cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
POLUSI AIR TANAH AKIBAT LIMBAH INDUSTRI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA Widiyanto, Agnes Fitria; Yuniarno, Saudin; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3388

Abstract

Sumber air tanah yang banyak dimanfaatkan warga adalah air sumur gali. Air sumur gali bila kondisinya tercemar baik oleh limbah domestik maupun limbah industri menyebabkan dampak terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat polusi  dan faktor-faktor yang menyebabkan polusi air tanah akibat limbah domestik dan limbah industri di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada tahun 2012. Keseluruhan data di uji statistik deng an Fisher’s Exact Test. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara kekeruhan (p value 1,000), bau (nilai p value 0,183), warna (p value 1,000), dan rasa (p value 0,346) dengan polusi air tanah.Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat 100% air sumur warga tidak memenuhi syarat secara mikrobiologi. Air sumur warga yang bau 47,63%, berasa 38,09%, berwarna 33,33%, keruh 28,57%. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya polusi air sebesar 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga, dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Untuk mengurangi pencemaran air sumur gali disarankan bagi penduduk setempat untuk pembuatan tangki septik secara komunal.Many people use ground water from their wells. However, it will cause health problems if the water is contaminated by either domestic or industrial waste. This research is aimed at finding the level of pollution and the factors causing the ground water pollution by industrial and domestic waste in Kalikabong, Purbalingga District. This research was quantitative approach that has been done on 2012. Overall the data in a statistical testwith Fisher’s Exact Test. The results of the bivariate analysis no correlation between turbidity (p value 1.000), aroma (p value 0.183), colour (p value 1.000), and istasty (p value 0.346) with ground water pollution The result shows that 100% water is in low quality and does not meet the microbiological requirements as tested by coliform bacteria. Moreover, 47.63%water gives unpleasant smell, 38.09% water istasty, 33.33% water becomes a colour, and 28.57% water is turbid. The factors causing the water pollution is the industrial waste (33.33%), domestic waste (47.62%), and urban waste (19.04%). It is suggested that the local people should make communal septic tank facilities.
PENDIDIKAN SEKSUAL DAN PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PASANGAN MASA KEHAMILAN Purwati, Yuni; Rachman, Irwan Taufiqur; Akhmadi, Akhmadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3379

Abstract

Sebanyak 30–50% pasangan khawatir hubungan seksual akan membahayakan janinnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan seksual pasangan masa kehamilan di Puskesmas Kasihan II  Bantul. Penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimental metode non-equivalent control group design. Sampel terdiri 26 subyek kelompok eksperimen dan 26 subyek kelompok kontrol, dengan metode purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas korelasi product moment dan uji reliabilitas alpha cronbach. Analisis data menggunakan paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil uji normalitas data menggunakan kolmogorov-sminorv p>α=0,05, sehingga data terdistribusi normal. Hasil analisis paired t-test kelompok eksperimen adalah p<0,05, hasil kelompok kontrol p>0,05 dan hasil independent samples t-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu p<0,05. Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan pemberian pendidikan seksual terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan seksual masa kehamilan di Puskesmas Kasihan II Bantul.  Both physical and psychological changes during pregnancy could influence sexuality 30-50% of couples concerned that intercourse will injure the fetus. The purpose of the study was to determine the effect of sexuality education on sexual behavior among couples during pregnancy at Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta. The quasi-experimental method with a non-equivalent control group was used in this study. The sample consisted of 26 subjects as an experimental group and as control of 26 subjects group with sampling technique using purposive sampling. Data collection instrument was a questionnaire that tested the validity of using the product moment correlation and cronbach alpha reliability test. Pretest and posttest control group performed at the same time as the experimental group. Statistical analysis of paired t-test and independent samples t-test. There was no significant differences in background characteristic between intervention and control group. Results of statistical analysis of paired t-tests on the sexual behavior experimental group p <0.05, resulting in the control group p> 0.05. The results of independent samples t-test in the experimental group and the control group p <0.05. Conclusions there was significant difference sexuality education using group discussions on sexual behavior among couples during pregnancy at Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta.
MODAL SOSIAL BUDAYA DAN KONDISI LINGKUNGAN SEHAT DALAM PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA PELAJAR Widowati, Atri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3384

Abstract

Prestasi Jambi pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami penurunan. Lemahnya pembinaan ditandai dengan sulitnya menemukan bakat atelt potensial, ini tampak seperti kurang seriusnya para pelatih atau pengurus dalam menjalankan roda pembinaan. Perlu dilakukan upaya pemberdayaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP)  agar dapat memberikan konstribusi optimal dalam pencapaian prestasi. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial budaya dalam pembinaan PPLP di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial budaya baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh sangat nyata terhadap dukungan pembinaan prestasi olahraga PPLP di Provinsi Jambi. Kesimpulan penelitian ini adalah membuktikan bahwa asosiasi lokal dan karakter masyarakat secara bersama-sama dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga, semakin tinggi tingkat modal sosial yang ada di masyarakat maka tingkat kesejahteraan ekonomi semakin baik dan dapat mendukung pembinaan prestasi olahraga di Provinsi Jambi.Jambi Achievement in National Sport School Championship get fluctuation and tend to degradation ability. The Weak of Training like difficult to find the potential talent athlete, its can see like less serious from all coach or manager in development process. Require effort of Training and exercise of student sport centre (PPLP) can give the optimal contribution in sport achievement. This research has been done on 2013 used the approach descriptive qualitative with the approach phenomenology. The research data related to athlete, coach, manager of PPLP and elite figure of society. The Technique of data collecting by observation, interview, and documentation. The purpose of this research is to determine the social culture support in training PPLP in Jambi. The Result of research indicate that the basic social culture either through direct and also indirectly have a real influence to training achievement of PPLP Jambi. The conclusion this research is prove that by together local association and society character can influence the family economic prosperity, the higher of social basic in society the good economic prosperity progressively too can support the development achievement sport in Jambi.
SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI Gustina, Erni; Djannah, Sitti Nur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3375

Abstract

Menstruasi merupakan indikator kematangan seksual pada remaja putri. Menstruasi dihubungkan dengan beberapa kesalahpahaman praktek kebersihan diri selama menstruasi yang dapat merugikan kesehatan bagi remaja. Kesadaran tentang perlunya informasi tentang praktik menstruasi yang sehat sangat penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sumber informasi dan pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan tahun 2014. Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 9 Kota Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah 9 Kota Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 79 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan 93,7% tidak mengetahui penyebab terjadinya menstruasi, 51,9 % mengatakan bahwa darah menstruasi berasal dari perut, 48,1% mengatakan bahwa lama menstruasi sekitar 3-7 hari, 58,2% tidak mengetahui siklus normal menstruasi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan pengetahuan dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian, ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja. Menstruation is an indicator of sexual maturity in young girls. Menstruation is associated with several misconceptions practice personal hygiene during menstruation which can be detrimental to the health of adolescents. Awareness of the need for information about the practice of healthy menstruation is very important. The purpose of this study was to determine source information and knowledge about menstrual hygiene among young girl. This study was an observational analytic cross sectional design in 2014. The study was conducted in Muhammadiyah 9th Junior High School Yogyakarta. The study population was the entire eighth grade students at Muhammadiyah 9th Junior High School Yogyakarta City. The sampling technique used in this study is the total sampling is 79 people. Data analysis included univariate and bivariate using chi square. The results showed 93.7% do not know the cause of menstruation, 51.9% said that the menstrual blood from the stomach, 48.1% said that long menstrual about 3-7 days, 58.2% do not know the normal menstrual cycle. Bivariate analysis showed a significant relationship between the knowledge resources with p <0.05. The conclusions, there were relationship between sources information and  knowledge about menstrual hygiene in adolescents.
KEEFEKTIFAN PROGRAM KELOMPOK PENDUKUNG IBU DALAM MENGUBAH PERILAKU IBU MENYUSUI Ichsan, Burhannudin; Salimo, Harsono; Soebijanto, H.A.A.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3380

Abstract

Pemerintah Surakarta menyelenggarakan program kelompok pendukung ibu untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Penelitian cross sectional ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan ASI eksklusif antara ibu-ibu yang mengikuti dan tidak mengikuti pada tahun 2014. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan. Besar sampel yaitu 384. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tentang ASI eksklusif pada ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu lebih tinggi secara bermakna dibanding ibu-ibu yang tidak mengikuti (p=0,04  dan p=0,001). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan  tindakan yang bermakna pada kelompok tersebut (p=0,82). Regresi logistik dilanjutkan tes stratifikasi menunjukkan bahwa dukungan keluarga lain (selain suami) merupakan variabel perancu. Kesimpulannya yaitu ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih tinggi secara bermakna dibanding yang tidak mengikuti. Surakarta government established mother support group program to increase covering of exclusive breastfeeding. This cross sectional study aimed to analyze the difference of knowledge, attitude, and practice of exclusive breastfeeding among mothers who followed and did not follow in 2014.  The population was mothers whose babies aged 6-24 months old. Sample size was 384. The results of the Mann-Whitney test shows that knowledge and attitude about exclusive breastfeeding in mothers who follow mother support group program significantly higher than mothers who did not follow (p=0,04 and p=0,001). The chi-square test shows that there is not significant difference practice in those group (p=0,82). Logistic regression continued with stratification test showed that other family support (besides her husband) is a confounding variable. The conclusion shows that mothers who follow the program have significantly higher knowledge and attitude about exclusive breastfeeding than mothers who did not.
PEMETAAN STATUS GIZI BALITA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PENCAPAIAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Setyowati, Maryani; Astuti, Retno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3371

Abstract

Permasalahan gizi masih ditemukan di wilayah Kota Semarang, terutama masalah gizi kurang dan gizi buruk bagi balita, hal ini terkait dengan pengelolaan data yang ada di Program gizi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Status gizi balita juga memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) di In-donesia khususnya untuk indikator yaitu menurunkan tingkat kematian balita . Peneli-tian ini bertujuan untuk menghasilkan pemetaan cakupan status gizi balita di wilayah Kota Semarang guna mendukung pemantauan status gizi balita pada Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2014.Penelitian ini meng-gunakan bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekataan cross-sectional, serta metode yang digunakan untuk pengembangan sistem informasi yaitu SDLC atau System Devel-opment Life Cycle yang menggunakan program aplikasi PHP dengan basis data MySQl dan tampilan peta menggunakan Google Map, yang dapat diakses dengan mengguna-kan jaringan komunikasi data yaitu internet. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pemetaan dari status gizi balita yang terdapat di wilayah Kota Semarang berbasis web dan menggunakan google map yang mudah digunakan dan dapat memantau pencapa-ian untuk Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Nutritional problems are still found in the region of the city, especially the problem of malnutrition and poor nutrition for infants, it is associated with the management of existing data on nutrition program Semarang City Health Office. Nutritional status of children also have an important role in supporting the achievement of the Millennium Development Goals (MDG’s) in Indonesia, especially for indicators of lower levels of mortality. This research aims to generate mapping coverage nutritional status of children in the city of Semarang in order to support the monitoring of nutritional status of children in Community Nutrition Improvement Program in Semarang City Health Office in 2014. This study used quantitative descriptive form with pendekataan cross-sectional, as well as the methods used to development of information systems that SDLC or system Development Life Cycle. which uses PHP application program with MySQL database and display the map using Google Map, which can be accessed using a data communications network that is the internet. The conclusions of this study is the mapping of the nutritional status of children who are in the city of Semarang web based and uses google map are easy to use and can monitor the achievement of the Society for Nutrition Improvement Program.
DETERMINATION OF INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS CAUSE PULP TISSUE DISEASES Hendari, Ratnawati; Siregar, Irma HY; Oktaviani, Frida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3385

Abstract

Factors of the oral cavity (internal) and external factors play an important role in health status of the teeth and mouth. This study was aimed to determine the causes of internal and external diseases of the pulp tissue in the North Karangasem village of Batang regency.This case study was carried out by survey methods. The independent variables were internal factors (plaques, saliva hydration, viscosity, and pH) and external factors (behavioral, health services, and genetics). The dependent variable was pulp tissue disease (pulpitis, pulp gangrene, and gangrene radix). Plaque index was measured by PHP-M, while saliva hydration, saliva viscosity, and saliva pH were measured using GC Dental Saliva Indicator guide. External factors was assessed using a close questionnaire to 99 respondents observed by purposive randomly sampling with slovin formula.  The results showed that the pulp tissue disease was caused by internal factor was saliva pH (44%) and saliva viscosity (64%), while external factors were behavioral (64%) namely incorrect brushing time (54%), snacking habits of sticky sweet (70%), and snacking frequency more than 3 times a day (50%). This study concluded that major cause of pulp tissue disease in North Karangasem village communities of Batang regency was saliva pH and behavior. Faktor dari dalam rongga mulut (internal) maupun faktor dari luar (eksternal) memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinasi  faktor internal dan eksternal penyebab penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara Kabupaten Batang. Jenis penelitian ini adalah survey diskriptif dengan metode yang digunakan adalah case study. Faktor internal yang diamati adalah plak indeks, hidrasi saliva, viskositas saliva dan pH saliva. Faktor eksternal, meliputi lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Cara mengukur plak indeks menggunakan metode PHP-M . Pengukuran hidrasi saliva, viskositas saliva, dan pH saliva menggunakan panduan GC Dental Saliva Indicator.  Penilaian faktor eksternal menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling.  Jumlah sampel  sebanyak 99 responden usia 15-44 tahun.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit jaringan pulpa yang disebabkan oleh faktor internal adalah pH saliva (44%) dan viskositas saliva (64%). Faktor eksternal adalah perilaku (64%) akibat waktu menyikat gigi yang salah (54%) dan kebiasaan ngemil dalam memilih jenis makanan manis melekat (70%) dan frekuensi ngemil > 3x sehari (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah aktor penyebab utama penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara kabupaten Batang adalah pH saliva dan perilaku masyarakat.
EFEKTIVITAS PROGRAM P4GN TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Sholihah, Qomariyatus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3376

Abstract

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Penyalahgunaan NAPZA tidak saja berbahaya dan merugikan keluarga, tetapi menimbulkan dampak soasial yang luas. Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya menjadikan para tenaga kerja memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan efektivitas penyuluhan program P4GN terhadap pencegahan penya lahgunaan NAPZA pada pekerja. Penelitian pada tahun 2014 dan dilaksanakan pada 50 orang tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Instrumen pe-nelitian menggunakan kuesioner dan media penyuluhan. Sebelum dilaksanakan peny-uluhan diberikan pre test dan post test setelah penyuluhan untuk menilai efektifitas pe-nyuluhan P4GN. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum penyuluhan dengan sesudah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kerja terhadap NAPZA sehingga dapat menghindari penyalahgunaan NAPZA. Drug stands for narcotics, psychotropic, and addictive substances. Drug abuse is not only dangerous and detrimental to the family, but soasial broad impact. Prevention, Combating Abuses and Illicit Drugs (P4GN) program needed to focusing on prevention activities in an effort to make the workforce have the mindset, attitudes, and skilled refusing abuse and illicit drug trafficking. This research is expected to describe the effectiveness of counseling programs P4GN on the prevention of drug abuse workers. The research was conducted in 2014 on 50 workers unloading at the Port of Trisakti Banjarmasin. The research instrument used questionnaires and education media. Before implementation is given pre-test counseling and post-test after counseling to assess the effectiveness of counseling P4GN. The results of the analysis with the Wilcoxon test showed that there were significant differences between the knowledge before and after of the counseling. This research is expected to increase the knowledge workers of the drug so as to avoid drug abuse.
MOTIVASI, KUALITAS SUPERVISI DAN KEPATUHAN BIDAN DALAM MENDETEKSI PREEKLAMPSIA Fatkhiyah, Natiqotul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3381

Abstract

Kepatuhan bidan  menerapkan standar pelayanan kebidanan bagi kesehatan ibu dan anak mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal, yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh motivasi dan kualitas supervisi terhadap kepatuhan bidan dalam deteksi preeklampsia. Jenis penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 Bidan Praktik Mandiri (BPM) dipilih secara proportional. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan BPM yang patuh dalam deteksi preeklampsia (83,30%), bermotivasi tinggi (83,30%) dan kualitas supervisi yang baik oleh Bidan Koodinator (46,67%). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam deteksi preeklampsia adalah motivasi (ρ=0,001) dan kualitas supervisi (ρ=0,0001). Secara bersama-sama (motivasi dan kualitas supervisi) berpengaruh terhadap kepatuhan BPM dalam deteksi preeklampsia. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan secara berurutan adalah kualitas supervisi (p-value=0,001, Exp(B)=8,129) dan motivasi (p-value=0,002, Exp(B)=7,167). Diharapkan bidan koordinator melaksanakan supervisi fasilitatif secara berkala terhadap bidan pelaksana.Compliance standards apply midwife obstetric care for maternal and child health and have a leverage effect on the quality of antenatal care provided, which further contributes to the reduction in morbidity and mortality to maternal and child. The purpose of the study was to analyze the influence of motivation and the quality of supervision of midwives in compliance. Quantitative observational research with cross sectional approach. Number of samples 30 BPM selected by proportional. Collecting data with structured questionnaires and direct observation. The data were analyzed quantitatively chisquare test. The results showed that adherent BPM in the detection of preeclampsia (83.30), motivated (83.30) and good quality supervision by the midwife coordinator (46.67).The most dominant factor in a sequence effect on compliance is the quality of supervision (p-value 0.001, Exp (B) 8.129) and motivation (p-value 0.002, Exp (B) 7.167).
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA TUBERKULOSIS Sejati, Ardhitya; Sofiana, Liena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3372

Abstract

Kualitas pengobatan tuberkulosis di DIY berdasarkan laporan P2M, meskipun dari ta-hun ke tahun terus meningkat namun, tetap masih rendah, yaitu angka kesembuhan baru mencapai 84,07% (target 85%). Cakupan penemuan tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 dirasa masih rendah pada tahun 2011 terdapat 23 kasus, tahun 2012 19 kasus, sedangkan pada tahun 2013 terdapat 25 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta-hui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan sampel case control yang dilakukan pada tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah 60 responden, dengan kasus sebanyak 20 responden, dan kontrol sebanyak 40 responden (perbandingan 1:2). Analisis data dengan menggunakan uji chi-square dan Fisher’s exact test. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah (p value 0,422, OR 2,250), kebiasaan merokok (p value 1,000, OR 1,000) dan status ekonomi (p value 1,000, OR 1,123) dengan tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 Kabupaten Sle-man. Kesimpulannya tidak ada hubungan kepadatan hunian, kebiasaan merokok, dan status ekonomi dengan tuberkulosis. The quality of tuberculosis treatment in the DIY province based on the report of P2M, although from year to year keep increasing but still low, the cure rate has reached 84.07% (target of 85%). Tubeculosis detection coverage in Depok 3 primer health centre (puskesmas) is still low, it’s seen that in 2011 there were 23 cases, 19 cases in 2012, whereas in 2013 there were 25 cases. This study aims to determine what factors that have connection with the incidence of tuberculosis in Depok 3 Primer Health Care of Sleman distric. This research is an observational analytic sample case control in 2014. The study’s sample were 60 respondents, with as many as 20 cases of respondents, and control as many as 40 respondents (ratio 1:2). Data analysis using chi-square test and Fisher’s exact test. The result there was no relationship between the density of residential (p value 0,422, OR 2,250), smoking habits (p value 1,000, OR 1,000), occupation and economic status (p value 1,000, OR 1,123) with the occurrence of tuberculosis in Depok 3 Primer Primer Health Care of Sleman distric. Conclution there was no relationship between the density of residential, smoking habits, occupation, and economic status with tuberculosis.

Page 16 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024