cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
ANALISIS KUALITAS PENGGUNAAN BUKU KESEHATAN IBU ANAK Sistiarani, Colti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Buku KIA merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat. Program ini ditujukan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan peran tenaga kesehatan dengan kualitas penggunaan buku KIA. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor tahun 2010. Jenis penelitian yaitu penelitian penjelasan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil dan ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Kalibagor, Sampel adalah ibu hamil dan ibu balita yang berkunjung ke Puskesmas Kalibagor Bulan Oktober 2010 sebanyak 50. Teknik pengambilan sampel yaitu consequtive sampling. Analisis data untuk univariat dengan melakukan uji distribusi frekuensi, bivariat dengan uji chi kuadrat (x2). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan mengenai buku KIA dengan kualitas penggunaan buku KIA, serta tidak ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kualitas penggunaan buku KIA.The use of MCH handbook is one of community empowerment strategies. The program is intended as an effort to improve maternal and child health services. This study aims to analyze the knowledge and the role of health workers with the use of quality KIA book. This research was conducted in 2010 at Kalibagor Primary Health Care. This type of research is explanatory research using cross sectional approach. The population is all pregnant women and mothers who visited the primary health care, Samples are pregnant women and moth-ers who visited the Kalibagor Primary Health care in October 2010 as many as 50. Sam-pling technique that consequtive sampling. Univariate analysis of the data for the frequency distribution test , bivariate chi squared test ( x2 ) . The results showed no relationship be-tween knowledge of books with quality KIA KIA use of books,and there is no relationship between the role of health workers with the use of quality KIA book.
PROFIL IBU DAN PERAN BIDAN DALAM PRAKTIK INISIASI MENYUSU DINI DAN ASI EKSKLUSI Raharjo, Bambang Budi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI eksklusif di wilayah Kabupaten Kendal berdasarkan temuan dalam studi pendahuluan, secara garis besar tidak terlepas dari faktor ibu dan peran bidan penolong persalinan yang merupakan petugas kesehatan yang pertama kali membantu ibu selama proses persalinan yang seharusnya memberikan informasi dan dukungan awal kepada ibu untuk segera melakukan IMD dan melanjutkannya dengan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif melalui survei dengan pendekatan cross sectional. Desain ini digunakan untuk mengungkap cakupan inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang dilahirkan di bidan praktek swasta di wilayah kerja Puskesmas Limbangan dan Kaliwungu Kabupaten Kendal serta menguji hipotesis variabel karakterstik (profil) ibu dan peran bidan yang diduga berhubungan dengan praktik inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif melibatkan 200 ibu yang melahirkan dengan pertolongan 20 bidan praktik swasta di Kaliwungu dan Limbangan Kabupaten Kendal. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor ibu yang berhubungan dengan praktik IMD adalah pengetahuan dan sikap ibu terkait IMD dan ASI Eksklusif. Sedangkan yang berhubungan secara signifikan dengan praktik ASI eksklusif adalah tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu. Demikian juga, peran bidan juga secara signifikan berpengaruh terhadap praktik IMD dan praktik ASI eksklusif. In preliminary study, low coverage initiation breastfeeding early and exclusive breastfeed-ing in the Kendal district can not be separated from the role of maternal factors and mid-wife who is firstly helped the mother during the birth process that is supposed to provide information and support to the mother to immediately IMD and exclusive breastfeeding. This study used a quantitative approach through a cross sectional survey. This design is used to describe of early breastfeeding initiation and practice of exclusive breastfeeding in infants who born in private midwives Kaliwungu and Limbangan of district Kendal, and testing hypotheses corelation between variabel of characteristics(mother profiles) and the role of midwife with early breastfeeding initiation and practice of exclusive breastfeeding. This study involving 200 mothers who gave birth in 20 person of midwife private practice in Limbangan and Kaliwungu Kendal. The results showed that maternal factors associated with the practice of IMD is the knowledge and attitudes of mother about IMD and exclusive breastfeeding. Significantly level of education, knowledge and attitude of the mother as-sociating with the practice of exclusive breastfeeding. Similarly, the role of the midwife also significantly influence the practice of IMD and practice exclusive breastfeeding.
KONTAMINASI RESIDU PESTISIDA DALAM BUAH MELON (STUDI KASUS PADA PETANI DI KECAMATAN PENAWANGAN) Hartini, Eko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu penyebab rendahnya konsumsi buah adalah rendahnya mutu buah terutama disebabkan oleh tingginya kontaminasi residu pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa residu pestisida dalam buah melon di Kabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra produksi melon di Jawa Tengah dengan penggunaan pestisida yang cukup beragam. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross secsional. Penggunaan pestisida oleh petani diukur dengan observasi dan wawancara, sedangkan kadar residu pestisida diukur dengan metode Gas Cromatography (GC) dan High Performance Liquid Cromatography (HPLC). Kadar residu pestisida dalam buah melon yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dibandingkan dengan baku mutu SNI 7313:2008 tentang Batas Maksimum Residu (BMR) hasil pertanian. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 buah melon yang menggambarkan perbedaan jenis dan frekuensi penggunaan pestisida selama masa tanam melon, yaitu tingkat tinggi (sampel A), sedang (sampel B) dan rendah (sampel C). Hasil pengukuran residu pestisida golongan organophosphat (diazinon, parathion, ethion, profenofos, malathion dan chlorpyrifos) pada 3 buah melon, semuanya masih dibawah Limit Of Detection (LOD). Kadar residu karbamat (carbofuran) pada sampel A sebesar 0,09 ppm, sampel B sebesar 0,05 ppm dan sampel C < 0,097 LOD. Disarankan petani untuk mengurangi penggunaan pestisida untuk keamanan residu pestisida dalam buah melon. The quality of fruits are not good because the pesticides residue contamination is high. It makes the consumption of fruits are low. Melon usualy consume in fresh condition, so the residue of pesticides inside are very dangerous for food safety and public health. This study aims to identify and analyze pesticides residu in melon fruit in Grobogan, as the one of melon production center in Central Java, with many types of pesticides use.It is observa-tional study with cross sectional approach. The use of pesticides by farmers measured by observation and interviews, while the levels of pesticides residue were measured by High Performance Liquid Cromatography (HPLC) method and Gas Cromatography (GC). The residue level of pesticides in the melon fruit were analyzed descriptively, compared with the ISO 7313:2008 quality standard on the Maximum Residue Limit (MRL) on agricultural product. Samples in this study were 3 melons represented the levels of pesticides use, they were high (sample A), moderate (sample B) and low (sample C). The results of measure-ments of organophosphat group (diazinon, parathion, ethion, profenofos, malathion and chlorpyrifos) residues at 3 melons were not detected, because it was below of the Limit of Detection (LOD) of the testing tools in laboratory. The level of carbamate (carbofuran) residue in sample A was 0.09 ppm, 0.05 ppm in sample B and sample C < 0.097 LOD. The recomendations farmers should decrease the pesticides use to make the safety level of pesticides residue.
PERBEDAAN MOTIVASI ANAK, REMAJA, DAN DEWASA PADA PASIEN ORHODONTIC DENTAL CARE Fatmasari, Diyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan orthodonsi tidak hanya dapat memperbaiki susunan gigi geligi, tetapi dalam kasus-kasus tertentu juga mempunyai dampak yang besar pada penampilan wajah seseorang. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perawatan adalah motivasi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan motivasi pasien orthodonsi usia anak-anak, remaja dan dewasa dalam merawatkan gigi di klinik gigi Puri Cempaka Semarang. Jenis penelitian ini adalah observasional studi dengan rancangan cross sectional, dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah pasien orthodonsi usia anak-anak, usia remaja dan usia dewasa yang merawatkan gigi di Klinik Gigi Puri Cempaka Semarang sebesar 100 orang. Prosedur penelitian ini membagi kuesioner dengan pertanyaan sebanyak 20 item dan pilihan jawaban Likert scale berisi tentang motivasi mereka datang ke drg, kebutuhan perawatan apa yang mendesak, siapa yang membayar perawatan. Hasil penelitian dalam analisis Kruskal-Wallis Test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara motivasi pasien orthodonsi usia anak-anak, remaja dan dewasa dalam merawatkan gigi di klinik gigi Puri Cempaka Semarang.Pasien anak-anak tidak mempunyai motivasi internal, pasien remaja tujuannya untuk meningkatkan kecantikan sedangkan pasien dewasa bertujuan untuk merapikan kelainan posisi gigi.Orthodontics is a significant basis for physical well-being, mental stability and mental ad-aptation upon teenager for the coming days. Orthodontic treatment is not only can fix dental structure, but in the certain cases have a significant impact toward aesthetic of one’s face appearance. One factor that influence success of treatment is patient motivation. The reseach purpose was to know the existence of motivation differences between children, teen-ager and adult patients for orthodontic dental treatment at Puri Cempaka dental clinic of Semarang. This research approach was a observational study with cross-sectional design using a questionionnaire. The research sample was 100 patients with three groups of aged. Research procedure by distributing 20 items of quesionnaire with likert scale contain pur-pose, motivation, chief complain and who will pay the treatment. The research result with in Kruskal-Wallis analysis test demonstrates that there is a significant differences between children, teenager and adult orthodontic patients motivation in getting dental treatment at Puri Cempaka dental clinic of Semarang. Children patients has external motivation, teenager patients have purpose to improve their dental aesthetic and adult patients tend to fix their dental malposition. 
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP PENERAPAN MODEL SMS GATEWAY Elliana, Dewi; Kurniawati, Titik
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3382

Abstract

AKI kota Semarang tahun 2013 adalah  29 kasus dari 26.547 jumlah KH atau 109,2 per 100.000 KH, yang antara lain 24 kasus masa nifas, 0 kasus persalinan, 5 kasus masa hamil. Masalah penelitian adalah bagaimana perbedaan pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap penerapan Model SMS gateway sebagai media promosi kesehatan.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui  perbedaan pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap penerapan Model SMS gateway sebagai media promosi kesehatan.   Rancangan penelitian quasi eksperimental one group prepost test design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Sampel sebanyak 99 responden, dengan menggunakan sampling jenuh. Analisis pre dan post tes dilakukan dengan paired samplest-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah intervensi SMS gateway tentang tanda bahaya kehamilan dan ada perbedaan persepsi responden sebelum dan sesudah terhadap media promkes SMS gateway. 
RISK FACTORS OF MALARIA INCIDENCE WITH SPASIALS APPROACHING Dt.Mangguang, Masrizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3373

Abstract

Malaria caused by sporozoa of plasmodiumthat infected to human by female Anopheles mosquitos with periodical feverish phenomena, anaemia, limpha’s amplification, and another phenomena. In Padang city, API on 2011 as big as 0,4, it’s greater than 2010 with API 0,22. The purpose of this research was to know risk factors and distribution of malaria at Padang City. This research has been done in 2012 used case control study with 58 samples, consisting of 29 cases and 29 controls. Data collecting with questionnaire. Analysis univariat, bivariat, and multivariate, spatial analysis by using Epi Info 7 and Arc View GIS. The results of the study were most of cases living around marshes and garden, had outdoor activity at night, and didn’t use nets and repellent. Bivariate analysis that becomes risk factor of malaria were using nets p=0,025 (OR = 4,480, CI = 1,339-14,991), using repellent p=0,018 (OR = 4,222, CI = 1,409-12,657), had outdoor activity at night p=0,029 (OR = 4,107, CI = 1,292-13,057), and living around garden p=0,004 (OR = 5,971, CI = 1,901-18,754). The results of analysis spatial showed that malaria incidence found in most of districts and around the river. The conclusion, the most dominant risk factors were nets used, repellent used, and living around garden.Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. API Kota Padang pada tahun 2011 sebesar 0,4, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 0,22. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian serta distribusi malaria di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada tahun 2012 dengan desain penelitian case control study pada 58 orang sampel, terdiri dari 29 kasus dan 29 kontrol. Variabel penelitian adalah kebiasaan pemakaian kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, kebiasaan keluar rumah malam hari, keberadaan rawa-rawa, dan keberadaan kebun campur. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis univariat, bivariat, multivariat, dan analisis spasial dengan Software Epi Info 7 dan Arc View GIS. Hasil penelitian yaitu kelompok kasus lebih banyak tinggal di sekitar rawa-rawa dan kebun, kebiasaan keluar rumah malam hari, serta  tidak menggunakan kelambu dan anti nyamuk. Analisis bivariat menunjukkan faktor risiko malaria adalah pemakaian kelambu p=0,025 (OR = 4,480, CI = 1,339-14,991), penggunaan anti nyamuk p= 0,018(OR = 4,222, CI = 1,409-12,657), kebiasaan keluar rumah pada malam hari p=0,029 (OR = 4,107, CI = 1,292-13,057), dan keberadaan kebun p=0,004(OR = 5,971, CI = 1,901-18,754). Hasil analisis spasial menunjukkan distribusi kejadian malaria hampir di seluruh kecamatan dan sekitar aliran sungai. Simpulan penelitian yaitu ada hubungan yang bermakna pada kebiasaan pemakaian kelambu, penggunaan anti nyamuk, keluar rumah pada malam hari, dan keberadaan kebun campur terhadap kejadian malaria. Faktor risiko dominan yaitu pemakaian kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan keberadaan kebun campur.
Analisis Risiko Pajanan Pestisida Terhadap Kesehatan Petani Yuantari, Maria G. Catur; Widianarko, Budi; Sunoko, Henna Rya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3387

Abstract

Petani dalam mengolah lahan membutuhkan pestisida untuk memberantas hama dan gulma. Namun di sisi lain pestisida dapat membahayakan kesehatan diri petani, konsumen, organisme non target serta lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alur pajanan pestisida yang dapat masuk ke tubuh petani berbasis analisis risiko. Metode penelitian dengan exploratory research  dengan desain penelitian cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara pada 54 petani. Pajanan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh petani melalui kulit, pernapasan dan pencernaan. Petani dapat terpajan pestisida pada waktu membawa, menyimpan, memindahkan konsentrat, mencampur, menyemprot serta membersihkan alat semprot yang telah digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan RQ (Risk Quotient) 54 petani mendapatkan nilai lebih dari 1, yang berarti lebih dari batas aman yang diperkenan. 40,7% petani menggunakan bahan aktif dalam sekali pencampuran lebih dari 10 jenis serta 51,9% petani melakukan penyemprotan menghabiskan 6-10 tangki dalam sehari. Semakin besar peluang pajanan pestisida dapat meningkatkan tingginya kejadian  keracunan kronis pada petani. Analisis risiko dapat memberikan gambaran  pajanan pestisida dalam tubuh petani, melalui tahapan identifikasi bahaya, dosis response, penentuan pajanan serta penetapan karakteristik risiko. Petani harus menggunakan pestisida dengan benar dan bijak dengan membaca label kemasan, penyemprotan pada waktu yang tetap dan penggunaan alat pelindung diri untuk menjaga keselamatan di tempat kerja.  Farmers cultivate agricultural land require pesticides to eradicate pests and weeds. But on the other hand, pesticide may be risking their own health, consumers, non-target organisms and the environment. The aim of this study to determine the flow of pesticide exposure that can enter the body of farmers based on risk analysis. The method uses an exploratory research with a cross sectional study design. The data collection had been done by observation and interviews with 54 farmers. Farmers exposed to pesticides through dermal, respiratory, and digestion. Farmers may be exposed to pesticides in agricultural land at the time of carrying, storing, transferring the concentrate, mixing, spraying and cleaning spray equipment that has been used. Based on the calculation of the value of RQ (Risk Quotient) 54 farmers obtain the results of more than 1, which means the excess of allowable safe limit. 40.7% of farmers use the active ingredient in a single mixing more than 10 types of active ingredient and 51.9% of farmers are spraying spend 6-10 tank in a day. The greater the chance of exposure to pesticides may increase the high incidence of chronic poisoning in farmers. Risk analysis can provide an overview of pesticide exposure in the body of farmers, through the stages of hazard identification, dose response, exposure determination and the determination of risk characteristics. Farmers should use pesticides properly and wisely by reading  the instructions on the packaging label, spraying at a fixed time and the use of personal protective equipment to maintain safety at work.
INISIASI SEKS PRANIKAH REMAJA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Suwarni, Linda; Selviana, Selviana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3378

Abstract

Perilaku seks pranikah remaja di Kota Pontianak tahun 2009 menunjukkan 56,9% pernah kissing, 30,7 necking, 13,8% petting, 7,2% oral seks, 5,5% anal seks, dan 14,7% pernah intercourse. Angka intercourse ini lebih tinggi dari angka yang dirilis Kemenkes 2009 (6.9% di Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui inisiasi seks pranikah remaja dan faktor prediktornya pada remaja di Kota Pontianak tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional de ngan menggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 remaja SMP dan SMA yang ada di 6 kecamatan Kota Pontianak.  Hasil penelitian ini menunjukkan inisiasi seks remaja diawali dengan pegangan tangan (82,7%), berpelukan (60,7%), cium pipi (66%), meraba daerah sensitive (19,3%), seks oral (7%), seks anal (4%), dan intercourse (14,7%). Faktor prediktor inisiasi seks pranikah diantaranya: usia pasangan (p value =0,0001; PR=2,461), monitoring orangtua (p value =0,001; PR=1,537), perilaku teman sebaya (p value =0,0001; PR=2,993), sikap seksual (p value =0,0001; PR=1,868), norma subjektif (p value =0,0001; PR=1,309), niat berperilaku (p value =0,0001; PR=3,150), dan paparan media pornografi (p value =0,0001; PR=2,803). Adolescent premarital sexual behavior in Pontianak (2009) showed that 56.9% had been kissing, 30.7 necking, 13.8% petting, 7.2% oral sex, 5.5% anal sex, and 14.7% intercourse. The number of intercourse was higher than free sex adolescent number by the Ministry of Health in 2009 (6.9% in the Jakarta, Medan, Bandung, and Surabaya). The purpose of this study was to investigate and analyze adolescence premarital sexual initiation and associated factors in 2014. A cross-sectional study with simple random sampling data collection was used. The study involved 300 adolescents participated from junior and senior high school at six subdistrict in Pontianak. This study showed initiation of premarital sexual starting from 82.7% hand touching, 60.7% hugging, 66% kissing, 19.3% touching sensitive areas, 7% oral sex, 4% anal sex, and 14.7% intercourse. The associated factors with premarital sex initiation were older age pair (p value = 0.0001; PR = 2.461), low parental monitoring (p value = 0.001; PR = 1.537), risky peers behavior (p value = 0.0001; PR = 2.993), permissive sexual attitude (p value = 0.0001; PR = 1.868), permissive subjective norm (p value = 0.0001; PR = 1.309), risky intention to behave (p value = 0.0001; PR = 3,150), and pornography media exposure (p value = 0.0001; PR = 2.803).
KINERJA PETUGAS DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN PWS KIA DI PUSKESMAS DUREN Dharmawan, Yudhy; Wigati, Putri Asmita; Dwijayanti, Fifi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3383

Abstract

Angka kematian Ibu dan Bayi di Jateng masih tinggi.  Kejadian kematian tersebut juga terdapat diwilayah kerja Puskesmas Duren. PWS KIA adalah alat manajemen yang sudah dikembangkan oleh Kemenkes RI, untuk mendeteksi dini penyebab kematian bayi dan ibu. Dengan deteksi sedini mungkin, maka penyebab kematian dapat dihindarkan dan berakibat pada menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Namun demikian kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa masih terdapat ketidak lengkapan, ketidak akuratan dan keterlambatan pelaporan PWS KIA, termasuk di Puskesmas Duren, Kec. Bandungan, Kab. Semarang. Oleh karena itu perlu diketahui faktor apa saja yang terkait dengan kinerja petugas puskesmas dalam kegiatan PWS KIA. Penelitian bersifat observasional deskriptif, dengan pendekatan crosssectional,dengan analisis data kuantitatif. Populasi penelitian adalah Bidan diwilayah Puskesmas Duren. Hasil menunjukkan bahwa pencatatan PWS KIA hanya menggunakan pencatatan kohort dan buku KIA, sementara Buku bantu dan Kartu ibu hampir tidak digunakan. Tingkat akurasi data pencatatan dan pelaporan hanya mencapai 70%, sedangkan ketepatan waktu pelaporan hanya 80 %. Ada 2 bidan desa yang tidak melaporkan tepat waktu selama 2 bulan. Skor kualitas data hanya mencapai 66 %. Tabulasi silang menunjukan ada keterkaitan motivasi,beban kerja, fasilitas dan masa kerja terhadap kualitas data yang baik.Disarankan untuk pemberian motivasi dan menggunakan teknologi Informasi. Maternal and Infant mortality rate is still high in Central Java. The incidence of these deaths also occurred in the region Puskesmas Duren. Local Area Monitoring of MCH program is a management tool that has been developed by the Ministry of Health of Indonesia, which serves to detect the cause of the premature infant and maternal mortality. With early detection, the cause of death can be avoided and result in reduced maternal and infant mortality. However, the fact that there are in the field shows that there is still a lack of completeness, inaccuracies and delays in reporting of Local Area Monitoring of MCH, including Puskesmas Duren, District Bandungan, Semarang regency Therefore, it is important to know what factors are associated with health center personnel in the performance of the Local Area Monitoring of MCH activities.  The Research is a descriptive observational study, the cross-sectional approach, the quantitative data analysis. Population  of this study was the midwife who worked in the region Puskesmas Duren. Result of this study were  used Recording Document are Kohort and Buku KIA. The level of accuracy of data recording and reporting only reached 70 % , while the timeliness of reporting only 80 % . There are two midwives who do not report on time for 2 months . Data quality scores only reached 66 % . Cross-tabulation showed there is  linkage motivation , workload , facilities and working period with  the quality of data. Suggestion for motivation and use of information technology
RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP STRES PSIKOLOGIS DAN PERILAKU PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Maghfirah, Sholihatul; Sudiana, I Ketut; Widyawati, Ika Yuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3374

Abstract

Penderita DM tipe 2 sering mengalami stres berkaitan dengan terapi yang harus dijalani. Pengalaman stres sebelum dan selama terapi berpengaruh terhadap perilaku perawatan diri. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu manajemen stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh relaksasi otot progresif terhadap stres psikologis dan perilaku perawatan diri pada pasien DM Tipe 2 ang dilakukan pada tahun 2014. Desain penelitian ini kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari kelompok 14 orang kelompok perlakuan dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Analisa data khusus menggunakan  Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Berdasarkan Wilcoxon Signed Rank Test  untuk menguji pre-test dan post-test pada kelompok perlakuan didapatkan hasil stres psikologis p=0,014 (p<0,05) dan perilaku perawatan diri p=0,003 (p<0,05). Mann-Whitney U Test pada post-test kelompok perlakuan dan kontrol didapatkan hasil stres psikologis p=0,035 (p<0,05) dan perilaku perawatan diri p=0,058 (p>0,05) Kesimpulan dari penelitian ini: ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan stres psikologis pada pasien DM tipe 2 dan tidak ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perilaku perawatan diri pada pasien DM tipe 2. Penelitian lebih lanjut post-test perilaku perawatan diri perlu dilakukan dengan selang waktu yang lebih lama dibandingkan dengan stres psikologis. Patients with Type 2 Diabetes mellitus often have stress experience related to diabetes therapy. Stress experience before and during therapy affects self-care behaviors. Progressive muscle relaxation is one of stress management. The purpose of this study is to clarify the effect of progressive muscle relaxation on the psychological stress and self-care behavior in patients with Type 2 Diabetes mellitus in 2014. The research design was quasy-experiment with pre-test and post-test design. Total sample was 30 respondents consisting of 14 people in treatment group and 16 people in control group recruited by purpossive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test test and Mann-Whitney U Test. The result showed in the experimental group of psychological stress p=0.014 (p<0,05) and self-care behavior of p=0,003 (p<0,05). Mann-Whitney U test to post-test treatment and control groups showed psychological stress p=0,035 (p<0,05) and self-care behavior of p=0,058 (p>0,05).  It is concluded that there was an effect of progressive muscle relaxation on reducing psychological stress in patients with type 2 diabetes and no effect of progressive muscle relaxation on self-care behavior in patients with type 2 diabetes mellitus. Further research about self-care behaviors post-test needs to be done at longer intervals than the psychological stress.

Page 15 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024