cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2013)" : 12 Documents clear
MODEL REMEDIASI MISKONSEPSI MATERI RANGKAIAN LISTRIK DENGAN PENDEKATAN SIMULASI PhET -, Mursalin
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan “One-Group Pretest-Posttest Design”. Sampel penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes pilihan ganda dengan pertanyaan (alasan) terbuka disertai dengan model Certainty of Response Index. Tujuan penelitian ini adalah meremediasi miskonsepsi mahasiswa calon guru pada topik rangkaian listrik dengan model simulasi PhET berbantuan lembar kerja. Hasil penelitian pasca pretest diperoleh persentase mahasiswa yang miskonsepsi, terbesar pada konsep: (a) arus listrik pada lampu-2 pasca lampu-1 dicabut pada rangkaian paralel (53%), (b) beda potensial rangkaian terbuka yang mengandung sumber tegangan (48%), (c) gaya gerak listrik dan tegangan jepit (47%), (d) tegangan jepit dan arus listrik rangkaian yang mengandung sumber tegangan paralel (37%), dan (e) arus listrik pada hubungan singkat (28%). Pasca treatment dengan model simulasi PhET berbantuan lembar kerja, hasil posttest menunjukkan 9 konsep (90%) berhasil dipahami dengan baik oleh mahasiswa termasuk yang berstatus menebak konsep, kurang paham konsep, dan miskonsepsi; sedangkan konsep ggl dan tegangan jepit (1 konsep) hanya berhasil meminimalkan pemahaman konsep dan miskonsepsi mahasiswa dengan persentase menebak konsep 22%, kurang paham konsep 17%, dan miskonsepsi 11%. This research used the experiment method withOne-Group Pretest-Posttest Design. The research samples were students of physics teacher candidates that selected by random sampling technique. The research instrument used a multiple-choice test accompanied by Certainty of Response Index model. The aims of this research was to remediate misconceptions of students of physics teacher candidates on the electrical circuits topic with the PhET simulation model. The results of this research after pretest showed that the largest percentage of students’ misconceptions was on the concept of (a) an electrical current to the lamp 2 after the lamp 1 revoked in parallel circuits (53%), (b) the potential difference of open circuit containing a voltage source (48%), (c) emf and terminal voltage (47%), (d) the terminal voltage and current in a circuits containing parallel voltage source (37%), and (e) current in a short-circuit (28%). The post treatment with the PhET simulation model result showed that 9 concepts (90%) managed to be well understood by the students, including the status of guessing the concept, misunderstandingof  the concept, and misconceptions, while the concept of emf and terminal voltage (1 concept) can only minimize studexxnts’ understanding of concepts and misconceptions with a percentage of guessing the concept of 22%, misunderstand the concept of 17%, and misconceptions of 11%.
PENGARUH STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA Dwi, I. M.; Arif, H.; Sentot, K.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBL. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pretest postest control group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2012-2013. Sampel 72 siswa yang terbagi dalam dua kelas yang diambil dengan teknik Sampling Random Purposive. Instrumen yang digunakan adalah butir soal pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah berbentuk tes uraian. Tes pemahaman konsep adalah untuk mengetahui pemahaman konsep fisika dengan indikator pengetahuan Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, meliputi kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), serta mengevaluasi (C5). Tes Kemampuan pemecahan masalah adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah fisika dengan langkah-langkah yang sistematis, meliputi analisis masalah, perencanaan pemecahan masalah, aplikasi alternatif pemecahan masalah, serta melakukan refleksi keberhasilan hasil pemecahan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT  dan strategi PBL; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT  dan strategi PBL. This research aimed to examine the difference between the students’ understanding of concepts and problem solving ability taught by using ICT-based PBL strategy and PBL strategy. The research used a quasi experimental with pretest posttest control group design. The population were the tenth grade students of Bangil Senior High School years 2012-2013. The subject of the study involved were 72 students devided two groups with sampling random purposive techniques. Instrument of concept understanding and problem solving ability was essay questions. The test was to determine the understanding of the concept of understanding physics concepts with knowledge indicators were revised Bloom’s Taxonomy by Anderson and Krathwohl, including the ability to remember (C1), understanding (C2), applying (C3), analyzed (C4), and evaluate (C5). Problem solving ability test was used to determine the ability of solving physics problems with systematic steps, including problem analysis, planning, problem solving, application of alternative solutions, and the results reflectingthe success of problem-solving. Data was collected by test and analyzed using MANOVA. The results showed that: (1) there is significant difference between the students understanding of concepts taught by using ICT-based PBL strategy and PBL strategy; and (2) there is significant difference between the students problem-solving ability that studied using ICT-based PBL strategy and PBL strategy.
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I Nurdin, B.; Jurubahasa, S.; Ratelit, T.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana  nilai pemberian tugas  dan hasil belajar serta aktivitas  mahasiswa selama perkuliahan  Fisika Umum I melalu pemanfaatan sumber belajar berbasis CTL. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika kelas C angkatan 2010/2011 sebanyak 36 orang yang mengikuti matakuliah Fisika Umum I. Instrumen yang digunakan selama penelitian adalah; (1) tes hasil belajar, (2) lembar aktivitas.(3) tugas- tugas yang diambil dari buku-buku pada  perpustakan dan tugas yang ada  pada bahan ajar, (4) membuat riset mini di laboratorium. Dalam penelitian ini digunakan dua siklus yakni siklus I meliputi materi vektor dan kinematika partikel, sedangkan pada siklus kedua meliputi materi dinamika partikel.Hasil penelitian diperoleh aktivititas belajar mahasiswa Fisika Umum I, termasuk katagori  baik (81,59), sedangkan hasil belajar yang dicapai pada siklus I cenderung berada pada tingkat katagori cukup baik (71,94), dan hasil belajar pada siklus II cenderung berada pada tingkat katagori baik (82,13). Melalui inovasi pembelajaran dengan model pembelajaran melalui  pengoptimalan pemanfatan penggunaan sumber belajar berbasis CTL cukup baik untuk mengefektifkan dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar perkuliahan Fisika Umum I. This study describes the marks of assignment, student learning outcomes and activities for General Physics I course through the use of CTL-based learning resources. This classroom action research used sample of 36 students of physics education-class C, academic year 2010/2011taking  the course of General Physics I. The instruments used for the study were: (1) achievement test, (2) the activity sheet, (3) assignments that were taken from books in the library and there was the assignment of teaching materials, and (4)a mini research in the laboratory. This study used two cycles: the first cycle conducted vectors and particle kinematics materials, whereas in the second cyclewere particle dynamics. The results showed that students studying activity of General Physics I was ingood category (81.59), while the learning outcomes achieved in the first cycle was tent to be  in a good at the category level (71.94).The learning outcome in the second cycle was tent to be at the level of good category (82.13). It was concluded that innovative teaching and learning through optimization of resource utilization using CTL-based learning was good enough and provides a significant impact on learning outcomes lecture of General Physics I
PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK, KREATIVITAS, SERTA KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Deta, U. A.; -, Suparmi; Widha, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terbimbing dan proyek, kreativitas serta keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Papar tahun ajaran 2011/2012. Populasi dari penelitian adalah siswa kelas XI IA. Sampel  kelas diambil dengan metode cluster random sampling. Uji hipotesis menggunakan ANAVA. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa: (1)Terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang diberi pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan yang diberi pembelajaran menggunakan PBL; (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar afektif antara siswa dengan kreativitas tinggi dan rendah; (3) Terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif, psikomotor, dan afektif antara siswa dengan keterampilan proses sains tinggi dan rendah; (4) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar afektif; (5) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar psikomotor dan afektif;(6) Terdapat interaksi antara kreativitas dengan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar afektif; dan (7) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas, dan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif. This research aims to determine the effect of guided inquiry and project method, creativity,and science process skills to students’ achievement.Research was conducted in SMA Negeri 1 Papar in 2011/2012 academic year. Population of research were the XI grade students. Samples were taken buy using cluster random sampling method. Hypothesis test used ANOVA. Based on the analyzes results, it was obtained that 1) there was a  difference between students cognitive achievement reached by students learning used guided inquiry applying project method and problem based learning method, 2) there was a difference in affective students’ achievement between high and low creative students, 3) there was difference in cognitive, psychomotor, and affective students’ achievement between high and low science process skills students, 4) there was a relation between learning method applying creativity and affective achievement, 5) ) there was a relation among learning method applying creativity and psychomotor and affective achievement, 6) there wasa relation between creativity applying science  process skills with affective achievement; and 7)there was relation among learning methods, creativity, and science process skills and cognitive and affective achievement.
MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA PERKULIAHAN FISIKA LINGKUNGAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP KEPEDULIAN LINGKUNGAN Khanafiyah, S.; Yulianti, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepedulian lingkungan adalah salah satu indikator nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa yang telah ditentukan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kepedulian lingkungan dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction pada  mata kuliah Fisika Lingkungan. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan menggunakan pretest- postest experimental design. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur sikap kepedulian lingkungan, lembar observasi untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika lingkungan yang dilaksanakan dengan model problem based instruction dapat meningkatkan sikap kepedulian lingkungan dan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah. Environmental awareness is one of value indicators for culture and nation character education determined by Kementrian Pendidikan Nasional. The aim of this research was to increase environmental awareness attitude and problem-solving ability of student through the application of Problem Based Instruction on Fisika Lingkungan subject. The research design used was quasi experimental with pretest-postest experimental design. The research instruments were questionnaire to measure environmental awareness attitude and observation sheet to measure problem-solving ability of student. The result of this research showed that the application of problem based instruction on Fisika Lingkungan subject can increase environmental awareness attitude and problem-solving ability of student.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MAHASISWA SEMESTER I MATERI DINAMIKA -, Marnita
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar di bangku kuliah umumnya bersifat Teacher Centered, sehingga mahasiswa sulit menemukan sendiri suatu konsep tertentu. Sebagai pengajar harusnya dosen dapat mengaplikasikan berbagai model pembelajaran diantaranya adalah model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran kontekstual salah satu model yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains maupun aktivitas mahasiswa dan dosen. Penelitian ini adalah penelitian  tindakan kelas pada 35 orang mahasiswa semester I unit B Prodi Pendidikan Fisika. Melalui penelitian ini diharapkan akan dapat meningkatkan keterampilan proses sains serta aktivitas dosen dan mahasiswa. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah data hasil belajar berupa keterampilan proses sains mahasiswa dan data hasil observasi (pengamatan) aktivitas dosen dan mahasiswa. Setelah semua data terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa semester I program studi pendidikan Fisika melalui pembelajaran kontekstual materi Dinamika. Teaching and learning process in the University is mostly teacher-centered. Therefore, it is difficult for students to develop the concept of science by themselves. A lecturer should be able to apply a variety of learning model such as contextual teaching and learning model. Contextual teaching and learning model is a model that can improve science process skills and activities of student and lecturer. This classroom action research was conducted in first semester of physics departement consisting of 35 students. The research was expected to improve science process skills and activities of students an lecturer. The data were obtained from assessment results in the form of science process skills, observation of students and lecturer activities. The data was analyzed by using percentage formula. The result showed that there was an improvement of science process skills of the students in first semester of physics departement through the application of contextual teaching and learning model in Dynamics material.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP Yuliati, L.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE). Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1)there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students who useda separate instructional materials science field studies, and 2)an integrated science teaching materialsis effective to be applied toenhance higher order thinking skills of students.
LEARNING CYCLE-7E MODEL TO INCREASE STUDENT’S CRITICAL THINKING ON SCIENCE -, Hartono
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model pembelajaran Learning Cycle-7E  yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan menuntaskan hasil belajar siswa SMPN 21 Semarang terhadap matapelajaran IPA. Penelitian PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama belum menunjukkan peningkatan yang maksimum. Aktivitas bertanya kepada guru, keseriusan melaksanakan tugas, dan persiapan dalam mengikuti pelajaran masih pada kategori sedang. Ketuntasan belajar secara individual dan klasikal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Oleh sebab itu, aktivitas ini menjadi fokus perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil pada siklus ke-dua menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kemampuan berpikir kritis telah tumbuh, aktivitas bertanya pada guru dan keseriusan dalam melaksanakan tugas meningkat pada kategori tinggi. Ketuntasan belajar klasikal sebesar 79%, melebihi kriteria keberhasilan tindakan yang ditetapkan pada penelitian ini yaitu sebesar 75%. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Learning Cycle-7E dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, tanpa mengganggu hasil belajar kognitifnya. This research aimed to increase the students’ critical thinking by designing Learning Cycle- 7E which is suitable with the criteria set out in SJHS 21 Semarang. Thisclassroom action research was carried out in two cycles. In cycle-I, the students’ critical thinking was growing but not maximum, their activity during learning process was in medium category. That is why there were several aspects of students’ activity that need to be investigated. They were the students’courage to ask the teacher, their seriousness to do the assignments, and their readiness to learn as well as to prepare a question prior learning. The students’ average cognitive learning outcomes and the classical learning outcomes were not very satisfied. The result of the cycle-II showed a significant improvements. The students’ critical thinking was growing. The students’ activity  learning process was in high level. Activity aspects which improve in cycle-II were the students’ willing to ask the teacher and seriousness in doing the task. The average of cognitive learning outcames has obtained the determined criteria and the cognitive classical mastery outcomes reached 79% which was higher than the one determined for the class, 75%. In the other hand, the students’ activity and critical thinking still develop without reduction in students’ cognitive ability
PENGARUH BLENDED LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN PENALARAN FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X -, Hermawanto; Kusairi, S.; -, Wartono
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh blended learning terhadap penguasaan konsep fisika 2) Mengetahui pengaruh blended learning terhadap penalaran fisika. Rancangan yang digunakan adalah Randomized Posttest only Control Group Design. Populasinya adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batu. Sampelnya yaitu kelas X-6 dan X-10 sebagai kelas eksperimen, kelas X-11 dan X-12 sebagai kelas kontrol. Hasil uji t penguasan konsep didapat thitung = 6,64 > = ttabel =1,66, menunjukkan ada perbedaan, sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 7,55 > Q tabel = 2,85, menunjukan bahwa penguasaan konsep peserta didik yang menggunakan blended learning lebih tinggi dari pada konvensional. Berkaitan dengan penalaran, hasil uji t menunjukkan thitung = 2,65 > ttabel = 1,66, menunjukkan ada perbedaan. Sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 3,19 > Qtabel = 2,85, menunjukkan bahwa penalaran peserta didik yang menggunakan blended learning lebih tinggi dari pada konvensional. Simpulan penelitian ini adalah 1) Ada pengaruh blended learning terhadap penguasaan konsep fisika, 2) Ada pengaruh blended learning terhadap penalaran fisika. Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan penguasaan konsep dan penalaran fisika serta melatih peserta didik untuk mandiri dan aktif. TThe aims of this research are 1) knowing the influence of blended learning study toward concept physics achievement and 2) knowing the influence of blended learning toward physics reasoning. This research used Randomized Posttest only Control Group Design and conducted in odd semester 2012-2013 academic year. The research population were students of grade X in senior high school 1 Batu. The research samples were four classes: X-6 and X-10 as the experiment classes and X-11 and X-12 as the control classes. The instrument is test of physics concept achievement and physics reasoning in multiple choice form. The results showed that there was no difference between the concept physics achievement who studied with and without blended learning, while further test the Tuckey test showed QResult= 7.55> Q Table = 2.85 indicating that the students’ mastery of concepts using blended learning was higher than the conventional one. In terms of physics reasoning, test results showed tResult t = 2.65> tTable = 1.66, showing that there was no difference in physics reasoning between students who learn with blended and without blended. Additionally, for the further Tuckey test showed QResult = 3.19> QTabel = 2.85, indicating that the reasoning of learners who used blended learning was higher than conventional. It was concluded that 1) there is the influence of Blended Learning study toward physics concept achievement and 2) there is influence of blended learning study toward physics reasoning.In addition, blended learning study can increase physics concept achievement and reasoning. Blended learning trains the students to be independent and active, and the procces of teaching and learning can be effective and efficient.
PEMBUATAN SENSOR GAS HIDROGEN BERBASIS FILM TIPIS GaN DENGAN TEKNIK SOL GEL SPIN COATING UNTUK KOMPONEN PADA SISTEM PENDETEKSI KEBOCORAN GAS Rusdiana, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sensor gas dengan sensitivitas baik, dipergunakan sebagai komponen dalam sistem pendeteksi kebocoran gas hidrogen. Bahan dasar sensor berbahan  film tipis semikonduktor Gallium Nitrida (GaN) yang ditumbuhkan di atas substrat sapphire (Al2O3) menggunakan teknik sol gel spin coating. Parameter penumbuhan film tipis temperatur penumbuhan 8500 C, laju spinner 1000 rpm, molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 100 sccm.  Hasil pengujian sifat listrik dalam lingkungan gas hidrogen ternyata resistansi listrik sensor gas menurun secara tajam dari 1,5 x 10-2 Ohm.cm menjadi 7 x 10-3 Ohm.cm bila laju aliran gas diperbesar dari 20 sccm hingga 150 sccm. Pengujian sensitivitas sensor gas dilakukan dalam lingkungan gas hidrogen dan gas nitrogen. Hasil pengujian sensor gas dalam lingkungan gas hidrogen memiliki sensitivitas sekitar 60 % sedangkan dalam lingkungan gas nitrogen sekitar 50 % laju aliran gas 100 sccm. Tingkat sensitivitas sensor gas dalam lingkungan gas hidrogen lebih tinggi dibandingkan dalam lingkungan gas nitrogen. This research aims to make the gas sensors using GaN films that grown on sapphire substrate (Al2O3) by sol gel spin coating techniques with growth temparature 8500 C, spinner rate 1000 rpm, molarity of Ga2O3 1.33 M and nitrogen flow rate 100 sccm. Upon exposure to volatile organic compound (VOC), especially to hydrogen gas, the electrical resistance of semiconducting GaN thin film was found to rapidly decrease from 1.5 x 10-2 Ohm.cm to 7 x 10-3 Ohm.cm after increasing the hydrogen gas flow rate from 20 sccm to 150 sccm. The gas sensors exhibited good sensitivity of about 60 % in 100 sccm flowing hydrogen gas and about 50 % in 100 sccm flowing nitrogen gas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12