cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI MUSIK DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL MELALUI METODE BERVARIASI Kusumadewi, Lidya Fita; Suharto, S.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v10i2.63

Abstract

students are less interested in learning the art of music. Moreover, the way the teacher teaches are not so attractive, complementing the students' reasons to override music art. This research is a class action research conducted in two cycles. Cycle I and Cycle II consist of planning, action observation and reflection. Data collection was done through tests, observations, interviews and documentation. Data were analyzed descriptive quantitatively and qualitatively. Based on data analysis, it is concluded that audiovisual media and varied methods improve learning outcomes of music lesson after the action of the first cycle, 84% of students reached a value greater than or equal to 64. In the second cycle, the percentage increased to 88%. Changes in behavior in this study were the students seemed happy, more motivated in learning, enthusiastic in asking questions, and pay full attention to teachers' explanation. Considering the result of the study, the researcher suggests teachers use audiovisual media and a variety of methods to generate students’ interest and attraction in appreciating the art of local music.Kata kunci: hasil belajar, media audio visual, metode bervariasi.
SACRILEGIOUS ASPECT OF JAVANESE GAMELAN: PAST AND FUTURE Pranoto, Henry Susanto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2533

Abstract

This article aims to discuss sacrilegious aspect of Javanese Gamelan in the past and what will happen in the future if it is mistreated. The most important, this article will observe the religious aspect that Gamelan has as its main function. It also explores a background history of Indonesia as a religious nation, an explanation on Gamelan music structures, and its influence toward the Western composers such as Claude Debussy and Lou Harrison in composing their musical works that are emphasizing the sacrilegious aspect of Gamelan. It gives some detail studies on their musical works that are influenced by Gamelan music in which those composers still gave a highly and rightful respect in their approach toward Gamelan music. Lastly, this article also explores the electronic Gamelan Music and its effects toward tradition. Meanwhile, it is necessary to preserve the religious aspect of Gamelan because it will define Indonesian as religious culture. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melihat kesakralan aspek dari Gamelan Jawa di masa lampau dan melihat kepada masa yang akan datang sehingga bisa dilihat apakah ada unsur kesakralan yang telah diselewengkan ataupun pudar. Hal yang terpenting di dalam ulasan artikel ini adalah pengamatan tentang unsur religi yang Gamelan miliki sebagai fungsi yang terutama. Artikel ini juga akan menjelaskan tentang sejarah Indonesia sebagai negara yang berbasis agama sejak awal mula berdirinya sampai saat ini, menjelaskan tentang struktur musik dari Gamelan, dan pengaruh Gamelan bagi komposer musik barat seperti Claude Debussy dan Lou Harrison dalam mengkomposisi musik mereka di mana mereka masih memperhatikan unsur dan fungsi kesakralan dari Gamelan. Analisa tentang komposisi musik mereka juga akan diulas di sini sehingga kita bisa melihat bagaimana komposer-komposer ini masih memberikan apresiasi dan respek yang benar dalam penyajian musik mereka yang terinspirasi oleh Gamelan musik. Pada akhirnya, artikel ini juga akan menjelaskan mengenai Gamelan elektronik yang sedang berkembang saat ini dan efeknya terhadap tradisi budaya Indonesia. Selanjutnya, sangatlah perlu bagi masyarakat Indonesia untuk mempertahankan unsur kesakralan dari Gamelen karena akan dapat mengidentifikasikan Indonesia sebagai suatu budaya yang beragama.
Beksan Wireng Mangkunagaran Tahun 1757-1987: Kajian Historis (Mangkunagaran WirengDance 1757-1987: A Historical Study) Sumarni, Nanik Sri
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 3 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i3.820

Abstract

Kehadiran Beksan Wireng Mangkunagaran era tahun 1757-1987 berkaitan erat dengan jiwa kepemimpinan dan perjuangan R.M. Said sebagai pendiri kadipaten. Semangat perjuangan yang terkenal dengan semboyan "Tiji Tibeh" dan Tri Darma tercermin dalam karya-karya tari, sebagian besar karya tari berbentuk wireng atau peperangan. Ada beberapa sumber tentang pengertian tari Wireng yaitu dari Serat Centhini, Serat Sastramiruda, Serat Wedataya, Serat Kridhwayangga, yang masing-masing memiliki pemahaman dan penjabaran yang berbeda. Beksan Wireng mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan K.G.P.A.A. Mangkunagara V. Hal ini sebagai tanda sejarah berdirinya Kadipaten, yang telah diperjuangkan oleh R.M. Said dan pengikutnya melawan VOC merupakan perang Suksesi Tanah Jawa tahun 1741-1757. Maka untuk mengenangnya lahiriah karya-karya tari dengan judul Beksan Wireng.   Kata Kunci: Beksan Wireng, Mangkunagaran, Sejarah.
KEBERADAAN KEYBOARD PADA GENDANG GURO-GURO ARON DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTER MUDA- MUDI KARO Rahmah, Siti
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v11i2.2206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesenian guro-guro aron pada masyarakat Karo yang menyangkut perubahan, dan pengaruh keyboard pada musik Guro-guro Aron. Pada awalnya keyboard digabungkan dengan ensambel kesenian tradisional Karo dalam mengiringi seni pertunjukan tradisional gendang guro-guro aron, namun belakangan alat musik Barat tersebut digunakan secara tunggal untuk mengiringi gendang guro-guro aron, tanpa disertai musik tradisional.  Masuknya instrumen keyboard, menambah semaraknya pertunjukan. Namun demikian, hadirnya musik keyboard memunculkan masalah yang  baru pada satu sisi, yaitu  masalah etika menjadi tidak diperhatikan bagi muda-mudi Karo sebagai penerus budaya Karo. Tata cara menari yang semakin seronok dan serampangan sering terjadi dengan atau tanpa sengaja oleh komunitas pendukungnya. Terjadinya penyimpangan dan pergeseran justru membuat survive keberadaannya. This research is meant to describe guro-guro aron musical arts of Karo community, dealing with changes and influences of keyboard on Guro-guro Aron music. Formerly, keyboard was combined with ensemble of Karo’s traditional music in accompanying gendang guro-guro aron performance. Yet, recently the western music instrument has been used as a solo instrument to accompany gendang guro-guro aron, without any traditional musical instrument. The use of keyboard embellishes the musical performance. Nevertheless, the use of keyboard causes a new problem, the indifference to local ethics of the Karo youngsters as the next generation of Karo culture. The perfunctory and vulgar dancing styles are often practiced deliberately or unintentionally by the supporting community. Yet, the changing dancing practices have indeed established its existence.
DAMPAK TAYANGAN LAGU ANAK-ANAK DI TELEVISI PADA PENDIDIKAN SENI DI SEKOLAH (The Effect of Children Song Show on Television Toward Art Education in School) Kusrina, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.787

Abstract

Pendidikan tidak hanya diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga dari pendidikaninformal dan nonformal. Sekolah menentukan hasil pendidikan yang dicapai oleh parasiswa, namun demikian hasil pendidikan dari sekolah tersebut juga dipengaruhi olehlingkungan sosial yang lain. Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat juga ikutandil besar dalam menentukan hasil pendidikan siswa. Saat ini lingkungan budaya fisikseperti benda hasil teknologi beserta perangkat penggeraknya juga sangat luar biasapengaruhnya bagi pendidikan anak. Kegiatan bermusik dan atau berlagu atau bernyanyipara siswa sekolah yang diwadahi dalam mata pelajaran kesenian, juga banyakdipengaruhi oleh tayangan lagu-lagu di televisi. Siswa tidak hanya bisa berapresiasi danberkreasi yang luar biasa, yang didapat dari pembelajaran luar sekolah seperti keluarga,masyarakat, terlebih lagi televisi. Utamanya pengaruh televisi disinyalir sangat luarbiasa dampaknya pada kegiatan bermusik/ berlagu/ bernyanyi anak. Untuk itudiperlukan pengarahan untuk menuju tercapainya pendidikan seni diharapkan olehsekolah secara optimal.Kata kunci: Pendidikan seni, menyanyi, lagu, televisi, apresiasi, kreasi.
Traditional Art Kayori as An Identity of Taa Society in District of Tojo Una-Una in Globalization Era Hasan, Abdul Rasyid
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i2.4427

Abstract

Kayori is someone’s or group’s statement expressed civilly in a particular time, so that the messages delivered are easily internalized and understood to nod in agreement. This research intends to identify form, function, and meaning contained in kayori traditional art of Taa society. This research employed qualitative method with a cultural approach. The results of this study portray that kayori performance periodically held is an introduction media in increasing public awareness. Kayori, embracing aesthetic values, functions to diffuse moral and aesthetic aspects to the society. Education in kayori tradition follows the regeneration process in to society orientating towards the new roles for young generation to maintain their cultural heritages. Kayori tradition implies valuable meaning of life and provides chance in understanding historical cultural heritages in tackling down recent issues in Taa society.
PENGELOLAN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Bisri, Moh Hasan
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.838

