cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Panda Sebagai Visualisasi Kedamaian Harry Wibowo
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.670

Abstract

Kedamaian adalah hal yang selalu diinginkan oleh setiap orang. Hidup dengan rasa damai tidak begitu saja didapat dengan mudah karena jika melihat situasi sosial yang terjadi saat ini, kedamaian sepertinya menjadi barang langka dan sulit untuk ditemui. Salah satu hal yang menyebabkan kedamaian susah ditemukan adalah karena terjadinya banyak peperangan yang disebabkan oleh berbagai macam masalah di sekitar kehidupan manusia. Manusia hedaknya dapat belajar dari makhluk ciptaan lain, salah satunya dari binatang. Seperti yang diketahui bahwa binatang tidak akan menyerang jika tidak ada yang mengancam atau mengganggunya. Berdasarkan apa yang terjadi, akhirnya muncul gagasan untuk memvisualisasikan kedamaian melalui binatang panda. Binatang panda terkenal lucu dan tenang. Walaupun panda termasuk dalam kelompok beruang dan binatang ganas, namun pembawaan yang tenang memperlihatkan sebuah arti kedamaian pada karakternya. Kedamaian yang tergambar dari sosok panda kemudian pada visualnya ditransformasikan pada tubuh manusia. Hal tersebut dilakukan guna memperlihatkan bahwa manusia menginginkan kedamaian pada setiap hidupnya. Guna menguatkan konsep kedamaian yang diingikan, maka pada karya ditampilkan ikon dan simbol. Ikon yang ditampilkan berupa kepala panda dan tubuh manusia yang secara nyata merujuk pada bentuk aslinya yang merupakan figur utama dalam visualisasi kedamaian. Sedangkan simbol kedamaian divisualisasikan melalui gambar objek bunga mawar, burung merpati, dan objek lain yang berhubungan dengan kedamaian. Seluruh penciptaan karya ini dilakukan dengan teknik hardboard cut and handcoloring. Teknik grafis hardboard cut ini hanya diproduksi dalam 1 edisi yang kemudian dilakukan pewarnaan secara manual dengan menggunakan keterampilan tangan dalam pembentukan warnanya. Selain itu, pada beberapa karya, objek merupakan hasil apropriasi dari karya seniman sebelumnya. Apropiasi ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan bentuk dan rasa estetis yang baru serta segar agar dapat dinikmati tanpa menghilangkan konsep dasar dari penciptaan karya yaitu kedamaian. Pencipataan karya Panda Sebagai Visualisasi Kedamaian merupakan sebuah bentuk ide yang bertujuan untuk menggambarkan bahwa kedamaian sebenarnya dapat diciptakan oleh setiap orang. Tidak harus dengan kekerasan, kedamaian pada berbagai bentuk dapat tercipta dari cara pandang yang tenang sesuai dengan logika tanpa mengedepankan keegoisan sepihak dari seorang manusia.   Kata kunci: kedamaian, panda, transformasi, ikon, simbol, apropiasi, hardboard cut, handcoloring.
PERANCANGAN MAKE UP DAN COSTUME BLACK METAL PADA TATA ARTISTIK DALAM FILM STRUGGLE Gita Noor Desilia
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.671

Abstract

Pertanggungjawaban Karya seni ini “Perancangan Make Up dan Costume Black Metal pada Tata Artistik dalam Film Struggle” bertujuan untuk menyampaikan pesan dalam makna make up dan costume dengan penerapan struktur tiga babak.Objek Penciptaan karya seni ini adalah musik Black Metal dan band dari Yogyakarta yang sudah cukup ternama yaitu Helldust. Karya seni dalam tugas akhir berbentuk program drama film televisi lepas. Konsep estetik drama film adalah, make up dan costume yang mempunyai makna, diterjemahkan dalam cerita secara naratif, imajinasi, dan realis dengan look dan style Black Metal.Landasan teori meliputi teori tentang Film Televisi, Tata Artistik, dan musik Black Metal. Teori Tata artistik meliputi make up, costume, setting, set dressing, property, dan special effects.Konsep karya terdiri dari konsep estetik dan konsep teknis dimana konsep estetik adalah konsep yang bercerita tentang letak estetik pada objek yang ada pada film Struggle sedangkan konsep teknis merupakan proses dan cara pembuatan untuk materi film. Konsep teknis harus disesuaikan dengan konsep estetik.Perwujudan karya dari Penata Artistik dalam drama televisi Struggle diwujudkan dengan berdasar pada landasan teori yang menjadi panduan pembentukan konsep estetik dan konsep teknis.Kata kunci : Make up dan Costume, Tata Artistik, Black Metal
PENERAPAN PRINSIP TIME EXPAND DALAM EDITING FILM TELEVISI “SETAN SIANG BOLONG” Eden Junjung
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.672

