JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
JUPIIS is a Journal of Social Science Education for information and communication resources for academics, and observers of Educational Social Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of governmental, social, and political science. All papers are blind peer-reviewed by at reviewer. The scope of JUPIIS is is a Journal of Social Science Education. Published twice a year (June and December).
Articles
692 Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa melalui Model Pembelajaran Arias Berbantuan Media Audio Visual
Mawar Melati
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v9i2.8278
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas IIB SD Negeri 081234 Sibolga sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran ARIAS berbantuan media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri 081234 Sibolga tahun ajaran 2015/2016. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random class. Sampel yang diambil adalah satu kelas dan diajarkan dengan model pembelajaran ARIAS berbantuan media audio visual. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dan observasi. Dari hasil analisis data pretes sebagai hasil belajar awal siswa menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai ≥75 sebanyak 15 orang dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 48,39%. Pada pelaksanaan siklus I siswa yang memperoleh nilai ≥75 sebanyak 20 orang dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 64,52%. Pada pelaksanaan siklus II siswa yang memperoleh nilai ≥75 sebanyak 28 orang dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 90,32%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPS siswa dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS berbantuan media audio visual pada kelas IIB SD Negeri 081234 Sibolga.
DAMPAK URBANISASI TERHADAP PEMUKIMAN KUMUH (SLUM AREA) DI DAERAH PERKOTAAN
Waston malau
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 5, No 2 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v5i2.1113
Urbanisasi menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan sehingga menimbulkan beragam permasalahan, salah satu diantaranya adalah semakin banyaknya pemukiman kumuh (slum area) pada lahan-lahan kosong di daerah perkotaan seperti bantaran sungai, bantaran rel kereta api, taman kota, maupun di bawah jalan layang. Penghuni pemukiman kumuh (daerah slum) adalah sekelompok orang yang datang dari desa menuju kota dengan tujuan ingin mengubah nasib. Mereka umumnya tidak memiliki keahlian dan jenjang pendidikan yang cukup untuk bekerja di sektor industri di perkotaan. Mereka hanya bisa memasuki sektor informal dengan penghasilan yang rendah, sehingga tidak mampu mendiami perumahan yang layak
Mengatasi Kesulitan Membuat Jurnal Penutup dengan Metode Inkuiri pada Mata Pelajaran Ekonomi
Nurhayati Sitorus
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v7i1.2298
The subject of this research is 30 students at class Social Science-2 grade XII in SMA 12 of Medan, whilst the object of research is teaching method of inquiry. Whereas the tools of collecting data is score list of student. Based on pre-test to 30 students, resulting 27 students (90 percent) reached lower of learning outcome (not passed) by had not obtained yet 70 score of Minimal Passing Score and 3 students (10 percent) were categorized as passed and obtained 70 of Minimal Passing Score. Then in the first cycle, resulting 12 students (40 percent) were categorized as passed and reached 70 score of minimal, and 18 students (60 percent) were categorized as not passed and had not obtained yet 70 score of minimal. In the second cycle, resulting 27 students (90 percent) were categorized as passed and obtained 70 score of minimal, and 3 students (10 percent) were categorized as not passed and had not reached yet 70 score of minimal. Based on result of the research from pre test, post test of both firts and second cycle, there were increasing of learning outcome significantly. Therefore can be concluded that by using method of inquiry, can be elvate learning outcome of students on the subject of Economy on subject matter of Basic Competence in Writing Closing Journal at class Social Science-2 grade XII in SMA 12 of Medan in 2012/2013 school year.
Disparitas Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Kekerasan pada Perempuan
ridho mubarak
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 1 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v8i1.5114
Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terindentifikasi di masyarakat merupakan fenomena gunung es, karena besaran kasus tersebut belum menggambarkan jumlah seluruh kasus yang sebenarnya yang terjadi di masyarakat dan hanya merupakan sebagian kecil kasus kekerasan yang dilaporkan. Pada kenyataannya, sangatlah sulit untuk mengukur secara tepat lauasnya kekerasan terhadap perempuan, karena itu berarti harus memasuki wilayah peka kehidupan perempuan, yang mana perempuan itu sendiri yang enggan/tidak mau mengatakannya. Sistem peradilan pidana yang berorientasi kepada pelaku tindak pidana menimbulkan ketimpangan dalam perlindungan hukum kepada korban kejahatan, yang mengakibatkan korban (terutama kejahatan kekerasan dan seksual) enggan memberikan laporan kepada aparat penegak hokum dan menjadi saksi dalam peristiwa yang dialaminya. Kondisi ini menjadi penghambat bagi kelancaran proses penegakan hukum pidana yang akhirnya mempengaruhi keberhasilan upaya penanggulangan kejahatan secara menyeluruh.
Pengembangan Pembelajaran IPS Berwawasan Kebangsaan Sebagai Matakuliah Jati Diri Di Fakultas Ilmu Sosial UNIMED
Nurjannah Nurjannah
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v9i2.8241
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran Pedidikan IPS berwawasan kebangsaan sebagai matakuliah jati diri FIS Unimed. Subjek penelitian ini yaitu: validator ahli sebanyak 7 orang yang terdiri dari ahli: Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, bahasa Indonesia, dan desain buku ajar. Penelitian ini merupakan model penelitian pengembangan ADDIE. Gagne dkk (dalam Januszewski dan Molenda, 2008) “memberikan perluasan dari tahap-tahap ADDIE ke dalam sebuah panduan prosedural yang lebih rinci yaitu: analyze, design, development, implementation, and evaluation”. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan IPS berwawasan kebangsaan sebagai matakuliah jati diri di Fakultas Ilmu Sosial UNIMED yang dikembangkan pada penelitian ini sangat layak digunakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNIMED. Temuan lain dari hasil penelitian ini, buku ajar IPS dapat membantu dosen dalam mengembangkan wawasan kebangsaan mahasiswa.
SEJARAH PENDIDIKAN PEREMPUAN DI TAPANULI UTARA (1868-1945)
Kristina Meilina Sinaga;
Tumpal Simarmata
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v4i2.554
Sejarah pendidikan perempuan di Tapanuli Utara di mulai sejak tahun 1868 dengan mulai berkembangnya agama Kristen yang di bawa para zending. Pendidikan Perempuan sesudah masuknya zending mengalami perubahan yaitu pendidikan diselenggarakan untuk memperolah pengetahuan dan informasi dan tidak hanya sebatas pada kebutuhan hidup ataupun peran dalam adat-adat. Peran zending dalam memajukan pendidikan masyarakat Tapanuli Utara membawa dampak pada perkembangan pendidikan perempuan. Penyelenggaraan pendidikan di Tapanuli Utara sepenuhnya dilakukan oleh para zending (RMG), dengan sekolah-sekolah yang memenuhi syarat mendapat subsidi dari pemerintah kolonial. Pendidikan perempuan di Tapanuli Utara membawa dampak akan kemajuan pada bidang agama (kepercayaan), kegiatan politik, ekonomi sosial serta pendidikan terhadap masyarakatnya. Seluruh sekolah-sekolah yang dibangun para misionaris atau zending di serahkan dan dikelolah HKBP. Sebagian lagi adanya yang diambil alih pemertintah dan ada juga yang hancur atau hilang. Hingga sekarang terdapat beberapa inventaris sekolah-sekolah yang masih dapat digunakan (seperti lonceng, bangunan, brankas, dll). Bahkan beberapa sekolah ada yang dihancurkan hingga menjadi lahan perladangan.
Gambaran Komitmen Organisasi Dan Perilaku Kewargaan Organisasi
Khairuddin Khairuddin
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v10i1.9973
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik gambaran komitmen organisasi dan perilaku kewargaan organisasi pada karyawan JNE Cabang Medan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 165 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu skala komitmen organisasi dan skala perilaku kewargaan organisasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dari 165 orang, yang memiliki affective commitment dalam kategori tinggi sebanyak 101 orang, sedang 64 orang dan rendah 0 orang. Continuance commitment dalam kategori tinggi sebanyak 68 orang, sedang 88 orang dan rendah 9 orang. Normative commitment dalam kategori tinggi sebanyak 55 orang, sedang 100 orang dan rendah 10 orang. Perilaku kewargaan organisasi dari 165 orang, yang memiliki altruism dalam kategori tinggi sebanyak 83 orang, sedang 80 orang dan rendah 2 orang. Conscientiousness dalam kategori tinggi sebanyak 44 orang, sedang 109 orang dan rendah 12 orang. Sportsmanship dalam kategori tinggi sebanyak 46 orang, sedang 116 orang dan rendah 3 orang. Courtesy dalam kategori tinggi sebanyak 41 orang, sedang 109 orang dan rendah 13 orang. Civic virtue dalam kategori tinggi sebanyak 38 orang, sedang 114 orang dan rendah 13 orang.
Seni Pertunjukan Kuda Kepang Abadi di Desa Tanjung Morawa A, Medan - Sumatera Utara
Inggit Prastiawan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v6i2.2289
This research focuses on the ‘plaited horse dance’ Abadi Performing Arts in Tanjung Morawa A, Medan City North Sumatra, which is still alive, although it has been too long and too far from the origin. The horse dance has passed down by the descant of Javanese which have lived in North Sumatra for several generations. As common sense that the performing art has spread widely to several region out of Indonesia brought by Javanese people as migrant such as in Malaysia, Suriname, Hongkong, Japan, and United States of America. It is considered as one of Javanese arts which brought by Javanese wherever we live in line with their migration purposes area. Javanese community overseas, usually still hold the horse dance performing art for event related to the human cycle of life, including as part of their ritual ceremony or merely such entertainment for the people. In 1st suro (muharram, the first month in islamic calendar) commemoration, the horse dance performing art usually also staged.
KONTRIBUSI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEPSI WAWASAN NUSANTARATERHADAP SIKAP NASIONALISME DAN KARAKTER KEBANGSAAN
Deny Setiawan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 1 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v9i1.6457
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kontribusi tingkat pemahaman konsepsi wawasan nusantara terhadap sikap nasionalisme dan karakter kebangsaan mahasiswa, beserta korelasinya di antara variabel-variabel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriprif untuk menggambarkan fenomena atau realitas yag terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Medan yang sedang melaksanakan perkuliahan Kewarganegaraan sebagai salah satu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) T.A 2015/2016 yang berjumlah 1200 orang. Sampel diambil secara acak (random sampling) dan ditetapkan sebesar 10 %. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes kognitif, skala sikap dan gejala kontinum. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kecenderungan dan analisis korelasi yang diuji dengan menggunakan korelasi pearson berbantuan software SPSS 22.0 for windows pada kolom analyze pada taraf keberartian 1%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kecenderungan pemahaman mahasiswa terhadap konsepsi wawasan nusantara secara umum berada pada tingkat sedang yakni 40,84 %; (2) kecenderungan sikap nasionalisme mahasiswa secara umum berada pada tingkat sedang yakni 38,34 %; (3) kecenderungan karakter kebangsaan mahasiswa secara umum berada pada tingkat rendah yakni 45,83 %; (4 ) pemahaman mahasiswa mengenai konsepsi wawasan nusantara memiliki korelasi yang kuat dengan sikap nasionalisme, yakni dengan rhitung sebesar 0,853; dan (5) pemahaman mahasiswa mengenai konsepsi wawasan nusantara memiliki korelasi yang sedang dengan karakter kebangsaan, dengan rhitung sebesar 0,683. Data ini menjadi temuan, perlunya rancangan pembelajaran yang inovatif dalam mata kuliah Kewarganegaraan, khususnya dalam penyampaian materi wawasan nusantara melalui pembelajaran kontekstual (contextual learning). Penyajian materi konsepsi wawasan nusantara dengan mengangkat kasus-kasus faktual dapat menjadi stimulus bagi mahasiswa dalam memahami konsepsi wawasan nusantara, menunjukkan sikap nasionalisme dan karakter kebangsaanya.
INTERAKSI EDUKATIF DOSEN DENGAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER DI FAKULTAS ILMU SOSIAL – UNIMED
Rohani Rohani;
Elfayetti Elfayetti;
Mbina Pinem;
Marlinang Sitompul
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v5i1.531
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam pembangunan karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan di FIS Unimed Medan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi lembaga atau instansi terkait untuk selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah konkrit untuk peningkatan kualitas dan intensitas pembinaan karakter atau budi perkerti mahasiswa dalam rangka membangun karakter bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian di atas maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan diskriptif kualitatif penulis berinteraksi secara aktif dalam proses pengumpulan data. Peneliti akan menggunakan intuisi dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan melakukan pengamatan secara cermat. Untuk memahami makna perilaku dosen-dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi peneliti akan melibatkan diri secara langsung dalam situasi sosial. Berdasarkan karakteristik pendekatan kualitatif, peneliti akan mengungkapkan makna dibalik suatu fenomena yang terjadi di FIS Unimed Medan khususnya fenomena yang berkaitan dengan interaksi edukatif dosen dengan mahasiswa dalam rangka pembinaan karakter atau budi pekerti mahasiswa. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peningkatan pembangunan karakter mahasiswa dalam hal ini adalah karakter atau budi pekerti mahasiswa melalui interaksi edukatif dosen di dalam proses pembelajaran di Fakultas Ilmu Sosial Unimed. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa karakter mahasiswa FIS Unimed dalam perkuliahan telah menunjukkan karakter yang baik hal tersebut terlihat dari indikator religi, toleransi, disiplin, tanggung jawab, peduli, hormat dan jujur.