cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
ANALISIS PENYEBAB RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS Nugrahaeni, Dyan Kunthi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3341

Abstract

Jumlah penderita TB Indonesia sekitar 5,8% total TB dunia dan menempati peringkat keempat dengan angka prevalensi 281/100.000 penduduk. Kendala program pemberantasan dan penanggulangan TB adalah Resistensi obat anti tuberkulosis, karena pengobatan lama, mahal, dan tingginya efek samping. Tujuan penelitian menganalisis penyebab resistensi OAT. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan rancangan penelitian menggunakan kasus kontrol. Sampel kasus penderita TB resisten dan sampel kontrol penderita TB yang sembuh masing-masing 26 orang. Data dari hasil pemeriksaan laboratorium dan catatan medik di RS Dr. HA. Rotinsulu Kota Bandung. Uji statistik dengan chi square dan besar risiko dari OR. Hasil penelitian didapatkan 80,8% kategori MDR-TB dan 19,2% XDR-TB. Penderita TB mengalami efek samping 42,3%, riwayat pengobatan tidak adekuat 96,2%, adanya kontak erat 30,8%, tempat pengobatan sebelumnya tidak menerapkan DOTS 15,4%. Penyebab resistensi OAT adalah riwayat pengobatan tidak adekuat (nilai p= 0,001; OR= 40,00, 95%CI: 4,66-343,14). Pencegahan resistensi OAT dengan penatalaksanaan TB komprehensif, menerapkan program DOTS agar pengobatan tidak terputus dan berkesinambungan. Number of case TB Indonesia approximately 5.8% total TB in world, was ranked fourth with prevalence rate 281/100,000 population. Anti-tuberculosis drug resistant become problem prevention and eradication TB programmes, because treatment for longer, expensive, and greater side effects. The purpose this study was analysis causes Anti-tuberculosis drug resistant. This research was conducted at 2013 with design using case control. Cases which TB patients drug resistance, control which patients were cured TB each one as 26 people. Data obtained from the results laboratory and medical records in  hospital Dr. HA. Rotinsulu Bandung. Statictic analyzed using chi-square test and risk factor from OR. Results showed 80.8% MDR-TB and 19.2% XDR-TB. TB patients who experience side effects 42.3%, inadequate treatment 96.2%, 30.8% close contact, not implementing DOTS 15.4%. The causes anti-tuberculosis drug resistance inadequate treatment (P value= 0.001; OR= 40.00, 95%CI: 4.66-343.14). Prevention of anti-tuberculosis drug resistance by comprehensive TB management, implementing DOTS program that uninterrupted and continuous treatment.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN LUAR RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA -, Mardiana; Fibrianto, Dwi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i1.1855

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik lingkungan luar rumah dengan kejadian penyakit malaria di Desa Hanura Kecamatan Padang Cermin Lampung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik melalui metode survei dan pendekatan belah lintang. Populasi pada penelitian ini adalah perumahan penduduk Desa Hanura, dengan jumlah sampel 78 keluarga. Teknik pengambilan sampel multistage dilakukan berdasarkan tingkat wilayah yang ada di Desa Hanura. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi-square. Hal-hal yang mempengaruhi kejadian penyakit malaria adalah jarak perbukitan, jarak persawahan, semak dan tanaman perkebunan, jarak tambang udang dan jarak rawa. Sedangkan kepemilikan kandang mempunyai hubungan tidak bermakna. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between outside the home environment characteristics with the incidence of malaria in Hanura Village Padang Cermin Sub District South Lampung District.The study used analytical with cross sectional technique. The population in this study was Hanura Village residents, in 78 houses. Multistages sampling technique was made based on the level of existing area in the village of Hanura. Test statistics used in this study were chi-square. The factors influencing malaria incidence are hill distance, tree crop, shrimp ponds distance, and swamps distance. While home ownership has no significant relationship. Keywords: Incidence of malaria; Environment for foreign; Domesticment system
PROGRAM PHYSICAL FITNESS DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN PARU (VO2 max) Nasrulloh, Ahmad
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh physical fitness programme terhadap maximum oxygen uptake (VO2 max) mahasiswa IKORA FIK UNY. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain the one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah mahasiswa IKORA angkatan 2010. Sampel dalam penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa prodi IKORA FIK UNY angkatan 2010 yang mengambil konsentrasi keahlian kebugaran. Instrumen yang digunakan adalah menggunakan tes lari 15 menit dengan metode balke. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t hitung sebesar 11,261 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan VO2 Max mahasiswa saat pre test dan post test. Hasil ini dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara physical fitness programme terhadap maximum oxygen uptake (VO2 max) mahasiswa IKORA FIK UNY. This research aims at investigating the effect of physical fitness programme towards maxi-mum oxygen uptake (VO2 max) of students of Sport Science Study Program Faculty of Sport Science Yogyakarta State University. This study used an experimental method with one-group pretest-posttest design. The study population was class of 2010 Sport Science Study Program (Ikora) students. The samples in this study involved the entire students of Ikora class of 2010 who took the concentration of fitness expertise. The instrument used is a 15-minute test run using the balke method. The data analysis technique used normality test, homogeneity test and T-test. Based on the analysis results obtained, the t value is 11.261 with a significance value of 0.000. Because the significant value of 0.000 is less than 0.05 (p <0.05), it can be concluded that there are significant differences in VO2 Max of the students when in pre-test and post-test. These results imply that there is a significant relationship between physical fitness program to the maximum oxygen uptake (VO2 max) of Ikora stu-dents in Faculty of Sport Science YSU.
PENGEMBANGAN MODEL INDEKS PEMBANGUNAN GIZI Budiono, Irwan
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2641

Abstract

Kemajuan pembangunan gizi dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Gizi (IPG). Perlu pengembangan instrumen IPG untuk menilai dan memetakan kemajuan pembangunan gizi yang dicapai oleh kabupaten atau kota. Masalah penelitian adalah bagaimana pengembangan model indeks pembangunan gizi. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan  model indeks pembangunan gizi. Metode penelitian survei dilakukan di kota dan Kabupaten Semarang. Pengkajian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan melalui FGD, serta eksplorasi pendapat pakar untuk pengembangan instrumen. Penelitian kuantitatif untuk mengkontruksi instrumen dan pengukuran IPG. Hasil penelitian menunjukkan IPG terdiri dari 4 dimensi utama yaitu status gizi, konsumsi energi dan zat gizi, keamanan pangan, serta gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IPG Kota Semarang sebesar 0,701 (kategori sedang), dengan rata-rata tiap dimensi adalah : status gizi 0,947 (baik), konsumsi energi dan zat gizi 0,458 (kurang), keamanan pangan 0,729 (sedang), gaya hidup 0,672 (sedang). Rata-rata IPG Kabupaten Semarang sebesar 0,652 (sedang), dengan rata-rata tiap dimensi adalah : status gizi 0,979 (baik), konsumsi energi dan zat gizi 0,474 (kurang), keamanan pangan 0,833 (baik), gaya hidup 0,322 (kurang). Simpulan penelitian menunjukkan rendahnya indeks dimensi gaya hidup (khususnya di Kabupaten Semarang) sehingga perlunya Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) gizi lebih intensif. Nutritional development progress can be measured by Nutrition Development Index (NDI). It is necessary for NDI development to assess and mapping the nutritional development progress achieved by a county. Research problem was how develop the nutrition development index nutrition development index model. Research purpose was to develop the nutrition development index nutrition development index model in Semarang districts Assessment used qualitative and quantitative approaches. Qualitative research was used by focus group discussions (FGD) and expert opinion exploration to develop the instrument. Quantitative research was used to construct instruments, and NDI measurement. The results showed four main dimensions of IPG were nutritional status, energy and nutrients consumption, food safety, and lifestyle. The results showed an average of IPG of Semarang city was 0.701 (medium category). The average of each dimension: 0.947 nutritional status (good), the consumption of energy and nutrients 0,458 (approximately), food safety 0.729 (medium), 0.672 lifestyle (moderate). The average of IPG Semarang District was 0.652 (medium). The average of each dimension was 0.979 nutritional status (good), the consumption of energy and nutrients 0.474 (approximately), 0,833 food safety (good), lifestyle 0.322 (approximately). Conclusion, index lifestyle dimensional was low (especially in Semarang District), so need Information, Education, and Communication (IEC) about nutrition more intensive.
KEEFEKTIFAN PROGRAM KELOMPOK PENDUKUNG IBU DALAM MENGUBAH PERILAKU IBU MENYUSUI Ichsan, Burhannudin; Salimo, Harsono; Soebijanto, H.A.A.
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3380

Abstract

Pemerintah Surakarta menyelenggarakan program kelompok pendukung ibu untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Penelitian cross sectional ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan ASI eksklusif antara ibu-ibu yang mengikuti dan tidak mengikuti pada tahun 2014. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan. Besar sampel yaitu 384. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tentang ASI eksklusif pada ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu lebih tinggi secara bermakna dibanding ibu-ibu yang tidak mengikuti (p=0,04  dan p=0,001). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan  tindakan yang bermakna pada kelompok tersebut (p=0,82). Regresi logistik dilanjutkan tes stratifikasi menunjukkan bahwa dukungan keluarga lain (selain suami) merupakan variabel perancu. Kesimpulannya yaitu ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih tinggi secara bermakna dibanding yang tidak mengikuti. Surakarta government established mother support group program to increase covering of exclusive breastfeeding. This cross sectional study aimed to analyze the difference of knowledge, attitude, and practice of exclusive breastfeeding among mothers who followed and did not follow in 2014.  The population was mothers whose babies aged 6-24 months old. Sample size was 384. The results of the Mann-Whitney test shows that knowledge and attitude about exclusive breastfeeding in mothers who follow mother support group program significantly higher than mothers who did not follow (p=0,04 and p=0,001). The chi-square test shows that there is not significant difference practice in those group (p=0,82). Logistic regression continued with stratification test showed that other family support (besides her husband) is a confounding variable. The conclusion shows that mothers who follow the program have significantly higher knowledge and attitude about exclusive breastfeeding than mothers who did not.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA KELUARGA PEMBUAT GULA AREN Pangestika, Yunita Ringgih; Pawenang, Eram Tunggul
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i2.1864

Abstract

Desa Pandanarum dan Beji merupakan desa pusat pembuatan gula aren de-ngan jumlah balita penderita ISPA terbanyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di keluarga pembuat gula aren. Jenis penelitiannya ini adalah explanatory research dengan rancangan belah lintang, dengan populasi semua balita sejumlah 141. Sampel sejumlah 56 diperoleh menggunakan teknik acak proporsional. Analisis dilakukan dengan menggunakan statistik uji chi kuadrat dengan derajat kemaknaan. Dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pencahayaan alami kamar balita, pencahayaan alami ruang keluarga, luas ventilasi kamar balita, luas ventilasi ruang keluarga,  lantai, lubang asap dapur,  kepadatan penghuni rumah dan kepadatan penghuni kamar balita dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan antara dinding,  atap, letak dapur, luas dapur dengan kejadian ISPA pada balita di keluarga pembuat gula aren Desa Pandanarum dan Desa Beji Kecamatan Pandanarum. AbstractPandanarum and Beji Village are palm sugar production centers with the largest number of infants with respiratory infection. The purpose of this study was to determine the relationship between physical condition of the home environment on the incidence of ARI in children under five years of palm sugar maker families. This type of research is explanatory with cross sectional design, with a population of all children under five years amount of 141. A number of 56 samples were taken using proportional random sampling techniques. Data is analyzed using chi square with significance level. Survey results revealed no relationship between natural lighting toddler rooms, natural lighting family room, spacious room ventilated infants, spacious family room ventilation, flooring, kitchen chimney, the density of occupants, occupant density toddler rooms, with the incidence of ARI in infants. There is no connection between the wall, roof, kitchen layout, spacious kitchen with the incidence of ARI in young children in a family of palm sugar maker Pandanarum Village and Village District Pandanarum Beji.Keywords: Conditions physical environment house; Genesis ari; Toddlers; Families palm sugar maker
PERBEDAAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PEMBATIK WANITA DENGAN DINGKLIK DAN KURSI KERJA ERGONOMIS Sumardiyono, Sumardiyono; Ada, Yeremia Rante
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2842

Abstract

Posisi kerja pekerja batik tulis saat ini sebagian besar menggunakan dingklik sehingga posisi kerja menjadi membungkuk yang berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal. Secara ergonomis, posisi kerja tersebut harus dirubah sehingga posisi kerja menjadi lebih alami. Masalah penelitian adalah bagaimana perbedaan gangguan muskuloskeletal pada pekerja yang menggunakan dingklik dan kursi ergonomis. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan gangguan muskuloskeletal pada pekerja yang menggunakan dingklik dan kursi ergonomis. Metode penelitian eksperimental quasi dengan pendekatan one group pre and posttest design. Populasi penelitian seluruh pekerja industri Batik Sragen. Sampel sebanyak 50 orang menggunakan quota random sampling. Tingkat gangguan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner Nordic body map. Analisis statistik menggunakan  test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keluhan muskuloskeletal sebelum dan sesudah menggunakan kursi ergonomis (p=0,035). Simpulan penelitian, kursi kerja ergonomis menurunkan risiko keparahan gangguan muskuloskeletal.Now, batik workers working position mostly use “dingklik” so work position becomes bent, and it is risk of musculoskeletal disorders. Ergonomically, that working position should be changed becomes more natural position. Research problem was how musculoskeletal disorders differences in workers who use “dingklik” and ergonomic chairs. Research purpose was to determine musculoskeletal disorders differences in workers who use “dingklik” and ergonomic chairs. Quasi- experimental research method by one group pre and posttest design. Population study were Sragen Batik industry workers. Sample of 50 people using by quota random sampling. The rate of musculoskeletal disorders were measured by questionnaire Nordic body map. Statistical analysis using the test. The result showed there were differences in musculoskeletal complaints before and after using ergonomic chairs (p=0.035). The conclusion, ergonomic chair can reduce risk of musculoskeletal disorders.
POLA ASUH DALAM KESEHATAN ANAK PADA IBU BURUH PABRIK Oemar, Rindu; Novita, Astrid
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3543

Abstract

Kemajuan tingkat ekonomi dan pendidikan wanita membuat banyak ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sehingga mempengaruhi pola asuh ibu terhadap anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pola asuh ibu dan aspek penting yang mempengaruhi serta proses pengembangan pola asuh kesehatan anak pada ibu yang bekerja sebagai buruh pabrik di wilayah Cimanggis Depok pada tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain mixed methode yaitu gabungan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan kualitatif studi kasus intrinsik. Penelitian dilakukan di 3 pabrik dari Bulan Februari 2014 - Februari 2015. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Analisa data menggunakan analisa tematik dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antarasosial ekonomi (nilai p 0,026), keadaan  keluarga (nilai p 0,024),  keadaan  kesehatan  keluarga nilai p 0,009),  dan  lingkungan keluarga (nilai p 0,045) terhadap pola asuh pada ibu buruh pabrik di wilayah Cimanggis Depok sedangkan  variabel  lainnya  tidak  berhubungan.  Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan faktor sosial ekonomi, keadaan keluarga, keadaan kesehatan keluarga dan lingkungan keluarga dengan pola asuh pada ibu buruh pabrik dan selain itu komunikasi menjadi faktor terpenting. Diperlukan adanya pola komunikasi yang baik, sehingga dapat tercipta pola asuh yang ideal. Economic progression and educational level of women make housewives who work outside home affect parenting mother to child. This study aims to find a description of parenting mothers and important aspects that affect the development process of parenting and child health in women who worked in factories in the area Cimanggis Depok in 2014. This study used a mixed method design which combines quantitative research with cross-sectional design and intrinsic qualitative case-studies. The study was conducted in three factories in February 2014 - February 2015 with 40 respondents. Data were analyzed using thematic analysis using triangulation. The results showed no relationship between socioeconomic (p value = 0.026, OR 12.143), family circumstances (p-value = 0.024), the state of health of the family (p-value = 0.009), and the family environment (p value = 0.045) against maternal parenting factory workers in the area Cimanggis Depok. The result was there were relationship among socioeconomic factors, family circumstances, state of health of the family and the family environment with maternal parenting factory workers and besides communication becomes the most important factor. There needs to be a good communication pattern to create the ideal parenting.
PENGARUH DISMENORE TERHADAP AKTIVITAS PADA SISWI SMK Kurniawati, Dewi; Kusumawati, Yuli
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i2.1758

Abstract

Penurunan aktivitas siswi dipengaruhi oleh dismenore. Gejala ini terjadi pada siswi berupa nyeri perut, pusing, mual, dan nyeri pinggang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dismenore terhadap aktivitas siswi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan belah lintang. Sampel terdiri atas 85 siswi yang dipilih secara acak sederhana di SMK Batik 1 Surakarta. Data dikumpulkan dengan wawancara  dan hasilnya dianalisis dengan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai peratus penurunan aktivitas siswi pada kategori dismenore ≥ 6 mempunyai peratus lebih tinggi dari pada kategori dismenore < 6, dengan beda peratus sebesar 16,8%. Perbedaan tersebut secara statistik mendekati bermakna (p = 0,059). Dapat disimpulkan bahwa peristiwa dismenore berpengaruh terhadap aktivitas siswa. AbstractDecrease in student activities were influenced by dysmenorrhea. Symptoms of dysmenorrhea occur in girls generally in the form of abdominal pain, dizziness, nausea, and low back pain. The purpose of this study was to determine the effect of dysmenorrhea on schoolgirl activities. This study was an observational research with cross sectional approach. The samples consist of 85 girls at SMK Batik 1 Surakarta those were selected with simple random sampling. Data were collected through interviews and the results were analyzed by chi square test. The results showed that the percentage of decrease in activities of schoolgirl those had dysme-norrhea ≥ 6 have a higher percentage than in the categories of dysmenorrhea < 6, with difference of 16,8%. The difference was statistically close to significant (p = 0,059). In conclusion, dysmenorrhea influenced schoolgirl  activities.Keywords: Dysmenorrhea; Decreased of activities; Schoolgirl
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN KADER DALAM PENGGUNAAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK Sistiarani, Colti; Nurhayati, Siti; -, Suratman
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2632

Abstract

Kader posyandu dalam pelaksanaan program KIA memegang peranan penting untuk menggerakkan keaktifan ibu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Masalah penelitian adalah faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA di Kecamatan Kalibagor. Metode penelitian adalah studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kader posyandu aktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor. Proportional random sampling digunakan untuk mendapatkan sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 59,7% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 56,7% responden memiliki motivasi yang kurang baik, 55,2% responden memiliki masa kerja baru (<15 tahun), 53,7% responden memilki peran yang baik dalam penggunaan buku KIA. Pengetahuan terbukti berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,013), sedangkan motivasi dan masa kerja tidak berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,140). Simpulan penelitian adalah pengetahuan berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA. In maternal and child health (KIA) program, Posyandu cadres needed to increase maternal and child health. Research problem was whether factors related to role of cadres in the use of KIA book. Research purpose was to determine the factors related to the role of cadres in use of KIA book in Kalibagor District area. The research method was analytic study with cross sectional approach. Population was existing cadres which active in Kalibagor public health center area. Proportional random sampling was used to obtain 67 samples. The results were 59.7% of respondents had a good knowledge level, 56.7% of respondents have poor motivation, 55.2% of respondents have a new working period (<15 years), 53.7% of respondents have a good role in use KIA book. There was associated between knowledge and cadres role in use KIA book (p=0.013), there were no association between motivation and working period to cadres role in use KIA book (p=0.140). Conclusion, knowledge related to cadre’s role in use KIA book.

Page 45 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024