yang tidak memiliki strategi yang tepat dalam mebantu membimbing mahasiswa, terutama persoalan masalah akademik yang dialami oleh mahasiswa. Akibat adanya perbedaan persepsi antara dosen PA tentang masalah yang dihadapi mahasiswa, maka mahasiswa akan merasa dosen PA nya kurang berfungsi dalam membantu dia mencapai tujuan nya dalam perkuliahan. Dosen PA yang mengerti dengan kondisi tersebut akan mencoba berbagai cara dalam membantu mahasiswanya mengentaskan masalah mereka, dari berbagai macam pendekatan yang bisa dilakukan oleh dosen PA, maka pendekatan empati dianggap lebih menarik untuk diterapkan karena akan menghasilkan kedekatan emosional antara dosen PA dengan mahasiswa asuhnya. Sehingga cara ini dinilai lebih efektif dalam mengentaskan masalah akdemik mahasiswa.
PENGARUH SUASANA AKADEMIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ASING MAHASISWA JURUSAN BAHASA ASING FBS UNIMED Abd. Ghofur
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2444

Abstract

Hal yang sangat penting yang sering diabaikan oleh pengajar dalam kegiatan pembelajaran adalah penciptaan suasana akademik yang berkualitas. Pengajar sering lebih memfokuskan aktivitas pembelajaran pada usaha penyampaian materi pelajaran pada pembelajar (aspek kognitif) dengan mengabaikan faktor suasana akademik (aspek afektif) yang merupakan aspek pendukung utama pencapaian aspek kognitif. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian terhadap aktivitas pembelajaran di kelas pada Jurusan Bahasa Asing FBS Unimed ditinjau dari segi suasana akademik dan pengaruhnya terhadap hasil belajar bahasa asing mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan pada mahasiswa tentang suasana akademik di kelas dan dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa pada tiap matakuliah kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik suasana akademik di suatu kelas, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa mahasiswa.   Kata Kunci: Suasana, Akademik, Belajar
PROBLEMATIK BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN SASTRA YANG BERORIENTASI PADA RESPONS PEMBACA Rumasi Simaremare
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2609

Abstract

Dissatisfaction will process and results of teaching literature in schools is a classic problem which until now has not fully resolved. As a system, problems occurred in the teaching of literature can be approached from the factors that shape the teaching of literature itself. Forming factors that are teachers, students, curriculum, methods, facilities and infrastructure, and materials. External elements such as the demands of even the people (both laymen and literary society) and policy makers of formal education (starting from the formulation of the Guidelines to guide the implementation of curriculum tennis) helped contribute to the emergence of problematic. Kata Kunci : bahan ajar sastra, pembaca
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA STANDAR KOMPETENSI KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA PRANCIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERMAINAN DI KELAS X-9 SMA NEGERI 12 MEDAN TA. 2012 – 2013 Nurdiati Br.Ginting
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5561

Abstract

Subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan pada siswa. Berdasarkan Observasi yang dilakukan oleh guru : Rata – rata skor peningkatan kemampuan keterampilan berbicara siswa secara individual terus meningkat selama 2 siklus (4 Pertemuan). Pada siklus I pertemuan I dari 46 orang siswa terdapat 8,7% siswa tingkat kemampuan keterampilan berbicara  sangat baik, 19,6% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara siswa baik, siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara  cukup dan 63,4%siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara kurang. Pada siklus I pertemuan 2 dari 46 orang siswa terdapat 10,9% siswa tingkat kemampuan keterampilan berbicara sangat baik, 28,3% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara baik, 23,9% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara cukup dan 36,9% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara kurang. Pada siklus II pertemuan 1 dari 46 orang siswa terdapat 13% siswa tingkat kemampuan keterampilan berbicara sangat baik,32,6% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara siswa baik, 28,3% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara cukup dan 26,1% siswa memiliki tingkat kemampuan keterampilan berbicara kurang. Dan pada siklus II pertemuan 2 persentase tingkat kemampuan keterampilan berbicara. siswa meningkat dari 46 orang siswa terdapat 15,2% siswa tingkat kemampuan keterampilan berbicara siswa   sangat baik, 84,8% siswa tingkat kemampuan keterampilan berbicara baik   Kata Kunci :  model teknik permainan dan kompetensi keterampilan berbicara bahasa prancis
MONITORING TINDAK TUTUR ILOKUSI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENYAMPAIAN PESAN SOSIAL PADA BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI KOTA LUBUK PAKAM Ilham Sahdi Lubis
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11572

Abstract

Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan sebagai penyampaian pesan sosial pada bahasa Iklan Layanan Masyarakat di kota Lubuk Pakam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Austin 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai Januari 2017.  Hasil dari jenis tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat di kota Lubuk Pakam ditemukan 3 jenis yaitu; a) asertif, b) direktif dan c) komisif. Tuturan Asertif meliputi verba; (1) mengusulkan dan (2) menyatakan. Tuturan direktif  meliputi  verba;  (1) memohon, (2) memerintah, (3) member nasehat dan (4) menuntut. Terdapat dampak secara positif dan negatif dalam penggunaan tindak  tutur  ilokusi pada  iklan layanan  masyarakat  di kota Lubuk Pakam, dimana dampak positif tersebut meliputi efek efek kognitif yang berpengaruh pada peningkatan pengetahuan masyarakat setelah melihat dan membaca Iklan Layanan Masyarakat tersebut sehingga menambah penetahuannya dan peningkatan pemahamannya terhadap isu yang di sampaikan oleh Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Sedangkan, dampak negatif dalam penggunaan tindak tutur ilokusi pada  iklan layanan  masyarakat  di kota Lubuk Pakam meliputi efek afektif yang terpengaruh pada perubahan perasaan atau sikap yang ditimbulkan setelah menyaksikan Iklan Layanan Masyarakat. Perubahan sikap ini terlihat pada diri khalayak dengan perubahan perasaan akan suatu isu dan sikap setuju atau tidak setuju akan suatu ajakan dari Iklan Layanan Masyarakat.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue