cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
The Development of Art Learning Model at School (A Review of Music Education Learning in Indonesia) Mack, Dieter
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i1.3690

Abstract

At the present time, art education is often ignored. Focus on teaching and learning at school seems to accentuate other subjects, such as: science, economics, and technology. This trend is becoming more concerning for the arts is a field of study, which draws attention to the development of perceptual sensitivity, creativity, as well as social responsibility. However, if art education, in this case is music education, is taught theoretically based on other cultural materials, then the consequences will be worse for students. This study is aimed to draw outlines of music education which hopefully can answer the three aspects of music which are previously described. The outlines are arranged based on recent discoveries in audio perceptions. 
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE SOLFEGIO UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERMAIN MUSIK DI SEKOLAH DASAR (THE EFEKTIVITY OF USE OF SOLFIGIO METHOD TO TEACHING OF MUSIC SKILL IN ELEMENTARY) Sumaryanto, F.Totok
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.723

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kertangkes) SD harus diciptakan PBM secara aktif, kreatif dengan memanfaatkan sarana/sumber belajar yang ada. Didukung kompetensi guru untuk menciptakan, menggunakan metode solfigio untuk pembelajaran keterampilan bermain musik. Kondisi SD menunjukkan belum digunakan metode solfogio untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan musik, termasuk di SDN Sekaran 01 Semarang. Oleh k'arena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas melalui kolaborasi dosen dengan guru SD. Tujuannya adalah mendeskripsikan efektifitas penggunaan metode solfegio untuk pembelajaran bermain musik menggunakan metode solfegio diharapkan dapat meningkatkann bermain musik siswa. Metode Penelitian Tindakan Kelas menggunakan pendekatan kualitatif model siklus dengan langkah: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sekaran 01 Semarang, dan waktu pelaksanaan pada semester gasal 2004/2005. Pengurnpulan data dengan observasi partisipatif dan observasi penampilan bermain musik siswa. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) untuk pembelajaran keterampilan bermain musik di SD dibutuhkan metode solfigio sesuai standar kompetensi kurikulum pendidikan seni 2004: (2) Penggunaan metode solfegio dapat meningkatkan keterampilan bermain musik siswa kelas V SDN Sekaran 01 Semarang; (3) Kendala yang dihadapi dalam PBM adalah keterbatasan waktu, bahan/alat musik, kemampuan bakat musik guru dan siswa. Rekomendasi dari hasil penelitian ini, adalah: model siklus melalui penggunaan metode solfegio dalam pembelajaran keterampilan musik dapat diterapkan di SD untuk siswa kelas V.Kata Kunci: Efektivitas, solfegio, bermain musik, siswa SD.
PROGRAMATISME DALAM MUSIK INSTRUMENTAL ERA ROMANTIK (Programatism of Romantic Era in Instrumental Music) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i2.843

Abstract

Programatisme diartikan sebagai aliran atau faham yang berkembangsebagai kekuatan baru akibat dari sikap para komposer, seperti : Ludwigvon Beethoven (1770-1827) dan Franz Peter Schubert (1797-1828), yangmencipta musik program pada awal era Romantik abad ke-19. Sikapeksploratif Richard Wagner (1813-1883), Giussepe Verdi (1813-1901),maupun Franz Liszt (1811-1886), yang memberikan makna baru padakomposisi seakan mengoreksi dan bahkan menentang keterbatasan aliranmusik “absolut” yang tetap menekankan pada penggunaan bentuk-bentukmusik sebagai platform komposisi. Kandungan makna atau isi, maupunmuatan lain dipadukan dengan ide musikalnya sehingga terwujud musikyang lebih ekspresif bahkan sangat dramatis sesuai dengan “semanagtjaman” Romantik.Kata Kunci: musik, programatisme, era Romantik, komposer
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN TARI DI TAMAN KANAK-KANAK -, Hartono
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v10i1.46

Abstract

Learning the art, especially the art of dancing in the kindergarten (TK), until recently, is generally done conventionally. Teachers give examples of motions then were followed by the students, and later accompanied with music. Such activity is repeated. Learning to dance, as a matter of fact, when packaged with media, besides has optimum result; fun learning can also be obtained. Less attractive of media packaging is indicated by the various educational background of the teachers. There are only a few who really possess kindergarten educational fields. Consequently, those who have just started teaching own very little special provision relating to learning in kindergarten. It is not surprising that there are deficiencies and limitations of knowledge, skills, and creativity of teachers in utilizing the media as a means of learning in kindergarten, more specifically learning dance.Kata kunci :   pemanfaatan, media, pembelajaran , taman kanak- kanak.
BIOLA DALAM SENI PERTUNJUKAN GANDRUNG BANYUWANGI Harmono Sejati, Irfanda Rizki
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i2.2517

Abstract

Gandrung adalah salah satu seni pertunjukan tradisi yang cukup populer di kalangan masyarakat Banyuwangi Jawa Timur. Bentuk Gandrung merupakan perkembangan dari seni pertunjukan Seblang yang juga terdapat di Banyuwangi. Terdapat beberapa instrumen unsur-unsur gamelan yang digunakan untuk iringan musik Gandrung Banyuwangi, antara lain: kendang, ketuk, kempul, gong, kluncing (triangle), angklung, dan saron. Dalam perkembangannya, instrumen Biola dimasukkan sebagai tambahan musik iringan dalam seni pertunjukan Gandrung bersama dengan masuknya kebudayaan Barat yang dibawa pada masa kolonial  Belanda. Pola permainan instrumen Biola pada iringan Gandrung Banyuwangi mempunyai ciri khas tersendiri yang sangat berbeda dengan pola permainan instrumen biola pada musik barat. Dalam perkembangannya juga, instrumen Biola menjadi salah satu instrumen pokok pada seni karawitan Banyuwangi pada umumnya dan seni pertunjukan Gandrung pada khususnya, sehingga instrumen Biola dianggap penting dalam musik iringan seni pertunjukan Gandrung. Adapun fokus penelitian dalam penulisan ini mengulas instrumen Biola dalam seni pertunjukan Gandrung, antara lain: (1) latar belakang dan bentuk penyajian kesenian Gandrung Banyuwangi, (2) teknis permainan biola pada seni pertunjukan Gandrung Banyuwangi, dan (3) fungsi atau kegunaan pemain biola  pada seni pertunjukan Gandrung Banyuwangi Gandrung is one of popular traditional performance arts among Banyuwangi people at East Java. The form is a modification of Seblang performance art, which is popular at Banyuwangi. Among several musical instruments used in Gandrung include kendang, ketuk, kempul, gong, kluncing (triangle), angklung, and saron. In its following performances, violin was included as additional musical accompaniment in Gandrung along with the incoming western culture brought by the Dutch colonialists. The pattern of violin instrument has its own typical features different from that of western violin musical performance. In the following times, violin becomes one of core instruments in Banyuwangi musical performance in common and Gandrung performance art in particular, so that it is considered being important in Gandrung music accompaniment. The focus of the research includes (1) background and form of Gandrung musical performance at Banyuwangi, (2) techniques of violin performance in Gandrung, Banyuwangi, (3) function or use of violinists in Gandrung performance art, Banyuwangi.
LOMBA MUSIK DALAM KONTEKSTUAL APRESIASI UMUM (Music Contest in General Appreciation Context) Josept, Wagiman
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i2.841

Abstract

Musik hidup dalam komunikasi pencipta dan penikmatnya, ia hadirsebagai sebuah bentuk seni dengan medium audio (pendengaran).Keberdayaannya di masyarakat tidak lepas dari suasanakeuniversalannya. Upaya-upaya memahami musik dengan lebih seriuskadang-kadang kurang begitu diperhatikan. Bentuk apresiasi musik yanglebih serius kurang mendapat tempat. Salah satu bentuk apresiasi musiksebenarnya sudah menggejala di masyarakat sejak tahun 70-an ialahlomba musik. Dengan adanya lomba musik diharapkan masyarakat dapatmemahami musik dengan lebih baik. Apresiasi musik denganmenggunakan metode lomba musik bersifat sederhana namun berdayajangkauluas, serta ekonomis.Kata kunci: apresiasi, musik, komponis, pemain, pendengar, media
Dutch Batik Motifs: The Role of The Ruler and The Dutch Bussinesman Patria, Asidigisianti Surya
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 16, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v16i2.7357

Abstract

Dutch Batik is the referent of batik which is made by European-Indo woman industry. It can be identified by the European pattern which is a bouquet. This research is aimed to describe the correlation between the development of Dutch Batik with the role of the Dutch government and the Dutch merchant. The library research was used during analyzing the role of the government and the merchant using the Talcott Parsons’ functional structure theory. The batik Dutch companies were commercial oriented. It is different from real Javanese batik which had a purpose to be worn by themselves. Dutch Batik was the expression of the idea and behavior of the Dutch who lived in Indonesia. They expressed their western by using the patterns that were shown in their batik.
MENGENAL LEBIH DEKAT MUSIK ORKESTRA Fu'adi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v9i2.643

Abstract

Orchestra is the most popular instrumental music group in Western. As other bigcities in the world, Jakarta also has some orchestras as the result of culturaldiffusion influence. The growth of orchestra in Indonesia is not as good as that inWestern, however, the presence of orchestra in Indonesia has aroused variouscultural phenomenons. The gathering of sixty to seventy musicians and evenmore in an orchestra can form a new community. The cooperation intertwinedwithin the community can create a beautiful and fascinating musicalperformance. A high music quality of an orchestra will not emergeunintentionally without adeguate mastery of the skill. Some of these issues willbe important point in this discussion.Kata kunci: orkestra, komunitas, penampilan
ANALISIS KEBUTUHAN GURU SENI MUSIK DALAM KONTEKS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS ACTION LEARNING DI SEKOLAH Utomo, Udi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan kompetensi yang diperlukan para calon guru seni musik dalam konteks pelaksanaan pembelajaran berbasis action learning dan kendala-kendala yang dihadapinya. Artikel hasil penelitian ini merupakan temuan pada tahap kegiatan analisis konteks penelitian pengembangkan materi ajar mata kuliah keahlian Program Studi Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari desain penelitian model spiral yang dikembangkan oleh Cennamo dan Kalk. Berdasarkan data yang diperoleh pada kegiatan analisis konteks yang terkait dengan kebutuhan yang diperlukan dalam penelitian pengembangan materi ajar mata kuliah keahlian Program Studi Pendidikan Seni Musik dalam Konteks Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Action Learning ini diperoleh informasi pentingnya beberapa hal seperti: (1) penguasaan konsep dan simbul-simbol musik yang diperoleh melalui berbagai pengalaman musikal (bernyanyi, bermain alat musik, berkreasi  musik, dan lain-lain); (2) strategi pembelajaran seni musik yang mencakup metode, kegiatan pembelajaran, dan media pendukung; (3) kemampuan memainkan alat musik pengiring seperti keyboard, piano atau gitar; dan (4) kemampuan menciptakan lagu model yang diperlukan dalam pembelajaran seni musik.This study aims to identify and describe competencies required by students of   music education in the context of action learning-based and learning constraints that their face. This article is the result of research findings in the step of context analysis of development research  of subject matter expertise, Musical Arts Education Program, Faculty of Languages and Arts, Semarang State University.  The study was conducted by the development  research approache adapted of the research model design developed by Cennamo and Kalk. Based on the data obtained in the context of analytical work related to the research needs required in the course of teaching material development expertise at Music Education Program Implementation in  the context of action learning-based is obtained the importance  information of things such as: (1) mastery of concepts and music symbols obtained through a variety of musical experiences (singing, playing musical instruments, creating music, etc.), (2) the art of music learning strategy  includes methods, learning activities, and media support, (3) the ability to play a musical instrument such as keyboards, piano or guitar , and (4) the ability to create a song model required in music learning.
SUMANTRI NGENGER : SEBUAH ANALISIS STRUKTURAL LEVI-STRAUSS (Sumantri Ngenger – A Levi-Strauss Structural Analysis) Harpawati, Tatik
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.827

Abstract

Seni prtunjukan wayang mencerminkan masalah kehidupan terutama orang Jawa. Hal ini meliputi hubungan orang Jawa dengan tatanan alam kodrati dan adikodrati serta antara dirinya sendiri dengan sesama manusia. Berdasarkan analisis struktural Levi-Strauss ditemkan, bahwa ralitas-realitas kehidupan terutama orang jwa yang terpriyeksi melalui struktur  yang bersifat dialektis, baik pada tingkat kognitif maupun empiris, diluar pemikirna manusia. Relasi antar tokoh dalam cerita Sumantri Ngenger menunjukkan adanya konflik yang timbul dari adanya kepentingan-kepentingan pribadi atau  kelompok dan juga adanya status-status tertentu. Konflik ini berstruktur segitiga, Kata Kunci : Cerita wayang, Levi-Strauss, Struktur

Page 40 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue