cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
PENGEMBANGAN WANA WISATA WATU SUMONG SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA BERBASIS POHON AREN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA BERKELANJUTAN DI DESA PERON, LIMBANGAN, KENDAL Eram Tunggul Pawenang; Indah Anisykurlillah; Anis Widyawati
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i2.4710

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja interdisipliner pada lintas sektoral yaitu bidang ilmu Kesehatan Masyarakat, Hukum dan Akuntansi Manajemen, kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan khususnya Desa Peron dalam membudidayakan pohon aren dalam fungsi konservasi dan pemberdayaan hasil pengolahan aren sebagai fungsi produksi, bagi perguruan tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah pembangunan. Masalah utama yang ada di Desa Peron adalah petani aren dalam pemasaran hasil masih tergantung dengan tengkulak, kurangnya diversifikasi dari aren menjadi produk-produk yang lain, pengemasan hasil diversifikasi olahan aren kurang menarik konsumen, pemanfaatan ijuk, akar dan daun dari pohon aren yang tidak maksimal, potensi Wisata Watu Sumong yang belum dieksplorasi secara optimal serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah aren. Hasil dari kegiatan KKN PPM meliputi Program pengemasan gula aren dilaksanakan dengan 3 variasi bentuk pengemasan yaitu Gula aren cetak, Gula Semut dan Sirup Aren dengan label “Arenku” dan sedang dalam proses permintaan no PIRT. Program pemasaran gula aren telah terlaksana yaitu dengan memasarkan produk gula aren berupa gula semut aren, gula cetak dan sirup aren di beberapa tempat yaitu di KPRI Handayani, UNSEC UNNES, dan Sekatul. Kegiatan Pengenalan Watu Sumong telah dilaksanakan dan mendapat apresiasi positif dari Bupati Kendal dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kendal dan akan dikembangkan menjadi Desa Wisata. Pengenalan juga dilaksanakan pada saat Peron Expo dengan menampilkan Video dan Pemasangan papan sejarah Watu Sumong dan Denah Lokasi Wisata di Desa Peron. Pengembangan desa Wisata akan dilanjutkan oleh Kelompok sadar wisata “Wikir Sari”. Program pembuatan Blog telah dilaksanakan dan diikuti oleh karang taruna Desa Peron. Blog saat ini dikelola oleh kepengurusan yang telah dibentuk. Alamat blog adalah www.ekowisataperon.com. Pelatihan membuat MoU dilaksanakan dengan sasaran perangkat desa, Kelompok sadar wisata dan Kelompok Usaha Bersama.Kata kunci : Watu sumong, MoU, pemasaran dan pengemasan aren, Blog, limbah aren
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KEPALA REGU DAN SUPERVISOR DI PT. SINAR SOSRO KPB UNGARAN TERHADAP SISTEM KERJA MESIN YANG TERDAPAT DALAM MANUAL BOOK BERBAHASA INGGRIS
Jurnal Abdimas Vol 14, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i2.28

Abstract

Abstrak. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan ”Peningkatan Kemampuan Pemahaman Kepala Regu dan Supervisor di PT. Sinar Sosro KPB Ungaran Terhadap Sistem Kerja Mesin yang Terdapat dalam Manual Book Berbahasa Inggris” ini dilakukan dalam 10 kali pertemuan yaitu selama bulan Juni sampai dengan Agustus 2010. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktek. Dari 12 orang peserta yang ikut pelatihan, terdapat 6 orang dari departemen produksi yang mengikuti pre-test dan post-test secara tertulis. Hasil pre-test dan posttest menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata sebesar 16,25% sebagai indikasi bahwa kemampuan peserta dalam memahami sistem kerja mesin yang terdapat pada manual book tersebut meningkat, terutama pemahaman dari sisi perawatan (maintenance) dan penanganan masalah mesin (trouble shooting). Sementara itu, untuk menunjang kemampuan pemahaman peserta, pelatihan English for Conversation juga diadakan. Pre-tes dan pos-tes sebagai hasil evaluasi dari pelatihan materi ini dilakukan scara lisan. Dari 12 orang yang tercatat sebagai peserta pelatihan, terdapat 7 orang yang mengikuti pre-test dan post-test. Ketujuh peserta tersebut terdiri dari 4 orang berasal dari departemen produksi, 1 orang berasal departemen quality control (QC), 1 orang dari departemen pembelian dan 1 orang berasal dari departemen akunting. Hasil tes menunjukkan adanya kenaikan nilai ratarata yaitu sebesar 12,50%. Para peserta pada umumnya merasa senang dengan diadakannya kegiatan ini karena dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan kemampuan mereka berbahasa Inggris baik secara pasif maupun aktif. Para peserta juga menginginkan adanya pelatihan lanjutan karena bermanfaat bagi pengembangan diri (self development) dan bagi kemajuan perusahaan. Kata Kunci: Peningkatan, pemahaman, manual book, mesin, Bahasa Inggris
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERORIENTASI TIG BAGI GURU SD/MI GUGUS PANGERAN DIPONEGORO Trimurtini Trimurtini Trimurtini; Wahyuningsih Wahyuningsih; Elok Fariha Sari; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.11831

Abstract

Para guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran geometri di kelas. Kebanyakan materi geometri disampaikan secara verbal, jarang menggunakan media karena kurangnya ketersediaan media dalam materi geometri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu guru SD/MI di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dalam mengembangkan media pembelajaran di kelas khususnya materi geometri. Media Tangram Interactive Game (TIG) merupakan hasil penelitian pada tahun 2016 diharapkan  dapat mengispirasi guru dalam memodifikasi pembelajaran geometri di SD. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan workshop pengembangan LKS dan media pembelajaran untuk materi geometri berorientasi media Tangram Interactive Game (TIG). Pendampingan oleh Tim Pengabdi dilakukan sampai dengan tahap simulasi LKS dan media yang dikembangkan. Kualitas LKS dan media yang dihasilkan para guru yang merupakan hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat masuk pada kategori baik. Ditunjukkan dengan kualitas LKS dan media yang sesuai dengan materi geometri dan disertai langkah kerja yang runtut. Selain itu LKS yang dibuat memenuhi syarat didaktik 60%, syarat konstruksi 75,75% dan syarat teknis 76,25%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Sungkowo Sungkowo; Kaswarganti Rahayu
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v15i2.9901

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan gerakan renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat. Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata pre test dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 76,4 menunjukkan tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas Gunungpati menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang mereka meningkat. Hal ini dipresentasikan dengan adanya nilai rata-rata post test sebesar 85,1 yang lebih tinggi dari rata-rata pre test sebesar 76,4 yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebesar 8,7 %
PENINGKATKAN KEMANDIRIAN DASA WISMA KELURAHAN SEKARAN DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.19

Abstract

Untuk memutuskan rantai penularan penyakit demam berdarah dengue, pemberantasan vektor dianggap cara yang paling mamadai saat ini. Kemandirian dasa wisma dapat digunakan untuk mengembangkan pembangunan kesehatan di tingkat kelurahan sebagai persiapan menuju desa siaga. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Sekaran untuk meningkatkan Kewaspadaan terhadap terjadinya penyakit demam berdarah. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk dapat ikut mencegah penyakit demam berdarah di lingkungannya secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melalui komunikasi, informasi, dan edukasi serta pendampingan oleh mahasiswa. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan nilai pretes dari peserta kegiatan sebesar 19,88%, dan peserta dapat menyelesaikan atau memecahkan masalahmasalah penyakit demam berdarah yang diberikan selama kegiatan. Pengetahuan dan pemahaman peserta diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat ikut serta dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue.Kata Kunci; demam berdarah dengue, dasa wisma
PROTOTYPE SISTEM POMPA AIR TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN Chico Hermanu Brillianto Apribowo; Teguh Endah S; Miftahul Anwar
Jurnal Abdimas Vol 21, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i2.12336

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan daerah pertanian yang cukup luas. Kesuburan tanah dan kebutuhan akan air menjadi prioritas utama. Untuk mendukung hal ini dibutuhkan sistem irigasi yang baik saat terjadi musim kemarau. Pengunaan diesel/pompa air dengan BBM untuk sistem irigasi pertanian sangatlah tidak efektif dan mahal. Sistem pompa air dengan tenaga surya merupakan salah satu alternatif solusi yang efektif, hemat, dan efisien untuk menjaga sistem irigasi pertanian berjalan dengan baik saat musim kemarau. Tujuan akan pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan praktis akan pembuatan dan instalasi Sistem Pompa Air Tenga Surya (SPATS) serta memberikan inovasi baru berupa pemanfaatan energi terbarukan dalam membantu sistem irigasi pertanian. Dengan demikian diharapkan masyarakat mendapatkan manfaat berupa peningkatan produktivitas hasil pertanian dan membatu pemerintah dalam memwujudkan swasembada pangan nasional.
PENGENALAN BAHASA JEPANG TENTANG PERHOTELAN BAGI PEGAWAI HOTEL DI HOTEL SILIWANGI KOTA SEMARANG Lispridona Diner
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9790

Abstract

Pegawai hotel memiliki kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang Jepang, karena pegawai hotel belum ada yang dapat menguasai bahasa Jepang dengan baik. Meskipun menggunakan bahasa Inggris, namun sering terjadi kesalahpahaman, karena pelafalan bahasa Inggris oleh orang Jepang sulit dipahami. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengenalan bahasa Jepang tentang perhotelan di hotel Siliwangi kota Semarang. Materi yang digunakan adalah kosa kata yang berhubungan dengan perhotelan seperti ketika menerima tamu, mengantar tamu, berpisah dengan tamu dan sebagainya. Metode yang digunakan adalah metode pengajaran. Pegawai hotel memperoleh pengetahuan tentang bahasa Jepang perhotelan. Bahasa Jepang yang diperoleh yaitu bahasa Jepang, bagaimana pegawai hotel menerima tamu ketika check in, memberi salam kepada tamu ketika bertemu dan berpisah. Pegawai hotel memiliki kepecayaan diri bertemu dengan wisatawan Jepang, karena sebagian pegawai hotel memiliki kemampuan berbahasa Jepang dasar tentang perhotelan.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA JAMUR TIRAM DI BOYOLALI DAN SUKOHARJO JAWA TENGAH Retno Wulan Damayanti; Ilham Priadythama
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v18i2.5736

Abstract

Jamur tiram adalah jamur yang dapat dimakan, yang tidak hanya lezat dalam rasa tapi juga kaya akan nutrisi. Jamur Tiram merupakan komoditas utama di Sukoharjo. Permasalahannya adalah bagaimana menerapkan strategi bagi para pembudidaya untuk meningkatkan varietas produk jamur tiram. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengeringkan dan mengolahnya menjadi tepung jamur tiram. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan dan penerapan alat pengering energi surya (solar dryer). Alat pengering energi surya yang diimplementasikan mampu mengeringkan 5-10 kg jamur tiram segar dalam waktu 50 -72 jam. Untuk memproses tepung jamur tiram, digunakan penggiling makanan (food grinder) yang telah terbukti efektif untuk industri skala kecil dan menengah (300 kg per bulan) dengan investasi yang rendah dan juga mudah digunakan. Untuk metode sosialisasi dan pelatihan pengeringan dan penepungan jamur tiram, disiapkan modul pelatihan dan video yang berisi Standar Prosedur Operasional (SOP) proses produkdi alat pengering surya, dan juga proses pengeringan serta penepungan jamur tiram.
AKTE OTENTIK UNTUK MEMINIMALISIR SENGKETA HIBAH Dian Latifiani
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4699

Abstract

Peralihan hak atas tanah dapat melalui berbagai cara. Seperti jual beli, warisan dan hibah. Di setiap peralihan hak atas tanah tersebut memerlukan bukti peralihan yaitu akta otentik. Dalam hibah, masyarakat kurang paham tentang pentingnya akta otentik hibah. Padahal dengan adanya akta otentik hibah memberikan kepastian hukum bagi pemegang haknya dan meminimalisir terjadinya sengketa hibah. Pelaksanaan pengabdian telah didahului dengan survei awal daerah lokasi pengabdian di bulan april 2014. Hasil survei menunjukkan banyak masyarakat terutama yeng telah melakukan hibah tanah/rumah tidak paham pentingnya akta hibah. Sehingga tim pengabdi merasa sangat prihatin dan bersemangat untuk memberikan pemahaman tentang aturan hukum pentingnya akta hibah. Juli 2014, tim pengabdi menindaklanjuti dengan melakukan perizinan secara lesan terhadap sasaran pengabdian yaitu masyarakat Desa Karangmanggis. Setelah mendapat jawaban bahwa bisa dilakukan di bulan September, maka secara formal/prosedur perizinan, surat tertulis kami susulkan. Sosialisasi dilakukan pada hari Ahad tanggal 7 September pukul 13.00. Kegiatan ini dilakukan dengan materi pelatihan yang diberikan oleh Tim Pengabdian Kepada masyarakat secara dengan atmosfer diskusi dengan duduk bersama dalam suatu lingkaran dan bertautan erat pada materi yang diberikan secara bergiliran. Metode yang dilakukan secara diskusi interaktif yang didahului dengan pemberian materi terkait.Kata kunci : akta otentik, hibah
EDUKASI FENOMENA AMBLESAN-INTRUSI AIR LAUT DAN PENANGGULANGANNYA DI SEMARANG UTARA Supriyadi Supriyadi; Khumaedi Khumaedi
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v20i1.7651

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat berupa edukasi fenomena amblesan intrusi air laut dan penanggulangannya di Semarang utara. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fenomena amblesan intrusi air laut dan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi fenomena tersebut. Fenomena amblesan intrusi air laut ini diakibatkan pengambilan air tanah yang berlebihan sehingga lapisan tanah menjadi turun serta naiknya muka air laut yang dapat menyebaban air tanah terkontaminasi air laut sehingga menjadi air payau. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan memberikan pemahaman terhadap masyarakat dalam bentuk pengenalan materi, diskusi dan pelatihan tentang cara-cara mngetasi amblesan dan intrusi air laut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat mengenal fenomena amblesan dan intrusi air laut hanya sebatas pengalaman sehari-hari dan terkesan sudah terbiasa dengan fenomena tersebut. Sosialisai dan pelatihan dengan menerapkan teknologi tepat guna yang berkesinambungan perlu dilakukan untuk mengatasi fenomena amblesan intrusi air laut.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue