cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BAHAN AJAR BERBASIS WEB DENGAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCT/ON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIASISWASMAN 1 JEPARA Winarni, Winarni; Soeprodjo, Soeprodjo; Pradana, Aris Bagus
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini diterapkan bahan ajar berbasis web dengan model PBI untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI-IA5 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan bahan ajar berbasis web dengan model PBI. Kelas XI-IA2 sebagai kelas kontrol yang hanya mendapatkan pembelajaran bermodel PBI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan Uji anava. Analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata-rata, analisis pengaruh antar variabel, penentuan koefisien determinasi, dan analisis hasil angket dan observasi. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi bahwa penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis. Hasil analisis menunjukkan rb 0,44 dengan kontribusi 19, 78%. Simpulan pada penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara dengan kontribusi 19, 78%.
PENERAPAN MODEL ASSURE DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Sari, Widia Maya; Susiloningsih, Endang
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi model pembelajaran ASSURE dengan metode Problem Solving dan metode yang biasa digunakan oleh guru pengampu dan apabila ada perbedaan, hasil belajar manakah yang lebih baik diantara keduanya. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, diperoleh kelas eksperimen XI IPA 1 sebanyak 30 siswa dan kelas kontrol XI IPA 2 sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 83,26 dan kelas kontrol 75,1. Hasil uji perbedaan dua rata-rata dua pihak menunjukkan ada perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Sedangkan uji perbedaan dua ratarata menunjukkan kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pada hasil belajar kimia di antara siswa yang diberi model pembelajaran ASSURE dengan metode Problem Solving dengan metode yang biasa digunakan oleh guru. Hasil belajar kimia dan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang diberi model pembelajaran ASSURE dengan metode Problem Solving terbukti lebih baik daripada hasil belajar kimia siswa yang diberi metode yang biasa digunakan oleh guru. This study aims to determine whether there are differences in learning outcomes in chemistry among students by learning model ASSURE Problem Solving method and the method usually used by teachers and if there are differences, Which better learning outcomes between the two. Samples were taken at random cluster sampling technique, obtained grade XI Science 1 amounted to 30 students as an experimental class 2 and class XI science class numbered 30 students as control. Data collection method used is the documentation, observation and tests. The results showed the average value of the experimental class and control class 83.26 75.1. Test results on the average difference between the two classes, shows that there are differences between the experimental class with the control class. While the difference in the two trials showed that the average of the experimental class is better than the control class. The results showed that there are differences in the chemistry learning outcomes among students who were given learning model ASSURE Problem Solving method with the method used by the teacher. Results subjects studied chemistry and critical thinking skills in students who were given learning model ASSURE Problem Solving method proved to be better than the results of studying chemistry students who were given the method used by the teacher.
PENGARUH PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN MEDIA SMART AND INTERESTING CARD (SIC) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Pratiwi, Kun Khuriya; Santosa, Nurwachid Budi
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This experiment aimed to determine the influence of student’s learning outcomes of Senior High School (SHS) in Parakan through the application of TAI (Team Assisted Individualization) assisted of SIC (Smart and Interesting Card) media on the subject of redox reaction. The population in this experiment were X grade students Senior High School (SHS) in Parakan of the school year 2011/2012. Determination of the sample used cluster random sampling system that obtained two classes where X-3 as an experimental group that was treated by using TAI method assisted by SIC media and X-4 as a control group that was treated conventional methods. The research data was obtained by the method of documentation, testing, questionnaire and observation. The final analysis methods are normalization test, the similarity of two varians test, difference of two average test, gain test, biserial correlation, determination coefficient and analysis of questionnaire and observation sheet. The results showed that experiment class better than the control class. The results of study obtained results of the experimental group had an average 76,78 and a control group had an average of 67,82. TAI method assisted by SIC media give contribution to the learning outcome as 30%.Key words: TAI learning, SIC media 
PENGARUH PENGGUNAA N ULAR TANGGA REDOKS SEBAGAI MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT BERVISI SETS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Mursiti, Sri; Binadja, Achmad; -, Dianto
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar siswa kurang meningkat jika dalam pengajaran tidak digunakan mediapengajaran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah pengaruhpenggunaan ular tangga redoks bervisi SETS sebagai media chemo-edutainment pokokbahasan reaksi redoks terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya pengaruh penggunaan ular tangga redoks bervisi SETS sebagai media chemoedutainmentpokok bahasan reaksi redoks terhadap hasil belajar siswa. Populasi padapenelitian ini adalah semua siswa kelas X4-X9 semester II SMA Negeri 1 Ungaran tahunpelajaran 2007/2008 sebanyak 240 siswa yang terbagi dalam 6 kelas. Sampel dalampenelitian ini adalah siswa kelas X5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X8 sebagai kelaskontrol. Teknik pemilihannya dengan cluster random sampling. Metode yang digunakan dalampengambilan data adalah dokumentasi dan tes. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasilbelajar kelas eksperimen 69, sedangkan kelas kontrol 59. Hasil analisis data menunjukkanadanya pengaruh penggunaan ular tangga redoks terhadap hasil belajar kimia redokssiswa yang ditunjukkan dengan angka korelasi 0,56, dengan pengaruh 31%. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ular tangga redoks sebagai mediachemo-edutainment bervisi SETS berpengaruh terhadap hasil belajar kimia redoks siswa.Saran yang dapat penulis berikan adalah penyiapan instrumen SETS lebih lengkap, danpengembangan ular tangga redoks sebagai media chemo-edutainment. Kata Kunci: ular tangga redoks, media chemo-edutainment, SETS
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN METAKOGNISI SISWA SMA Fitriana, Maulida; Haryani, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatkan metakognisi siswa melalui strategi pembelajaran inkuiri materi kelarutan dan hasil kali kelarutan di suatu SMA di Donorojo, (2) perbedaan antara penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dan pembelajaran langsung terhadap peningkatan metakognisi siswa. Metode eksperimen dengan desain pretest-posttest group design digunakan dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling karena populasi berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttes kelas eksperimen 75,15 dan kelas kontrol 72,42. Berdasarkan hasil analisis N-gain pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan metakognisi sebesar 0,68 antara sebelum dan sesudah penggunaan strategi pembelajaran inkuiri. Sedangkan hasil analisis N-gain pada kelas kontrol menunjukkan peningkatan metakognisi sebesar 0,62 antara sebelum dan sesudah penggunaan strategi pembelajaran langsung. Pada uji hipotesis diperoleh t hitung sebesar 1,65 kurang dari t 1,66 yang berarti rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen tidak berbeda dari kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan metakognisi siswa, (2) tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dan pembelajaran langsung terhadap peningkatan metakognisi siswa.The objective of this study is to find out (1) the improvement of the students’ metacognition by using the inquiry learning method on the water-soluble substance and the result of its product in a high school in Donorojo, (2) the significant difference between the use of inquiry learning method and the direct instruction method to the improvement of students' metacognition. This study is an experimental research and the design was pretest-posttest group design. Object of this study is eleventh grade students of science program. The selection of the sample was by using cluster random sampling because the populations of this study were normal and homogenous. The result of this study showed that the mean score of post-test in the experiment group (75.15) was higher than that of the control group (72.42). The results of the analysis of N-gain in experiment group showed an increase of students’ metacognition 0.68 between before and after the use of inquiry learning method. While the results of the analysis of N-gain in the control group shows an improvement of students’ metacognition 0.62 between before and after the use of direct instruction method. In the hypothesis result, t (1.65) was lower than that of the t (1.66). The result indicated that the mean score of cognitive aspect of the experiment group was the same as the control one. Based on the result of this study, it can be concluded that (1) the inquiry learning can improve the students’ metacognition, (2) there was no significant difference between the use of inquiry learning method and direct instruction method to the improvement of students' metacognition.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI ASAM BASA Amalia, Nunung Fika; Susilaningsih, Endang
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to achieve the national education goals, students are required to have critical thinking skills, especially on abstract lesson such as chemistry. Preliminary research conducted at one of high school in Ambarawa found that the assessment instruments used have not been oriented toward critical thinking skills. The purpose of this study is to investigate the process of developing critical thinking skills assessment instruments, to obtain the innovation critical thinking skills assessment instruments that can measure students' critical thinking skills, and acquire critical thinking skills assessment instruments that meet criteria for valid and reliable. The research is a Research and Development. The procedures are the preliminary stages of research and development stages. Preliminary stages are divided into two, namely the field studies and literature studies. The development stages are divided into several parts, namely 1) develop the type of instrument, 2) validation by expert, 3) a limited scale trial, 4) large-scale trials and 5) implementation of the product. The results of this study indicate that the type of instrument used in schools have cognitive taxonomic level C1 to C2 and sometimes C3. Assessment instruments developed was essay test analysis, student activity sheets, and testoriented problem solving students' critical thinking skills. Assessment instruments that have been developed in this study is valid and reliable and positive effect on students' cognitive learning outcomes. Keywords: Assessment Instruments, Critical Thinking Skills, Acid-Base Materials
PENERAPAN NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN PENDEKATAN GUIDED NOTE TAKING PADA MATERI HIDROKARBON Cesari, Aryati Yuliana; Imam, Kasmadi; Wahyuni, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Submission of hydrocarbon material with the lecture method needs to be supplemented with other methods for improving learning outcomes that are not optimal. This study aimed to investigate the differences of learning outcomes in hydrocarbon materials of high school class X using cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) types Guided Note Taking (GNT) aproached with conventional learning models. The population of this research is students class X of an high school in Semarang academic year 2011/2012. Analysis of preliminary data produced learning outcomes and homogeneous normal population. Sampling was done with random sampling techniques, class XA as the experimental class and class XD as the control group. The study was designed in group control of pre test post test. Data was analysing by using the t test. Analysis data showed that in the experimental class N-gain is 0.65 while N-gain control class is 0.56. Average difference test obtained t count (2,28)> t table (2,00) means the learning outcomes of experimental class is better than control class. The average results of the learning outcomes of experimental class is 78.60, with completeness classical 85.71%. The average results of the learning outcomes of control class is 73.43, with completeness classical 71.42% so there is a significant difference in learning outcomes hydrocarbon materials in chemistry class X of High School students using cooperative learning models NHT type GNT aproached against students using conventional learning models.
PENGARUH MEDIA VIS UAL DI RUANG KELAS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Soebroto, Tjahyo; Priatmoko, Sigit; Siyamita, Nurma
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam belajar, seseorang harus dapat berinteraksi dengan lingkungan Untuk ituruang kelas harus dirancang sedemikian rupa agar tercipta suatu situasi interaktif yangkondusif sebagai tempat belajar. Salah satu cara agar ruang kelas menjadi interaktifadalah dengan cara memasang media visual di dinding ruang kelas. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh media visual di ruang kelas dan seberapa besar pengaruhnyaterhadap minat dan hasil belajar kimia siswa materi pokok larutan elektrolit dan konsepredoks kelas X di SMA Negeri 1 Boja. dimana kedua kelompok sampel tersebut diberiperlakuan yang berbeda. Kelompok sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-4 sebagaikelompok eksperimen dan kelas X-7 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberipembelajaran menggunakan media visual di ruang kelas, sedangkan kelompok kontroldiberi pembelajaran tanpa menggunakan media visual Hasil penelitian diperoleh bahwaada pengaruh media visual di ruang kelas yaitu sebesar 57,2964%. Media visual di ruangkelas dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelompok eksperimen rata-rata sebesar3,20 dengan kisaran nilai 0-10. Penggunaan media visual di ruang kelas berpengaruhterhadap minat belajar kimia siswa. Hal ini ditunjukkan dari presentase minat belajar kimiasiswa kelompok eksperimen (70,67%) yang lebih tinggi dari pada minat belajar kimia siswakelompok kontrol (48,54% ). Kata Kunci: media visual, minat, hasil belajar kimia
PEMAKSIMALAN KOMPETENSI KIMIA SISWA SMA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENERAPAN PENELITIAN SEDERHANA Widodo, Antonius Tri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Berbasis Kompetensi lebih menekankan pembentukan  kompetensi secara utuh bukan hanya aspek kognisi  tetapi  juga psikomotor dan afeksi. Namun demikian di lapangan guru masih cenderung mengejar target pencapaian materi ajar, sebagai akibatnya pembentukan kompetensi  tidak  terbentuk  secara maksimal. Penelitian  ini  bertujuan memaksimalkan  kompetensi  siswa  dalam  bidang Kimia  siswa  kelas X SMA  dengan pembelajaran  yang menerapkan  penelitian  sederhana. Subyek  penelitian  adalah  siswa Kelas X-10 SMA 3 Semarang yang termasuk favorit di Semarang dengan masukan siswa yang rerata nilai ujian nasionalnya termasuk amat baik. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah  penelitian  tindakan  kelas  dengan  pertimbangan  penelitian  ini  akan memperoleh data proses dan sekaligus produk pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus, dengan setiap siklus selalu berisi kegiatan perencanaan, tindakan, Observasi dan Evaluasi-Refl eksi. Hasil penelitian menunjukkan  rerata aspek kognisi sebesar 76, 04 melebihi target 75. Aspek keterampilan sebesar 75 adalah sama dengan target, sementara aspek afeksi dengan rearata 53,74 termasuk kategori baik. Dari segi kreativitas juga muncul adanya ide atau gagasan baru yaitu penggunaan kertas buram sebagai pengganti  kertas saring untuk pemisahan komponen warna daun. Dengan penelitian sederhana siswa lebih aktif belajar dan mereka menggunakan sumber belajar yang lebih bervariasi.Kata Kunci: kompetensi, penelitian sederhana
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPANGUIDED-INQUIRYBERSTRATEGI BUZZ GROUP Marissa, Arina; Lestari, Nindya Ayu; Widodo, Antonius Tri; Wijayati, Nanik
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPA SMA Teuku Umar Semarang.Permasalahan yang ada adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui metode guided-inquiryberstrategi buzz group. Penelitian dilakukan dalam2 siklus.Kegiatan setiap siklus dalam penelitian meliputi kegiatan perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai klasikal aktivitas siswa padasiklus I mencapai 2,85 dengan persentase ketuntasan 68,18%. Nilai aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata-rata 3,15 dan persentase ketuntasan 81,82%. Hasil belajar kognitif siklus Imencapai rata-rata 71,09 dengan persentase ketuntasan 68,18%. Pada siklus II hasil belajar kognitif mengalami peningkatan menjadi rata-rata 73,36 dan persentase ketuntasan 77,27%.Hasil belajar afektif pada siklus I mencapai rata-rata 2,85 dengan persentase ketuntasan 63,63%. Pada siklus II mengalami peningkatan mencapai rata-rata 3,25 dan persentase ketuntasan 95,45%. Hasil belajar psikomotorik siswa pada siklus I mencapai rata-rata 2,9 dengan persentase ketuntasan 77,27%. Pada siklus II hasil belajar psikomotorik mencapai rata-rata 3,31 dan persentase ketuntasan 100%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan metode guided-inquiry berstrategi buzz group dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue