JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
JUPIIS is a Journal of Social Science Education for information and communication resources for academics, and observers of Educational Social Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of governmental, social, and political science. All papers are blind peer-reviewed by at reviewer. The scope of JUPIIS is is a Journal of Social Science Education. Published twice a year (June and December).
Articles
692 Documents
Strategy Self Regulated Learning pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area
Siti Aisyah;
Laili Alfita
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v9i2.8246
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Strategy Self Regulated Learning pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Self regulated learning adalah kemampuan seseorang untuk mengelola secara efektif pengalaman belajarnya sendiri dengan berbagai cara sehingga mencapai hasil belajar yang optimal. Mahasiswa dikatakan telah menerapkan self regulated learning apabila mampu mengaktifkan metakognisi, motivasi dan tingkah laku dalam proses belajar mereka sendiri tanpa diperintah dan diajarkan oleh orang lain. Terdapat keinginan dan dorongan dari dalam diri mereka sendiri untuk menerapkan langkah-langkah dan strategi mengontrol proses belajar secara mandiri. Penelitian ini bersifat analisis statistik deskriptif (deskriptif artinya bersifat memberi gambaran). Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa hampir keseluruhan sampel hanya melakukan satu atau dua strategi dan tidak melakukan keseluruhan strategi. Hal inilah yang mempengaruhi pencapaian indeks prestasi kumulatifnya menjadi kurang maksimal.
Studi Etnobotani Keanekaragaman Pangan Etnis Batak Toba Di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan
Winda Sartika Lumbantobing
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 5, No 2 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v5i2.1007
Masyarakat etnis Batak Toba di Kecamatan Baktiraja memiliki strategi pengolahan tanaman pangan terdahulu yang masih tradisional telah mengalami banyak perubahan saat ini. Masyarakat menggunakan peralatan-peralatan yang terdahulu seperti lumbung padi yang digunakan untuk menyimpan persediaan padi. Penggunaan bibit-bibit unggul terdahulu sedikitnya masih dipakai oleh masyarakat dalam pertanian dan saat ini semakin banyak bermunculan bibit-bibit unggul baru yang lebih cepat dalam pengolahannya sehingga membuat bibit terdahulu tergeser. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat membuat eme (padi) menjadi tanaman yang sangat dimuliakan karena eme (padi) merupakan tanaman pangan yang dijadikan sebagai sumber tenaga oleh masyarakat dalam kehidupan. Masyarakat berdoa kepada Tuhan dengan membuat suatu ritual kepada Tuhan sebagai rasa syukur dan terimakasih karena telah memberikan panen yang melimpah kepada masyarakat. Kearifan lokal tradisional diversifikasi pangan pokok masyarakat etnis Batak Toba dahulu menjadikan gadong (ubi), suhat (talas) sebagai makanan pokok masyarakat selama bertahun-tahun.
Teater Tradisional Melayu Makyong dalam Lintasan Sejarah dan Kekinian Di Sumatera Utara
Wiflihani Wiflihani;
Agung Suharyanto
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v6i2.2294
The Makyong traditional theatre is a Malayan performing art belong to the indigenous Malays people in North Sumatra, which is knownly originated from Malaysia and Thailand. It was acculturated intimately with the North Sumatra malay costums since had been develop-ped and staged by Royal of Serdang Sultanate. The traditional theatre then had become a entertainment form by for the people in which it performed entertainly and comical staging for refreshing the audience. Nowadays it is a folk art form which has revived by urban community that performs humors and jokes as the dominant feature in the show. It is staged by spend approxi-mately one and a half hour where it becomes more fascinated in watching in term merely several aspect such as artistics, meanings, symbols, and other which are trapped audience in hard thougth.
HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK TELADAN MEDAN
Dorlince Simatupang
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 1 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v6i1.1483
This research aim at: (1) obtaining data on level of family income gradeII students of SMK of FieldByword, (2) findingout achievement of the student grade II SMK offield Byword and,(3)finding out whetherlevel of family income related with student’s achievement of grade II SMK of Field by word. The research population is student of grade II SMK of Field Byword amount to 50 people, and employing total sampling. Data collecting is used by a Questionnare. Data are analyzed with correlation test (r) and test the level significant 95%. The data analyzedwith correlation test and continued with the test of significant correlation (t) indicate that the correlation coefficient between level of family income with the achievement (rxy) is equal to 0,809 and result of test t calculated: 9,47 and t tables of: 1,68. From the test result that t calculated is bigger than tables of N with the level of significant 95%. T calculated from t off hence hypothesis (ho) refused and alternative hypothesis (ha) accepted. This means that level of family income have positive relation with the student achievement. The result of this research indicate that family income with the mean score 2,76 and correlation coefficient indicate that the level of family incomegive significant contribution to student’s achievement. Thereby result of this research indicate that the level family income represent one of determinant aspect in improving student’s achievement.
FAKTOR YANG MENYEBABKAN PETANI KEMIRI BERUBAH MENJADI PETANI KAKAO DI DESA KUBU KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA
Supriadi Supriadi;
Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v4i2.550
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao dilihat dari 1). Pengalaman dan pendidikan, 2). Modal, 3). Harga, 4). Pendapatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kubu Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kemiri yang berubah menjadi petani kakao dengan jumlah 100 Kepala Keluarga dan sampel yang diambil 50 % yaitu sebanyak 50 kepala keluarga yang diambil secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data adalah komunikasi langsung dan alat pengumpul data adalah dengan menggunakan angket. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data diskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1). Pengalaman yang dimiliki petani kakao sudah cukup baik artinya pengetahuan petani kakao dalam mengolah lahan tanaman kakao mulai dari pembibitan sampai awal panen. (2). Modal yang dibutuhkan petani kakao lebih banyak daripada petani kemiri yaitu sebesar Rp. 600.000 – Rp. 2.600.000, sedangkan modal petani kemiri sebesar Rp. 35.000 – Rp. 96.700. (3). Faktor yang paling dominan yang menyebabkan petani kemiri berubah menjadi petani kakao adalah harga kakao lebih menguntungkan. (4). Pendapatan petani kakao lebih tinggi daripada petani kemiri. Pendapatan petani kakao sebesar Rp. 600.000 – Rp. 1.520.000/bulan. Sedangkan pendapatan petani kemiri sebesar Rp. 180.000 – Rp. 236.700/bulan
Penggunaan Google Forms Sebagai Media Pemberian Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial
Muhammad Iqbal;
Rosramadhana Rosramadhana;
Bakhrul Khair Amal;
Murni Eva Rumapea
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v10i1.9652
Kehadiran kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia memiliki dampak terhadap perubahan dalam proses belajar-mengajar khususnya dalam pemberian tugas pada setiap mata kuliah yang terkait dengan 6 (enam ) penugasan, yaitu Tugas Rutin, Critical Book Report (CBR), Critical Journal/Research Report (CJR), Rekayasa Ide, Mini Research dan Project. Adanya 6 (enam) penugasan mata kuliah tersebut, dosen mengalami kendala dalam mengolah menyimpan dan menilai tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa. Penggunaan google forms dapat memberikan alternatif kepada tim dosen dalam mengorganisasikan penugasan mata kuliah berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Keuntungan menggunakan google forms adalah efektif, efisien, interaktif serta meminimalkan penggunaan kertas. Sementara itu kendala/kelemahan dalam menggunakanya adalah ketika koneksi internet tidak berjalan dengan baik atau terputus.
Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Karakter melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan
Deny Setiawan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v6i2.2285
In the new paradigm of civic education, it purposes in forming civil society by empowering citizens in the democratic government. Therefore, the subject of civic education in the primary school should be significantly designed by describing functionally the com-ponents of civic knowledge, civic skills and civic dispositions, so that learners as citizens could be participate actively both in the context of society in national life, as well as in the context society of global life (desirable personal qualities). In achieving these objectives, character based of civic education should be implemented by the active, creative, effective and joyful learning as an innovative learning.
LITERASI INTERNET PADA PEREMPUAN DESA
Rehia Isabela Barus;
Ressi Dwiana
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 1 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v9i1.6471
Tulisan ini berangkat dari kegiatan pelitahan literasi internet pada perempuan desa. Pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang internet. Kemampuan literasi internet merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak. Hal ini tidak terlepas dari terpaan internet sudah mencapai hingga pelosok nusantara. Kondisi tersebut membutuhkan peran ibu sebagai gatekeeper untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan internet. Dalam kegiatan ini didapati beberapa temuan sikap dan perilaku bermedia internet perempuan desa. Temuan utama adalah bahwa sebagian perempuan desa hanya menjadi pengguna pasif karena tidak memiliki perangkat dan/atau keterampilan menggunakan internet. Sementara itu, masalah pengawasan penggunaan internet oleh anak-anak ternyata sebagaian besar ibu belum menyadari dan mempraktikkannya. Temuan lainnya adalah kepemilikan perangkat internet tidak serta-merta menjadikan perempuan memiliki akses penuh terhadap perangkat tersebut.
ANALISIS KESIAPAN GURU BIDANG STUDI DALAM MENGAJARKAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 6 KECAMATAN MEDAN KOTA
Andika Dewi Putri;
Kamarlin Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v4i2.510
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bagaimana kesiapan guru bidang studi di SMP Negeri 6 Kecamatan Medan Kota dalam mengajarkan IPS Terpadu ditinjau dari pengelolaan pembelajaran dan (2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi guru bidang studi di SMP Negeri 6 Kecamatan Medan Kota dalam mengajarkan IPS Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru bidang studi di SMP Negeri 6 Kecamatan Medan Kota dalam mengajarkan IPS Terpadu ditinjau dari pengelolaan pembelajaran sebesar 79,86% termasuk dalam kategori siap. Kendala yang dihadapi guru-guru bidang studi dalam mengajarkan IPS Terpadu , antara lain (1) Kurang menyatunya konsep geografi, ekonomi, sejarah dan sosiologi dalam benak guru (2) Keterbatasan sarana pendukung pembelajaran IPS Terpadu di sekolah.
Penguatan Semangat Nasionalisme di Daerah Perbatasan Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Kearifan Lokal
Makarius Erwin Bria
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jupiis.v10i1.8379
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang beberapa wilayah negaranya berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga sehingga warga negara dituntut untuk memiliki loyalitas demi menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. Di tengah semarak perkembangan teknologi yang terus bergerak maju sangat dikawatirkan akan menimbulkan kecenderungan yang bisa memudarkan semangat nasionalisme terutama di daerah perbatasan yang notabene memiliki potensi untuk berinterakasi langsung dengan negara tetangga. Agar penguatan semangat nasionalisme dapat tercapai, perlu dikembangkan strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan sikap nasionalis peserta didik. Salah satu upaya yang digunakan untuk menguatkan semangat nasionalisme adalah melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis kearifan lokal. Ini bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang mampu berpikir kritis, berpartisipasi aktif, bertindak secara cerdas, dan bertanggung jawab dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif yang ada disekitar guna membendung pengaruh negatif yang dapat melunturkan semangat nasionalisme. Nilai-nilai kearifan lokal memiliki peran penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Metode penulisan artikel ini menggunakkan metode library research dengan didukung oleh hasil penelitian yang relevan.