cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ESTIMASI KETEBALAN NANOLAYER AL YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN EVAPORASI TERMAL Andhy Setiawan; Hasniah Aliah; Toto Winata
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3963

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanolayer Aluminium (Al) di atas substrat menggunakan metoda evaporasi termal. Untuk menentukan ketebalan sampel dilakukan analisis citra hasil scanning electron microscope (SEM) menggunakan program ImageJ. Selain itu dilakukan juga analisis transmisi optik melalui nanolayer tersebut berdasarkan data transmitansi yang diperoleh dari hasil karakterisasi menggunakan spektrometer UV-Vis pada range panjang gelombang 300-800 nm. Berdasaran hasil tersebut dapat ditentukan rasio ketebalan nanolayer yang terbentuk terhadap massa sumber yang digunakan. Untuk mengestimasi ketebalan nanolayer yang disintesis dengan metode ini dapat dilakukan dengan cara memformulasikan model hubungan antara massa sumber terhadap ketebalan nanolayer. Pemodelan dilakukan dengan cara fitting data ketebalan nanolayer yang diperoleh terhadap massa sumber yang dievaporasikan pada kurva linear dan kurva polinomial orde dua. Estimasi dilakukan juga dengan cara fitting data rasio terhdap massa sumber pada kurva linear. Hasil fitting ini, selain dapat digunakan untuk mengestimasi ketebalan nanolayer, dapat juga digunakan untuk mengestiamsi besarnya massa sumber minimum yang tidak dapat menghasilkan nanolyer pada substrat melalui proses evaporasi.
SPEKTROSKOPI ARC-SPARK DENGAN MONOKROMATOR Choirul Huda
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3819

Abstract

Telah dirancang peralatan spektroskopi Arc-Spark sederhana yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi sampel udara bebas dari sampel Natrium Chloride (NaCl). Perangkat penelitian terdiri dari High Voltage Supply 0 – 6 kilo Volt, probe 50 Kv, perangkat elektroda pada udara terbuka, lensa fokus 50 mm, monokromator, fotodioda S874-8K3H, rangkaian pengguat arus transistor BC 107, amperemeter digital. Metode penelitian ini adalah penentuan karakteristik unsur dengan mengetahui hubungan panjang gelombang dan intensitas relatif. Pemilihan panjang gelombang menggunakan monokromator. Penentuan intensitas menggunakan detektor cahaya fotodioda dengan penguatan arus sebesar 30,04 kali. Output dari intensitas relatif akan terbaca melalui amperemeter digital. Penelitian ini telah berhasil menentukan komposisi sampel udara bebas antara lain: N dan H, dan yang berasal dari elektroda adalah Cu, berasal dari pengotor elektroda adalah Pb dan Zn, sedangkan unsur Na dan Cl berasal dari sampel NaCl.
Identifikasi Potensi Jebakan Hidrokarbon di Daerah “X” Sedimen Pra-Tersier Cekungan Sumatra Utara Menggunakan Data Gravitasi dan Seismik Rosid, Mohammad Syamsu
Jurnal Fisika Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i1.23955

Abstract

Penemuan minyak dan gas bumi pada cekungan di Indonesia yang umumnya berasal lapisan tersier, saat ini terus mengalami pengurangan. Oleh karena itu eksplorasi hidrokarbon terus dilakukan melalui diversifikasi pencarian lapangan baru dan penggunaan konsep reservoar baru. Studi di daerah “X” pada Cekungan Sumatra Utara ini bertujuan untuk menemukan reservoar hidrokarbon baru dengan menggunakan konsep baru lapisan pra-tersier. Oleh karena itu, perlu untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan basemen pra-tersier sebagai batas dari lapisan yang berpotensi sebagai reservoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan ke depan 2D data gravitasi yang didukung oleh data sekunder penampang seismik. Model bawah permukaan telah dibuat dalam 2 penampang, lintasan 4 dan lintasan 6. Selain itu, metode FHD (first horizontal derivative) dan SVD (second vertical derivative) dilakukan juga untuk mengkarakterisasi struktur patahan yang ada. Hasil pemodelan ke depan 2D pada lintasan 4 dan 6 menunjukkan adanya basemen pra-tersier pada kedalaman sekitar 6.000 m. Hasil pemodelan juga menunjukkan adanya beberapa formasi batuan di atas lapisan basemen yang terdiri dari formasi pra-tersier dan tersier. Struktur yang ditunjukkan dalam analisis FHD dan SVD sebagian besar adalah sesar naik. Hasil gravitasi dikonfirmasi oleh data dari penampang seismik dan geologi. Ada dua formasi di lapisan dalam tepat di atas basemen pra-tersier yang berpotensi sebagai reservoir yang baik, yaitu Formasi Tampur yang didominasi oleh batuan karbonat dan Formasi Parapat.
Synthesis and Optical Characterization of Nd3+ doped TeO2-PbO-Li2O M. Rahim Sahar; A. Kassim; R Arifin
Jurnal Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i1.1645

Abstract

Glass based on Nd3+-doped TeO2-PbO-Li2O has successfully been made by melt quenching technique and their thermal parameters have been determined using Differential Thermal Analyzer (DTA). The glass is then nucleated and/or growth by controlled heat treatment at slightly below the crystallization temperature. The X-ray diffraction (XRD) technique is used to estimate the nano-crystallite size. Meanwhile, the optical characterization has been determined using the Photoluminescence Spectroscopy. It is found out that the crystallite size is about 20 nm and very much depending on the heat-treatment time. Meanwhile, the intensity of the luminescence spectra is very much depending on the concentration of the dopant.   Keyword: tellurium glasses, melt quenching technique, optical characterization
Deteksi Awal Retinopati Hipertensi Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan pada Citra Fundus Mata Vincentia, Violetta; Nurhasanah, Nurhasanah; Sanubary, Iklas
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.18508

Abstract

Identifikasi fundus mata abnormal (retinopati hipertensi) dari citra fundus mata manusia telah dilakukan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Data yang digunakan berupa citra fundus mata normal dan fundus mata abnormal. Pengolahan awal citra dilakukan dengan menyeragamkan ukuran citra fundus menjadi 256 x 256 piksel. Citra fundus yang semula Red Green Blue (RGB) diubah menjadi citra grayscale. Citra diolah menggunakan perataan kontras, filter, penghapusan background, segmentasi dan masking untuk mendapat citra pembuluh darah.Citra diekstraksi dengan menghitung ciri statistik menggunakan grey level co-occurence matrix (GLCM) 4 arah yaitu 0o, 45o,90o, dan 135o pada jarak spasial 1. Ciri statistik yang dihitung yaitu energi, kontras, korelasi, dan homogenitas sebagai input pada JST. Data dari ekstraksi ciri diidentifikasi menggunakan jaringan syaraf tiruan propagasi balik dengan arsitektur jaringan [17 7 1] dan fungsi pelatihan traingdm. Hasil dari pelatihan jaringan menunjukkan Mean Square Error (MSE) sebesar 0,00025 sementara pengujian jaringan menunjukkan nilai MSE sebesar 0,0464 dan akurasi 80%. Metode JST dapat digunakan untuk deteksi awal retinopati hipertensi.
Pengaruh Temperatur Deposisi terhadap Struktur dan Sifat Optik Film Tipis ZnO:Al dengan metode DC Magnetron Sputtering Sugianto Sugianto; Putut Marwoto; Budi Astuti; Rofiatul Zannah; Yanti Yanti
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i2.7410

Abstract

Film tipis zinc oxide doping aluminium (ZnO:Al) telah dideposisikan di atas substrat corning glass dengan metode DC magnetron sputtering. Penumbuhan dilakukan dengan memvariasi temperatur deposisi (27°C, 200oC, 300oC, dan 400°C). Analisis X-ray diffraction (XRD) menunjukkan struktur kristal wurtzite dengan orientasi sumbu-c. Ukuran butir kristal meningkat dari 35 nm sampai 52 nm. Analisis scanning electron microscopy (SEM)  menunjukkan bahwa ukuran butir bertambah besar dengan bertambahnya temperatur deposisi. Peningkatan temperatur deposisi juga menyebabkan peningkatan nilai transmitansi dari 70% sampai 83%  dengan tepi absorpsi pada panjang gelombang sekitar 380 nm.
STUDI KOMPARASI SIFAT FOTOKATALIS DAN AGLOMERITAS NANOPARTIKEL TIO2 SEBAGAI PENGARUH DISPERSANT ETILEN GLIKOL DAN TRITON X 100 DALAM DIRT-FREE PAINT Dyah Sawitri; Rima Fitria Adiati; - Nurfadilah; Cindy Claudia Febiola; Ibnu Taufan; Nur Fadhilah
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3864

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi dispersant terhadap stabilitas fotokatalis dan aglomeritas nanopartikel TiO2 sebagai optimasi dirt-free paint, yaitu bahan komposit cat yang mempunyai sifat anti noda dan mampu membersihkan dirinya sendiri (self-cleaning) dengan bantuan cahaya dan air. Dispersant yang digunakan Etilen Glikol dan Triton X 100. Komposisi massa TiO2 2% massa cat, dengan perbandingan anatase : rutile sebesar 90:10. Pengujian yang dilakukan meliputi uji DSC, XRD, FTIR, uji self-cleaning, dan SEM-EDX. Dari uji self-cleaning dengan dua macam pengotor, diperoleh hasil bahwa untuk pengotor lumpur, sampel terbaik adalah sampel dengan dispersant Etilen Glikol, dengan selisih luas pengotor 35,77%. Untuk pengotor pewarna makanan, sampel TiO2 dengan dispersant Triton X 100 memiliki selisih luas pengotor 17,64%. Hasil uji SEM-EDX menunjukkan ukuran partikel TiO2 rata-rata untuk cat tanpa dispersant adalah 132.02 nm, dan dengan dispersant Etilen Glikol menjadi 118.54 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan dispersant dapat menimbulkan sifat self cleaning, serta mampu mendispersikan TiO2 di dalam cat dengan baik.
Pengaruh Variasi Rapat Arus pada Pembentukan Silikon Berpori di atas Permukaan Si (111) Tipe-P dengan Metode Anodisasi Elektrokimia Sehati, Sehati -; Wijayanti, Siti; Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa
Jurnal Fisika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i1.28396

Abstract

Silikon berpori (PSi) telah terbentuk di atas substrat Si (111) tipe-p menggunakan metode anodisasi elektrokimia. Permukaan silikon dianodisasi dalam larutan HF (40%) dan Etanol (96%) dengan perbandingan 1:1 pada rapat arus 70 mA/cm2, 80 mA/cm2, dan 90 mA/cm2 selama 6 menit. Plat platina sebagai katoda sedangkan silikon sebagai anoda dengan jarak 5 cm. Reflektansi PSi dikarakterisasi dengan Spektroskopi UV-Vis dan morfologi permukaan PSi dikarakterisasi dengan AFM. Kedalaman, lebar, dan kekasaran PSi meningkat dengan bertambahnya rapat arus. Hasil pengukuran pori menunjukkan nilai lebar pori (μm) lebih besar dari nilai kedalaman pori (nm). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa proses etching arah horizontal lebih cepat dari arah vertikal. Pori yang terbentuk pada PSi diklasifikasikan jenis makropori karena lebar porinya berukuran (50nm). Reflektansi PSi menurun dengan meningkatnya rapat arus. Osilasi reflektansi terjadi  pada lapisan PSi karena adanya foton yang dipantulkan dengan sudut yang berbeda karena adanya perbedaan kedalaman pori yang terbentuk. Hasil karakterisasi AFM dan hasil karakterisasi reflektansi menunjukkan permukaan PSi yang terbentuk tidak homogen. Lapisan PSi yang terbentuk memiliki potensi sebagai lapisan anti-reflective.
Analisis Homogenitas Citra Ultrasonografi Berbasis Silicone Rubber Phantom dengan GLCM Siti Fatimah; Giner Maslebu; Suryasatriya Trihandaru
Jurnal Fisika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i1.14359

Abstract

Uji homogenitas merupakan salah satu kontrol kualitas ultrasonografi (USG). Pelaksanaan kontrol kualitas USG  dibutuhkan modalitas yaitu phantom ultrasound. Telah dibuat phantom ultrasound sederhana dan murah berbahan dasar silikon rubber RTV (Room Temperature Vulcanitation)  tipe 52 dengan konsentrasi katalis 2% dan 5%. Analisis homogenitas citra dilakukan dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Pada phantom dengan konsentrasi katalis 5% didapatkan densitas  dan pada phantom konsentrasi katalis 4% didapatkan densitas  dengan selisih densitas relatif 11,65%. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil semakin tinggi nilai gain yang digunakan maka homogenitas semakin rendah. Nilai homogenitas untuk phantom ultrasound dengan konsentrasi katalis 5% didapatkan 0.9945 dan phantom konsentrasi katalis 2% didapatkan nilai homogenitas 0.9940 dengan selisih homogenitas relatif 0.0543% yang menggambarkan nilai homogenitas yang tinggi untuk masing-masing phantom. Pada phantom dengan 2 densitas berbeda didapatkan nilai homogenitas 0.9881. Jika dibandingkan terhadap katalis 2%, maka selisih homogenitas relatifnya sebesar 0.648% dan terhadap katalis 5% sebesar 0.594%.
Rekayasa Alat Pencacah Enceng Gondok Menggunakan Silinder Berpaku Serta Metode Mencacah Searah Serat Eceng Gondok Arif Kresno Prasetyo; Made Rai Suci Shanti; Alvama Pattiserlihun
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7366

Abstract

Eceng gondok berpotensi untuk dijadikan bahan pengganti pakan ternak non ruminansia. Akan tetapi  dalam pemanfaatannya harus dipertimbangkan karena kandungan serat kasar yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pengolahan, misalnya dengan cara pencacahan. Alat pencacah yang telah dibuat kebanyakan menggunakan pisau pemotong untuk mencacah materi eceng gondok. Secara umum cara kerja dari alat pencacah eceng gondok yang telah ada adalah dengan memutarkan pisau pemotong yang terdapat pada tabung pemotongan untuk mencacah eceng gondok. Eceng gondok yang ingin dicacah dimasukan begitu saja dalam tabung pemotong yang berputar sehingga eceng gondok akan tercacah secara acak. Hal ini menjadi sebuah kerugian tersendiri bila melihat struktur eceng gondok yang memiliki serat yang sejajar. Secara teori gaya yang dibutuhkan untuk memotong serat eceng gondok akan lebih besar apabila memotong eceng gondok secara tegak lurus dengan arah serat eceng gondok dari pada memotong searah dengan serat eceng gondok. Berpijak dari kenyataan tersebut dalam rancang bangun ini kami membuat suatu alat pencacah eceng gondok menggunakan silinder berpaku serta metode mencacah searah serat eceng gondok sebagai sarana pencacah eceng gondok. Dari hasil pengujian prototype, didapat hasil cacahan yang lembut serta kapasitas pencacahan sebesar 16,6 kg/jam.

Page 7 of 16 | Total Record : 153