cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
ANALISIS PROGRAM DRAMA “JTOKU” PADA TELEVISI INTERNET LAYARIA TV febfi setyawati
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.640

Abstract

Penelitian berjudul Analisis Program Drama “Jtoku” pada Televisi Internet Layaraia TV  menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen proses produksi program drama Jtoku dan mengidentifikasi bentuk program drama Jtoku ditinjau dari aspek naratif dan aspek sinematik. Hasil penelitian menunjukan manajeman produksi program Jtoku pengaturan man dituntut multiskilled. Money menggunakan financial oriented. Material mengangkat konten lokal. methode tahapan terdiri dari praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. machines menggunakan digital. market usia 16-40 tahun yang berada di wilayah kota besar Asia dan Amerika. Minute menghabiskan waktu 6 bulan setiap session, dan 4 jam setiap satu hari produksi. Bentuk program drama Jtoku di dominasi shot close up, inductive sequencing tidak terencana, durasi singkat, dan dense audio track. Kata Kunci: Televisi Internet, Manajemen Produksi, Bentuk program
Fotografi Fashion Hijabers Pertanggungjawaban Tertulis Penciptaan Fotografi Wiwi Linggarani
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.641

Abstract

Fotografi fashion hijabers merupakan sebuah judul dari eksplorasi terhadap bidang fashion. Pengamatan terhadap perkembangan fashion busana muslimah modern dituangkan dalam sebuah bentuk karya fotografi komersial. Fotografi fashion dipilih sebagai wadah untuk menuangkan ide dalam sebuah karya fotografi. Foto ini menampilkan fotografi fashion berupa busana muslimah modern yang dikenakan sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah komunitas hijabers. Fashion busana hijabers dikemas dalam sebuah karya fotografi fashion yang dibuat dalam sebuah studio. Selain efek pencahayaan yang memberi nilai keindahan pada karya, juga terdapa tbeberapa objek yang indah dari segi warna, bentuk jilbab, jenis pakaian dan bahan. Fashion stylish dari komunitas Hijabers Community Yogyakarta, make up artist, dan model pilihan dari komunitas tersebut untuk ikut menunjang keberhasilan karya ini. Pendekatan terhadap objek dalam pembuatan karya ini membutuhkan survei yang mendalam sebelum pemotretan. Padu padan antara warna baju, pencahayaan, posisi, dan raut wajah model menjadi kunci keberhasilan karya ini. Kata Kunci: fotografifashion, hijabers, komersial
PERANCANGAN INTERIOR CEMARA’S BOUTIQUE HOTEL DI BATU, JAWA TIMUR Bunga Narcissia Sanjaya
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.642

Abstract

Cemara’s Boutique Hotel merupakan salah satu rumah tinggal yang beralih fungsi dari rumah tinggal menjadi Homestay, kemudian menjadi sebuah Boutique Hotel. Seiring dengan perkembangan pariwisata di kota Batu dan semakin kerasnya persaingan, Cemara’s Homestay ingin mengusung konsep Hotel Butik yang jarang ditemui di Kota Batu. Konsep ini sekaligus untuk menaikkan level Cemara’s Homestay menjadi Cemara’s Boutique Hotel. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung hotel dan kinerja karyawan, serta membuat Cemara’s Boutique Hotel mampu bersaing di bidangnya. Perancangan dilakukan pada area Lobby, Lounge, Dining Area, Room 1-14, Gallery, dan Office. Penerapan Gaya Eklektik dan tema Ornamen Nusantara dipilih atas dasar keinginan klien sendiri, selain itu untuk menciptakan nuansa etnik ditengah modernitas yang kian marak pada desain hotel. Ciri khas dari gaya Ekletik adalah memadukan berbagai macam jenis gaya, tanpa merubah karakter dari setiap gaya yang digabungkan. Ornamen Nusantara yang dipilih berasal dari kota Batu sebagai identitas lokal dan 5 daerah di Indonesia, yaitu Batak, Dayak, Toraja, Lombok, dan Papua. Gaya dan tema tersebut diterapkan secara sederhana kedalam desain sehingga memberikan kesan homey kedalam ruang.Kata Kunci : boutique hotel, eklektik, ornamen nusantara.
Mimbar Dan Mihrab Masjid Jawa Tengah Abad 16-19 Dalam Kajian Ikonografi Titis Hana Sasti
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.643

Abstract

Mihrab dibuat pertama kali pada 708 Masehi, berfungsi sebagai qibla’axis atau petanda arah kiblat. Sedangkan mimbar adalah panggung kecil yang dipakai oleh Rasulullah untuk berpidato di depan umatnya, agar dapat berdiri lebih tinggi dari orang lain, sehingga ia bisa dilihat jelas oleh orang-orang di sekitarnya. Pada masa setelah Nabi, mimbar lebih sering diidentikkan dengan kekuasaan dan mahkota, sehingga mimbar boleh digunakan oleh khalifah atau penguasa. Dalam sebuah bangunan Masjid Jawa Abad 16-19, Mihrab dan Mimbar dianggap sebagai bagian penting. Penelitian ini mengkaji bentuk, fungsi, dan makna dari ornamen Mihrab dan Mimbar Masjid Jawa Tengah Abad 16-19, di tiga kota yakni Masjid Kadilangu Demak, Masjid Mantingan Jepara, dan Masjid Al Makmur Kudus yang menggunakan kajian ikonografi menurut Roelof van Straten. Berdasarkan tahap analisis Ikonografi yang meliputi tahap Pre-Ikonografi, Ikonografi, dan Interpretasi Ikonologi, letak, bentuk, serta ornamen Mihrab dan Mimbar Masjid Jawa Tengah Abad 16-19, menunjukan adanya pengaruh dari budaya terdahulu yakni Hindu dan Cina. Melalui pemaknaannya, diketahui bahwa bentuknya menggambarkan kemegahan yang bertujuan untuk mengagungkan atau menghormati penggunanya yakni para wali, serta sebagai simbol kebanggaan bagi pendiri masjid tersebut. Sedangkan ornamennya berisikan dakwah dan pesan-pesan yang harus diamalkan oleh umat muslim. Hal tersebut, menyatakan bahwa Mihrab dan Mimbar pada masa itu dianggap sebagai bagian penting dari sebuah Bangunan Masjid Jawa Tengah Abad 16-19.Kata kunci: Mihrab, Mimbar, Ikonografi
Kontinuitas dan Perubahan Fungsi dan Makna Ruang pada Rumah Adat Minahasa Eirene Resmalia Ganap
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.644

Abstract

Rumah adat Minahasa dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan. Namun, di antara perubahan tersebut tetap ada bagian-bagian yang tidak berubah, melainkan tetap dipertahankan hingga kini. Seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat Minahasa, arsitektur tradisionalnya rumah adat Minahasa mengalami perubahan yang signifikan. Tujuan penelitian dengan objek rumah adat Minahasa ini adalah menggali informasi perkembangan tentang kontinuitas dan perubahan yang terjadi pada fungsi dan makna ruang rumah adat Minahasa, penyebab kontinuitas dan perubahan pada fungsi dan makna ruang, serta pergeseran makna yang terjadi berkaitan dengan kontinuitas dan perubahan tersebut. Pendekatan sejarah-desain menekankan pada kontinuitas dan perubahan fungsi serta makna ruang terhadap beberapa rumah adat Minahasa berusia tua berlangsung pada tingkat perubahan yang cukup lamban (long duration) dan membutuhkan waktu lebih dari satu abad. Kontinuitas dan perubahan fungsi dan makna ruang yang terjadi pada rumah Minahasa tidak dapat digeneralisasikan karena tidak terjadi secara global. Semakin tua usia rumah, semakin banyak perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan ruang, peralihan penghuni rumah, berubahnya aktivitas dan mata pencaharian, usia pengguna ruang yang semakin tua. Modernisasi memegang peranan penting dalam terjadinya berbagai perubahan tersebut, karena telah mengubah pola pikir serta gaya hidup masyarakat Minahasa. Kontinuitas dan perubahan tidak hanya menyebabkan terjadinya pergerseran makna pada ruang, tetapi juga hilangnya sejumlah makna dalam rumah adat Minahasa.Kata kunci: Rumah adat, kontinuitas, perubahan
PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT. SUNINDO PRATAMA DI TEBET, JAKARTA Devi Vistawati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.645

Abstract

Nowadays office is not just a place for people to work but also it has a function to be a brand image of the company. PT Sunindo Pratama is a company that engaged in the oil and mining equipment supply in Indonesia. With the increasing of company employee, PT Sunindo Pratama will occupy a new building and wanted the character and the identity of the company is able to be stand out in the office interior design. The scopes of the design are Lobby Area, Meeting Area, Working Area, and Entertainment Area. The application of industrial theme with modern style has been chosen due to the suitability with the type and characteristic of the company that engaged in the mass industry. Characteristic of the industrial with material exposure and without ornamentation applied to every element of space forming, aesthetics elements, and furniture. The fabrication impression reinforced by the game of heavy material in space elements such as iron pipes, container walls and iron frame which adjusted to the type and space requirements. Keyword: design, interior, office, industrial.
Perancangan Kampanye Sosial Pelestarian Taman Kota Di Jakarta Muhammad Rifqi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.646

Abstract

Taman Kota merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang penting bagi sebuah kota karena merupakan penyeimbang ekosistem perkotaan yang penuh polusi. Selain fungsinya sebagai penyeimbang ekosistem perkotaan Taman Kota juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat perkotaan guna berekreasi, bersantai dan berinteraksi sosial menikmati udara segar yang menjadikan kota lebih manusiawi. Jakarta memiliki beberapa Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) di antaranya Taman Suropati, Taman Menteng, Taman Situ Lembang, Taman Medan Merdeka dan Taman Langsat. Sayangnya tidak semua Taman Kota di Jakarta diketahui oleh masyarakat luas, masyarakat kota lebih terbiasa bermain atau bertemu teman, keluarga, dan relasi bisnis di mal karena dianggap lebih menawarkan banyak hal dari pada Taman Kota. Kurangnya ketertarikan terhadap Taman Kota ini menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat kota terhadap Taman Kota. Jika suatu saat ada taman tergusur atau dialih fungsikan, maka tidak heran jika tidak ada reaksi keras dari masyarakat padahal Taman Kota seharusnya memiliki hubungan erat secara emosional dengan masyarakat di sekitarnya.Perancangan Kampanye Sosial ini mencoba memberi alternatif solusi melalui media kreatif guna meningkatkan ketertarikan dan kesadaran masyarakat kota terhadap Taman Kota. Perancangan ini menggunakan analisis 5W + 1H (What, Who, Why, Where, When dan How) yang diperdalam melalui metode analisis Target Audiance yang terdiri dari Personifikasi Target Audiance, Consumer Insight, Consumer Insight dan pada strategi media menggunakan metode AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) untuk mewujudkan impact yang positif pada Perancangan Kampanye Sosial ini.Konsep Perancangan Kampanye Sosial ini disesuaikan dengan karakteristik Target Audiance. Dalam hal ini comsumer insight Target Audiance benar-benar didalami agar insight utama yang menjadi acuan konsep kreatif dan strategi media tepat sasaran.Perkembangan ilmu Disain Komunikasi Visual (DKV) tidak lepas dari pengaruh kebutuhan dan life style masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu seorang Desainer Komunikasi Visual harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan up to date dengan perkembangan teknologi sehingga dapat memberi alternatif solusi kreatif bagi setiap permasalahan komersial maupun sosial.Kata Kunci : Taman Kota, Ruang Terbuka Hijau, Kampanye, Sosial
GAYA VISUAL EDITINGCUTTING ON BEAT PADA PROGRAM MAGAZINE “MODE” EPISODE “I LOVE BATIK” Faradillah Evariani
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.647

Abstract

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan. Ada banyak cara melestarikan batik yang telah dilakukan dan salah satunya melalui ajakan untuk mencintai batik kepada generasi muda dan remaja di Indonesia. Bentuk ajakan untuk mencintai batik dikemas dalam wujud program televisi mengingat televisi adalah medium yang paling mudah untuk mempengaruhi audiens. Ajakan tersebut dibuat dalam bentuk program magazine“Mode” episode “I Love Batik” sebuah program yang menyajikan tema batik dengan berbagai rubrik didalamnya. Program magazine “Mode” membahas tentang serba-serbi fashion dimana pada episode batik, menyajikan informasi tentang sejarah batik, batik sebagai produk budaya dan seni serta batik sebagai produk fashion yang mempunyai nilai komersial. Penyajian program ini menggunakan gaya visual yang sesuai target audiens para remaja dan generasi muda, antara lain pola grafis modern dengan warna cerah, musik hip-hop bernuansa tradisonal jawa, dengan teknik penyambungan gambar cutting on beat untuk mendapatkan kesan enerjik dan dinamis, menambah daya tarik, namun tanpa mengabaikan pesan dan informasinya.   Keyword: Batik, Program Magazine,Editing Cutting On Beat,
Bahan Alam SebagaiSumber Penciptaan TataArtistikNaskahRepublik Reptil Karya Radhar Panca Dahana Agus Arieyanto
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.648

Abstract

The stage play is a picture of the scene that is realized by the stage manager in a play. adapted to the demands of the story, will of artistic director. designing the stage to consider some elements of composition that need attention. Well, perspective, volume, content, harmonization, levelitas space. Because the whole object on the stage and used by actors to form a unified whole. Cosmetology mean changing facial appearance became more perfect to describe the character. Fashion is all the accompanying equipment to describe the character. including all accessories and all elements attached to clothing. Keywords: theater, stage, dressing, fashion
PROGRAM PENYUTRADARAAN DOKUMENTER KAUN HAI HUM, HUM YAAHAN HAI (SIAPA KITA? DISINILAH KITA) DENGAN GAYA CINÉMA VÉRITÉ Luqman Hakim Adi Negara
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.649

Abstract

Dokumenter “Kaun Hai Hum, Hum Yaahan Hai” menggambarkan 3 generasi keturunan Pakistan yang tinggal di Indonesia. Melalui 4 tokoh yang mewakili 3 generasi tersebut dokumenter ini membahas keseharian mereka yang sudah sama dengan masyarakat asli Indonesia dan juga keseharian mereka yang berbeda dengan masyarakat Indonesia yang masih warisan nenek moyangnya dari Pakistan. Mereka mempertahankan adat Pakistan terlihat saat terjadi pernikahan dengan sesama keturunan Pakistan. Mereka juga melakukan pembauran salah satunya juga melalui pernikahan yang terjadi dengan etnis lain, yaitu masyarakat asli Indonesia.Pengemasan dokumenter ini menggunakan gaya dokumenter cinéma vérité, dengan mengedapan realita visual untuk menggambar keluarga keturunan Pakistan tersebut. Dokumenter ini dibuat seperti orang memotret sebuah peristiwa kemudian dicetak dan dipamerkan kepada kepada khalayak sehingga respon khalayak akan beranekaragam. Menggambarkan keberadaan keluarga keturunan etnis Pakistan yang tinggal di Indonesia dalam bentuk dokumenter akan menjadi pengalaman baru bagi khalayak.Kata Kunci: Etnis Pakistan, Dokumenter, Cinéma Vérité