Articles
734 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WARGA BINAAN KASUS NARKOBA DALAM PENCEGAHAN HIV DAN AIDS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA SEMARANG
Mahalul Azam;
Eunike Raffy Rustiana
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9791
Sebagai salah satu kelompok yang berisiko tinggi terkena HIV dan AIDS terbanyak ke-2 di Semarang dengan proporsi kasus 21,21%, para pengguna Napza menghadapi dua risiko untuk terkena HIV/AIDS, yaitu mereka yang menggunakan Napza suntik dan melakukan hubungan seksual terutama dengan lebih dari satu pasangan, atau melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Salah satu upaya awal menurunkan prevalensi kasus pada kelomok tersebut adalah melalui upaya pencegahan yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan sikap sikap warga binaan kasus narkoba. Penyuluhan sebagai salah satu metode pendidikan terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji rerata tingkat pengetahuan dan sikap peserta penyuluhan dalam pencegahan HIV/AIDS. Ratarata hasil post test baik pengetahuan atau sikap mengalami peningkatan dari pre testnya. Melalui penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan pemutaran film tentang fakta HIV/AIDS cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap warga binaan lembaga pemasyarakatan. Kombinasi metodemetode ini dapat menambah ketertarikan audiens terhadap pesan/informasi yang disampaikan sehingga peserta dapat mengikutinya dan memahami materi yang disampaikan secara lengkap. Disarankan bagi Lapas untuk melakukan follow up dengan pembentukan pendidik sebaya di lingkungan Lapas yang dimaksudkan untuk memberdayakan warga binaan agar secara aktif dapat melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS secara mandiri. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya dapat dilakukan dengan kegiatan pembentukan dan pelatihan bagi pendidik sebaya di Lapas.Â
PENGEMBANGAN KARAKTER MASYARAKAT (DEVELOPMENT OF CHARACTER COMMUNITY) MELALUI PENUNTASAN BUTA AKSARA AL-QUR’AN DENGAN METODE YANBU’A
Singgih Kuswardono;
Zukhaira Zukhaira
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v18i2.5737
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses penuntasan buta aksara al-Qur’an melalui metode Yanbu’a, dan mengetahui dampak atau manfaat dari upaya penuntasan buta aksara al-Qur’an melalui metode Yanbu’a bagi masyarakat Delikrejosari Kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang. Alternatif pemecahan masalah yang diterapkan adalah dengan mengadakan pelatihan penuntasan buta aksara al-Qur’an dengan metode Yanbu’a bagi masyarakat Semarang. Simpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah: (1) hasil uji kemampuan dasar diketahui bahwa sebagian besar dari ibu-ibu pengajian Delikrejosari Kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang 10 orang atau 40% sudah dapat membaca al-Qur’an dengan lancar akan tetapi belum benar tajwidnya, yang sudah bisa membaca al-Qur’an tetapi belum lancar sebanyak 7 orang atau 28%, sedangkan yang dalam proses pelatihan diajarkan Buku Yanbu’a Jilid 5 sebanyak 3 orang atau 12%, dan yang dimulai dari buku Yanbu’a Jilid 6 sebanyak 5 orang atau 20%, (2) Kegiatan pelatihan penuntasan buta aksara Al-Qur’an ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi ibu-ibu pengajian Delikrejosari Kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang.
PENGEMBANGAN USAHA OLAHAN LELE DI KABUPATEN BOYOLALI
Erlyna Wida R;
Choirul Anam
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4700
Perkembangan usaha pembesaran lele dumbo di Boyolali telah diikuti berkembangnya industri Usaha Kecil dan Menengah pengolahan aneka produk lele. Usaha ini berdampak pada berdirinya usaha pengolahan berbahan baku lele diantaranya KUBE Karmina dan KWT Ngudi Mulyo. Produk olahan yang telah diproduksi antara lain abon lele, aneka kripsi dari kulit lele, sirip, tulang dan daging lele. Industri ini dapat sebagai pekerjaan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menambah penghasilan keluarga di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, kedua kelompok mengalami masalah yang sama dalam pengirisan/perajangan kerupuk/daging lele dan kendala pemasaran. Tujuan pengabdian ini memperbaiki proses produksi dalam mengembangkan usaha pengolahan lele agar produknya lebih baik dan perluasan jaringan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diintroduksikan meat slicer dan perluasan jaringan pemasaran melalui media cetak dan penjalinan kerjasama dengan warung makan dan toko oleh-oleh. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah 1) hasil rajangan kerupuk sudah terstandar tetapi untuk keripik daging lele masih perlu perbaikan, 2) Perluasan jangkauan pemasaran mengarah pada rumah makan, 3) Terjadi peningkatan omset produksi maupun omset penjualan di masing-masing kelompok. Produk yang terstandar dapat menjamin kualitas sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat.Kata kunci : meat slicer, pengolahan, pemasaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS DAN MANAJEMEN PEMASARAN MELALUI WEB BAGI PEMILIK HOMESTAY DESA WISATA KANDRI SEMARANG
Testiana D.W;
Dodi Mulyadi;
Akhmad Faturrahman
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v20i1.7652
Homestay merupakan bagian penting promosi wisata lokal yang sangat membantu pengembangan pariwisata khususnya desa wisata di desa Kandri Semarang. Hal ini harus didukung dengan kemampuan berbahasa Inggris para pemilik homestay di desa tersebut yang seharusnya siap menerima wisatawan mancanegara yang datang. Tetapi pada kenyataannya kemampuan mereka cenderung relatif rendah karena rata-rata memiliki latar belakang pendidikan yang minim. Berdasarkan pernyataan tersebut, tim pengabdi kami memfokuskan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan daily conversation bahasa Inggris, pengelolaan web homestay, manajemen pelayanan dan pemasaran, serta tata kelola homestay bagi pemilik homestay desa wisata Kandri Gunungpati Semarang. Dari program pelatihan pengabdian masyarakat tersebut dihasilkan peningkatan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, peningkatan pengelolaan web homestay yang mendukung promosi desa wisata, peningkatan manajemen pelayanan dan pemasaran homestay bagi para pemilik homestay desa wisata Kandri Semarang.
PENERAPAN IPTEK BAGI KELOMPOK USAHA TAHU DI SEMARANG
Rochmani Rochmani;
Adi Suliantoro;
Euis Soliha
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v18i1.5724
Tahu merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tahu ini mengandung protein yang tinggi. Bagi sebagian besar masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan akan protein ini mereka memilih untuk mengonsumsi tahu. Saat ini di wilayah kampung Kradenan ini ada dua pengusaha tahu, yaitu: Tahu Sumedang dan Tahu Purwokerto. Kedua usaha tahu ini memilih lokasi di Kampung Karadenan karena lokasinya dekat dengan Sungai Kaligarang sehingga kebutuhan air sumur tercukupi, pasokan bahan baku juga mudah diperoleh. Untuk tenaga kerja, mereka mengambil dari wilayah masing-masing. Tenaga kerja usaha tahu Sumedang kebanyakan adalah dari daerah Sumedang. Tenaga kerja usaha tahu Purwokerto juga kebanyakan dari daerah Purwokerto. Adapun proses produksi dari kedua usaha tahu tersebut masih tradisional. Untuk usaha tahu Purwokerto sangat membutuhkan alat pengepres tahu supaya tahu yang dihasilkan bisa padat. Alat pengepres tahu yang sekarang digunakan adalah batu sebagai pemberat untuk mengepres tahu. Selain itu kedua usaha tahu juga membutuhkan bagaimana aspek manajemen khususnya pemasaran bisa diterapkan terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Hasil dari penerapan iptek ini adalah adanya transfer iptek berupa alat pengepres tahu yang lebih moderen, alat pencetak tahu, dan wajan yang akan bermanfaat dalam proses produksi. Dari aspek pemasaran hasil yang diperoleh adalah adanya perluasan pasar untuk kedua Usaha Tahu.
TEKNOLOGI AMONIASI UNTUK MENGOLAH LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK BERMUTUDI DESA PABUARAN KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG
Ubad Badrudin
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v15i1.2875
Hijauan merupakan sumber pakan utama ternak ruminansia yang harus disediakan dalam jumlah yang cukup. Hijauan yang umum diberikan adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan, tegalan, pematang, serta pinggiran jalan yang semakin sulit didapat, terlebih saat musim kemarau panjang. Sumber pakan ternak yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu jerami. Jerami merupakan bagian dari batang tanaman padi tanpa akar. Karakteristik jerami padi adalah rendahnya kandungan nitrogen, kalsium, fosfor, serta kandungan serat kasarnya termasuk tinggi, sehingga daya cerna rendah dan konsumsinya menjadi terbatas. Jerami padi yang langsung diberikan kepada ternak, daya cernanya rendah dan proses pencernaannya lambat, sehingga total yang dimakan per satuan waktunya menjadi sedikit. Upaya untuk meningkatkan nutrient jerami padi salah satunya dengan teknik amoniasi menggunakan urea. Teknologi amoniasi dapat meningkatkan daya cerna dan kandungan protein. Jerami padi yang telah diamoniasi memiliki nilai energi yang lebih besar karena kandungan senyawa karbohidrat yang sederhana menjadi lebih besar serta sangat efektif untuk membebaskan dari kontaminasi mikroorganisme dan menghilangkan aflatoksin yang ada di dalam jerami.
PENGENALAN BAHASA ARAB MELALUI NYANYIAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ISLAM “MUTIARA HATIâ€Â
Zukhaira Zukhaira
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.12
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan bahasa Arab melalui nyanyian pada anak usia prasekolah di TK Islam Terpadu “Mutiara Hati†Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang, dan mengetahui proses belajar mengajar bahasa Arab melalui nyanyian pada anak usia prasekolah di TK Islam Terpadu “Mutiara Hati†Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang. Prosesnya kegiatan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti bernyanyi sambil bermain dan bernyanyi dengan menggunakan gerakan serta bernyanyi dengan menggunakan media pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah; (1) Melalui nyanyian yang disampaikan dengan metode bermain yaitu menyanyi dengan gerakan, maka anak-anak usia pra sekolah dapat dengan mudah mengenal kosakata-kosakata bahasa Arab, (2) Anak-anak usia pra sekolah memiliki minat yang tinggi dalam mengenal bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak-anak ketika menyanyikan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab yang diajarkan, dan (3) Isi nyanyian pendek dan bahasa yang digunakan mudah sehingga siswa dengan mudah mencerna dan mengucapkan kosakata bahasa Arab  Kata kunci : pengenalan, bahasa arab, nyanyian, prasekolah
PROGRAM INTEGRATED EDUSPORTAINMENT DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED) – LITERASI BUDAYA BATAK DALAM AKTIVITAS OUTBOUND PADA PESERTA DIDIK USIA DINI
Andri Zainal;
Nurhayati Simatupang;
R. H. D. Nugrahaningsih;
Gaffar Hafz Sagala
Jurnal Abdimas Vol 21, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v21i1.10958
Program Integrated EduSportainment di UNIMED merupakan salah satu upaya UNIMED dalam memfasilitasi salah satu program unggulan pemerintah dalam penyediaan taman pintar atau yang disebut dengan science and technology park (STP) di Indonesia dengan keunggulan utama pada utilisasi seluruh sarana dan prasarana yang ada di UNIMED. Pencanangan tema spesifk tersebut menjadi keunggulan daya saing tersendiri bagi keberadaan kegiatan Integrated EduSportainment di UNIMED yang merupakan aktualisasi dari Program Iptek Bagi Kreativitas dan Inovasi Kampus (IbKIK) atau yang sekarang dikenal sebagai Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dimana tidak hanya ditujukan bagi penguatan dan pelestarian budaya suku Batak namun juga menjadi salah satu kontribusi UNIMED sebagai salah satu pengemban amanat pendidikan nasional dalam memfasilitasi program pemerintah pusat untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan melalui Danau Toba sebagai “The Monaco of Asiaâ€. Secara spesifk untuk jangka panjang, program IbKIK Integrated EduSportainment ini juga dicanangkan menjadi laboratorium terpadu bagi seluruh civitas akademika khususnya mahasiwa/i UNIMED dalam mempraktekkan ilmu kependidikannya melalui partisipasi mereka didalam operasional paket-paket wisata edukasi yang menyasar para peserta didik mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai ke tingkat sekolah umum/kejuruan sebagai target pasar produk dari IbKIK Integrated EduSportainment. Tim Pelaksana pada tanggal 22 Juli 2017 telah berhasil dan sukses menyelenggarakan kegiatan soft-launching kegiatan IbKIK Integrated EduSporTainment yang melibatkan 50 siswa/i dari Kelas VI SD Muhammadiyah Terpadu 36 Medan Denai. Kegiatan yang dimaksud berfokus pada 3 (tiga) aktivitas utama yakni Permainan Outbouind Cerdas yang mencakup permainan labirin, bola ornamen, ketapel tembak, puzzle dan bola estafet; workshop kuliner Batak (Ombus-Ombus dan Itak-Itak Pohul) dan; workshop tarian tradisional Batak Toba
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN MELALUI PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SD/ MI KECAMATAN SARANG KABUPATEN REMBANG
U`um Qomariyah
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v19i2.4716
Pelatihan ini dilakukan guna membekali guru secara konkrit dalam mengembangan keprofesian mereka melalui pelatihan menulis artikel ilmiah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan proses pembimbingan. Keberhasilan dari kegiatan pengabdian ini lebih pada dukungan dari semua pihak khususnya guru yang senantiasa mengharapkan perubahan dan peningkatan keilmuan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian secara umum berjalan dengan lancar mengingat kegiatan ini terselenggara karena antusiasme guru dan motivasi dari guru sebagai peserta guna mendapatkan bekal dalam menulis karya ilmiah. Masing-masing deskripsi kegiatan pelaksanaan yang meliputi orientasi pendahuluan sampai tahapan terakhir yakni pembimbingan dan diskusi.Kata kunci: Pengembangan Keprofesian, artikel ilmiah, Guru SD
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SLTP NEGERI LIMBANGAN KENDAL
Bambang Wahyono;
Chatila Maharani
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v15i1.1210
Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berdasarkan berbagai survey, perilaku merokok sudah mulai dilakukan oleh generasi penerus bangsa mulai dari usia sekolah. Untuk itu diperlukan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya merokok pada usia sekolah yaitu pada siswa sekolah lanjutan khususnya pada Siswa SLTP Negeri Limbangan Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan kepada siswa SLTP Negeri I Limbangan Kendal yang diikuti oleh siswa kelas 7,8 dan 9. Ceramah yang dilakukan disertai dengan penggunaan gambar dan diagram tentang bahaya merokok. Setelah itu dilakukan metode diskusi mengenai cara menghindari kebiasaan merokok dan dilanjutkan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini, jika dilihat dari nilai pretest dan posttest rata-rata terdapat peningkatan dari sebelumnya sebesar 5,6 menjadi 8,75. Hasil diskusi yaitu untuk dapat mencegah dan mengurangi kebiasaan merokok berasal dari diri sendiri dan lingkungan. Selain itu diharapkan, siswa dapat menyampaikan mengenai bahaya merokok dari hasil pengabdian ini kepada lingkungan terdekatnya yaitu keluarga dan teman-temannya. Kata kunci : Bahaya rokok, pemuda, penyuluhan