cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI PIGMEN FLAVONOID DARI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI DYE SOLAR SEL - Susanto; Budi Antoni Saputra; Khoirun Nisa’; Nita Rosita; Agus Yulianto
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3833

Abstract

Pigmen flavonoid dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah dihasilkan secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,5 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis absorbansinya. Absorbansi pigmen di dalam penelitian ini diukur menggunakan spektrometer UV-VIS. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini mengabsorb cahaya dengan optimum pada daerah tampak 400-700 nm. Absorbansi maksimum yang dihasilkan oleh tamanan Andong berada pada spektrum tampak adalah 500 nm, sehingga pigmen yang dihasilkan merupakan jenis pigmen flavonoid. Absorbansi pigmen yang tinggi pada spectrum tampak saat dipicu oleh sumber energi dari luar, memberikan harapan pigmen tanaman Andong sebagai bahan absorben yang baik. Berdasarkan kurva absorbansi yang diperoleh, spektrum absorbansi semakin melebar dengan pengaruh massa sehingga baik digunakan sebagai bahan absorben seperti dye pada solar sel berbasis sensitasi (Dye Sensitized Solar Cell).
Identifikasi Akuifer Air Tanah di Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa Menggunakan Metode Geolistrik Schlumberger Zakaria, Muhammad Faizal; Suyanto, Imam
Jurnal Fisika Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i1.24519

Abstract

Senawang District is an area in Sumbawa Province with a high level of drought. This study aims to provide additional information about groundwater to support the availability of clean water in Senawang District. The study used Geoelectric-Schlumberger Method as main method of subsurface identification. The acquisition was conducted with 10 points acquisition, with spacing between points is 200 m and the line stretch of 250 m. The results of data processing are a vertical resistivity variation in depth at each point measurement. This result will be interpreted into the type of rock and the presence of groundwater. The interpretation shows that the presence of groundwater aquifer with resistivity of 12.54 – 26.28 m, thickness 4.59 – 7.95 m, depth (upper part of the layer) 23.29 – 50.56 m. The type of groundwaters aquifer in the study area are confined aquifers.
Simulasi Sea Breeze Front Pada Tanggal 6 Februari 2016 dan 14 September 2016 Menggunakan Model Numerik Skala Meso WRF-ARW di Jakarta Devi Fatmasari; Desak Made Pera Rosita Dewi; Paulus Agus Winarso
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13368

Abstract

Angin laut berpengaruh kuat di daerah perkotaan karena pengaruh vegetasi yang minimal. Jakarta, sebagai kota terbesar di Indonesia berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara yang dipengaruhi oleh sirkulasi angin laut. Peningkatan pemahaman tentang angin laut penting untuk dikembangkan dengan memanfaatkan model Weather Research and Forecasting – Advanced Research (WRF-ARW). Angin laut merupakan salah satu fenomena meteorologi yang disebabkan oleh perbedaan suhu darat-laut.  Angin laut memiliki bagian-bagian yang cukup kompleks, salah satu bagian yang secara tidak langsung dapat memicu pertumbuhan awan adalah sea breeze front (SBF). SBF merupakan batas muka dari angin laut yang menuju daratan. SBF memicu aktivitas konvektif saat masa udara dari laut berinteraksi dengan masa udara di daratan dan menyebabkan aliran konvergen Data yang digunakan yaitu data Final Analysis (FNL) NCEP, data satelit Himawari-8 kanal IR, dan data observasi udara atas. Analisis dilakukan terhadap parameter angin zonal, meridional, divergens, persebaran awan, dan labilitas atmosfer,.  Hasil penelitian menunjukan bahwa intrusi SBF ke daratan pada musim kamarau terlihat dengan baik dari citra satelite IR dengan baik sebagai daerah gugusan awan yang bergerak dari laut. Onset aliran angin meridional dari Teluk Jakarta memasuki daratan pada 03.00 – 05 .00 UTC, dan berakhir petang sekitar 12.00 - 13.00 UTC. SBF dikarakteristikan sebagai daerah updraft dengan kecepatan vertical 0.1 - 0.15 m/s. Ketinggian vertikal dari sirkulasi angin laut mencapai  sekitar  1.2 km.  Berdasarkan vector angin terjadi konvergensi aliran angin laut dari Teluk Jakarta dan aliran angin laut dari pesisir selatan Jawa Barat di wilayah pegunungan di selatan Jakarta.
PENGARUH BADAI MATAHARI OKTOBER 2003 PADA IONOSFER DARI TEC GIM Buldan Muslim
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3968

Abstract

Badai matahari jenis CME yang mengarah ke bumi dapat menimbulkan badai ionosfer. Makalah ini membahas pengaruh CME Oktober 2003 pada ionosfer secara global dari Global Ionospheric Map (GIM). Dengan cara mengitung simpangan TEC dari nilai median bulanannya, besar badai ionosfer dapat diperkirakan. Telah terjadi peningkatanTEC (badai ionosfer positif) selama 2 jam di daerah anomali ionisasi ionosfer, dengan nilai simpangan maksimum 70 TECU di sebelah utara ekuator geomagnet di atas Taiwan yang terjadi sekitar 21 Jam setelah CME tanggal 28 Oktober 2003. Kenaikan TEC di atas 120 TECU juga terjadi setelah 35 jam di sebelah barat Amerika bagian utara. Pengaruh CME ganda tanggal 28 dan 29 Oktober 2003 juga terlihat di daerah Amerika Utara berupa kenaikan TEC hingga 100 TECU. Peningkatan TEC di sebelah utara ekuator geomagnet lebih besar dibanding di sebelah selatan ekuator geomagnet. Secara umum, di Indonesia terjadi penurunan TEC (badai ionosfer negatif) sampai lebih dari 50 % selama sekitar 14 jam. Dengan menggunakan asumsi bahwa badai ionosfer dari data TEC sebanding dengan badai ionosfer yang diamati dari data frekuensi kritis lapisan F2 (foF2), besar badai ionosfer dari TEC GIM dapat digunakan untuk perkiraan gangguan komunikasi HF khususnya di daerah yang mengalami badai negatif.
TINGKAT REDAM BUNYI SUATU BAHAN (TRIPLEK, GYPSUM DAN STYROFOAM) M Aji Fatkhurrohman; - Supriyadi
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3824

Abstract

Telah dilakukan penelitian tingkat redam bunyi gypsum, triplek dan styrofoam. Peneliti menggunakan Sound Level Meter untuk mengetahui intensitas sebelum dan setelah dilewatkan bahan gypsum, triplek dan styrofoam. Proses pengujian dilakukan dengan mengatur frekuensi sumber bunyi. Bunyi akan dipancarkan oleh speaker pada  ruangan yang tertutup dengan kaca. Pada ruangan tertutup oleh kaca tersebut terdapat partisi ruang. Partisi ruang tersebut merupakan gypsum/ triplek/ styrofoam dan bersifat tidak permanen. Sebelum ruangan diberi partisi, diukur nilai intensitas bunyi pada jarak tertentu, kemudian setelah diberi partisi, intensitas bunyi kembali dikur pada jarak yang sama. Dari hasil pengujian dan analisis data diperoleh koefisien serap masing-masing bahan sebagai berikut: koefisisen serap rata-rata gypsum 0.19 cm-1, triplek 0.18 cm-1, styrofoam 0.07 cm-1. Perolehan koefisien serap rata-rata dari terbesar ke terkecil untuk rentang frekuensi 600-1000 Hz adalah gypsum, triplek dan styrofoam. Sehingga bisa disimpulkan tingkat redam ketiga bahan tersebut yang paling baik adalah gypsum.
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN POLY(3-HEXYLTHIOPHENE) P3HT DAN GRAFIT TERHADAP KINERJA SEL SURYA - Nurussaniah; - Cari; Agus Supriyanto; Risa Suryana; - Anita; - Boisandi
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3959

Abstract

Sel surya organic merupakan suatu divais fotovoltaik yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya organik adalah sebuah alternatif untuk menggantikan sel surya silikon karena dapat diproduksi dengan teknik yang mudah dan biaya yang murah. Struktur pada penelitian ini adalah TiO2/P3HT/elektrolit/FTO dan TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit. Karakterisasi I-V menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi P3HT dapat meningkatkan kinerja sel surya. Penggunaan grafit pensil sebagai elektroda lawan menghasilkan performa DSSC yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan grafit pensil. Grafit pensil yang dideposisikan pada kaca konduktif sebagai elektroda lawan mampu menjadi katalis untuk mempercepat reaksi redoks dengan elektrolit. Performa sel surya terbaik dari penelitian ini diperoleh pada sel dengan struktur TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit dengan konsentrasi P3HT 1% dan menggunakan grafit sebagai elektroda lawan, efisiensi yang dihasilkan adalah 2,9×10-3%.
ANALISIS HOMOGENITAS BAHAN ACRYLIC DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI SINAR-X Susilo Susilo; W.S. Budi; Kusminarto Kusminarto
Jurnal Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i1.1650

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap stepwedge buatan sendiri dari bahan acrilyc yang ada dipasaran untuk uji homogenitas bahan dengan menggunakan sistem Radiografi Digital (RD) dan sistem CR (Computed Radiography). Data hasil pemotretan yang berupa file citra stepwedge kemudian dianalisis dengan perangkat lunak berbasis program aplikasi Matlab 7.1. Hasil perhitungan indeks-keabuan yang dapat digrafikkan untuk menunjukkan bahwa hubungan antara indeks-keabuan dan ketebalan step dari stepwedge menggunakan sistem RD bersifat linear dan dapat dinyatakan secara matematis sebagai Y = 0,1292X +0,0432 dengan R2 =0,9988. Persamaan ini juga sesuai dengan indeks-keabuan stepwedge menggunakan CR dan diperoleh persamaan linear: 0,0955X  + 0,4275 dengan R2 = 0,9996. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem ini diharapkan dapat dikembangkan dalam pengadaan stepwedge buatan sendiri untuk uji homogenitas pesawat radiografi diagnostik sehingga lebih efektif dan efisien.   Kata-kata kunci: stepwedge, Radiografi Digital, Computed Radiography, tingkat keabuan
Identifikasi Litologi Area Rawan Longsor di Desa Clapar Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger Muhardi, Muhardi; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Fisika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i2.21409

Abstract

Desa Clapar Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang rawan terhadap bencana longsor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran nilai resistivitas batuan bawah permukaan secara vertikal. Sebaran nilai resistivitas batuan akan dijadikan acuan dalam mengidentifikasi litologi bawah permukaan di area rawan longsor Desa Clapar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada lima lokasi dengan bentangan masing-masing sejauh 200 m. Hasil penelitian mengidentifikasi sebaran resistivitas batuan bawah permukaan secara vertikal hingga kedalaman 58 m dengan nilai 0,71 hingga 717,78 Ωm. Litologi bawah permukaan area rawan longsor Desa Clapar berupa tanah penutup, pasir lempungan, lempung, batupasir, dan breksi.
PERHITUNGAN DISTRIBUSI MUATAN INTI HALO 11Li SECARA SWAKONSISTEN DENGAN METODE SKYRME-HARTREE-FOCK Raden Oktova
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1641

Abstract

Telah dilakukan perhitungan swakonsisten distribusi muatan inti halo 11Li dengan menggunakan metode Skyrme-Hartree-Fock. Himpunan parameter Skyrme yang digunakan adalah , SkM*, dan SkIII. Hasil perhitungan iteratif dengan ketiga himpunan parameter Skyrme menghasilkan distribusi muatan inti dan jari-jari rms muatan inti. Diperoleh jari-jari rms muatan inti lebih kecil dibandingkan dengan nilai eksperimental, dan perhitungan dengan himpunan parameter SkM* memberikan nilai jari-jari rms muatan paling teliti. Ketelitian hasil perhitungan sangat dipengaruhi oleh kopling  spin-orbit dan suku pertukaran potensial Coulomb.   Kata kunci: distribusi muatan, inti halo, 11Li, metode Skyrme-Hartree-Fock
Investigasi Penggunaan Metode Laser Speckle Imaging (LSI) untuk Pengukuran Kadar Gula Darah Zulkarnain Zulkarnain; Minarni Shidiq
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16977

Abstract

Telah dilakukan penelitian dalam menginvestigasi kadar gula darah menggunakan metode Laser speckle Imaging, yang merupakan pencitraan dari peristiwa interferensi cahaya yang mengenai permukaan yang kasar. Penelitian ini memberikan suatu solusi alternatif untuk mendeteksi kadar gula darah para calon penderita diabetes tanpa memberikan efek luka atau sakit pada penderita. Penelitian ini dilakukan dengan merancang suatu alat optik sederhana dengan prinsip Laser Speckle Imaging (LSI), dengan rancangan alat terdiri dari laser, kamera CCD, lensa, dan komputer yang sudah terinstal program penerjemahan image menjadi grafik Intensitas. Selain data Spekel, kandungan gula darah juga ditentukan dengan menggunakan alat portable easy touch GCU pada pasien dengan rentang umur 17 sampai dengan 63 tahun, dari data tersebut didapati korelasi antara kadar gula darah dengan intensitas kontras sebesar 0,366

Page 8 of 16 | Total Record : 153