cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
BELAJAR MELALUI PERMASALAHAN PENDIDIKAN BAHASA Biner Ambarita
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2460

Abstract

Kita belajar dan memahami menggunakan bahasa. Bahasa adalah objek dasar yang sangat esensial dalam pemaknaan hidup dan kehidupan. Bahasa bukanlah sekedar dialek dan cara berkomunikasi semata, melainkan juga bagian dari cara hidup kelompok sosial. Bahasa menunjukkan bagaimana seseorang atau sekelompok orang berfikir. Bahasa yang digunakan oleh orang atau kelompok akan meneguhkan identitas seseorang atau kelompok tersebut. Bahasa merupakan sesuatu yang hidup dan dinamis dalam energi dan aktivitas manusia. Bahasa bukanlah sesuatu yang berasal dari luar proses aktivitas, namun dari pemanfaatan organik dan pembangkitan dari daya kreatif manusia, sehingga bahasa merupakan pola dan bentuk yang diasumsikan oleh pikiran manusia. Permasalahan pendidikan bahasa memiliki cakupan yang luas terkait pemahaman makna hasil pikiran, alih ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, komunikasi, penamaan dan aturan-aturan dalam kehidupan.   Kata Kunci : Belajar, pendidikan bahasa
KILAS BALIK PEMBELAJARAN DIREKSI PADUAN SUARA UNTUK SUMBER BELAJAR Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2617

Abstract

Pengabah atau yang lebih dikenal dengan istilah conductor atau dirigen (bhs. Belanda) merupakan figure utama dalam kepemimpinan suatu kelompok musik, entah itu vocal ataupun orkes- dalam hal ini yang menjadi focus pembicaraan kita adalah direksi paduan suara. Tugas seseorang pengabah dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran sebaliknya seorang pengabah bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musikal melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musical tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pengabah, misalnya pengetahuan tentang teknik mengabah, teknik vocal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertorir lagu paduan suara   Kata kunci : Teknik Mengabah, Teknik Vocal, Teori Musik, Ilmu Bentuk Analisa, Sejarah Musik, Keluasan Wawasan Tentang Repertorir Lagu Paduan Suara  
KAJIAN CERPEN “PENGADILAN TERAKHIR” KARYA TRIYANTO TRIWIKROMO DAN NILAI EDUKATIF (PENDEKATAN FEMINISME) Trisnawati Hutagalung
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kandungan feminisme dan nilai-nilai pendidikan dalam cerpen Pengadilan Terakhir karya Triyanto Triwikromo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah cerpen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan pendekatan Feminisme. Teknik pengumpulan data melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, tahap klasifikasi data dan tahap analisis data. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pengarang menggambarkan beberapa sikap dan tindakan kaum wanita yang menunjukkan bentuk penindasan terhadap wanita. Selain itu juga pengarang mendeskripsikan telah adanya kesetaraan gender antara kaum wanita dan laki-laki yang direfleksikan melalui tokoh Olga yang berperan sebagai pengacara. Nilai pendidikan yang terdapat dalam cerpen Pengadilan Terakhir tidak terlalu beragam. Pengarang dominan melukiskan nilai moral dan sosial. Pengarang mengajarkan pembaca untuk menghormati hak asasi manusia melalui cerpen ini. Kata Kunci : pendekatan feminisme, nilai pendidikan, cerpen pengadilan terakhir
PENCIPTAAN LUKISAN BERBASIS BENTUK SENI RUPA ETNIK KARO PADA MATRA KERET YANG DIBENTUK DENGAN ALAT PENGANTAR PANAS Zulkifli Zulkifli; Dermawan Sembiring; Wahyu Tri Atmojo; Mangatas Pasaribu
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12213

Abstract

The article, a result of this research, discusses the creation of art painting based on ethnic visual art of Karo, which is expressed on rubber material dimension formed with heat conductor device. The purpose is to find the form of North Sumatera’s visual art which is particular and unique. Therefore, it can contribute to the enrichment of the local and national cultural value. The method used is survey method and creative creation method. The testing of the result of the creation was done through the assessment of competent critics and appreciative response of the observers and the community. The data analysis was conducted with the quantitative and qualitative descriptive method. The result of this research shows that the character of Karo ethnic’s visual art as the basis of the art paintings’ development is commonly decorative and mythical. Rubber material as screen area with heat conductor is quite effective to explore the real texture and relief image, as well as producing artistic effect when exposed with light. Based on the critics’ and the observers’ appreciative response, the created works have had the quality of intra-aesthetic and extra-aesthetic, strong uniqueness and characteristics, hence it can contribute to enriching the local and national culture.
PENGARUH BEBERAPA MATA KULIAH DASAR-DASAR MENGGAMBAR TERHADAP MENGGAMBAR MODEL MESRA MESRA
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2492

Abstract

Mahasiswa seringkali kesulitan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan menggambar model. Persoalannya adalah tidak mudah mencapai kemiripan bentuk sesuai dengan model yang ditiru. Modelnya adalah manusia. Secara umum wajah manusia tidak ada yang sama (fitrah penciptaan manusia). Tuntutan menggambar model adalah menghasilkan gambar manusia yang sangat mirip terhadap modelnya, seperti halnya hasil foto seseorang yang diperoleh melalui alat kamera. Latihan-latihan keterampilan dasar yang dilakukan mahasiswa secara cermat akan membantu mereka mampu meniru model dengan mirip. Latihan-latihan tersebut sudah diaplikasikan pada beberapa matakuliah Dasar-Dasar Menggambar yaitu menggambar sketsa, menggambar anatomi plastis, dan menggambar bentuk. Ketiga mata kuliah tersebut menjadi prasyarat untuk dapat mengikuti mata kuliah menggambar model. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan matakuliah-matakuliah prasyarat itu dengan baik (konversi nilai di atas 80) diperkirakan mahasiswa juga akan dapat menyelesaikan tugas-tugas matakuliah gambar model dengan baik. Sebaliknya mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan kuliah prasyarat dengan baik, maka akan mengalami kesulitan menyelesaikan mata kuliah menggambar model. kata kunci : pengaruh, matakuliah dasar-dasar menggambar, menggambar model.
ASSOCIATIVE MEANING AND COMMUNICATIVE EFFECT (MEANING DELIVERY) Juli Rachmadani Hasibuan
BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i3.5670

Abstract

Associative meaning is an unstable meaning that has variants based on individual experience. The associative meaning of an expression has to do with individual mental understanding of the speaker. They can be broken up into five subtypes are connotative meaning, stylistic meaning, affective meaning, reflected meaning, and collocative meaning. The semantic analysis, generally, must explain how the sentences of a particular language are understood, interpreted, and related to states, processes and objects in the world. When learns more about semantics, it finds out a lot about how the world's languages match forms to meanings. And in doing that, learns a lot about ourselves and how we think, as well as acquiring knowledge that is useful in many different fields and applications. Keywords : semantics, associative meaning, communicative effect
PENDEKATAN SINTAGMATIK DAN PARADIGMATIK DALAM KAJIAN BAHASA Zainuddin .
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.3094

Abstract

ABSTRACT   This article describes the syntagmatic and paradigmatic approaches on language. It is to distinguish the two different approaches or perspectives on language, since language units may explor syntagmatic and paradigmatic relationships.The syntagmatic approach is contrasted to paradigmatic approach to study on three different levels of analysis namely, phonology, morphology, and syntax, as sub-disciplines of linguistics. In other words, the subject matters to study of the two different approaches is primarily concerned with the linguistic forms, phonemes (the study of sounds change on the level of sound structure, known as phonology),  morphemes (the study of  word structure on the level of internal word structure, known as morphology), and word (the study of how words combine to form grammatical sentences, known as syntax). This article also deals with the application of syntagmatic and paradigmatic in language teaching.   Kata Kunci : Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik, Kajian Bahasa
MINAT SISWA DALAM MEMPELAJARI ALAT MUSIK TRADISIONAL BATAK TOBA SEBAGAI WUJUD KECINTAAN BUDAYA DI SMA NEGERI 1 DOLOK SANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUDUTAN Pita HD Silitonga
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17182

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Faktor apa yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba era globalisasi saat ini di SMA N 1 Doloksanggul. 2) Seberapa besar minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba di SMA N Doloksanggul. 3) Kendala apa saja yang dihadapi siswa dalam memainkan alat musik tradisional Batak Toba di SMA N 1 Doloksanggul. Teori yang dipakai adalah teori Minat,dan teori Belajar. Metode yang digunakan adalah metode metode penelitian gabungan (Mixed Method). Hasil penelitian menunjukkan : 1) Faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba di SMA N 1 Doloksanggul adalah faktor rangsangan, motif sosial dan faktor emosi 2) Minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba di SMA Negeri 1 Doloksanggul cukup berminat (65,33%) 3) Kendala siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba di SMA Negeri 1 Doloksanggul adalah kurangnya bakat siswa dan kurangnya dukungan orang tua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional Batak Toba di SMA Negeri 1 Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasudutan cukup berminat. Kata Kunci : Minat, Musik, Batak Toba 
KAJIAN STUKTURAL CERPEN KEMBANG MAYANG KARYA TITIE SAID FITRIANI LUBIS
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2524

Abstract

Cerpen Kembang Mayang ini bertema tentang emansipasi perempuan. Cerpen ini menggunakan alur maju meskipun ada sedikit flashback di tengah penceritaan. Akan tetapi, flashback di sini tidak mempengaruhi jalan cerita secara menyeluruh, hanya sekedar memperkuat jalan cerita saja. Tokoh utama dalam cerpen Kembang Mayang adalah tokoh Eka. Sedangkan tokoh ibu, bapak, Mulyo dan ketujuh adiknya hanya tokoh tambahan yang hanya sekedarnya yang berfungsi sebagai penguat cerita. Tokoh Eka berwatak keras, bertanggung jawab, dan penyayang. Cerpen ini berlatar pada dini hari menjelang shubuh di sebuah rumah di Ciganjur. Pengarang pada cerpen Kembang Mayang menggunakan sudut pandang ketiga pelaku utama: tidak menggunakan kata aku, tapi menceritakan si tokoh utama hanya menggunakan kata ganti 'nama'. Cerpen ini menggunakan gaya bahasa yang lugas dan sederhana. Meskipun sedikit  diselingi dengan perumpamaan-perumpamaan tertentu. Akan tetapi, tidak mengubah kelugasannya.   Kata Kunci: Kajian Struktural, cerpen Kembang Mayang
Wanita Batak dalam Cerpen “Tiurmaida” Karya Hasan Al Banna: Perspektif Lacanian MUHARRINA HARAHAP
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2403

Abstract

Melalui analisis citra diri dan identitas wanita Batak dalam cerpen “Tiurmaida” karya Hasan Al Banna melalui perspektif Lacan ini berhasil membangun konsepsi budaya dan konsepsi semantis terhadap konsep “wanita Batak”. Ternyata tidak jauh berbeda pemaknaan “wanita” dari makna asalinya dengan “wanita” dari persepsi budaya Batak. Cinta, nafsu, hasrat, kegilaan, dan penderitaan yang terdapat dalam cerpen Tiurmaida karya Hasan Al Banna tersebut hanya merupakan bagian kebudayaan dan satuan-satuan semantik yang membangun konsep bahasa yang direalisasikan terhadap cerpen tersebut secara metonimik. Kata kunci: wanita Batak dan perspektif Lacan

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue