Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Profil Modalitas Belajar Peserta Didik untuk Pembelajaran Diferensiasi SDN Ngaliyan 01 Fitri Mei Ambarwati; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i2.645

Abstract

The teacher needs to know the description of the tendency of the learning modality profile of class IV students at SD Negeri Ngaliyan 01. Information regarding the modality profile of students will influence the teacher's further steps in implementing differentiated learning. The research method is descriptive. The students who were used as the study were class IVC students with a total of 28 students. The purpose of this research is to know the learning modality and the results of the research show that the percentage of visual modality is 54%, auditory 18%, and kinestetic 28%. Different learning or differentiation is intended to bridge the diverse needs of students.
FLIPPED CLASSROOM dan MINDFULNESS: SOLUSI MENGATASI LEARNING LOSS DALAM PEMBELAJARAN di MASA PANDEMI di SD GUGUS MUH SYAFEI Trimurtini Trimurtini; Farid Ahmadi; Petra Kristi Mulyani; Nursiwi Nugraheni; Elok Fariha Sari; Achmad Munib; Imam Shofwan
ABDIMAS UNWAHAS Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v8i1.8586

Abstract

Permasalahan bidang pembelajaran yang terjadi pada sekolah dasar di Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang khususnya di Gugus Muh Syafei, cenderung sama yaitu keterbatasan pelaksanaan pembelajaran selama pandemi yang berubah-ubah. Pada saat pandemic covid-19 masih tinggi, seluruh pembelajaran menggunakan daring. Namun saat kondisi pandemic mulai menurun, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mulai dilakukan. Saat ini tren kenaikan dan penurunan penyebaran covid-19 masih tidak menentu, sehingga pelaksanaan pembelajaran sering berubah mengikuti kondisi. Hal ini menyebabkan terjadi learning loss, sehingga guru perlu mencari solusi mengatasinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat mengadakan program penguatan soft skills melalui mindfulness dan flipped classroom dalam pembelajaran blended learning bagi para–Guru SD di Gugus Muh Syafei. Kecamatan Pringapus. Harapannya, para guru dapat mengatasi learning loss yang terjadi pada siswanya dalam flipped classroom dan mindfulness agar softskill siswa meningkat dan pelaksanaan pembelajaran blended learning berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Tim pengabdian terdiri dari empat orang dosen dengan bidang keilmuan dan hasil penelitian yang mendukung kegiatan pengabdian, yaitu Pendidikan, Ilmu Komputer, Bahasa dan Matematika, serta dibantu oleh 3 orang mahasiswa PGSD semester 2, 4 dan 6. Metode pelaksanaan metode PALS (Parcipatory Action and Learning System) dengan mengintegrasikan 4P, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan dan pelembagaan. Dengan sasaran kegiatan pengabdian adalah guru SD Gugus Muh Syafei di Kecamatan Pringapus yang terdiri dari 6 sekolah. Tahap pengkapasitasan dilakukan dengan sosialisasi pelatihan softskill mindfulness dalam flipped classroom dalam pembelajaran blanded learning. Tahap pendampingan implementasi mindfulness dalam flipped classroom dalam pembelajaran blended learning bagi guru SD di Gugus Muh Sjafei dan evaluasi kegiatan. Tahap pelembagaan merupakan tahapan lanjutan dari hasil evaluasi dan kerjasama pihak sekolah dengan UNNES.Kata kunci: flipped classroom, mindfulness
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERORIENTASI TIG BAGI GURU SD/MI GUGUS PANGERAN DIPONEGORO Trimurtini Trimurtini Trimurtini; Wahyuningsih Wahyuningsih; Elok Fariha Sari; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.11831

Abstract

Para guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran geometri di kelas. Kebanyakan materi geometri disampaikan secara verbal, jarang menggunakan media karena kurangnya ketersediaan media dalam materi geometri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu guru SD/MI di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dalam mengembangkan media pembelajaran di kelas khususnya materi geometri. Media Tangram Interactive Game (TIG) merupakan hasil penelitian pada tahun 2016 diharapkan  dapat mengispirasi guru dalam memodifikasi pembelajaran geometri di SD. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan workshop pengembangan LKS dan media pembelajaran untuk materi geometri berorientasi media Tangram Interactive Game (TIG). Pendampingan oleh Tim Pengabdi dilakukan sampai dengan tahap simulasi LKS dan media yang dikembangkan. Kualitas LKS dan media yang dihasilkan para guru yang merupakan hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat masuk pada kategori baik. Ditunjukkan dengan kualitas LKS dan media yang sesuai dengan materi geometri dan disertai langkah kerja yang runtut. Selain itu LKS yang dibuat memenuhi syarat didaktik 60%, syarat konstruksi 75,75% dan syarat teknis 76,25%.
Optimalisasi Pemanfaatan E-Learning dalam Menghadapi Tantangan Era 4.0 Melalui Online Training bagi Guru SDK Girisonta Nursiwi Nugraheni; Trimurtini Trimurtini; Elok Fariha Sari; Galih Mahardika CP; Feylosofia Putri Agry; Teguh Supriyanto
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Berbagai Perspektif dan Pendekatan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v2i2.42155

Abstract

Permasalahan mendesak yang dihadapi SDK Girisonta terkait dengan pelaksanaan pembelajaran elektronik yang belum optimal dapat diidentifikasi dari beberapa hal berikut: (1)Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa study from home yang belum mengintegrasi sumber belajar dalam pembelajaran eletronik yang memadai dan bervariasi serta cara penilaian yang kurang efektif, (2)Orang tua atau wali murid dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh masih belum dapat mengakses secara cepat perkembangan belajar anak-anaknya. Tim pengabdian terdiri dari beberapa dosen yang multi bidang dan berpengalaman dalam penelitian maupun pengabdian di bidang e-learning dan pembelajaran di SD. Metode pelaksanaan metode PALS (Parcipatory Action and Learnig System) dengan mengintegrasikan 4P, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan dan pelembagaan. Dengan sasaran kegiatan pengabdian adalah guru, orang tua siswa dan siswa di SDK Girisonta. Tahap penyadaran dilakukan sosialisasi tentang e-learning dan manfaatnya. Tahap pengkapasitasan dilakukan dengan pelatihan penyederhanan RPP 1 lembar yang mendukung pembelajaran elektronik. Dilanjutkan dengan memilih dan memilah sumber belajar elektronik yang sesuai dengan RPP yang sudah dibuat, serta membuat permainan atau kuis online sebagai bentuk penilaiannya. Tahap pendampingan implementasi pembelajaran elektronik oleh para guru dan evaluasi kegiatan. Tahap pelembagaan berupakan tahapan lanjutan dari hasil evaluasi dan kerjasama pihak sekolah dengan UNNES. Adapun simpulan dari pelaksaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) Adanya dukungan orang tua dalam pelaksanaan pembelajaran elektronik, (2) Terjadinya peningkatan kemampuan pemahaman guru-guru SDK Girisonta tentang RPP pembelajaran jarak jauh sederhana, (3)Guru-guru SDK Girisonta mampu membuat soal online menggunakan Quiziz
MAKNA GURU SEBAGAI PERANAN PENTING DALAM DUNIA PENDIDIKAN Sulistiani, Irma; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i4.2222

Abstract

Guru adalah seseorang yang berperan penting penting dalam membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai moral yang akan dibutuhkan siswa untuk sebuah keberhasilan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka atau literature review yang didukung dengan sumber referensi yang relevan dengan kriteria artikel yang digunakan sebagai data merupakan minimal merujuk pada 30 jurnal, 25 diantaranya merupakan jurnal internasional. Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan, yaitu guru sebagai fasilitator, motivator, model, penilai, konselor, pengelola kelas, dan perencana. Sebagai seorang guru, kita juga harus mempunyai kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan berbagai peran dalam mengoptimalkan potensi belajar yang dimiliki oleh siswa.
MAKNA GURU SEBAGAI PERANAN PENTING DALAM DUNIA PENDIDIKAN Sulistiani, Irma; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i4.2222

Abstract

Guru adalah seseorang yang berperan penting penting dalam membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai moral yang akan dibutuhkan siswa untuk sebuah keberhasilan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka atau literature review yang didukung dengan sumber referensi yang relevan dengan kriteria artikel yang digunakan sebagai data merupakan minimal merujuk pada 30 jurnal, 25 diantaranya merupakan jurnal internasional. Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan, yaitu guru sebagai fasilitator, motivator, model, penilai, konselor, pengelola kelas, dan perencana. Sebagai seorang guru, kita juga harus mempunyai kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan berbagai peran dalam mengoptimalkan potensi belajar yang dimiliki oleh siswa.
URGENSI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DALAM PENANGANAN MENINGATKAN SUMBER DAYA AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK DI JAKARTA Ester Lestari; Nursiwi Nugraheni
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan hal paling penting untuk seluruh makhluk hidup terutama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari air bersih dibutuhkan mulai dari menanam, mengolah makanan, minum, mencuci, mandi dan lain-lainnya. Namun air juga diketahui sebagai zat yang dapat membawa berbagai macam penyakit, karena itu air harus bisa dikelola sebagaimana mestinya. Sanitasi air tentunya harus disesuaikan dengan kondisi permasalahan dan lingkungan sekitarnya sehingga penyerapan akan polusi yang ada di air dapat dilakukan semaksimal mungkin tanpa menghasilkan dampak negatif lainnya. Pengaplikasian sanitasi yang sesuai akan mengurangi polusi air dan juga meningkatkan kesehatan. Hal ini yang menjadikan SDGs yang berperan sebagai program mendunia dalam peningkatan sumber daya dibutuhkan dan diharapkan dapat menangani krisis air bersih dan sanitasi yang terjadi di Indonesia tepatnya di Jakarta, hal ini dikarenakan Jakarta mengalami krisis cadangan air bersih secara jangka panjang akibat dari polusi air.
Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sekitar Sebagai Upaya Pendidikan Konservasi Siswa Sekolah Dasar Arindah Isro Ahadiah; Nursiwi Nugraheni
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i1.582

Abstract

Karakter merupakan sesuatu yang ada di dalam setiap diri individu yang terbentuk sejak individu lahir atau bisa terbentuk sejak kecil melalui proses di dalam lingkungan keluarga. Karakter setiap individu harus dibentuk dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga individu tersebut dapat menjiwai setiap tindakan dan perilakunya. Salah satu karakter yang harus dijiwai oleh setiap individu adalah peduli dengan lingkungan sekitar. Pendidikan formal dapat digunakan sebagai cara untuk menanamkan karakter peduli lingkungan terhadap anak mulai dari sekolah dasar. Sikap atau perilaku yang ditunjukkan oleh sifat peduli lingkungan terhadap alam sekitar yang dilakukan dengan cara menjaga lingkungan alam atau lingkungan sekitar merupakan hakikat karakter lingkungan sekitar. Pengembangan peduli lingkungan di lingkungan sekolah dapat membantu siswa mengembangkan karakter peduli lingkungan. Siswa yang menjaga kebersihan lingkungan sekolah menunjukkan rasa kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan adanya hal tersebut, siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan.
Analisis Kualitas Pendidikan Dasar Dalam Konteks Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia Fadliyana, Annisa; Nursiwi Nugraheni
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i1.583

Abstract

Berfokus pada aspek kualitas, pendidikan dasar berperan penting dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dalam konteks ini, analisis kualitas pendidikan dasar berguna untuk memahami sejauh mana SDGs dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pendidikan dasar dalam rangka pencapaian SDGs dengan mempertimbangkan berbagai dimensi mutu seperti akses, pemerataan, relevansi kurikulum, mutu pengajaran, dan hasil pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis, data yang mewakili berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan geografis diperoleh dari berbagai sumber data berupa jurnal akademik yang didapat secara online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah membaca bahan penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menyajikan data dan menjelaskannya secara kualitatif. Analisis tersebut menemukan bahwa terdapat tantangan dalam mencapai pendidikan dasar berkualitas yang sejalan dengan prinsip-prinsip SDG. Faktor-faktor seperti infrastruktur pendidikan yang tidak memadai, akses yang tidak merata dan kurangnya pelatihan guru memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang hubungan antara kualitas pendidikan dasar dan tujuan pembangunan berkelanjutan, serta menyoroti upaya yang diperlukan untuk mencapai perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan.
ANALISIS PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MEMADUKAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF JELAJAH LINGKUNGAN Nadhifah, Siti Hajarun Nadhifah; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v7i2.2441

Abstract

The aim of this research is to analyze the effectiveness of implementing the Problem Based Learning (PBL) model in Indonesian language learning, especially in vocabulary material, by combining interactive learning through exploring the school environment. This research aims to improve students' understanding of vocabulary, develop critical thinking skills, and create a fun and contextual learning experience. With direct interaction in the surrounding environment, it is hoped that students can more easily relate new vocabulary in a fun way. The application of this learning was carried out at SDN Ngesrep 03 Semarang using observation, test and data collection techniques. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and conclusions. The results of the research showed that 10% of students got scores in the range 90-100, 37% of students got scores in the range 80-89, then students who got scores in the range 70-79 and 60-69 had the same percentage of scores, namely- 26% each. students had an average of 74, median 65, mode 80, highest score 90 and lowest score 60. There were 5 students who did not meet the KKM. Keyword: Learning Outcomes, PBL, Vocabulary