cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Hubungan Total Padatan Tersuspensi (TSS) dengan Klorofil-a di Perairan Pesisir Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau Nadia Putri Julita; Asmika Harnalin Simarmata; Eko Purwanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Aktivitas DAS di Sungai Dumai dan alih fungsi lahan pada Muara Sungai Masjid akan mempengaruhi kualitas perairan pesisir Dumai salah satunya adalah peningkatan padatan tersuspensi. TSS adalah padatan dalam air, terdiri dari komponen biotik seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun komponen abiotik seperti detritus, pasir, lumpur, tanah liat dan partikel anorganik dengan ukuran berkisar 0,004-1,0 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan TSS dengan klorofil-a di perairan Pesisir Dumai, yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023 dengan metode survei. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu 2 minggu. Metode analisis TSS dilakukan secara gravimetri dan klorofil-a secara ekstraksi aseton. Parameter kualitas perairan seperti suhu, kecepatan arus, kecerahan, pH, salinitas, DO, CO2, nitrat, fosfat. Hasil penelitian, rata-rata TSS berkisar 30,7-91 mg/L. Rata-rata klorofil-a berkisar 20,85-85,67 µg/L. Parameter kualitas air seperti suhu 28,2-28,5 oC, kecepatan arus 0,44-1,09 m/s, kecerahan 0,22-0,43 m, pH 5,7-7, salinitas 13-26 ppt, DO 5,17-7,78 mg/L, CO2: 5,28-12,54 mg/L, nitrat 0,05-0,09 mg/L, fosfat 0,13-0,28 mg/L. Hubungan TSS dengan klorofil-a, y=-0,6955x+93,048 dengan koefisien R2 yaitu 0,45 yang berarti pengaruh TSS terhadap klorofil-a sedang, dimana 45% dipengaruhi TSS sedangkan 55% dipengaruhi faktor lain.
Efektivitas Penggunaan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Respons Stres pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Transportasi Nurhasan Nurhasan; Usman M Tang; Henni Syawal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Budidaya ikan nila mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap benih ikan nila adalah mengupayakan suatu teknik penanganan yang lebih khusus, agar didapatkan tingkat kematian benih ikan serendah mungkin selama proses transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas larutan daun pepaya dan dosis yang terbaik dalam transportasi. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda, yaitu 1.25, 2.50 dan 3.75 ml/L dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi 8 L air. Perlakuan kontrol tidak diberi larutan daun pepaya. Benih ikan nila yang dimasukkan ke dalam kantong plastik masing-masing 20 ekor/kantong. Benih ikan nila ditrasportasikan selama lima jam menggunakan alat transportasi darat (mobil). Parameter yang diukur adalah konsentrasi kortisol serum, tingkat kelangsungan hidup dan analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.), yaitu alkaloid, saponin dan flavonoid. Kandungan fitokimia dari daun pepaya terdiri atas senyawa alkaloid, saponin dan flavonoid. Penggunaan larutan daun papaya dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap respons stres dan kelangsungan hidup pada benih ikan nila selama transportasi. Dosis larutan daun pepaya 3.75 mL/L air memberikan hasil yang terbaik dengan tingkat kadar kortisol 0.059±0.09 µg/dL dan tingkat kelangsungan hidup 100%. Larutan daun pepaya mampu menekan amonia dalam air dan menentukan tingkah laku ikan selama transportasi.
Identifikasi Kualitas Air Budidaya Ikan Kuwe Charanx sp di Teluk Talengen Kabupaten Kepulauan Sangihe Usy Nora Manurung; Aprelia Martina Tomasoa; Wijanarko Wijanarko; Serli Mauru; Yakobus Paluru; Steviani Batti; Yuyun Yunita Puspa; Melani Manurung; Jelia Janica Makalirang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Teluk Talengen merupakan perairan laut yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kegiatan budidaya air ikan laut, oleh karena itu penelitian identifikasi kualitas air ini menjadi penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan kualitas air pada keramba jaring apung budidaya ikan kuwe (Charanx sp) di Teluk Talengen Kabupaten Kepulauan Sangihe. Parameter yang diteliti adalah parameter fisika dan kimia air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022 di keramba jaring apung Teluk Talengen. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif dan pengamatan secara insitu dengan menguji sampel secara langsung di keramba jaring apung. Berdasarkan hasil penelitian pada kualitas air fisika, seperti suhu 28- 30°C, kedalaman 3.3- 5.6 m, kecerahan 3.3-4.5 m, kecepatan arus 01:10,21 - 02:40,13 cm/s, substrat lumpur berpasir. Parameter kimia air, seperti salinitas 28-35 ppt, pH 6.8 - 8.2, nitrit 0.0-0.5 mg/L, ammonia 0.0- 0.25 mg/L, phosfat 0.0 -0.5 mg/L. Secara umum, disimpulkan bahwa kulitas air di keramba jaring apung Teluk Talengen layak atau sesuai untuk dilakukan lokasi budidaya menggunakan sistem keramba jaring apung.
Biologi Reproduksi Ikan Alu-Alu (Sphyraena spp.) dari Perairan Sibolga Sumatra Utara Nano Rizki Syahfutra; Efawani Efawani; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan alu-alu merupakan salah satu ikan air laut yang hidup di Perairan Sibolga Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan Alu-alu (Sphyraena spp). Pengambilan ikan sampel dilakukan selama 3 bulan dengan interval 1 bulan sekali yang telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang tertangkap terdiri dari 2 jenis yaitu ikan Sphyraena putnamae dan ikan Sphyraena obtusatta. Ikan S.putnamae sebanyak 172 ekor (154 ikan jantan dan 18 ikan betina dengan rasio 2:1), sedangkan ikan S.obtusatta terdiri 73 ekor ikan( 49 ekor jantan dan 24 ekor ikan betina, dengan rasio 2:1). Rata-rata Indeks kematangan gonad ikan S.putnamae sebesar 3,08%, sedangkan ikan S.obtusatta sebesar 3,44%. Fekunditas ikan betina S.putnamae berkisar 12.500-20.338 butir, sedangkan ikan betina S.obtusatta berkisar 18.277- 20.133 butir. Diameter telur ikan alu-alu berkisar 0,1-0,5 mm, dengan telur kecil berkisar 0,1-0,2 mm, telur sedang berkisar 0,3-0,4 mm, dan telur besar berkisar 0,5 mm. Berdasarkan pada pola sebaran diameter telur maka dapat disimpulkan bahwa ikan alu alu termasuk dalam kelompok ikan pemijah serentak (whole spawner).
Pendugaan Potensi Lestari Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Wontri Erwina Yusniati; Farizal Farizal; Suhessy Syarif; Fauzan Ramadan; Nurhayati Nurhayati; Lisna Lisna; Bagus Pramusintho
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu sumberdaya ikan yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga ikan ini menjadi salah satu hasil tangkapan utama di perairan Samudera Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis CPUE ikan Tenggiri dan menganalisis potensi lestari di PPS Samudera Belawan. Penelitian ini dilaksanakan pada April s/d Mei 2022 di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode analisis yang digunakan meliputi CPUE dan MSY. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa tren CPUE selama periode tahun 2012-2021 mengalami fluktuasi dengan kisaran antara 1.079 – 4.636 ton/tahun. Potensi lestari (Maximum Sustainable Yield) ikan tenggiri (Scomberomorus sp) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan adalah sebesar 1211.163843 ton/tahun, sedangkan Effort optimum (fopt) sebesar 590.8274348 trip/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa potensi lestari ikan tenggiri di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan pada tahun 2017 mengalami overfishing, sedangkan pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2018, 2019, 2020 dan 2021 mengalami undefishing.
Ekomorfologi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Kampar Provinsi Riau Noralisa Nilam Sari; Muhammad Fauzi; Eko Prianto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kualitas air di hulu dan hilir Sungai Kampar berbeda akibat pencemaran. Namun, Macrobrachium rosenbergii dapat ditemukan di daerah tersebut. Kondisi perairan dapat mempengaruhi karakteristik morfologi udang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2022. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali /2 minggu, dengan menggunakan bubu dan pancing. Data udang dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Tujuh parameter lingkungan perairan dan 19 karakteristik morfologi udang dipelajari. Panjang karapas (PK) digunakan sebagai referensi. Hasil menunjukkan bahwa di bagian hulu suhu air 29-300C, kecerahan 38.5-42.5cm, pH 7, DO 4.12-4.86 mg/L, CO2 4.99-5.99 mg/L, BOD5 4.12-4.82 mg/L, kekerasan 120.0- 320.0 mg/L. Sedangkan di hilir suhu 29-300C, kecerahan 33-34,5 cm, pH 7, DO 4,12-4,57 mg/L, CO2 5,62-5,99 mg/L, BOD5 2,26-4,12 mg/L, kekerasan 180,0-240,0 mg /L. Karakteristik morfologi udang dari kedua daerah tersebut berbeda (nilai Asymp. Sig < 0,05). Udang dari hilir lebih kecil dari hulu (masing-masing 37,3 mm PK dan 52,0 mm PK). Udang dari hulu menunjukkan beberapa karakteristik yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan udang dari hilir yaitu panjang rostrum (167% dan 137%), panjang total (84% dan 72%), panjang standar (140% dan 112%), panjang karpus (21% dan 18%), dan panjang merus (50% dan 30%) dari PK.
Kondisi Limnologi Sungai Selodang di Desa Sungai Selodang Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak Harmelita Harmelita; Eko Prianto; Tengku Dahril
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Selodang merupakan aliran yang berasal dari Sungai Mandau. Di sepanjang Sungai Selodang terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit dan tanaman karet. Selama musim hujan, air limpasan dapat membawa bahan organik yang berasal dari perkebunan dan merupakan potensi untuk meningkatkan bahan organik air dengan demikian mempengaruhi kondisi limnologis air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi limnologi berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, dengan interval waktu 2 minggu. Parameter yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, nitrat, fosfat dan konsentrasi klorofil-α. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 29-30oC, kecerahan 34-36 cm, kedalaman 8,12-13,1 7 m, kecepatan arus 0,22-025 m/detik, DO 2,79-3,62 mg/L, CO2 17,31-21,31 mg/L, pH 4,28-4,57, klorofil-α 5,95-14,49 μg/L, nitrat 0,0579-0,078 mg/L, dan fosfat 0,0671-0,073 mg/L. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi klorofil-αdipengaruhi oleh kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, dan konsentrasi nitrat. Konsentrasi nitrat menunjukkan bahwa sungai bersifat oligotrofik, konsentrasi fosfat eutrofik dan klorofil-α termasuk mesotrofik. Secara umum kondisi limnologis Sungai Selodang tergolong baik dan mampu menunjang kehidupan organisme akuatik.
Analisis Tingkat Kepuasan Nelayan Pelayanan Harbourmaster Pelabuhan Pantai Carocok Tarusan Fitri Andriyani; Isnaniah Isnaniah; Jonny Zain
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok menyediakan jasa Syahbandar yang berfungsi mengendalikan, mengawasi, dan menjaga keamanan dan keselamatan operasional kapal penangkap ikan. Keberhasilan pelayanan dapat dilihat dari kepuasan pengguna jasa (nelayan), sehingga penyedia jasa dapat meningkatkan kualitas kinerja pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan Syahbandar dengan menggunakan Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis pada 14 atribut pelayanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu observasi langsung di lapangan dan melakukan wawancara dengan nelayan, kemudian hasil wawancara tersebut diolah dengan menggunakan Ms. Excel dan dianalisis dengan menggunakan metode CSI dan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 atribut pelayanan yang dianggap telah memenuhi kepuasan nelayan. Terdapat 2 atribut pelayanan yang belum memuaskan nelayan dan perlu adanya perbaikan oleh Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan pada atribut tersebut. Selain itu secara keseluruhan nelayan merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan, hal ini terlihat dari tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan yaitu sebesar 91,45%.
Ekomorfologi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Rokan Dan Sungai Siak Provinsi Riau Rizka Khairunnisa; Muhammad Fauzi; Eko Prianto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Macrobrachium rosenbergii dikenal dengan nama udang galah adalah salah satu crustacea yang memiliki nilai ekonomis penting dan dapat dijumpai di sungai rokan dan sungai siak. Kedua sungai ini merupakan sungai besar di Provinsi Riau namun perairan Sungai Rokan dan Sungai Siak saat ini sudah mengalami tekanan atau tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan Sungai Rokan dan Sungai Siak, juga mengetahui perbedaan morfologi dari udang galah yang diperoleh dari Sungai Rokan dan Sungai Siak. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022. Sampel di peroleh dari Sugai Siak dan Sungai Rokan dan pengamatan dilakukan di Laboratorium. Pengambilan sampel udang dilakukan 3 kali sekali/2 minggu. Udang ditangkap menggunakan jala dan pancing. Data udang dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dan uji Mann Whitney. Tujuh parameter lingkungan perairan dan sembilan belas karakteristik morfologi udang dipelajari. Panjang karapas (CL) digunakan sebagai referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sungai rokan suhu air 30-310C, kecerahan 13-26cm, pH 6, oksigen terlarut 2,53-8,33 mg/L, karbon dioksida 2,8-5,00 mg/L, BOD5 10,10-33,20 mg/L, kekerasan 100,0 -160,0 mg/L, dan suhu air Sungai Siak 26-300C, kecerahan 14-23 cm, pH 6, oksigen terlarut 2,08-4,12 mg/L, karbon dioksida 2,7-4,00 mg/L, BOD5 10,10-33,20 mg/ L, kekerasan 115,0-155,0 mg/L. Karakteristik morfologi udang dari kedua sungai berbeda (p<0,05). Udang dari Sungai Rokan lebih kecil dari Sungai Siak (masing-masing 24,3 mm CL dan 29,3 mm CL). Udang Sungai Siak menunjukkan beberapa karakteristik yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan udang dari Sungai Rokan, seperti panjang mimbar (201% dan 206%), panjang total (471% dan 513%) dan panjang standar (214%). dan 221%) dari CL masing-masing. Namun, udang dari Sungai Rokan memiliki karpus yang relatif lebih panjang, masing-masing sebesar 42% dan 35% dari CL.
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-α di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau Wulan Rahfiani; Tengku Dahril; Rina D’rita Sibagariang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat merupakan bagian dari wilayah Pesisir Timur Pulau Sumatera yang dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik. Adanya aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil-α sebagai status kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 4 stasiun. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 kali dengan interval pengambilan sampel 1 minggu. Hasil rata-rata pengukuran konsentrasi klorofil-α selama penelitian ialah 2,4103 µg/L sedangkan pengukuran kualitas air selama penelitian ialah suhu 29,3-32ºC, kecepatan arus 0,98-1 m/det, kecerahan 54,8-69,6 cm, salinitas 19,6-28,6 ppt, pH 6,6-7,8, DO 5,49-8,31 mg/L, CO2 bebas 7,99-17,31 mg/L, nitrat (NO3-) 0,653-0,848 mg/L, dan fosfat (PO43-) 0,766-1,003 mg/L. Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi klorofil-α menunjukkan bahwa status kesuburan perairan tergolong ke dalam perairan mesotrofik (kesuburan sedang) dan pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa perairan mendukung kehidupan biota laut.