cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
REINTERPRETASI DAN REPRODUKSI CERITA ANAK SUMATERA UTARA Wahyu Wiji Astuti; Muhammad Anggi J Daulay; Muhammad Oki F Gafary; Muhammad Hafidz Assalam
BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i2.19001

Abstract

Proses perkembangan anak membutuhkan teladan yang baik sebab seorang anak adalah peniru ulung. Apa yang diamatinya akan begitu mudah untuk ditiru dan direkam dalam proses kehidupannya. Maka dari itu, perlu adanya penanaman nilai-nilai luhur pada anak yang salah satunya dapat dilakukan melalui karya sastra. Salah satu bentuk sastra anak adalah cerita anak, yang biasanya diambil dari cerita rakyat. Problematikanya adalah banyak cerita anak yang diambil dari cerita rakyat ternyata mengandung unsur-unsur yang tidak dapat diterima psikologi anak. Berbekal itu, maka cerita anak perlu direinterpretasi dan direproduksi untuk menghadirkan cerita yang layak anak. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi cerita anak 8 etnis Sumatera Utara yang tidak layak anak, 2) menghadirkan interpretasi baru terhadap cerita anak tersebut, 3) menghasilkan cerita anak dalam bentuk digital. Dalam langkah kerjanya, penelitian ini diawali dari observasi, interpretasi ulang dan reproduksi cerita anak ke dalam bentuk digital. Hasil penelitian ini adalah interpretasi baru cerita rakyat Legenda Danau Toba dan Legenda Lau Kawar di Sumatera Utara menjadi sastra anak dengan memperhatikan konten, struktur, nilai serta bentuk sastra yang sesuai dengan kognitif anak.  Selanjutnya reproduksi dilakukan dengan menggubah cerita rakyat Legenda Danau Toba dan Legenda Lau Kawar menjadi komik anak dalam bentuk digital. Komik digital tersebut merupakan aplikasi yang dapat dibaca dan diunduh melalui ponsel dari aplikasi playstore. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum.
MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN : PADUAN SUARA SEBAGAI ORGANISASI AKTUALISASI DIRI Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10281

Abstract

Mengapa dan bagaimana setiap anggota dapat mengaktualisasikan dirinya dalam paduan suara? Pertama, dari segi manajemen diketahui bahwa kegiatan perekrutan anggota yang dilakukan berarti diupayakan untuk mengisi struktur organisasi yang dibentuk. Kedua, dari segi fungsinya, manajemen organisasi ditata dan diatur sehingga terdapat secara baik kegiatan masing-masing anggota sebagai bagian dari persiapan kegiatan produksi. Ketiga, bahwa tujuan organisasi antara lain mengharapkan agar setiap anggotanya diupayakan dapat berperan serta melaksanakan berbagai kegiatan produksi. Organisasi adalah sebuah kelompok atau komunitas yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama. Ketika seseorang masuk di dalam sebuah organisasi maka ia wajib mengikuti proses yang dibuat dalam organisasi tersebut. Untuk mencapai suatu tujuan bersama dibutuhkan sebuah proses yang disebut manajemen. Organisasi tanpa manajemen sama saja dengan manusia yang mati, lengkap dengan organ tubuhnya namun tak memiliki rencana dan tujuan. Tujuan diadakannya manajemen adalah agar sebuah organisasi dapat dijalankan dengan efisien dan efektif. Seni pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsung dihadapan penonton. Seni pertunjukan dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu: 1) Musik (vokal, instrumental, gabungan), 2)              Tari (representasional dan non-representasional), 3)           Teater (dengan orang atau boneka/wayang sebagai dramatis personal) (Kasim, 2005). Kata Kunci: Manajemen, Seni Pertunjukan, Paduan Suara, Organisasi, Aktualisasi Diri
LA SEMIOTIQUE COMMUNICATION DE PEIRCE ET BARTHES Tengku Ratna Soraya
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2422

Abstract

Berbicara semiotika, maka kita tidak dapat melepaskan dari nama Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Dalam pembahasan mengenai semiotika, Peirce dikenal dengan model trikotomiknya yang mengklasifikasikan tiga tipe tanda yaitu, ikon (tanda yang mempunyai kesamaan dengan objek yang diwakilinya), indeks (tanda yang memiliki hubungan sebab akibat dengan apa yang diwakilinya, atau disebut juga tanda sebagai bukti), dan simbol (tanda berdasarkan konvensi peraturan atau perjanjian yang disepakati secara bersama dalam suatu komunitas dan bersifat universal). Sedangkan Barthes, beliau membagi dua makna tanda yaitu denotatif dan konotatif. Contoh pada iklan, beliau mengkajinya pada tiga hal yaitu, (1) pesan linguistik, yaitu semua kata dan kalimat yang terdapat di dalam iklan, (2) pesan ikonik yang terkodekan, yaitu makna konotasi yang muncul dalam foto iklan yang hanya dapat berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang lebih luas dalam masyarakat, dan (3) pesan ikonik tak terkodekan, yaitu makna denotasi dalam foto iklan. les mots cles : Sémiotique Communication
cover dan daftar isi no 86 TH 39 2013 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.3096

Abstract

ABSTRACT   This article describes the syntagmatic and paradigmatic approaches on language. It is to distinguish the two different approaches or perspectives on language, since language units may explor syntagmatic and paradigmatic relationships.The syntagmatic approach is contrasted to paradigmatic approach to study on three different levels of analysis namely, phonology, morphology, and syntax, as sub-disciplines of linguistics. In other words, the subject matters to study of the two different approaches is primarily concerned with the linguistic forms, phonemes (the study of sounds change on the level of sound structure, known as phonology),  morphemes (the study of  word structure on the level of internal word structure, known as morphology), and word (the study of how words combine to form grammatical sentences, known as syntax). This article also deals with the application of syntagmatic and paradigmatic in language teaching.   Kata Kunci : Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik, Kajian Bahasa  
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENULIS BAHASA PRANCIS MENGGUNAKAN TEKNIK PERMAINAN ACTIVITÉS LUDIQUES DENGAN SISTEM PENILAIAN STANDAR EROPA (CECR) Marice Marice; Junita Friska; Mahriyuni Mahriyuni
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5534

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana kemampuan mahasiswa menulis bahasa Prancis dalam mata kuliah expression écrite sebelum dan setelah menggunakan teknik activités ludiques, 2)  Apakah model pembelajaran menulis peringkat A2 menggunakan teknik activités ludiques dengan sistem penilaian standar Eropa (CECR) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar menulis (expression écrite) mahasiswa bahasa Prancis.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol hanya postest bentuk tes formatif menulis dan angket dengan jawaban terbuka. Hasil penelitian adalah sebagai berikut.  Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan kelompok post test siswa kelas eksperimen yang mendapat perlakuan (mean sebesar 79,13) dengan kelompok siswa kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan (mean sebesar 63). Hal ini berarti kemampuan akhir mahasiswa kelas eksperimen yang mendapat perlakuan lebih baik daripada hasil belajar mahasiswa kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Kedua, terdapat peningkatan kompetensi menulis bahasa Prancis mahasiswa Unimed pada Niveau A2 setelah diberikan pembelajaran dengan teknik activités ludiques menggunakan sistem penilaian CECR. Kata kunci: pengembangan, model menulis, activités ludiques, penilaian CECR
SPEAKING SKILL CONTRIBUTIONS ON STUDENTS OF USU FUTURE CAREERS Muhammad Aqil An Nabil; Yulianus Harefa; Mohammad Syafi'ie Siregar
BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i2.26622

Abstract

 Abstract   This research dealt with the common phenomena in the contributions of speaking skill on students’ future careers. The objectives of this study were: (1) to find out students of English Department perceptions about the contribution of speaking skills to their career; (2) to find out the effects of the contribution of speaking skill to students of English Department career performance. The data were obtained from the utterances of thirty graduates English department students of University of North Sumatra that has involved in the professional world. The research applied qualitative research design. The data were collected through collecting the questionnaire. The findings of this study showed that: (1) all participants had a positive perception on the contribution of speaking skill to their career; (2) Speaking skill could enhance students’ communication and interaction, speaking skill support in conducting a successful interview, speaking skill help students in doing job interview, by being able expressing themselves. Keyword: Speaking skill, Students, Contributions, Career
ANALISIS KESULITAN PENGGUNAAN BENTUK-BENTUK TINGKAT PERBANDINGAN DALAM BAHASA PRANCIS Rabiah Adawi
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10094

Abstract

Kesulitan dalam penggunaan adjektiva dengan tepat disebabkan oleh perubahan adjektiva sesuai dengan subjeknya. Di dalam bahasa Prancis adjektiva berubah sesuai dengan jenisdan jumlah kata benda (le gendre et le nombre du nom) yang diterangkannya walaupun ada beberapa adjektiva yang tetap atau tidak berubah sesuai dengan subjeknya. Metode penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah metode deskriftif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik penelitian : (a) teknik dokumentasi dan (b) teknik tes. Kesulitan yang ditemukan dalam menggunakan bentuk-bentuk Tingkat perbandingan di dalam bahasa Prancis pada mahasiswa Program Studi Bahasa Prancis UNIMED : a).penggunaan sadverbia yang menyatakan kuantitas:  plus que, moins que, souvent que.
DEVELOPPEMENT DE DIGITAL TOURISME A SUMATERA DU NORD Isda Pramuniati
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2465

Abstract

Posisi Sumatera Utara yang strategis dan kondisi alam yang indah serta keberagaman suku dan budaya merupakan potensi yang dimiliki Sumatera Utara dalam mengembangkan industri pariwisata. Perkembangan kepariwisataan tersebut harus diiringi dengan promosi objek-objek wisata yang efektif sesuai dengan perkembangan teknologi. Les Mots Clés: Tourisme, Site touristique, Sumatera du Nord
THE CONFLICTS IN SHAKESPEARE’S DRAMA HAMLET Syamsul Bahri
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5608

Abstract

This study explores several conflicts found in the literary work of Shakespeare’s Drama Hamlet. It uses an intrinsic approach in which there are some explanations and elaborations about the different conflicts those can be categorized in internal and external. Internal conflict happens on Hamlet’s when the spirit of his father comes and asks  him to do a revenge on the death of his father murdured by his uncle, Claudius. On the other hand, Ophelia is also mentally struck by a huge burden on the death of his father unpurposely killed by Hamlet. It really disturbs her mind, mental and makes her become mad and finally she is dead in a suffer.  Several external conflicts are also found in Hamlet. The conflict happenes between individual to another individual. It is found that Hamlet has a great anger to Claudius and wants to kill him because Claudius murdures his father and marries his mother. In the match of sword with Laertes, Hamlet has a chance to kill Claudius. External conflict also happens between Hamlet and his mother, Getrude. Hamlet supposes his mother has his father much offended, and almost as bad as a King, Claudius who murdures his father. The strange conduct on Hamlet makes Getrude anxious and it raises a conflict with her son. The Other external conflict is also found between Hamlet and Laertes. Laertes has a great anger with Hamlet on the death of his father killed unpurposely by Hamlet. In the match of sword, both of them are finally dead. The moral values can be attained in the play of Hamlet that a revenge is not a good one because it can rise a suffer to someone  or himself and bring   into the death. The greediness of wealth and  power can rise a great problem and hurt himself or other people. Kata Kunci : The Conflicts, Drama, Hamlet
Peer Reviewer : FONOTAKTIK DAN TEKANAN DALAM BAHASA GAYO LUT Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3385

Abstract

Abstrak Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue