cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2023): September 2023" : 7 Documents clear
KAJIAN PENERAPAN MATERIAL REUSE PADA RUBILANG HOMESTAY YOGYAKARTA Irfanda, Saradifa Nurdiaz
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10845

Abstract

A house is a building that functions as a place to live and contains facilities and infrastructure for the family. The need for houses is increasing in accordance with human growth. This highlights that the construction of houses will definitely consume a significant amount of natural materials for building construction materials. The use of material reuse can help reduce this. Several case examples were selected to identify and analyze all the challenges and factors that should be considered in designing using recycled materials. Recycling can be defined as reusing an object in a new way, without damaging the material from which it is made. Rubilang Homestay is touted as an example of a house that contributes to environmental sustainability by using reused materials for its construction and interior. The method used in this research was conducted in-depth interviews with homeowners with a direct emphasis on the use of reused materials used in Rubilang Homestay. This research aims to understand the reuse method used by Rubilang Homestay and examine the elements of reuse materials from an interior perspective. The research results are in the form of a narrative presentation of interior images and an analysis focused on reused materials.
SENSE OF PLACE DI PERPUSTAKAAN DAERAH Widiarini, Nabila Anindya; Pasaribu, Yannes Martinus; Vidyarini, Etika
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9479

Abstract

Adaptasi konsep library as a social place kian menjadi tren ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan gaya belajar kolaboratif. Pada penelitian ini diselidiki sense of place perpustakaan daerah berkonsep ruang publik dari tiga faktor pembentuknya, yaitu aspek aktvitas, fisik, dan emosi dengan analisis statistik deskriptif dan observasi lapangan. Perpustakaan Umum Kota Lumajang dipilih menjadi objek dengan sampel berupa pemustaka di lingkungan tersebut yang ditetapkan dengan metode accidental sampling.Dari hasil analisis data ditemukan bahwa, variabel yang dominan membentuk keterikatan pemustaka dengan Perpustakaan Umum Kota Lumajang pada aspek aktivitas adalah kegiatan mencari ide, berkegiatan sosial, dan mengekpslor bangunan dalam variabel eksplorasi. Kemudahan akses menuju tempat dinilai sebagai faktor penting dalam aspek fisik. Dengan adanya ruang publik, peran perpustakaan sebagai sarana pengembangan wawasan, minat dan kualitas masyarakat daerah dilaksanakan melalui kegiatan diskusi, berkumpul, aktualisasi, dan bercengkrama antar pemustaka di tempat (place social bonding). Tingkatan sense of place pemustaka di Perpustakaan Umum Kota Lumajang secara umum berada pada kategori sedang, yaitu pemustaka memiliki ketertarikan khusus dengan area atau unsur yang ada di perpustakaan. Peran perpustakaan sebagai social place dinilai sebagai makna tempat dan unsur menarik untuk mengunjungi serta berlama-lama di lingkungan perpustakaan, sehingga secara berkesinambungan berpengaruh pada keterikatan tempat (sense of place).
Revitalisasi Ruang Pameran Galeri Nasional Indonesia melalui Inovasi Teknologi, Studi Kasus: Area Pameran Gedung B Angelina, Angelina; Mutiara, Maitri Widya; Pane, Sri Fariyanti
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9323

Abstract

Bangunan umum terus berkembang dan dilengkapi dengan IoT untuk memenuhi kebutuhan yang praktis dan efisien. Layaknya Galeri Nasional Indonesia (GNI) memerlukan adaptasi ulang dengan kemajuan era mendatang yang tidak lain yaitu sebuah teknologi bersama Internet of Things (IoT) yang akan meningkat pesat sekian waktu. Permasalahan yang paling menonjol yaitu bagaimana cara mewujudkan IoT dan teknologi yang baik ke dalam interior GNI. Dari semua hal tersebut, perancangan GNI untuk penelitian kali ini tertuju kepada ruang pameran gedung B. Tujuan perancangan yang utama ialah untuk mewujudkan IoT dan teknologi yang baik ke dalam interior GNI dan untuk memperoleh data yang diperlukan sebagai landasan dalam penelitian. Metode perancangan desain Rosemary dan Otie Kilmer, metode desain dibagi 2 bagian dengan 8 tahapan. Untuk perancangan galeri ini berkonsep teknologi dengan IoT menggunakan aplikasi di perangkat gadget kini merubah kebutuhan masyarakat khususnya ruang aktifitas masyarakat. Pengimplementasian teknologi serta IoT ke dalam ruang pameran tetap GNI yaitu dengan video mapping blinds dan motion sensor. Ruang pameran tetap akan memberikan dampak interior galeri yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap situasi wilayah ruang publik tersebut. Hal itu pula yang dapat mempermudah saluran informasi yang akan berguna untuk kualitas hidup masyarakat.
Pengaruh Elemen Visual pada Ruang Mini Museum Atsiri Sarinah Jakarta terhadap Pengalaman Pengunjung Goestien, Chintya Sagita; Ratri, Dianing; Wibisono, Andriyanto
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10581

Abstract

Museum berperan penting dalam memberikan edukasi serta mewariskan nilai-nilai kehidupan masa lampau dan memiliki manfaat tambahan untuk rekreasi, sosialisasi, dan relaksasi. Ruang museum dapat memberikan pengalaman ruang yang baru, pengalaman ini terbentuk dari tampilan visual dan unsur interaktif yang disajikan. Salah satunya di ruang mini museum Atsiri di Sarinah Jakarta yang menampilkan visualisasi beragam, menyajikan unsur interaktif seperti penerapan teknologi dan instalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh elemen visual terhadap pengalaman pengunjung dan mengidentifikasi pengaruh faktor engagement, transaction, excitement, dan positioning terhadap pengalaman visual. Metode yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan parameter VISUALSCAPE, dilakukan melalui kuesioner kepada pengunjung dengan total responden yaitu 40 orang. Hasil penelitian membuktikan bahwa elemen visual memiliki pengaruh terhadap pengalaman pengunjung dan faktor engagement, transaction, excitement, dan positioning memiliki pengaruh terhadap terhadap pengalaman visual.
Optimalisasi Pemanfaatan Material Furnitur dalam Desain Interior Berkelanjutan Vijar Galax Putra Jagat Paryoko; Raden Ayu Firdausi Novira Rachman
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.9505

Abstract

Industri interior merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan bahkan dalam masa pandemi dewasa ini. Kebutuhan akan material yang cukup tinggi untuk memproduksi furnitur dan bagian lain dalam industri ini menjadi perhatian jika dikaitkan dengan pengembangan berkelanjutan yang telah menjadi penekanan dalam desain sejak Tahun 2000-an dan bahkan semakin menjadi pertimbangan setelah merebaknya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan optimasi pemanfaatan material yang dapat dilakukan terkait pada tahap kebijakan, perancangan, hingga produksi. Metode simulasi menjadi strategi utama penelitian, didukung dengan kajian literatur. Ditemukan bahwa pemilihan material berupa multiplek memiliki daya dukung yang tinggi terhadap pengembangan berkelanjutan karena pertimbangan bahan baku, pengolahan, hingga desain. Dengan memanfaatkan material tersebut, dapat ditemukan pula bahwa terdapat desain dimensi bagian-bagian furnitur tertentu yang diperhitungkan cukup efisien untuk digunakan.
Makna Ornamen Ular Naga dan Floral pada Kursi Rapat di Keraton Sumenep Indraprasti, Anggri; Santosa, Imam
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.10547

Abstract

Abstrak Kehadiran ornamen dapat dilihat pada produk, meja, kursi, langit-langit, cermin, lantai, tangga, pintu, jendela, dan lainnya. Bentuk dan warnanya beragam, mulai dari ukiran timbul, ukiran datar, bermotif fauna, dan flora. Pada era modern, hanya sedikit masyarakat yang menggunakan ornamen tradisional di perabotan mereka, disebabkan terjadi peralihan dari ornamen yang rumit menjadi lebih sederhana/praktis. Fenomena ini berdampak ornamen tradisional yang memiliki simbol dan makna khusus, perlu dilestarikan. Sebagai salah satu upaya menjaga budaya asli, masyarakat Madura, khususnya Sumenep, masih melestarikan ornamen tradional di Keraton Sumenep. Sedikitnya penelitian mengenai hal tersebut di atas, maka, penelitian ini menganalisis ornamen pada salah satu produk desain di Keraton Sumenep, yaitu kursi rapat. Dulu, kursi merupakan penanda kekuasaan dan kasta dalam strata sosial. Kursi dari Keraton Sumenep memiliki keunikan karena berangkat dari akulturasi seni budaya Tiongkok dan Madura. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Data deskripsi  dikumpulkan dari studi literatur, observasi lapangan, dan wawancarar; berupa definisi, teori, kondisi ekologi, antropologi berupa sejarah dan budaya di Keraton Sumenep maupun masyarakat sekitarnya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan, bahwa, kursi rapat pada Keraton Sumenep memiliki dua ornamen utama, yaitu ornamen floral berupa bunga dan lung; dan ornamen fauna berupa ular naga; yang masing-masing ornamen mengandung makna simbolik tertentu, berkaitan dengan stratifikasi serta simbol personalitas.Ornamen bunga seruni menunjukkan kehormatan, kewibawaan, keagungan kaum dari bangsawan; ornamen ular naga memiliki makna ketegasan dan akan memberikan keberuntungan terus menerus. Abstract The presence of ornaments can be seen on products, tables, chairs, ceilings, mirrors, floors, stairs, doors, windows, and others. The shapes and colors vary, ranging from embossed carvings, flat carvings, fauna and flora motifs. In the modern era, only a few people use traditional ornaments in their furniture, due to the transition from complicated ornaments to simpler/practical ones. This phenomenon has an impact on traditional ornaments that have special symbols and meanings that need to be preserved. As an effort to maintain original culture, the people of Madura, especially Sumenep, still preserve traditional ornaments at the Sumenep Palace. There is little research on the above, so this study analyzes the ornaments on one of the design products at the Sumenep Palace, namely meeting chairs. In the past, seats were a marker of power and caste in social strata. The chair of the Sumenep Palace is unique because it departs from the acculturation of Chinese and Madurese art and culture. This research was conducted with a descriptive research method. Descriptive data were collected from literature studies, field observations, and interviews; in the form of definitions, theories, ecological conditions, anthropology in the form of history and culture in the Sumenep Palace and the surrounding community. From the results of the study, it can be concluded that meeting chairs at the Sumenep Palace have two main ornaments, namely floral ornaments in the form of flowers and lunges; and fauna ornaments in the form of dragon snakes; each ornament contains a certain symbolic meaning, related to stratification and a symbol of personality. Chrysanthemum flower ornaments show honor, dignity, the majesty of the nobility; the dragon ornament has the meaning of firmness and will provide continuous luck. 
Penilaian Pengguna terhadap Kualitas Fisik Bangunan Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta Nurdina, Mutia; Nugroho, Martino Dwi; Hidayat, Rachmat
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i2.12317

Abstract

Pertumbuhan signifikan dalam jumlah peminat Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta sebaiknya diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan ruang dan bangunan yang lebih berkualitas. Kualitas fisik bangunan dapat ditingkatkan dengan perbaikan aspek kenyamanan termal, kualitas udara, pencahayaan, tingkat kebisingan, dan keamanan. Peningkatan kualitas fisik pada bangunan pendidikan akan meningkatkan performa mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas fisik bangunan, agar ditemukan faktor fisik yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan melakukan pengukuran faktor fisik pada ruang kelas dan bangunan. Selain itu, penilaian kualitas fisik dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh responden. Data pengukuran faktor fisik akan dianalisis dengan analisis statistik. Selanjutnya, data tersebut akan dikaitkan dengan hasil penilaian kuesioner, sehingga akan diketahui masalah hubungan antara variabel berupa faktor fisik bangunan dengan kualitas bangunan yang dirasakan responden. Hasil temuan menunjukkan kualitas fisik ruang dan bangunan rata-rata mendapat nilai 3 dari skala 1 sampai 5. Aspek sirkulasi udara, pencahayaan, dan keamanan dari kebakaran mendapat nilai kurang dari 3, sehingga aspek tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan belajar dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7