cover
Contact Name
Mochamad Rochim
Contact Email
mochammad.rochim@unisba.ac.id
Phone
+6224-8508013
Journal Mail Official
yasir.alimi@gmail.com
Editorial Address
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE
ISSN : pISSN246     EISSN : eISSN246     DOI : DOI: 10.15294/komunitas.v8i1.4516
Core Subject : Education, Social,
Di Data GARUDA saya, jurnal KOMUNITAS yang diterbitkan oleh UNNES belum terakreditasi, seharusnya sudah terakreditasi SINTA 2 sesuai data SINTA. https://sinta.kemdikbud.go.id/journals?q=komunitas
Articles 855 Documents
ANALISIS LABELLING PEREMPUAN DENGAN TEORI FEMINISME PSIKOANALISIS: STUDI KASUS MAJALAH REMAJA OLGA! Muashomah, -
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v2i2.2284

Abstract

Labelling perempuan dalam majalah remaja merupakan salah satu tindakan media yang merugikan perempuan. Dalam tulisan ini, penulis mengkaji label-label perempuan, bentuk labelling, analisis teori feminisme psikoanalisis terhadap labelling untuk perempuan dalam majalah remaja. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode semiotik dan penelitian dilakukan terhadap majalah Olga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek pelabelan terhadap perempuan yang dilakukan oleh majalah remaja ditujukan untuk remaja perempuan dilakukan dengan empat kode yaitu tubuh seksi dan wajah cantik, pentingnya penampilan bagi perempuan, kondisi psikologis perempuan yang labil, dan peran domestik perempuan. Label-label ini dapat membentuk persepsi masyarakat tentang perempuan dan mengandung konsekuensi pengharapan kepada perempuan. Penelitian ini menguatkan lagi tesis bahwa perempuan sering menjadi objek pelabelan. Label-label ini berasal dari kehidupan sosial perempuan dan diinternalisasi oleh perempuan.Labelling in woman in teenagers magazine is one of the mass media strategy that can harm woman. Even though women normally do not recognize it. The purpose of this research is to describe the labelling practices in media analysed with the psychoanalysis feminism theory. The research method used is semiotics and the research is conducted on Olga! maganize. Result from the research shows that  the labelling targets teenagers through four labelling codes: sexy body and beautiful face; the importance physical performance for women; unconsistent psycological condition; and domestic role of women. This label constructs society perception on  woman. The study strengthen a thesis that woman tends to be a labelling object. These labels are developped from women’s social life and are internalized by women
Contributions of Non-Farm Employment Opportunities on Household Income: Study on Itinerant Vegetable Traders in Sumowono Village Hardati, Puji; Rijanta, R; Ritohardoyo, Su
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i1.3599

Abstract

This study aims to analyze the contribution of non-farm employment opportunities to household income. The experiment was conducted in the Sumowono Village, Semarang Regency Central Java province. Respondents were itinerant vegetable traders and community leaders. Data collection is carried out by means of in-depth interviews. The analysis showed that non-farm employment opportunities in rural areas conducted by itinerant vegetable traders became one of alternative employment and contribute to labor force participation. Generally itinerant vegetable vendor is male. Mostly are married, have an average of two children, and only 20 percent is unmarried. The majority of junior high school education is finished. Reach of the work area is varies, begin from the surrounding villages in the sub-district, outside the district, regencies and outside the province. Motorcycle become one of the means of transportation used. The outpouring of working time each day an average of 9 hours. Contribution to household income by 70 percent.       Penelitian bertujuan menganalisis kontribusi kesempatan kerja non-pertanian terhadap pendapatan rumahtangga. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumowono Kabupaten Semarang provinsi Jawa Tengah. Responden adalah pedagang sayur keliling dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa  kesempatan kerja non-pertanian di perdesaan yang dilakukan oleh pedagang sayur keliling menjadi salah satu alternatif kerja dan berkontribusi terhadap partisipasi angkatan kerja. Umumnya pedagang sayur keliling berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar berstatus kawin, dengan rata-rata memiliki anak 2 orang, dan hanya 20 persen bujang. Pendidikan mayoritas adalah tamat sekolah lanjutan pertama. Jangkauan wilayah kerja bervariasi, mulai dari desa sekitar satu wilayah kecamatan, luar kecamatan, luar kabupaten dan luar provinsi. Sepeda motor menjadi salah satu alat transportasi yang digunakan. Curahan waktu kerja setiap hari 9 jam. Kontribusi terhadap pendapatan rumahtangga sebesar 70 persen.
STRATEGI ADAPTASI PKL KOTA SEMARANG: KAJIAN TENTANG TINDAKAN SOSIAL Irianto, Agus Maladi
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2938

Abstract

Tulisan berikut merupakan penelitian kualitatif mengenai strategi adaptasi pedagang kaki lima (PKL) dalam menandai tindakan sosial manusia yang menandai dinamika kegiatan ekonomi di perkotaan (khususnya di Kota Semarang). Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah tersajikannya lukisan mendalam mengenai pola-pola usaha di sektor informal, serta penciptaan jaringan sosial di antara keluarga PKL dalam rangka mengisi lapangan pekerjaan di perkotaan. Sejumlah tindakan sosial manusia, khususnya yang dilakukan para PKL dalam penelitian ini, menyiratkan tentang tindakan sosial manusia yang kemudian mengkonstruksi konsep jaringan sosial dan strategi adaptasi PKL Kota Semarang.The following article is a qualitative research about the adaptation strategy of street vendors in marking the human’s social action that marks the dynamic of economic activities in urban areas (especially in Semarang). The objectives of this study are presenting in-depth portrait of the business patterns in the informal sector, and the creation of social networks among street vendors’ families in order to fill the job fields in urban area. Several human’s social actions, especially conducting by the street vendors in this research, imply about human social action which then construct the concept of social networking and adaptation strategies of the street vendors in Semarang city.
BELENGGU KEMISKINAN BURUH PEREMPUAN PABRIK ROKOK Wijayanti, Dian Maulina
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v2i2.2278

Abstract

Perempuan buruh pada umumnya memiliki tingkat pendidikan rendah, bekerja disektor pekerjaan yang tidak memerlukan pendidikan tinggi, ketrampilan dan keahlian khusus, serta berupah yang rendah. Salah satu pekerjaan yang dilakukan perempuan adalah sebagai buruh pabrik rokok. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan profil dan latar belakang yang mendorong perempuan bekerja sebagai buruh pabrik rokok Janur Kuning Kudus di desa Piji Kecamatan Dawe. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan bekerja sebagai buruh di pabrik rokok didorong oleh kondisi ekonomi keluarga yang terbelenggu dalam kemiskinan dan latar belakang tingkat pendidikan serta ketrampilan dan keahlian yang rendah. Jenis pekerjaan di pabrik Janur Kuning yang tidak memerlukan pendidikan tinggi, ketrampilan dan keahlian khusus dengan upah yang rendah, yaitu sebagai buruh mbatil, nggiling, dan nyontong. Dengan demikian para perempuan buruh pabrik rokok masih menjadi tenaga kerja yang termarginal. Dengan bekerjanya perempuan atau istri di luar rumah berarti perempuan atau istri mempunyai peran ganda yaitu bekerja di sektor domestik sebagai pengurus rumah tangga dan di sektor publik sebagai buruh pabrik rokok. Peran ganda tersebut akhirnya juga menjadikan mereka harus menyandang beban ganda yang lebih berat dibanding suami mereka.Working women from poor family generally have low education level, work sector jobs that do not require higher education, skills and expertise, as well as low wage. One of such women’s job is as cigarette factory workers. In this study, the author seeks to identify and explain the profiles and backgrounds that encourage women to work as a cigarette factory workers in Janur Kuning Kudus, Piji, Dawe, Kudus District. The research method used is qualitative descriptive method and data are collected with in-depth interviews and observation. Results show that women working as laborers in the tobacco plant is driven by poverty, low education levels and low skills and expertise. Types of work in factories that do not require higher education, skills and expertise include mbatil, nggiling, and nyontong. There are conditions that make the women’s cigarette factory workers marginalized workforce. This outside jobs also indicates that women have a double role: in the domestic sector as a housekeeper and in the public sector as a cigarette factory workers.
DIVERSITY OF MEDICAL DISCOURSES AND THEIR IMPACT UPON INDIVIDUAL’S NARRATIVES ABOUT ILLNESS IN WEST SUMATERA Majer, Jiri
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2732

Abstract

AbstractThe aim of this article is to give concrete examples of how narratives influence the way person speaks about and interpret his illness. The research was conducted in West Sumatera where people are exposed to a diverse range of health discourses: western medicine, local ethno-medicine or Islamic way of treatment called ruqyah and its discourse changes the interpretation of one`s health condition. This study is part of my research, which focused on the process of creation and negotiation of a diagnosis within a multi-cultural and multi-discursive context of Indonesia. This study concludes that people in West Sumetara withdraws from several different discourses to give meaning to both their health and illness. AbstrakTujuan artikel ini adalah untuk mengilustrasikan contoh konkrit narasi, dan pengaruhnya bagi cara seseorang berbicara dan memaknai penyakit tertentu yang mereka alami. Penelitian dilakukan di Sumatera Barat, yang memiliki keragaman diskursus kesehatan: obat-obatan barat, cara pengobatan tradisional atau pengobatan secara ruqyah di dalam Islam. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian saya, yang difokuskan pada proses kreasi/negosiasi karena keanekaragaman budaya dan wacana kesehatan di Indonesia. Kajian ini menyimpulkan bahwa individu mengambil dari berbagai wacana kesehatan untuk memahami dan memberi makna tentang sehat dan sakit mereka.© 2013 Universitas Negeri Semarang
MODEL PENGELOLAAN AIR BERSIH DESA DI BANTUL YOGYAKARTA -, Hardjono; Dwi Astuti, Nuraini; Widiputranti, Christine Sri
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2737

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan mendeskripsikan model pengelolaan air minum desa dan permasalah yang dihadapinya. Penelitian dilakukan di wilayah Pucung Desa Wukirsari Bantul Yogyakarta. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pengelolaan  ditinjau dari aspek kelembagaan, ketersediaan air, jumlah pengguna, kebutuhan air bersih, pedoman yang mengatur dan manajemen keuangannya. Jenis penelitian survai dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian kepala keluarga. Hasil penelitian Pengelolaan Air Bersih (PAB) Pucung dikelola berbasis masyarakat (tipe C), namun belum melibatkan pelanggan dalam pengelolaannya. Ketersediaan air sangat cukup, tetapi kebutuhan pelanggan belum terpenuhi secara maksimal. Apabila PAB Pucung dapat beroperasi secara efektif dan efisien masyarakat Pucung tidak akan kekurangan air bersih karena dalam satu bulan masih tersedia 13.445 m3, yang setara  dengan pemenuhan kebutuhan air bersih rata–rata 259 jiwa/bulan.AbstractThis article aims to describe a village water management model and the problems it faces. The study was conducted in the area of ??Bantul, Yogyakarta, to be exactly in Wukirsari village. The article studies water management in the aspect of institutional management, water availability, number of users, the need for clean water, and guidelines governing financial management. The results of the study reveals that the water is managed by the community (type C), and do not involve the customer in its management. Though water is abundant, the management does not meet customer needs to the fullest. If PAB Pucung can operate effectively and efficiently Pucung people will not lack of clean water because of lack of clean water is still available in a month 13 445 m3, which is equivalent to a clean water supply on average 259 people/month.© 2013 Universitas Negeri Semarang
PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DALAM PENANAMAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN FORMAL Anas, Zulfikri
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 3, No 2 (2011): Tema Edisi: Pendidikan Karakter Perspektif Sosial Budaya
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v3i2.2311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gagasan penggunaan pendekatan brain based learning dalam penanaman nilai budaya melalui pendidikan formal. Undang-Undang  menyatakan dengan tegas bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi setiap siswa agar menjadi warga negara yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.  Nilai-nilai budaya  mengkondisikan manusia untuk hidup saling menghargai dengan berbagai nilai-nilai yang diyakini bersama. Seyogyanya kehidupan menjadi harmonis karena semua yang melingkupi kehidupan manusia menggiring ke arah sana. Akan tetapi mengapa tatakrama, kreatifitas, kemandirian dan ciri-ciri kemanusiaan lainnya menjadi memudar? Dunia pendidikan termasuk yang paling disoroti. Berbagai pendapat ekstrim menyatakan, pendidikan telah mencabut anak dari akar budayanya. Penyebabnya adalah pembelajaran yang monoton, mengekang, dan mempoisisikan anak sebagai obyek pembelajaran, bukan subyek yang aktif. Untuk mengembalikan fungsi pendidikan ke arah yang diharapkan, harus diciptakan iklim pembelajaran yang semirip mungkin dengan kehidupan nyata serta pengintegrasian kurikulum dengan hal-hal nyata dalam kehidupan. Kondisi ini akan mendorong  peserta didik  untuk berkembang dan menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Hal inilah yang menjadi salah satu sasaran penerapan brain based learning. The objective of this study is to explore ​​the use of brain based learning approach in character education ​​through formal education. Law insists that education is a conscious effort to develop the potential of every student to become a smart, creative, and noble citizen. Cultural values suggest human condition to live with mutual respect with different values ​​shared together. If this condition is achieved, a harmonious life for all human life can be realized. However, why manners, creativity, independence and other human traits is fading? Education is among the most highlighted. Some extreme opinions has highlighted that the education has uprooted children from their cultural roots. This is caused by monotone and curbing learning, which places child as an object of learning, rather than active subjects. To restore the function of education in the direction expected, the learning climate must be created as closely as possible to real life as well as the integration of curriculum with real things in life. This condition will encourage learners to develop and become intelligent, creative, and noble children. This has become one of the target of the application of the brain based learning.
MALACAK, MANATAK, MAIMBUL: KEARIFAN LOKAL PETANI DAYAK BAKUMPAI DALAM PENGELOLAAN PADI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT -, Wahyu; -, Nasrullah
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i1.2394

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mngeksplorasi kearifan lokal petani Dayak dalam pengelolaan padi di lahan rawa pasang surut. Penulis ingin membuktikan persepsi bahwa Indonesia yang kaya pertaniannya dapat memberikan kemakmuran bagi para petani. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa iklim yang tidak menentu dan bencana alam merupakan tantangan bagi para petani yang perlu banyak mendapat perhatian. Untuk itu, dalam budaya kearifan lokal, para petani Bakumpai Dayak memiliki cara tertentu mengelola pertanian dan teknologi produksi terutama termanifestasikan dalam konsep lokal malacak, manatak dan maimbul. Kearifan lokal juga manifest dalam  cara mencangkul, bantangan dan siklus pertanian.The objective of this study is to discuss the local wisdoms of Dayak rice farmers in managing rice fields in todal marsh area. This study is to prove the assumption that Indonesian rice agriculture can provide welfare for its farmers. Research methods used in this study is qualitative approach, data collection was done by observation, interviews, and documentation. Research found that the erratic climate or natural disaster are the challenges for farmers. In Kalimatan, however, to maintain agricultural and production technology Dayak farmers have developped local wismon in managing agriculture most apparently manifested in three forms: malacak, manatak, dan maimbul. Local knowledge  is also apparent in hoeing methods, bantangan management, and agricultural cycles.
FUNGSI SUNGAI BAGI MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KUIN KOTA BANJARMASIN Rochgiyanti, -
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 3, No 1 (2011): Tema Edisi: Tempat sebagai Aspek Kebudayaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v3i1.2293

Abstract

Banjarmasin merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai kota seribu sungai. Kota ini bernama Banjarmasin karena kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh sungai besar dan kecil. Salah satu sungai tersebut adalah sungai yang melewati wilayah Desa Kuin Kuin Utara, Selatan Kuin dan Kuin Cerucuk. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas fungsi sungai bagi masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Kuin Banjarmasin Kalimantan Selatan. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga berfungsi untuk kegiatan ekonomi, interaksi, dan sosialisasi.Banjarmasin is the capital of South Kalimantan Province, which is also known as the city of a thousand rivers. The city is named Banjarmasin due to its geographical conditions which is surrounded by large and small rivers. One of the rivers is the Kuin river that passes through the village of Kuin, North and South Kuin and Kuin Cerucuk. The purpose of this article is to discuss the functions of the river for the people living on the banks of the River Kuin Banjarmasin South Kalimatan. The writing used descriptive qualitative method. Data were collected through interviews and observation. The results show that the river does not only serve as transportation routes, but also serves as economic activity, interaction, and socialization.
INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS SAMIN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR Lestari, Indah Puji
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i1.2376

Abstract

Komunitas Samin merupakan bagian dari masyarakat desa Klopoduwur yang menganut dan mempertahankan ajaran Samin Surosentiko. Komunitas Samin mempunyai tata cara, adat istiadat, bahasa serta norma-norma yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Dalam kajian ini penulis menjelaskan tentang bentuk interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar desa Klopoduwur, faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial antar komunitas Samin dengan masyarakat desa Klopoduwur dan kendala yang dihadapi dalam interaksi sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar berupa kerja sama, akomodasi dan asimilasi. Sedangkan konflik atau pertentangan dalam interaksi sosial antara komunitas Samin dengan mayarakat sekitar desa Klopoduwur tidak tampak jelas. Interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni situasi sosial, kekuasaan norma kelompok, tujuan pribadi, kedudukan dan kondisi individu serta penafsiran situasi. Kendala-kendala yang dihadapi dalam interaksi sosial antara komunitas Samin dengan masyarakat sekitar adalah perbedaan bahasa yang sulit dipahami oleh masyarakat sekitar,dan adanya perbedaan nilai antara kedua kelompok sosial tersebut.. Samin community is part of the village community Klopoduwur who embrace and defend the teachings of Surosentiko Samin. Samin community has ordinances, customs, language and norms that are different from society at large. In this study, the author describes forms of social interaction between Samin and their surrounding community in Klopoduwur village, factors that affect the social interaction and the obstacles they faced. The study results indicate that these forms of social interaction between the community of Samin and local residents take the form of cooperation, accommodation and assimilation. There are no conflicts or contradictions in the social interaction between the Samin community and their neighbours. Samin social interaction between communities and local residents affected by various factors, namely the social situation, the power of group norms, personal goals, status and condition of the individual as well as the interpretation of the situation. Constraints encountered in the social interaction between communities and local residents Samin is the difference in language, and the value difference between the two social groups.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2023): September Vol 15, No 1 (2023): March Vol 14, No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): March 2022 Vol 14, No 2 (2022): September Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 1 (2021): March 2021 Vol 12, No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 2 (2020): September Vol 12, No 1 (2020): March Vol 11, No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Komunitas, March 2019 Vol 11, No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 2 (2019): September Vol 10, No 2 (2018): Komunitas, September 2018 Vol 10, No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March Vol 9, No 2 (2017): Komunitas, September 2017 Vol 9, No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017 Vol 9, No 1 (2017): March 2017 Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016 Vol 8, No 2 (2016): September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016 Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016 Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016 Vol 8, No 1 (2016): March 2016 Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015 Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015 Vol 7, No 2 (2015): September 2015 Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015 Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015 Vol 7, No 1 (2015): March 2015 Vol 6, No 2 (2014): Komunitas, September 2014 Vol 6, No 2 (2014): September 2014 Vol 6, No 2 (2014): Komunitas, September 2014 Vol 6, No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial Vol 5, No 2 (2013): September 2013 Vol 5, No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial Vol 4, No 2 (2012): September 2012 Vol 4, No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering Vol 3, No 2 (2011): September 2011 Vol 3, No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): Tema Edisi: Pendidikan Karakter Perspektif Sosial Budaya Vol 3, No 2 (2011): Tema Edisi: Pendidikan Karakter Perspektif Sosial Budaya Vol 3, No 1 (2011): Tema Edisi: Tempat sebagai Aspek Kebudayaan Vol 3, No 1 (2011): Tema Edisi: Tempat sebagai Aspek Kebudayaan Vol 2, No 2 (2010): September 2010 Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal More Issue