Abstract

Pada kenyataanya saat ini film televisi yang memiliki genre horor komedi sangat jarang yang membangun kekuatan film mengunakan unsur editing time expand, kebanyakan film televisi lebih menitikberatkan pada penyutradaraan atau sound untuk meningkatkan dramatisasi film, unsur editing tidak menjadi begitu penting, sedangkan sebenarnya unsur editing bisa sangat memberikan nilai lebih jika diolah dengan tepat dan benar hal inilah yang melatar belakangi pengunaan teknik editing time expand pada film televisi “Setan Siang Bolong”. Editing memiliki beberapa dimensi di dalamnya, dimensi editing adalah adanya keterhubungan dimana bila sebuah shot disambung dengan shot lain, maka pastilah kedua shot tersebut memiliki keterkaitan, baik secara dimensi grafis (gambar), ritmis (ritme), spasial (ruang), dan temporal (waktu). Kekuatan editing yang dibangun untuk meningkatkan dramatisasi dalam film ini menekankan pada dimensi temporal (waktu), dalam film dihadapkan pada dua pilihan waktu yaitu real time (waktu yang sebenarnya) dan story time (waktu dalam cerita) Pada film televisi “Setan Siang Bolong” akan Time expand (Ekspansi) yaitu penambahan waktu sehingga memberikan dramatisasi dalam film tersebut. Untuk menjadi seorang editor bukan hanya cukup menguasai teknis software editing namun harus bisa menyusun sebuah cerita, memilih dari semua shot menjadi satu bagian film yang utuh. Tentu saja disini rasa dari seorang editor menjadi lebih penting dari pada sekedar menguasai software editing. Sebelum mengedit sebuah film, banyak juga hal yang harus dipersiapkan. Bukan hanya ide, namun juga seorang editor harus benar-benar melakukan riset agar memperoleh gambaran tentang setting dan adegan yang akan dibangun dalam cerita. Riset juga dibutuhkan pada perilaku orang-orang sekitar yang pada akhirnya akan berguna untuk menciptakan karakter dalam cerita yang akan dibuat dalam proses editing kususnya time expand.   Kata kunci : Film Televisi, Editing, Time expand, Horor Komedi
PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN BAR “BLACK CANYON COFFEE” DI BALI Shella Majid Marjan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.673

Abstract

Restoran dan Bar Black Canyon Coffee merupakan franchise kopi terbesar berasal dari Thailand, menyajikan kualitas kopi terbaik dan berbagai menu makanan Indonesia dan juga minuman beralkohol maupun non alkohol serta menyediakan makanan sehat Thai International Cuisine dengan harga terjangkau di lokasi yang nyaman. Maksud dari perancangan ini adalah menciptakan desain baru yang estetis, ergonomis, menyediakan pelayanan dan tempat yang memadai agar dapat menciptakan kenyamanan bagi pengunjung serta dapat menunjukkan bahwa Bali merupakan tempat yang dapat menyediakan kebutuhan. Tujuan perancang yaitu merancang interior restoran dan bar “Black Canyon Coffee” dengan menerapkan gaya Post-modern yang mampu menghadirkan tema Coffee sehingga mencitrakan kesan elegan pada pembentukan ruang. Menerapkan motif patra wangga sebagai unsur tradisional Bali serta material dan furnitur yang modern sehingga dapatmenyatu dalam gaya Post Modern. Perancangan Interior Restoran dan Bar Black Canyon Coffee ini meliputi area makan, area makan privat, stage, area santai, teras, lobby, kasir, bar, children playground, dan koridor. Adapun penerapan tema coffee yaitu pada lantai, dinding, elemen estetis dekoratif, sofa, meja bar, meja kasir, dan area lain. Pemilihan konsep diharapkan dapat memenuhi kebutuhan, dan sebagai tempat yang dapat mencitrakan coffee house, serta mengenalkan beberapa masakan dan kopi Thailand di kancah Internasional tanpa meninggalkan unsur tradisional setempat.Kata Kunci : Perancangan, Interior, Restoran, Bar, Black Canyon Coffee
INTERPRETASI TEOREMA PERMAINAN TANDA PADA LAGU THIS IS WAR OLEH “30 SECONDS TO MARS” Aswin Panembrama
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.674

Abstract

This Is War is a song popularized By 30 Seconds To Mars. This Is War is a progressive rock genre songs that lasted 5 minutes 27 seconds. Music can not be separated from elements outside the musical elements. lyrics of 30 Seconds To Mars talk about humanism and global social by using the concept of the philosophical literature. The song This Is War presented the semiotic signs, which is interesting to be correlated with the music in a study. Interpretation is the content of the science of hermeneutics. Interpretation of signs studied in the field of semiotics. Semiotic theory are used in the interpretation of the song This Is War is the theory of Charles Sanders Peirce Three Trichotomy. During the study of music and semiotics in Indonesia is still not prevalent. This study is a musicological study using descriptive analysis qualitative-interpretative through the lens of semiotics-hermeneutical. The purpose of this thesis describes the analysis and interpretation of the song transforms This Is War to be a reference study of semiotics-hermeneutical and musicologist who has been there, as well as opportunities for music outside the academic context has feasibility. The results of this study stated that the interpretation of the music is composed of the signs that are relevant in the context of the relevant musical and narrative life. By interpreting the signs, the music Keyword: This Is War, Interpretation, Semiotic
Ikan Arwana sebagai Sumber Inspirasi dalam Penciptaan Seni Keramik Awaludin Syahrun Najah
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.675

Abstract

Penciptaan seni ini adalah upaya mewujudkan karya seni kriya keramik yang bersumber inspirasi dari bentuk ikan arwana(scleropages formosus).Hasilnya adalah karya seni kriya keramik tiga deminsional sebagai benda pajang. Sumber inspirasi ikan arwana jika dilihat, diamati, dan dirasakan menimbulkan sensasi daya  tarik estetik tersendiri, karena unsur bentuk dan warna sisik badannya yang indah.Ikan inimenarik  dijadikan sumber inspirasi, karena ia  tergolong satwa langka di Indonesia, banyak dijumpai habitatnya diwilayah Kalimanatan dan Papua. Konon, Arwana tergolong ikan primitive yang berevolusi sehingga memiliki bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah, lemah gemulai namun angkuh dengan sungut pada mulutnya, ia memiliki kulit sisik yang relative besar dengan susunan yang vertical berderet rapi berwarna emas maupun perak (Apin, 2005). Oleh karena memiliki keindahan bentuk dan warna itu, maka ikan ini pada habitatnya banyak berkurang karena perburuan untuk diperdagangkan. Penciptaan ikan Arwana ini melalui pendekatan estetis,yakni lebih banyak dariunsur bentuk, karakter, dan warna, sebagai bagian eksplorasi imajinasi dalam mencari wujud yang artistik. Wujud karya yang dihasilantelah mengalami deformasi dari bentuk aslinya sehingga meninggalkan bentuk realis ikan arwana.Hal ini bertujuan  agar pesan karya seni yang disampaikan ke apresiator dapat tercapai melalui visualisasi deformasi itu. Bahan dengan tanah liat stoneware dandifinishingglasir.Diawali dengan membuat eksplorasi bentuk melalui sketsa alternative, kemudian dipilih salah satu yang terbaik untuk diwujudkan, selanjutnya mempersiapkan bahan dan alat,dan membentuk dengan teknik hand building.Teknik inibanyakditerapkan pada pembuatan karya seni kriya keramik dengan tingkat kesulitan relatif tinggi.Umumnya pembentukan melalui teknik pijit dan tempel, setelah terbentuk dikeringkan, dibakar, dan diglasir. Hasil karya ini adalah seni kriya keramik yang memiliki variasi bentuk dan warna, diharapkan karya ini dapat berkomunikasi dengan masyarakat secara baik.Karya seni kriya keramik dibuat bukan dimaksudkan untuk mencari solusi ataupun menyelesaikan  masalah, tetapi merupakan sebuah sentuhan ekspresi pribadi yang disampaikan kepada penikmat seni pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kata kunci: Ikan Arwana, sumber inspirasi, seni kriya keramik
Visualisasi Fotografis Karakter Grup Band Melalui Foto Sampul Album Musik Ardyan Bagas Marestu
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.676

Abstract

Penciptaan karya fotografi ini merupakan bentuk visualisasi fotografis karakter beberapa band di Yogyakarta melalui fotografi. Foto-foto tersebut dirancang untuk dijadikan sampul album musik sebagai sarana promosi dan penjualan hasil akhir produk rekaman. Munculnya ide untuk membuat tugas akhir ini dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak jauh dari dunia hiburan serta memiliki kedekatan pertemanan dari beberapa band yang ada di Yogyakarta. Dari kedekatan sosial itulah timbul rasa ingin menciptakan sesuatu dengan media fotografi yang merespon dari band tersebut.Metode dalam pembuatan karya fotografi ini menggunakan fotografi potret karena objek yang dipakai adalah manusia. Untuk memunculkan karakter karya yang diciptakan didukung dengan adanya pencahayaan yang tepat, pose, pemilihan lokasi, serta properti yang digunakan. Metode yang digunakan menjadi landasan yang sangat penting untuk menghasilkan karakter sesuai konsep dan objek yang difoto. Penciptaan karya fotografi ini bukan sekedar penciptaan secara estetis,tapi juga memberi pengetahuan dan manfaat kepada masyarakat bahwa teknik artistik fotografi dapat meningkatkan nilai jual sebuah produk fotografi.Hasil akhir pada penciptaan karya fotografi adalah bentuk sampul album musik yang menampilkan karya fotografi sesuai karakter band. Karya dalam Tugas Akhir ini bertujuan untuk menjadi kebutuhan media promosi komersial sebuah grup band melalui sampul album, untuk kemudian ditampilkan dalam komposisi dan bentuk yang kreatif sehingga karakter yang diharapkan dapat terlihat dari foto tersebut. Karya fotografi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh dan referensi visual untuk pihak-pihak yang meneliti melalui bidang fotografi komersial.Kata-kata kunci: fotografi, visualisasi, sampul album musik.
INTERPRETASI LAGU NIGHT RHYTHM KARYA LEE RITENOUR DALAM ANSAMBEL BAND PADA RESITAL TUGAS AKHIR Entol Hikmat Khalifatuddien
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.677

Abstract

This article refers to the one of the repertoire presented by the author's undergraduate recital of Pop-Jazz, as the concept of study in the thesis of author, that song is Night Rhythm by Lee Ritenour. Issues discussed by utilizing musicological method in this article is about how the interpretation in the presentation of this repertoire with applying the principles of ensemble band. In this study, the interpretation of Night Rhythm song is supported by the application of the principles of ensemble band.Keyword: Interpretation, Ensambel band, Night Rhythm.
PENCIPTAAN SKENARIO PROGRAM CERITA”PESAWAT KERTAS” DENGAN MENGGUNAKAN ALUR MULTIPLOT Aragani Timur Kanistren
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.678

Abstract

Penciptaan karya skenario “Pesawat Kertas” merupakan skenario berdurasi 60 menit dengan format cerita lepas. Penggunaan plot bercabang atau mutiplot sebagai struktur keseluruhan alur cerita yang memiliki benang merah sebagai penghubung. Fungsi benang merah yaitu penghubung antar konflik untuk saling berkesinambungan.   Penciptaan skenario “Pesawat Kertas” menggunakan plot bercabang atau multiplot dengan menggunakan tipe concentric. Multiplot dengan tipe concentric sebuah cerita yang terdiri dari beberapa plot kecil yang saling berkesinambungan dan memiliki benang merah sebagai penghubung keseluruhan cerita. Penciptaan karya skenario Pesawat Kertas terdiri dari beberapa plot kecil yang memiliki satu tema yang sama namun memiliki konflik yang berbeda-beda. Benang merah dalam penciptaan skenario “Pesawat Kertas” adalah tokoh Marisa yang berperan sebagai guru BK yang menangani permasalahan ketiga siswanya. Simbol mewakili suatu kompleks ide yang sering di sisipkan pada film yang memiliki filosofi atau mempunyai nilai history sendiri. Pesawat kertas dalam penciptaan karya skenario “Pesawat Kertas”  sebagai penanda filosofi tokoh Marisa dalam bentuk pengharapannya sebagai usaha dalam meraih mimpi.Kata kunci : Skenario, Program Cerita, Multiplot, Simbol
ELEMEN MESIN DALAM KARYA FOTOGRAFI STILL LIFE Robertus Ardy Kusumo
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.679

Abstract

Machine has become a commodity for humans, and human proximity to the engine can no longer be denied and the implications for development of the era as well. Birth of machine initially used as a proponent of human life. Development of the era can be seen from the machines that have been produced by humans, from the standpoint of that we can see how the pattern of human life by looking at a machine that has both machines they created as a tool or machine work as a complementary tool. Deconstruction method used in the creation of this work, deconstruction which was originally developed from the standpoint of language, then it turns out is also relevant to the fields of art. Deconstruction in the creation of this work is an act subject to dismantle an object that is composed of various elements, or elements that deserved dismantled but not destructive. Non-destructive, which means unpacking to be rebuilt according to the original capacity, but to form a new meaning. The creation of this work would like to pass on the role of photography is essentially just as conventional documentation tool and a representative will be the ideal tool when the author can see the pattern of how much influence the times resulting from the creation of the machines as a human helper.Key words: deconstruction, elements, expression photo, machine, still life