cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
PERANCANGAN KAMPANYE "PLUS PROJECT" PENGGALANGAN DANA UNTUK PANTI ASUHAN BINA SIWI DI BANTUL Elfa Swaratama
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.660

Abstract

Panti Bina Siwi adalah panti asuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Bantul, Yogyakarta. Panti asuhan tersebut berjuang menampung dan mendidik anak-anak tersebut menjadi pribadi yang mandiri dan berguna bagi bangsa Indonesia. Walaupun anak didiknya memiliki berbagai kekurangan, namun mereka tidak berpangku tangan menunggu bantuan dari donatur. Panti asuhan Bina Siwi berusaha mandiri dengan membuat berbagai kerajinan untuk dijual. Kegiatan pemenuhan kebutuhan sehari-hari panti asuhan Bina Siwi mengalami berbagai kendala baik finansial, tenaga kerja, maupun pemasaran produk. Plus Project sebagai organisasi non profit, berusaha membantu panti asuhan Bina Siwi dengan cara mempromosikan Bina Siwi kepada masyarakat Indonesia. Mempromosikan panti asuhan Bina Siwi diharapkan akan berdampak pada kondisi finansial, tenaga kerja, dan pemasaran produk panti asuhan Bina Siwi. Peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan ini sangatlah penting dimana DKV menyederhanakan maksud dan tujuan dengan visual. Merancang visual kampanye ini tidaklah sederhana, dibutuhkan analisis mendalam tentang target audience, kondisi sosial, dan media-media yang bersinggungan dengan target audience. Hasil analisis mendalam kemudian disimpulkan dan diwujudkan dalam sebuah desain yang memenuhi tujuan pemasaran. Mempromosikan panti asuhan tidak harus menjual kekurangan-kekurangan mereka demi mendapatkan rasa empati. Masih banyak hal yang bisa digali daripada menjual penderitaan yang justru akan berdampak buruk pada mereka yang kita bantu. Dalam perancangan ini, panti asuhan Bina Siwi memiliki potensi untuk menginspirasi masyarakat luas dengan kesederhanaannya.   Kata kunci: Perancangan Komunikasi Visual, Sosial, Panti Asuhan, Donasi, Promosi, Digital.
Perancangan Interior CIPAirport Lounge di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Diah Dewani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.661

Abstract

CIP Airport lounge merupakan salah satu eksekutif lounge yangberada di wilayah bandara internasional Ngurah Rai Bali yang disediakanuntuk CIP (Commercial Important Person) agar mereka mendapat perlakuan istimewa ketika menunggu waktu keberangkatan atau kedatangan di dalam bandara, memiliki fasilitas lengkap yang bisa memberikan kenyamanan yang tidak didapat di ruang tunggu umum biasa.Perancangan interior CIP airport Lounge ini terdiri dari dua lantai yang meliputi : resepsionis, ruang tunggu umum dengan buffet light meal and beverages serta area komputer, ruang tunggu privat, toilet umum, kantor, foot spa lounge, mini bar, praying room, dan kids corner yangmengangkat tema patra punggelornament khas Bali dan menerapkan gaya postmodern, sesuai dengan keinginan klien yangmenginginkan nuansa tradisional Bali namun dikemas secara modern.Perpaduan tema patra punggel dan gayapostmodern ini diharapkan mampu menciptakan desain baru sehingga bisa mencerminkan sebuah lounge yang bertaraf internasional.Kata Kunci :Interior, CIP lounge, Bali, Postmodern.
KARAKTERISTIK VISUAL RUANG PAMERAN SENI KARYA STUDI KASUS EMPAT PAMERAN KARYA EKO NUGROHO TAHUN 2008-2013 Humaira .
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.662

Abstract

Penelitian ini berjudul “Karakteristik Visual Ruang Pameran Seni Studi Kasus Empat Pameran Karya Eko Nugroho Tahun 2008-2013”. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik visual ruang pameran karya Eko Nugroho yang ditinjau dari aspek interior dan latar belakang konsep perancangan. Manfaat penelitian untuk menambah refrensi dalam berkarya, Memberikan pemahaman baru bahwa sebuah interior dapat berhubungan dengan sebuah karya seni dan dapat memberi pencerahan baru bagi setiap orang yang tertarik pada sebuah karya seni pada pameran senidalam aspek interior. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustakawan, internet searching, dan wawancara. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan kriteria tersebut, maka pada penelitian ini sample yang diambil adalah “We Are What We Mask” Singapore, “Temoin Hybride” Perancis, “This Rebublic Need More Semeleh” Indonesia, “ Snobs Behind Ketchup” USA. Analisis dilakukan dengan data studi pustakawan, internet searching, teori dan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen desain yang sangat penting, terutama elemen garis, warna, tekstur, bentuk, cahaya, ruang dan pola sangat menunjang untuk menunjukan karakteristik visual seorang seniman dalam berkarya. Namun sebuah karakteristik juga merupakan sebuah cerita atau pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung yang menjadi nilai lebih sehingga memiliki unsur kenangan bagi pengunjung.Kata Kunci: Karakteristik Visual, Pameran Seni, Eko Nugroho
PENYUTRADARAAN NASKAH "GENDING SRIWIJAYA" KARYA HANUNG BRAMANTYO Ikhsan Bastian
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.663

Abstract

Keterikatan antara sejarah, seni dan kebudayaan merupakan cerminan peristiwa yang memiliki jiwa atau roh masing-masing, manusia sebagai pribadi diri menjadi pelaku utamanya. Daya imajinasi mengungkap secara tersirat peristiwa-peristiwa tersebut dan menghadirkannya dalam bentuk karya seni sebagai wujud representasi dari peristiwa sejarah dan kebudayaan. Teater tradisional Dulmuluk sebagai salah satu warisan budaya di Sumatera Selatan dijadikan sebagai salah satu unsur pendukung pada pertunjukan teater Gending Sriwijaya. Dalam hal wilayah penyutradaraan Naskah dihadirkan menjadi suatu pertunjukan pentas yang menampilkan cerita, suasana, pikiran-pikiran dan opini dalam cara yang efektif, hingga mampu membawa penontonnya dalam suatu komunikasi teatral. Sutradara dengan wilayah kerja sebagai penemu dan penafsir utama naskah, secara kreatif menciptakan kondisi kerja ensambel, membantu para pemeran mewujudkan bentuk peran, membantu tata artistik para pekerja teater lainnya dalam usaha-usaha menuju kerja kreatif. Gending Sriwijaya hadir dalam dunia imajinasi penulis dan diterjemahkan oleh sutradara ke atas panggung dalam bentuk laku teater.   Kata kunci: sejarah, budaya, Dulmuluk, sutradara.
TEKNIK SINGLE LIGHTING DAN MULTI-IMAGE DALAM PEMOTRETAN PRODUK JAM TANGAN Yohanes Baptista
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.664

Abstract

Teknik lighting fotografi komersial saat ini telah berkembang pesat dan banyak dipelajari oleh profesional fotografer dan para pehobi fotografi. Namun ketika seseorang melangkah lebih jauh dalam mempelajari teknik lighting tingkat lanjut, akan menghadapi permasalahan dan kendala produksi. Permasalahan tersebut seringkali membuat pelakunya menjadi stres dalam mencoba memecahkan permasalahan produksi saat menggunakan banyak lighting. Hal tersebut juga membuat fotografer harus mengeluarkan uang ekstra untuk dapat memenuhi kebutuhan alat yang terbilang tidak sedikit dan murah. Pada era yang berkembang ini fotografer harus dituntut untuk dapat berfikir kreatif dalam menciptakan suatu karya. Salah satu cara dalam menghadapi permasalahan atau kesulitan saat menggunakan lighting adalah dengan Teknik Single Lighting dan Multi-image. Teknik ini adalah suatu rangkaian teknik produksi fotografi komersial, dimana dalam pengerjaannya menggunakan satu buah sumber lighting yang diletakan berpindah-pindah. Teknik ini akan diterapkan pada objek berupa jam tangan yang difoto menggunakan satu angle yang sama. Proses ini akan menghasilkan beberapa data foto dengan karakter, arah dan intensitas cahaya yang berbeda pada tiap fotonya. Proses selanjutnya adalah foto-foto tersebut akan diolah kembali menggunakan softwere Adobe Lightroom 5 untuk mengontrol warna dan ketajamannya dan softwere Photoshoop CS6 untuk melakukan masking dan penyatuan. Teknik digital imaging ini disebut multi-image. Kata kunci: lighting, teknik single lighting, multi-image, produksi, fotografi komersial, angle, Softwere Adobe Lightroom 5, Softwere Adobe Photoshop CS6, objek, intensitas.
PEMERANAN TOKOH LELAKI TUA DALAM NASKAH KURSI-KURSI Hendri Pramono
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.665

Abstract

Kursi-Kursi merupakan kisah perenungan dari kehidupan yang memiliki nilai absurditas. Di saat manusia menjalani rutinitas, menjalani kehidupan dan sampai pada saat kesadaran bahwa ada yang aneh dari perjalanan hidup ini. Maka pada saat itulah, lonceng absurditas mulai dibunyikan. Seolah manusia ditanyakan kembali tentang hakikat kehidupan dan juga permasalahan eksistensialisme secara individu. Absurditas itu lahir dari peristiwa-peristiwa yang tidak bisa diterjemahkan dengan rasionalitas. Kematian yang bertubi-tubi karena peperangan, dan tak ada kekuatan individu untuk menghentikannya. Kemudian pertanyaan berujung, apakah benar bahwa arah kehidupan adalah kebahagiaan. Tetapi mengapa penderitaan dan kejenuhan masih saja dialami. Bisa jadi keterbatasan yang dimiliki oleh manusia juga bagian dari absurditas. Terpenjara oleh waktu dan segala aturan yang harus dijalani. Sementara kehidupan dan kematian datang tanpa bisa kita rencanakan atau kita duga. Sedangkan alasan untuk hidup belum terjawab. Sebagai seorang seniman, kesadaran filosofi menjadi kekuatan untuk mempertajam karyanya. Dalam hal ini, kesadaran filosofi itu menjadi kunci aktor untuk memainkan Kursi-Kursi yang merupakan terjemahaman Yudiaryani dari naskah Les Chaise karya E. Ionesco. Memainkan alienasi adalah tawaran aktor untuk menerobos keterbatasan manusia. Hal itu bagaikan mimpi atau imajinasi seperti halnya tamu-tamu yang datang ke apartemen Lelaki Tua. Akan tetapi menerobos keterbatasan dan melakukan lompatan dari satu sekat ke sekat yang lain dalam diri manusia adalah sebuah wujud kemerdekaan dan bukti bahwa manusia terlahir sebagai makhluk yang bebas. “Usahalah bersatu dalam setiap waktu, dalam keabadian apabila kita bisa menjadi mahluk semesta, seperti kita baca pada iklan: mati pada saat yang sama.” Itulah dialog aktor di akhir pertunjukan. Keinginan yang sangatlah absurd bagi manusia yaitu mencapai keabadian akan dirinya. Usaha untuk menerobos keterbatasan, takdir dan juga menciptakan sejarah baru adalah realitas yang dilakukan oleh kaum eksistensialis. Bahwa bagi mereka jiwa dan raga manusia adalah milik manusia. Bagi mereka Tuhan tidak mempunyai sangkut paut pada hal yang ingin mereka lakukan atau yang terjadi dalam kehidupannya. Dalam proses ini, aktor mengambil nilai dari harapan dan semangat untuk hidup. Aktor menyadari bahwa keterbatasan itu ada tetapi hal itu tidak menghalangi dalam proses kreatif.   Kata kunci       : Absurd, Absurditas, Ionèsco, Kursi-Kursi
PERANCANGAN VISUAL BRANDING GITAR ELEKTRIK SEVIAJI EDISI PRODUK 1(EDISI PR 1) SEBAGAI PRODUK HAND MADE DI YOGYAKARTA Dany Setiawan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.666

Abstract

Perkembangan musik di Indonesia dewasa ini semakin berkembang dan memiliki karakter tersendiri. Adapun alat musik gitar elektrik, saat ini banyak diminati anak muda di Indonesia sebagai alat untuk mengekspresikan gaya musik tanah air. Namun alat musik gitar elektrik yang ada di Indonesia banyak sekali didominasi brand global seperti Ibanez, Gibson, Jackson dan masih banyak sekali produk gitar dengan brand luar yang mendominasi dan dijadikan kiblat oleh para musisi Indonesia. Gitar Seviaji merupakan produk dari brand lokal yang ada di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta, dan juga merupakan produk lokal yang mampu bersaing dengan produk global. Dengan potensi tersebut perancangan visual branding gitar elektrik Seviaji ini dilakukan agar musisi Indonesia mencintai produk dalam negeri karena memang pada kenyataanya gitar Seviaji adalah produk berkualitas yang sudah sepantasnya dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Metode Perancangan dilakukan dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder yang kemudian dianalisis demi menyampaikan pesan dengan merancang image brand kepada audience yang belum mengenal keberadaan brand Seviaji ini agar audience memiliki rasa keinginan dan kepercayaan terhadap produk dari brand yang memiliki keunggulan walaupun dikerjakan dengan teknik manual atau hand made yaitu gitar Seviaji, yaitu dengan cara dan gaya sederhana namun dapat dinikmati dengan kualitas yang baik. Perancangan visual branding gitar elektrik Seviaji di sini menampilkan brand yang sudah ada namun diperbaiki Imagenya demi menimbulkan rasa percaya kepada konsumen. Adapun perancangan branding yang dilakukan meliputi perancangan logotype, logogram, poster, dan dibantu dengan menggunakan media pendukung yang memang dapat diaplikasikan sebagai pembantu untuk memunculkan rasa percaya terhadap target audience, media pendukung tersebut meliputi, Tas gitar, Strape gitar, Pick gitar, Kartu nama, Kertasa Surat, Kwitansi, Kaos, dan Leafleet. Dengan mengadopsi beberapa gaya desain yang disatukan maka perancanga ini dibuat sedemikian rupa sehingga hasil perancangan maksimal demi membantu permasalahan branding yang ada pada produk gitar Seviaji. Perancangan ini dibuat menghasilkan desain yang mewakili bahasa produk agar dapat dikomunikasikan dengan visualisasi yang sederhana namun komunikatif dan menarik bagi konsumen. Selain itu dalam prosesnya, hasil perancangan telah menyatukan persepsi pemilik brand dengan ide perancang demi terciptanya brand yang diinginkan yang juga hasil perancangan ini dipergunakan secara paten oleh pemilik brand yaitu gitar Seviaji.   Kata kunci: Gitar Seviaji, Hand Made Guitar, Yogyakarta Elektrik Guitar, Visual Branding Seviaji, Guitar Brand.
SRABAD DALAM SENI RUPA TRADISI CIREBON Suryawan .
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.667

Abstract

Traditional art has a characteristic, namely the art devoted for religious interests. Thus art, religion, and society become unity. Traditional culture the people of Cirebon much influenced by the culture of Sundanese, Javanese, Hindu, Chinese, and Islam. Cultural influences are then visualized by the symbols guide each culture, which disguise one another as well as forming a whole. One of the culture result is srabad that is the result of creative ideas as a compromise measure from the view of some people was believe about the restriction of drawing living being as a whole. In the development of srabads themes then influenced the development of Cirebons art tradition.This research was the study of the existence srabad which indicated the strength of the relationship of art and spiritual forms. This study was also a means of identified the influence of culture, explorated of the meaning and characteristics srabad. To achieved these objectives, this study used qualitative research, used the descriptive method, by took a sample of srabad. Data was collected through observation, study of literature, interviews and documentation. Data analysis was conducted by collecting and reviewing all existing data. Examination of the validity of the data was done by triangulation.The results showed that, first, the culture of Sundanese, Javanese, Chinese and Islamic art traditions greatly influence Cirebons art; second, srabad is the result of a spiritual conception of society of Cirebon, in its communication to the self, God, and nature; Third, traditional art of Cirebon including srabad, created and held with in the frame work of religious needs, beside as the spectacle is also as the guidance, will shift its meaning if interpret not as a whole.Keywords: Srabad, Fine art tradition, Cirebon
PERANCANGAN KOMIK UNTUK REMAJA MEMAKNAI PERSAHABATAN DENGAN DONOR DARA Muhammad Asharudin Muslim
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.668

Abstract

Donor darah merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak bagi pendonor dan penerima donor darah. Syarat dan ketentuan untuk melakukan donor darah juga merupakan hal yang sangat penting sehingga remaja harus mengetahui secara menyeluruh. Komik merupakan media yang efektif karena menggabungkan antara gambar dan tulisan sehingga remaja akan sangat mudah menangkap dan memahami pesan yang disampaikan dalam komik tersebut. Dengan adanya perancangan komik donor darah ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa sosial remaja untuk melakukan donor darah Kata kunci: Komik, Donor darah, Syarat Donor Darah, Remaja, Yogyakarta
Perkembangan Rumah Adat Di Kepulauan Riau Oki Supriadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.669

Abstract

The cultural wealth of the archipelago as the top of regional culture should be appreciated and preserved. One of the traditional heritage is Malay Traditional House which is located in Kepulauan Riau ( Riau Archipelago ) is worth to be studied its existance after passing through various conditions that afflict the region. The purpose of this research is to know the history of the establishment of the building or The Malay House, especially The Malay Traditional House in Kepulauan Riau. The changes of form that happen and the philosophy of Ornamental Style and Theme ( motifs ) that contain in it, of course have been many changes during by the challenges of the society. Those aspects is investigated, so that can obvious, and be understood for the values which is contained in art tradition for enrich the references that has been exist before, and become the basis in implement it in everyday life. The results of this research show that Kepulauan Riau’s Traditional House has experienced long way, so it is natural if the shapes is change, become a shapes like today. That shape appears because of the acculturation with others culture they are ; Europe, Arabic/Middle East, China, India, Java and Bugis. The entry of a nation or an others tribe to Malay region and then merged into the local tradition by wedding, trading or another way which is at the end, give the influences to the Malay culture itself. As well as the theme ( Motifs ) that contained in the decorations of the traditional house, have a deep meaning that indicates philpsophy values that should be upheld in its society life. The very striking thing is the prohibition or restrictions of the use of certain Ornamental Style. According to the certain of the Malay tradition motifs like Muhammad Bertangkup ( calligraphy ), Naga Berjuang ( Struggling Dragon ), Cogan, is not allowed to used by common society. Those motifs is may only use by sultan, king or the great empire. The acculturation that occured in Malay culture now contributes for the enrich of that Malay culture without losing the values or the shapes of the original culture.