Abstract

Pengaruh globalisasi sangat terasa dalam dunia kesenian Indonesia. Hal itu minimal tampak dari pesatnya perkembangan teknologi komunikasi sehingga menyebabkan karya-karya seni seniman suatu bangsa dapat menembus dan dinikmati secara langsung oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Hasil karya seni tidak dapat lagi dipisahkan dengan tegas dari sistem-sistem, seperti produksi, informasi, perdagangan, hukum dan telekomunikasi. Karya seni anak bangsa Indonesia mau tidak mau harus mampu bersaing dengan karya-karya seni hasil world intertainment industry, seperti film produksi Hollywood, Cina, India maupun telenovela dari Mexico, Brasil dan negara-negara lain.  Terlepas dari semua itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemungkinan peningkatan apresiasi seni masyarakat dan memberi peluang bagi karya seni Indonesia untuk “go international” ke dalam industri kesenian dunia.
Seni Pertunjukan Arak-arakan dalam Upacara Tradisional Dugdheran di Kota Semarang (Arak-arakan Performing Art of Dugdheran Tradisional Ceremony in Semarang City) Cahyono, Agus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.741

Abstract

Warga masyarakat Semarang, sebagai satuan masyarakat yang hidup di daerah pesisirutara pulau Jawa, juga memiliki peristiwa yang dipandang khusus dan memiliki artipenting. Salah satu peristiwa penting bagi kehidupan warga masyarakat Semarang yaituketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, warga masyarakat Semarang selalumenantikan upacara tradisional dugdheran. Tradisi dugdheran dilaksanakan setahun sekalimenjelang bulan Ramadhan dan berlangsung hingga sekarang. Fenomena ini menarikuntuk dikaji dari perspektif sosial budaya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yangbertujuan mengungkap makna simbolik arak-arakan dalam upacara ritual dugdheran dikota Semarang. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil, maknasimbolik bentuk pertunjukan Arak-arakan sebagai upaya dakwah bagi pemuka agamaIslam, edukatif bagi orang tua, rekreatif bagi anak, dan promosi wisata bagi kepentinganbirokrat dan masyarakat.Kata Kunci: Arak-arakan, dhugdheran, bentuk pertunjukan, makna simbolik
THE IMPROVEMENT OF AUDIO-VISUAL BASED DANCE APPRECIATION LEARNING AMONG PRIMARY TEACHER EDUCATION STUDENTS OF MAKASSAR STATE UNIVERSITY -, Wahira
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 14, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v14i1.2788

Abstract

This research aimed to improve the skill in appreciating dances owned by the students of Primary Teacher Education of Makassar State University, to improve the perception towards audio-visual based art appreciation, to increase the students’ interest in audio-visual based art education subject, and to increase the students’ responses to the subject. This research was classroom action research using the research design created by Kemmis & MC. Taggart, which was conducted to 42 students of Primary Teacher Education of Makassar State University. The data collection was conducted using observation, questionnaire, and interview. The techniques of data analysis applied in this research were descriptive qualitative and quantitative. The results of this research were: (1) the students’ achievement in audio-visual based dance appreciation improved: precycle 33,33%,  cycle I  42,85% and cycle II 83,33%, (2) the students’ perception towards the audio-visual based dance appreciation improved: cycle I 59,52%, and cycle II 71,42%. The students’ perception towards the subject obtained through structured interview in cycle I and II was 69,83% in a high category, (3) the interest of the students in the art education subject, especially audio-visual based dance appreciation, increased: cycle I 52,38% and cycle II 64,28%, and the students’ interest in the subject obtained through structured interview was 69,50 % in a high category. (3) the students’ response to audio-visual based dance appreciation  increased: cycle I 54,76% and cycle II 69,04% in a good category.
PENDIDIKAN KESENIAN DI SEKOLAH SUB MATERI MUSIK (Art education at Scholl Music Material Sub) Joseph, Wagiman
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i1.704

Abstract

Tujuan diberikannya pendidikan seni di sekolah bukan lah ingin menjadikan anak  didik menjadi seniman, tetapi ingin menjadikan anak didik apresiatif terhadap seni.  Gerak   langkah   berikutnya   melaiui   hasil ­hasil   apresiasi   yang   diperdeh   itu  diharapkan   dapat   memunculkan   ide ­ide   baru anak   didik   untuk   didayagunakan  sebagai   bahan   berkreasi.   baik   berkreasi  dalam  tataran   estetik   maupun   berkreasi  pada bidang ­bidang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang amat kompleks.  Musik sebagai salah satu sub bidang seni yang diberikan di sekolah sarat dengan  nilai pendidikan apresiasi dan kreasi itu.Kata Kunci: seni, pendidikan seni, apresiasi, kreasi

Page 54 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue