cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
Mengubah Barang Bekas Tempat Perindukan Nyamuk Penular Demam Berdarah Dengue (DBD) Menjadi Barang Berpotensi Ekonomis dengan Teknik Decoupage Siwi Pramatama Mars Wijayanti; Dian Anandari; Sri Nurlaela
Jurnal Abdimas Vol 21, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i2.10892

Abstract

 Barang barang bekas seperti kaleng dan botol yang sering dibiarkan di sekitar tanpa disadari dapat membahayakan kesehatan karena bila digenangi air dapat menjadi tempat perindukan nyamuk penular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan tehnik decoupage untuk bisa mengubah barang barang bekas menjadi barang berpotensi ekonomis serta juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit DBD. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yakni ceramah interaktif tentang penyakit DBD serta pelatihan aplikasi tehnik decoupage pada barang bekas dan juga pada media pandan. Kegiatan berlangsung di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada Tanggal 8 Agustus 2017 dengan peserta berjumlah 31 orang. Peserta mengisi kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Peserta sangat antusias dan mampu menghasilkan produk decoupage dari barang bekas dan media pandan. Serta berdasarkan hasil analisis kuesioner, ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan, di mana 16 responden mengalami kenaikan peringkat pengetahuan, sementara 9 orang berada di peringkat yang sama. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyakit DBD dan bertambahnya ketrampilan serta kreativitas peserta dengan mampu mengaplikasikan tehnik decoupage pada berbagai media 
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BAGI GURU-GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Zukhaira Zukhaira; M. Yusuf. A.Hasyim
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9795

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pentingnya perencanaan pembelajaran bahasa Arab berbasis pendidikan karakter dan budaya, mendeskripsikan tentang langkah-langkah penyusunan perencanaan pembelajaran (Silabus dan RPP) berbasis pendidikan karakter dan budaya, dan untuk mengembangkan kemampuan guru-guru Bahasa Arab dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis pendidikan karakter dan budaya serta dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah masing-masing. Alternatif pemecahan masalah yang telah diterapkan dalam pengabdian ini adalah mengadakan pendidikan dan latihan (diklat). Simpulan dari kegiatan ini adalah: (1) Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat bagi khalayak sasaran dalam hal ini guru-guru bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah se-kota Semarang, (2) Guru-guru bahasa Arab MI se-kota Semarang memperoleh peningkatan pemahaman tentang pentingnya perencanaan pembelajaran dan penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik dengan penyusunan silabus dan RPP yang benar, dan (3) Para guru mendapatkan pengalaman menyusun silabus dan RPP, dan penerapan kegiatannya di dalam kelas.
PENGEMBANGAN USAHA BERBAHAN KAIN LIMBAH DAN VELBOA DI KOTA SEMARANG Aji Supriyanto; Agus Budi Santosa; Basukianto Basukianto
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v20i1.7642

Abstract

Latar belakang IbM ini adalah mitra1 hanya memanfaatkan bahan velboa untuk produk usaha pembuatan bantal sofa dan boneka, serta bahan kain katun dan polyester untuk membuat bantal tidur dan sprei. sedangkan mitra2 merupakan kelompok penjahit yang hanya menerima pesanan pembuatan pakaian dan jaket dari pihak lain yang ordernya tidak pasti. Permasalahan lain kedua mitra adalah kuantitas produksinya masih terbatas karena peralatan terbatas, pemasaran dan penjualan juga masih konvensional, macam atau variasi produksinya terbatas dengan desain dikerjakan menggunakan pola kertas (manual), juga masih menggunakan manajemen konvensional. Sementara limbah kain (perca) kedua mitra banyak yang tidak terpakai, juga tersedia limbah kain berasal dari industri garmen dan konveksi di lingkungan sekitarnya begitu banyak dan melimpah. Tujuan IbM ini adalah pelatihan pemanfaatan kain perca dan velboa menjadi produk kreatif pada kedua mitra, dengan desain pola komputer. Tujuan lainnya agar kedua mitra dapat bersinergi untuk memanfaatkan bahan velboa dan perca menjadi produk yang lebih bernilai yaitu menghasilkan produk yang lebih bervariasi, kreatif, menarik dan berkualitas. Selain itu juga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melalui pelatihan manajemen usaha, kemasan produk serta memperluas pasar dengan sistem on-line. Metode yang digunakan adalah kaji tindak partisipatif yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas produksi adalah dengan pelatihan dan pendampingan teknik padupadan bahan dan meningkatkan variasi dan kreasi pola desain produk berbasis IT dengan software Coreldraw dan Photoshop. Sedangkan teknik cetak desain juga dikembangkan dengan sablon digital. Pelatihan pemasaran on-line dengan sistem pembuatan web blog untuk memperluas pemasaran dan penjualan. Selain itu juga menambah peralatan untuk meningkatkan kuantitas produksi, serta pelatihan manajemen tatabuku untuk inventarisasi bahan, barang dan keuangannya yang semuanya itu melibatkan mitra. Target luaran IbM ini adalah terimplementasinya metode kolaborasi usaha untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produksi sesuai yang diusulkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok usaha kecil (mitra) tersebut, serta mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat disekitarnya.
ALAT PENGADUK ADONAN WINGKO BABAT KAPASITAS 100 KG UNTUK USAHA PEMBUATAN WINGKO BABAT DI KOTA SEMARANG Ulfah Mediaty Arief; Sugeng Purbawanto; Dyah Nurani Setyaningsih
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4705

Abstract

Wingko babat merupakan makanan khas tradisional kota Semarang yang sangat terkenal dari Zaman dahulu dan digemari oleh masyarakat luas, baik masyarakat kota Semarang maupun luar kota Semarang. Wingko babat bukan hanya dijual di toko-toko atau pusat oleh-oleh (Jl. Pandanaran Semarang) tetapi juga banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Tempat penjualan tersebut juga mencerminkan segmen pasar Wingko Babat, yang dijual di toko harganya relatif mahal (di atas Rp 2.500,-/per buah), untuk kalangan menegah ke atas, dibuat dengan cara lebih modern. Sementara Wingko Babat yang dijual di pasar tradisional umumnya harganya relatif murah (± Rp 350-750,-/per buah), dan untuk kalangan menengah ke bawah, dan umumnya dibuat dengan peralatan sederhana. permasalahan menyangkut banyak aspek, seperti aspek produksi, teknologi yang dipakai, kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran dan lain-lain aspek yang perlu dicari pemecahaannya. Pelaksanaan program IbM ini bertujuan memecahkan permasalah yang ada pada industri wingko babat untuk industri kecil yang mengambil lokasi di industri wingko babat cap Lokomotif milik pak Slamet Riyono yang berlokasi di Jl. Brotojoyo IV/3 Semarang (UKM 1) dan wingko babat “ Pak Moel” Jl. Pekunden Tengah 1106 Semarang (UKM 2) sebagai mitra untuk kelompok wingko yang ada disemarang. Metode program IbM ini adalah mensosialisasikan program, rancang bangun alat pengaduk (mixer) wingko babat dengan kapasitas ± 100 kg sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi industri wingko babat di kota semarang”, kemudian melakukan uji coba sebagai pelatihan dan demonstrasi plotting alat pengaduk (mixer) yang dilakukan di industri wingko babat cap Lokomotif. Hasil uji coba ini didapatkan hasil pencampuran yang homogenitasnya cukup sesuai standar industri tersebut dan kualitas yang sesuai citarasa industri. Pelatihan aspek manajemen usaha yaitu melatih pembukuan pengelolaan keuangan maka pihak mitra UKM akan mempunyai neraca setiap minggu,atau bulan, atau tahun.Kata kunci: wingko babat , capacity , mixer
DETEKSI DINI DIABETES MELLITUS PADA IBU-IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI Kudarti Kudarti; Ike Rina wulandari; Rifa Caturiningsih
Jurnal Abdimas Vol 21, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i1.10977

Abstract

Deteksi dini kejadian diabetes mellitus yang dilakukan sejak awal dapat mencegah timbulnya komplikasi dan memberikan penanganan secara tepat dan cepat. Sebagian masyarakat menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui dampak penyakit diabetes mellitus pada kehamilan maupun persalinan. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kadar gula dalam darah (melalui pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah 2 jam postprandial) merupakan langkah awal yang diperlukan untuk mendiagnosa kejadian diabetes mellitus. Upaya ini dilakukan khususnya pada ibu-ibu usia reproduksi untuk mempersiapkan reproduksi sehat. Sasaran yang dilakukan pemeriksaan 100 orang, diperoleh hasil sebagian besar kadar gula darah normal, sedangkan 15 orang kadar gula darah diatas normal. Dilanjutkan dengan penyuluhan oleh ahli Gizi untuk mengatur program diet serta pola makan yang tepat untuk ibu-ibu yang memiliki gula darah yang tinggi maupun sebagai upaya pencegahan bagi ibu-ibu yang tidak terkena DM. Pemeriksaan HbA1C dilakukan pada klien yang memiliki kadar gula darah diatas normal setelah mengatur pola diit selama 3 bulan. Hasil pemeriksaan HbA1C diperoleh hasil 11 orang normal dan 4 orang yang pola diitnya masih memerlukan keseriusan dan kesadaran. upaya tindak lanjut berupa pemeriksaan rutin untuk pemantauan gula darah oleh Puskesmas Ngembal Kulon dan Konsultasi Diit Diabetes Mellitus oleh Nutrisionis dari Puskesmas tersebut.
UPAYA MENEKAN TINGGINYA ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS MELALUI SOSIALISASI UU NO. 22 TAHUN 2009 BAGI WARGA DESA TAMPINGAN KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Anis Widyawati
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9786

Abstract

Kecelakaan yang sering terjadi di jalanan mendorong badan legislatif untuk membuat Undang–Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebenarnya, Undang–Undang No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah banyak mengatur tentang urusan lalu lintas tetapi karena perkembangan cara berlalu lintas sehingga peraturan yang terdapat di Undang–Undang No. 14 Tahun 1992 tidak sesuai lagi sehingga perlu diganti dengan peraturan terbaru yang terdapat dalam Undang–Undang No. 22 Tahun 2009. Sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009 telah dilakukan kepolisian tetapi masyarakat ada yang menerima peraturan tersebut (pro) dan ada yang tidak menerimanya (kontra). Tujuan kegiatan pengabdian ini, yaitu: a) mengetahui pengaturan lalu lintas dalam UU No. 22 Tahun 2009, b) mengetahui dampak pelanggaran lalu lintas, c) mengetahui bentuk sanksi yang bisa diterapkan bagi pelanggar UU No. 22 Tahun 2009. Berdasarkan pengamatan tim selama melaksanakan kegiatan, peserta nampak serius dan sungguh-sungguh dalam mengikuti acara sampai akhir. Sebagai bukti adalah terjalinnya sikap pro aktif dengan bertanya sehingga terjadi interaksi. Tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara berkelanjutan ataupun sosialisasi kesadaran hukum dengan materi yang lain karena di masyarakat pedesaan ternyata banyak pemahaman hukum yang belum diketahui.
IPTEKS BAGI KELOMPOK USAHA TEPUNG MOCAF DI KELURAHAN KANDRI KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Fatmasari Sukesti; Triyono Triyono; M. Amin
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v18i2.5732

Abstract

Tujuan dari IbM ini adalah meningkatkan value added atau nilai tambah dari singkong atau ketela pohon dengan memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman singkong sebagai bahan baku pembuatan tepung mocaf serta pengembangan dan pengolahan tepung mocaf menjadi aneka makanan olahan. Metode yang dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan dan praktek pembuatan makanan, praktek pengemasan, dan pemasaran melalui pembuatan website, serta pendampingan kegiatan. Hasil dari IbM adalah meningkatnya kualitas hasil panen singkong dan produk makanan olahan berbahan baku tepung mocaf serta pemasaran hasil produksi melalui web di internet.
PENGEMBANGAN DESA WISATA JATIMALANG BERBASIS INDUSTRI KREATIF Zulfanita Zulfanita; Budi Setiawan
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4695

Abstract

Kawasan Pantai Jatimalang memiliki potensi yang bagus sebagai destinasi wisata untuk wisatawan domestik maupun manca negara.Penelitian dan pengabdian ini akan mengembangkan kawasan wisata pantai Jatimalang menjadi kawasan tujuan wisata yang menarik dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar berbasis pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian dan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKNPPM) ini akan menggunakan metode Education for Sustainable Development (EfSD) merupakan salah satu metode pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah pada lingkungan masyarakat. Metode EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan dan sosial. Program pengembangan yang akan dilaksanakan secara garis besar meliputi, 1) pelestarian nilai sosial budaya melalui pengembangan kesenian, 2) penumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif melalui pengembangan atraksi dan produk-produk wisata, 3) peningkatan produksi dan pengolahan hasilpertanian, peternakan dan perikanan.Kata kunci: kawasan wisata, ekonomi kreatif, Education for sustainable development.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA KARTU BELAJAR BAGI GURU SD/MI DI KEC. BULUSPESANTREN KEBUMEN Jimmy De Rossal
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.15

Abstract

Proses Belajar Mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pengajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam medianya. Media pendidikan tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru. Salah satu media belajar yang bisa digunakan adalah kartu belajar. Dalam pelatihan penggunaan media Karu Belajar dalam belajar mengajar IPS di SDN Tambakrejo Kebumen, hadir 35 pseserta dari 40 peserta yang mendaftar. Peserta meyakini bahwa Kartu Belajar bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.   Kata kunci: media, kartu, belajar mengajar
BATIK CIPRATAN UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) SEMARANG Penunjang Waruwu; Eka Ardhianto
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v20i1.7647

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan IbM ini adalah untuk memberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran pada Mitra 1 (SLBN) Semarang dan Mitra 2 Batik Linggo. Pelatihan yang diberikan pada manajemen usaha berupa pemakaian bahan-bahan pewarna alam dalam batik cipratan, pembukuan dan pelaporan keuangan, harga pokok produk batik, Sistem Informasi Manajemen pemasaran. Target yang tercapai dalam IbM adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia pada mitra dalam pemakaian bahan pewarna alam pada kain batik, yaitu cipratan serta cap. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah usaha seperti pembukuan, laporan keuangan dan kelayakan usaha; meningkatkan kemampuan dan ketrampilan penggunaan teknologi informasi khususnya penggunaan web pemasaran untuk memperkenalkan produk dengan harapan semakin meningkatkan Omset Penjualan batik serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan mitra. Metoda kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan pelatihan serta bimbingan teknis dan pendampingan, melakkukan monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah produk batik cipratan dan batik cap dari bahan-bahan alam; pengetahuan pembuatan pembukuan, laporan keuangan, dan kelayakan usaha.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue