cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN COMPREHENSION ECRITE III MELALUI PENDEKATAN ANALISIS TEKS SASTRA Iim Siti Karimah; Yadi Mulyadi; Farida Amalia
BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i76 TH 37.2601

Abstract

Penggunaan teks sastra (Textes littéraires) dalam pembelajaran bahasa asing  bukanlah merupakan sumber dokumen otentik yang asing bagi sebagian orang khususnya pengajar yang bergelut dalam dunia sastra. Akan tetapi pada praktiknya kerap kali terpinggirkan karena sebagian orang menganggap bahwa menganalisis teks sastra dalam suatu pembelajaran bahasa asing terlalu rumit apalagi untuk pembelajar pemula. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaiman cara meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa melalui analisis pendekatan teks sastra. Tujuan umum penelitian adalah mengetahui seberapa besar pendekatan analisis teks sastra dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran CE III. Sejalan dengan tujuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Compréhension Ecrite III pada Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis FPBS UPI, dapat berkontribusi dalam pemerolehan keterampilan membaca bagi mahasiswa agar dapat memahami suatu teks bahasa Prancis secara lebih mendalam  dan dapat mengatasi kesulitan yang selama ini dihadapi dalam proses pembelajaran membaca melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dengan menggunakan pendekatan analisis teks sastra. Adapun metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan disain time series. Dari hasil analisis data, pendekatan ini efektif digunakan dalam meningkatkan pembelajaran CE III yang ditunjukkan dengan perbedaan yang cukup signifikan antara hasil prates mahasiswa dengan skor rata-rata 12,93 dengan nilai rata-rata pascates yaitu 17,60. Dengan menggunakan derajat kebebasan (df) 29 dan derajat signifikasi (α) 0,05, dapat dilihat nilai rata-rata (t-hitung) sebesar 9,73 sedangkan t-tabel sebesar 1,699. Efektifitas ini ditunjukkan pula oleh perubahan yang cukup berarti baik dari pihak mahasiswa maupun pengajar.     Kata Kunci: Pendekatan analisis teks sastra, kemampuan membaca, kompetensi budaya  
KESANTUNAN BERBAHASA POLITISI DALAM ACARA TALK SHOW Syamsul Arif
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5552

Abstract

Abstrak   Kesantunan berbahasa  merupakan hal yang penting dalam kegiatan berkomunikasi. Politisi merupakan salah satu kelompok yang harus memperhatikan kesantunan berbahasa. Salah satu acara yang menayangkan politisi berbahasa adalah talk show. Kesantuan berbahasa politisi dikaji dengan teori dari Leech (maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim penerimaan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan dan  maksim kesimpatian). Kesantunan berbahasa juga memiliki peran yang penting dalam penerapan kurikulum 2013.   Kata Kunci: Kesantunan berbahasa, politisi.
TRADISI CIO TOU PADA MASYARAKAT PERANAKAN TIONGHOA DI TELUKNAGA TANGERANG; KAJIAN MULTIMODAL Feby Yoana Siregar; T. Silvana Sinar
BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i1.11564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafungsi teks multimodal Cio Tao pada masyarakat peranakan Tionghoa di Teluknaga Tangerang. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini terdiri atas 2 bagian, yaitu data primer yang berisikan teks visual berupa gambar atau foto tradisi Cio Tao. Gambar atau foto tersebut merupakan dokumentasi pribadi peneliti, sementara itu data sekunder pada penelitian ini berupa hasil wawancara dari tokoh masyarakat, kedua mempelai dan orang tua dari kedua mempelai. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui deskripsi dan analisis data, disimpulkan bahwa teks multimodal tradisional (Cio Tao) adalah 1) fungsi ideasional meliputi proses, partisipan dan sirkumtan, 2) fungsi interpersonal terdiri atas moda dan residu, 3) fungsi tektual terdiri atas tema dan rema.
PERANAN ALAT MUSIK KEYBOARD PADA MUSIK TRADISIONAL MASYARAKAT KARO Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2474

Abstract

Peranan dan fungsi pada alat-alat musik tradisional Karo pada masa sekarang ini telah digantikan oleh alat musik keyboard. Ini terjadi akibat kemajuan teknologi, khususnya teknologi pada alat musik modern ini karena sudah terdapat program-program untuk instrumen-instrumen musik tradisional yang ada di Indonesia, bahkan alat-alat musik yang ada di seluruh dunia walaupun masih banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat pada alat musik keyboard ini secara prakteknya, tetapi secara umum masih bisa mewakili beberapa instrumen-instrumen musik tradisional yang ada, khususnya alat-alat musik tradisional Karo.   kata kunci : Alat musik keyboard, musik tradisional, masyarakat Karo  
DIRECTNESS IN POLITENESS OF INDONESIAN CHILDREN’S REQUESTS Elvi Syahrin
BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i4.5627

Abstract

The role of politeness in social interaction and conversation has been an important topic in sociology and conversational studies. Politeness has become a highly prolific research field in linguistics (Hickey & Stewart 2005). However a comprehensive study has rarely been done on the politeness in children, particularly in Indonesian children. This article is a research-based study that combines pragmatics and speech act issues in language acquisition frame. The study deals with politeness in Indonesian children’s requests in written language. Basing the study on actual written requests produced by children at the age of  9 up to 12 years old, it was found that; (1) the children promote largely direct strategies in their requests to the Bobo magazine, (2) the directness level varies with increasing imposition of children’s requests. The findings indicate the fact that Indonesian children are able to perform politeness in their interaction to others. This findings also call for further study on politeness dealing with subject at different age periods e.g. adolescence, as age factor bears some influence on investigation on these matters. Key word: Directness, politeness, children, requests
PROCESSES AND CIRCUMTANCES IN SHORT STORIES OF GOOD HOUSEKEEPING JULI RACHMADANI HASIBUAN
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.2329

Abstract

The study deals with the Analysis of Processes and Circumstances in short stories of Good Housekeeping Magazine. The data were collected from publications monthly magazine, Good Housekeeping Magazine, in its edition of January 2003, May 2003, August 2003, and December 2003. There are four Short stories used as the sample. The texts of short stories were analyzed and classified with reference to the types of Processes and Circumstances according to the Systemic Functional Grammar theories. This Study used descriptive method. The Findings indicate that the Material Process (1283, 44.66%) is dominantly used in the short stories as the representative of Process and Circumstance of Location (771, 66.07%) is dominantly used in the short stories as the representative of Circumstances. This implies that short stories are mostly written in Material Process and Circumstance of Location because both of these aspects have high numbers of using if compared with the others.
AN ANALYSIS OF MULTI-MODAL DISCOURSE ON “COCA-COLA ADVERTISEMENT” Willem Saragih
BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i1.16667

Abstract

Abstract Investigation into language seems to be never ending – not only in form and meaning but also in function and use in communication. In use, for example,  recently, social semiotics as the development of semiotics has witnessed the move from the dominance of monomodality to multimodality. Newspapers and magazines, computers,  and mass media in general have articulated multimodal texts (combinations of video, audio, written text, etc.)  that aim to reinforce, render more complex, or produce different meanings. This means that the investigation is more than about language, but  attends to the full range of communicational forms people use which covers image, gesture, gaze, posture and so on- and the relationships between them. This article presents a multimodal analysis on  video advertisement entitled “https://www.google.com/?Funny, Commercial  Coca-Cola, Producer, Director, Victor Pukkalsky- YouTube + 2014” accessed on January 13, 2016. This case study  describes and interprets the video in order to  give the concepts of description and interpretation in the perspective of multimodal semiotics as recommended by  Anstey and Bull (2010). By applying the systems of multimodal recommended it was found that  five aspects namely 1. Linguistic, 2. Visual, 3. Audio, 4. Gestural and 6 Spatial aspects of the advertisement in multimodal semiotics perspective are covered. Key Words:  multimodal, discourse, analysis, advertisement, video, coca-cola
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MELALUI TEAM TEACHING Johannes J. Gultom
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2506

Abstract

Peran pendidik sebagai penentu keberhasilan proses belajar mengajar sangat penting. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari keberhasilan pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum. Tuntutan kurikulum yang begitu kompleks ditambah lagi dengan adanya kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan pembelajaran dapat diatasi dengan penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu alternatif yaitu pengelolaan proses belajar mengajar melalui team teaching. Dalam team teaching, tiap-tiap pendidik memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dan secara bersama-sama mengatasi permasalahan yang timbul. Keterbatasan individu pendidik dapat teratasi melalui team teaching. Kata Kunci: pendidik, kurikulum, strategi pembelajaran, team teaching
PEMBINAAN KELOMPOK UPPKS WANITA MANDIRI DALAM PEMBUATAN HANDICRAFT DENGAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SUATU UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI KOTA TEBING TINGGI Herlina Jasa Putri Harahap
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5686

Abstract

  Tulisan ini merupakan hasil dari pelatihan terhadap kelompok UPPKS Wanita Mandiri yang berada di Kota Tebing Tinggi. Pelatihan yang diberikan kepada kelompok UPPKS Wanita Mandiri adalah dalam hal pengembangan kualitas dan kwantitas produk kerajinan manik-manik dengan memanfaatkan barang bekas. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan (life skili) kelompok UPPKS Wanita Mandiri di Kota Tebing dibidang pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar barang bekas, untuk merangsang atau memotovasi kelompok UPPKS Wanita Mandiri agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produk kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu barang bekas dan untuk membantu kelompok UPPKS Wanita Mandiri di Kota Tebing Tinggi dalam meningkatkan pendapatan keluarga melaui pengembangan kualitas dan kuantitas produksi kerajinan tangan.Permasalahan yang dihadapi kelompok UPPKS Wanita Mandiri adalah: (1) belum    mampu mengembangkan aneka kerajinan manik-manik dengan memanfaatkan barang bekas, (2) aspek pemasaran.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah metode pendidikan, demonstrasi, latihan, praktek dan pelatihan manajemen usaha. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan para peserta pelatihan telah mampu membuat kerajinan manik-manik dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.   Kata Kunci: Pembinaan, Pembuatan, Handycraft, Barang Bekas
From Dictatorship to Democracy: Metaphors in the Indonesian Political Transformation towards the Political Discourse Practices in the Media MARA UNTUNG RITONGA
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2390

Abstract

“Jurnal “From Dictatorship to Democracy: Metaphors in the Indonesian Political Transformation towards the Political Discourse Practices in the Media”menunjukkan bagaimana bahasa sebagai salah satu instrumen kekuasaan disampaikan oleh orang-orang yang memiliki kekuasan, yakni penggunaan metapora dalam wacana politik oleh politisi Indonesia dan mass media dalam ranah sosial-politik. Beberapa contoh metapora disajikan dalam budaya, sastra dan wacana politik mulai era orde lama sampai era reformasi. Perubahan struktur politik, kebebasan pers dan kebebasan berekspresi yang tidak diperoleh masyarakat selama orde baru menimbulkan sikap uporia publik yang berlebihan. Bahasa pers tidak lagi malu-malu, seragam, dan eufemisme. Pers cenderung mengutamakan berita-berita kritik tentang politik dengan bahasa yang lugas, polos, bombastik, sensasional, hiperbol, dan metapora. Berdasarkan data yang terkumpul (Harian Kompas edisi 2011-2012 dan televisi TV-One) dengan teknik sampel bertujuan diperoleh 911 metapora konseptual. Dalam hal ini, metapora digunakan; (1)sebagai “instrument of power” atau alat politik melalui wacana, dan (2) mengungkapkan ide, nilai, sikap sebagai bagian dari strategi retorika politik untuk mencapai tujuan para politisi. Di samping itu, pemilihan frame oleh politisi lebih menitikberatkan kepada aspek-aspek yang menguntungkan mereka dalam menjalankan kekuasaan, memperoleh legitimasi dan dominasi dalam wacana politik. Jurnal ini menggunankan teori semantik kognitif dan analisis wacana kritis. Kata Kunci: metapora, semantik kognitif, analisis wacana kritis, frame, alat politik

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue