cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
KESULITAN BAHASA DALAM PROSES TERJEMAHAN TANTI KURNIA SARI
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.2338

Abstract

Setiap bahasa mempunyai sistem tersendiri, dan sistem dalam setiap bahasa merupakan polisistemik karena setiap bahasa mempunyai struktur  sintaksis, sintagmatik, leksikal, dan morfem yang berbeda dari sistem hahasa lainnya. Perbedaan dalam hal sistem tersebut tidak hanya terdapat pada bahasa-bahasa yang tidak serumpun, melainkan juga terjadi pada bahasa-bahasa yang serumpun. Perbedaan-perbedaan dalam hal sistem bahasa itulah yang menyebabkan timbulnya kesulitan-kesulitan dalam penerjemahan. Kesulitan-kesulitan bahasa dalam penerjemahan mencakup kesulitan pada sarana leksikal yaitu aneka makna, diferensiasi/nondiferensiasi, meddan semantis. Juga pada sarana gramatikal yaitu bentuk-bentuk tunggal dan jamak, kategori aspek, genus, serta sarana stilistis. Kesulitan-kesulitan tersebut merupakan kesulitan mencari padanan makna/padanan formal dan upaya mencegah timbulnya rintangan stilistis dalam proses terjemahan.
KOMODIFIKASI SIGALE-GALE DALAM PERSEPSI DAN RESPON MASYARAKAT BATAK (KAJIAN PERSPEKTIF STRUKTURALISME) Zulkifli Zulkifli
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17124

Abstract

Abstrak Artikel ini mengungkap dampak komodifikasi sigale-gale terhadap persepsi dan respon masyarakat Batak. Setting sosial penelitian adalah pada kawasan pariwisata Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, lebih spesifik adalah fenomenologi. Pendekatan yang digunakan adalah perspektif strukturalisme, untuk membaca teks-teks komodifikasi sigale-gale Batak melalui operasi struktural; langue-parole, sinkroni-diakroni, penanda-petanda, dan denotasi-konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara rasional masyarakat merespon perubahan bentuk dan fungsi sigale-gale dengan baik. Masyarakat memahami bahwa komodifikasi sigale-gale adalah jalan untuk melestarikannya. Di sisi lain, masyarakat Samosir mencari makna baru sigale-gale berdasarkan fungsinya sebagai komoditas pariwisata. Masyarakat merespon positif perubahan makna menjadi benda komersial, karena bisa menghidupkan perekonomian masyarakat dan mendatangkan income bagi pengelola pariwisata.  Kata kunci: strukturalisme, komodifikasi, sigale-gale, persepsi dan respon masyarakat
PROBLEMATIK BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN SASTRA YANG BERORIENTASI PADA RESPONS PEMBACA Rumasi Simaremare
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2515

Abstract

Dissatisfaction will process and results of teaching literature in schools is a classic problem which until now has not fully resolved. As a system, problems occurred in the teaching of literature can be approached from the factors that shape the teaching of literature itself. Forming factors that are teachers, students, curriculum, methods, facilities and infrastructure, and materials. External elements such as the demands of even the people (both laymen and literary society) and policy makers of formal education (starting from the formulation of the Guidelines to guide the implementation of curriculum tennis) helped contribute to the emergence of problematic. Kata Kunci : bahan ajar sastra, pembaca
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA Muhammad Natsir
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18578

Abstract

 Pemerolehan bahasa pertama adalah  segala kegiatan seseorang dalam rangka menguasai bahasa ibu. Pemerolehan bahasa kedua adalah proses yang disadari atau tidak disadari dalam rangka menguasai bahasa kedua setelah seseorang menguasai bahasa ibunya ; proses belajar itu dapat bersifat alamiah ataupun ilmiah. Pengertian kedwibahasaan tidak bersifat hitam atau putih , tetapi bersifat relatif kira-kira atau kurang lebih. Pengertian kedwibahasaan  merentang dari ujung yang paling  ideal, sampai keujung  yang minimal. Pendidikan kdwibahasaan sudah berlangsung sejak zaman Yunani. Pendidikan kedwibahasaan sampai saat ini berkembang terus dan dapat dipastikan berlangsung terus menerus pada masa-masa mendatang. Kontak bahasa yang terjadi didalam diri dwibahasa menyebabkan saling pengaruh antara B1 dan B2. Saling ini dapat terjadi pada setiap unsur bahasa ,seperti : fonologi,morfologi, dan sintaksis. Penggunaan sistem bahasa tertentu pada bahasa lainnya disebut transfer. Bila sistem yang digunakan bersamaan maka transfer itu disebut transfer positif. Transfer negatif lebih dikenal dengan istilah interferensi. Interferensi dapat diartikan sebagai penggunaan B2 sedangkan sistem tersebut tidak sama dalam kedua bahasa itu. Key words : Pemerolehan Bahasa, kedwibahasaan, B1dan B2, transfer.
PENGEMBANGAN MEDIA FAMOUS PEOPLE PROFILE BERBASIS KKNI TERHADAP PENGAJARAN ENGLISH GRAMMAR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIMED Sumarsih Sumarsih; Masitowarni Masitowarni
BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i1.10269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Bahasa Inggris dalam menguasai grammar Bahasa Inggris (Mata kuliah English Grammar) melalui penggunaan media berbasis IT. Adapun penelitian ini dilaksanakan untuk mencapai luaran berupa CD yang berisi media mengenai berbasis I, sehingga dapat memudahkan para pengajar untuk mengajarkan mata kuliah English Grammar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) karena peneliti mengembangkan dan menghasilkan satu produk media yang dapat digunakan oleh para pengajar khususnya pada mata kuliah English Grammar. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti merencanakan beberapa kegiatan: 1) melakukan observasi, 2) analasis masalah dan kebutuhan, 3) mengumpulkan referensi yang dibutuhkan, 4) merancang media, 5) Validasi, 6) Menghasilkan luaran berupa media yang tepat dan sesuai kebutuhan pengajar dan siswa. Kata Kunci : famous people profile, media, pengajaran english grammar
SUPRASEGMENTAL BAHASA SILADANG Tengku Syarfina
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2539

Abstract

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang merupakan alat komunikasi manusia. Bunyi-bunyi yang dihasilkan perempuan dan laki-laki dapat berbeda. Oleh karena itu, kajian ini difokuskan pada aspek suprasegmental tuturan BS,  yang dikaitkan dengan ciri gender  penutur bahasa itu. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan frekuensi, intensitas dan durasi pada modus deklaratif, modus imperatif, dan modus interogatif dalam BS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerangka fonetik eksperimental.   Kata Kunci: Bahasa Siladang, suprasegmental
PENERAPAN PERSPECTIVE ACTIONNELLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STRUCTURE BAHASA PRANCIS Evi Eviyanti
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2628

Abstract

Perspective actionnelle merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan pada pengajaran  mata kuliah structure 1 bahasa Prancis di Program Studi  Pendidikan Bahasa Prancis Jurusan Pendidikan Bahasa Asing FBS Universitas Negeri Medan. Perspective actionnelle merupakan salah satu metode yang berbasis tugas yang harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa, dimana kegiatan belajarnya berpusat pada pembelajar baik melalui pelatihan, pembimbingan yang dapat disesuaikan dengan situasi kelas yang sedang berkembang, jadi metode ini tidak terpaku pada satu teknik tetapi dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan pelaku dalam proses belajar mengajar yang dalam hal ini,  pengajar dan pembelajar. Tujuan penerapan perspective actionnelle dalam pengajaran structure 1 untuk meningkatkan hasil belajar structure bahasa Prancis. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 1 tahun akademik 2010 /2011 yang mengikuti mata kuliah structure 1. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Tindakan dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang langkah-langkahnya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa  penerapan Perspective Actionnelle pada pengajaran mata kuliah structure 1 dapat meningkatkan hasil belajar structure bahasa Prancis.     Kata kunci : Perspective Actionnelle, Hasil Belajar, Structure  
STRUKTUR KALIMAT MAJEMUK BAHASA MANDARIN (Analisis X-Bar) Devi Alvionita Alindra
BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i3.20199

Abstract

AbstractThis study aims to explain the functional categories that apply to Chinese compound sentences and to explain the structure of Chinese compound sentences. The method used in this research is qualitative method. The findings in this study are that the complementary and conjunction functional categories have characteristics that must be present in every compound sentence in Chinese. Chinese compound sentences are grouped into two types, namely coordinative and subordinative compound sentences. Chinese coordinative compound sentence structure is: Spes + I + Pm + Komp + Pm + Komp; Komp + Spes + I + Pm + Komp; Spes + I + Komp + Spes + I + Pm + Komp; Spes + I + Komp + Pm + Komp; while the Chinese subordinative compound sentence structure is: Spes + I + Komp + Pm + Spes + I + Komp; Spes + I + Pm + Komp + Pm + Komp; Pm + Komp + Spes + I + Pm + Komp; Pm + Komp + Spes + I + Komp; Spes + I + Pm + Komp + Spes + I + Komp; Pm + Spes + I + Komp + Pm + Komp.Keywords: functional categories, Chinese compound sentence structure, x-bar theory. Abstrak                Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan kategori fungsional yang berlaku pada kalimat majemuk bahasa Mandarin dan untuk menjelaskan struktur kalimat majemuk bahasa Mandarin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Temuan dalam penelitian ini yakni kategori fungsional komplemen dan konjungsi/pemerlengkap memiliki sifat yang wajib hadir pada setiap kalimat majemuk bahasa Mandarin. Kalimat majemuk bahasa Mandarin dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu kalimat majemuk koordinatif dan subordinatif. Struktur kalimat majemuk koordinatif bahasa Mandarin yaitu: Spes+I+Pm+Komp+Pm+Komp;Komp+Spes+I+Pm+Komp;Spes+I+Komp+Spes+I+Pm+Komp;Spes+I+Komp+Pm+Komp; sedangkan struktur kalimat majemuk subordinatif bahasa Mandarin yaitu:Spes+I+Komp+Pm+Spes+I+Komp;pes+I+Pm+Komp+Pm+Komp;Pm+Komp+Spes+I+Pm+Komp;Pm+Komp+Spes+I+Komp;Spes+I+Pm+Komp+Spes+I+Komp;Pm+Spes+I+Komp+Pm+Komp.                                                                            Kata Kunci: kategori fungsional, struktur kalimat majemuk bahasa Mandarin, teori x-bar.
TIPIKALITAS PRAKTEK KOMUNUKASI ORGANISASI INSTITUSI I Wy. Dirgeyasa
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10071

Abstract

“Saya adalah pemimpin yang sudah berpengalaman, maka pilihlah saya dan jangan pilih pemimpin yang belum berpengalaman “ (jargon kampanye  pilpres, 2014). Atau  “Setiap siswa wajib mengumpulkan tugas akhir  tepat waktunya, dan jika tidak dapat, harus memberikan alasan yang jelas (tuturan guru pada siswa). Atau “Anarki Pemisahan Wilayah” (Headline, majalah Tempo,Feb, 2009).  Kelihatannya, ungkapan dan pernyataan di atas adalah bentuk-bentuk ujaran dalam praktek organisasi institusi. Berkatian dengan pernyataan di atas, tulisan ini akan membahasa setting genre,ujaran dan  praktek bahasa dalam organisasi institusi.
BAGAIMANA CARA MENGAMATI LUKISAN KARYA AFFANDI Gamal Kartono
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2432

Abstract

Affandi is an important figure of Indonesia modern painting art. As a maestro of Indonesia painting arts he had never stopped painting so that in thousands of his paintings had been producted. Humanism as its created base was very consistent that he struggled to conduct the experiment continuously. It could be signaled from his work which showed several techniques and objects of painting, among other things were the painting which enclosed the sun object. The sun as the natural power, that it was believed constituted the life source. Painting which enclosed the sun motif, seemed since his work  titled:” Potret Diri dan Tujuh Matahari di India” (1950), until “Potret Diri tak Tercapai” (1987). Its question is why did he often paint the sun and what was the meaning ? To know the sun meaning it was conducted the research using the semiotic approach. The researcher’s interpretation was carried out by analysis of two semiotic approachs, namely Peirce semiotic (threechotomy: icon, index, symbol); and Barthes connotative semiotic. The data analysis process was started from the icon analysis, index, and symbol, finally completed by connotetive analysis. The research output indicated that its empathy to the subject which was felt as the painter reality, the sun symbol as if Affandi was ‘sun’ itself. The sun was created by the life signal symbol, on its reality whereas Affandi’s way to paint outdoor needed the sunlight so much. In the final period its expressiveness trip, Affandi did not show the emosive lines causing the feeling to quiver, but he had changed to be the reflection. Nature in his interpretation was the faced reality where the sun was as his life source. Along with increasing the age, then its sun seems to be increasingly redder and duller.   Keywords: Lukisan Affandi, Kajian Semiotik

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue