cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
RISIKO BENCANA DI KABUPATEN PEKALONGAN (DISASTER RISK IN PEKALONGAN REGENCY) Aji, Ananto; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Nugraha, Satya Budi; Setyowati, Dewi Liesnoor; Martuti, Nana Kariada Tri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i2.7975

Abstract

Pekalongan Regency of Central Java is a region with high risk of disaster. Various kinds of disaster such aslandslide, flood, drought, and tidal flood have somehow become “seasonal customer” for occurring inPekalongan Regency. This research aimed to prepare the mapping of disaster risk in order to strengthen theefforts in reducing disaster risk in Pekalongan Regency. The research method applied in this research refers tothe Head’s Regulation of National Risk Management Agency Number 2/2012. Since the risks of tidal flood werenot yet included in the regulation, the field observation approach was used in this research. The analysis ofdisaster risk also considered the collecting method of disaster history by organizing focus group discussion(FGD) with the related parties. The research result showed that there were high risks of flood disaster coveredsome sub-districts such as Kajen, Kesesi, Wonopringgo, Karangdadap, Tirto, Wiradesa and Wonokerto; therewere twenty six villages in total. High risk of landslide potentially occurred in large part of villages on the southarea of Pekalongan Regency. High risk of drought was relatively evenly spread in the center area. Lastly, highrisk of tidal flood potentially occurred in fifteen villages along side of Java Sea.
SIFAT FISIK TANAH DAN KEMAMPUAN TANAH MERESAPKAN AIR PADA LAHAN HUTAN, SAWAH, DAN PERMUKIMAN Setyowati, Dewi Liesnoor
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007): July 2007
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.103

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau perkebunan menjadi lahan pertanian maupun permukiman akan menurunkan fungsi tanah. Tanah merupakan media untuk pertumbuhan vegetasi, terdapat hubungan erat antara komponen tanah, air, dan vegetasi. Bagaimanar kemampuan tanah meresapkan air pada beberapa vegetasi dan tipe penggunaan lahan? Penelitian dilakukan di DAS Kreo Semarang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada berbagai tipe penggunaan lahan meliputi hutan, kebun campuran, permukiman, sawah, dan rumput. Pengambilan sampel tanah dalam bentuk sampel tanah terusik dan tanah tidak terusik. Sifat fisik tanah pada hutan memiliki nilai BO dan permeabilitas paling tinggi, kebun campuran memiliki nilai rata-rata kadar air dan BV paling tinggi, sedangkan pada lahan sawah memiliki nilai paling tinggi untuk porositas dan BJ. Pada lahan permukiman dan rumput mempunyai nilai sedang hingga rendah, dengan kelas permeabilitas sedang hingga lambat. Kemampuan tanah meresapkan air diukur dari nilai kapasitas infiltrasi, pada lahan hutan lebih cepat dibandingkan dengan lahan kebun campuran dan sawah. Rata-rata nilai kemampuan potensial sementara tanah menahan air hujan dan aliran permukaan di DAS Kreo sebesar 0,094 m. Nilai ini menunjukkan bahwa keberadaan tanah dalam menahan air di DAS Kreo masih baik. Sifat tanah seperti tekstur, BO, kadar air, dan permeabilitas tanah sangat mendukung dalam meresapkan air ke dalam tanah. Kata Kunci: sifat fisik tanah, kemampuan tanah meresapkan air
PEMODELAN SPASIAL KERENTANAN WILAYAH TERHADAP PENYAKIT LEPTOSPIROSIS BERBASIS EKOLOGI Widayani, Prima; Kusuma, Dyah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8041

Abstract

Leptospirosis is an acute infectious disease that can infect humans and animalscaused by leptospira bacteria and classified as zoonotic pathogens. Outbreaks ofthe disease within a few years has been attacking people in Bantul. In the period2009 to March 2013 there have been 394 cases, based on these facts it isnecessary to mapping disease susceptibility regions to leptospirosis in order todetermine priority areas of treatment and prevention. Spatial pattern analysis ofspread of the disease leptospirosis is done by using a method Nearest NeighborDistance Average. Modelling the ecological mapping units using remote sensingdata to tap environmental data such as land use, soil texture, stream buffers, andthe buffers settlement with the visual interpretation method. Index models areused to create vulnerability models of leptospirosis disease. To test the accuracyof the data model is used the cases of leptospirosis which have plots in study field.Based on accuration test, it showed that there are 76 leptospirosis cases (or92.68%) layed on vulnerable area in Imogiri, Bantul and Jetis District. Spatialdistribution pattern analysis of the leptospirosis cases using average nearestneighbor distance methods showed that the distribution of the cases are groupedwith z score value is - 2.41.
PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBAHARUAN PEMBELAJARAN IPS BIDANG STUDI GEOGRAFI DI SEKOLAH Tukidi, -
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i2.1662

Abstract

Semakin derasnya arus globalisasi telah menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleksdan bersifat mengglobal, sehingga pemecahannya memerlukan tindakan bersama antar bangsa dan melibatkanmasyarakat dunia. Pembelajaran IPS bidang studi geografi haruslah dapat membantu para siswa mengembangkankemampuan membuat keputusan-keputusan yang bersifat reflektif sehingga mereka mampu memecahkan masalahmasalahyang bersifat pribadi (individual) maupun sosial. Untuk membekali para siswa agar memiliki kemampuanmemecahkan masalah-masalah pribadi maupun sosial, maka dalam pembelajaran IPS bidang studi geografi perlumenerapkan strategi pembelajaran yang dapat memberikan kemampuan memecahkan masalah kepada para siswasecara individual.Pendekatan inkuiri adalah salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan mengatasi masalahkebosanan siswa dalam belajar di kelas karena proses belajar lebih berpusat kepada kebutuhan siswa (studentcenteredinstruction) daripada kepada guru (teacher-centered instruction). Pendekatan ini memiliki keunggulanterutama untuk mengembangkan kemampuan berfikir maupun pengetahuan, sikap dan nilai peserta didik dibandingdengan pendekatan klasikal atau tradisional. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran IPS khususnyaBidang Studi Geografi di sekolah-sekolah maka gagasan dan ide baru ini perlu diujicobakan.
PENERAPAN METODE BERTANYA DALAM KEGIATAN PRAKTEK LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT MAHASISWA Sugiyanto, R
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.94

Abstract

Secara umum pada saat-saat semester awal, mahasiswa masih pada kondisi pasif dalam kegiatan proses belajar mengajar di kampus. Hal ini ditandai dengan adanya kegiatan praktik lapangan pada perkuliahan Geografi Tanah (Semester 2) masih banyak dijumpai mahasiswa yang kurang berani mengemukakan pendapat untuk meningkatkan taraf pemahamannya. Hambatan ini muncul karena rendahnya atmosfer akademik, yang di antaranya adalah masih kurang terampilnya dosen dalam bertanya dan kurangnya penerapan metode diskusi dan tanya jawab dalam proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen dalam bertanya dan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat.Kegiatan penelitian terdiri atas dua siklus, yang setiap siklusnya meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Geografi FIS UNNES semester 2 tahun 2003/2004 yang mengambil mata kuliah Geografi Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan persiapan dan penguasaan materi serta pengetahuan tentang prinsip-prinsip dalam bertanya, dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam memberi pertanyaan yang kemudian berimbas kepada semakin meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat (baik dalam menjawab pertanyaan, merespon materi kuliah maupun mengutarakan pendapat yang berkaitan dengan materi perkuliahan Geografi Tanah). Hal yang harus diperhatikan dalam rangka upaya mewujudkan lingkungan akademik yang kondusif, maka persiapan mengajar (pembuatan SAP dan Kontrak Perkuliahan), keterampilan bertanya dan sikap empati serta demokratis dosen harus selalu dikembangkan agar tercipta proses pembelajaran yang bersifat .active learning.. Kata Kunci : Keterampilan bertanya, kemampuan mengemukakan pendapat
MODEL ALIRAN AIR TANAH UNTUK MEMPREDIKSI PENYEBARAN POLUTAN DI TIMUR CEKUNGAN BANDUNG Rachmat, Arief; Aji, Ananto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8030

Abstract

Rancaekek Area, West Java, known as rice granary for years. But, since thetextile industry growing, rice productions are continued to decrease. It waspredicted as the impact of pollutant migration into the farmland. Nowadays,farmland in this area was tend to gone. The potential spread of pollutants can be observed through the direction of groundwater movement. Mass movement ofground water can be seen through the groundwater flow model. This study willprovide an overview of potential spread of pollutants, because it will follow thegroundwater flow. The model is built through data processed with GeographicInformation Systems (GIS). The simulation results of groundwater level isgenerally known that pollutants will move to the south, with local variations tosoutheast and southwest.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS KOMPETENSI MEMAHAMI HUBUNGAN MANUSIA DAN BUMI MELALUI PENERAPAN METODE KOOPERATIF JIGSAW Hartadi, Hartadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i1.8011

Abstract

This study aims to improve learning achievement Social Sciences Competence understand human relationsand the earth through the application of jigsaw cooperative method. The subjects were students of class IX DSMP 5 Kudus, in the second semester of the school year 2013/2014, amounting to 34 students consisting of18 male students and 16 female students. The data collection techniques using tests, observations and fieldnotes. The results showed an increase both in teamwork and learning outcomes, observations discussiongroup activity on average in the first cycle of (69.21%), while in the second cycle increased to (77.26%).While the results of the evaluation showed that there was increase in the complete study of 24 students(70.59%) in the pre-action to 26 students (76.47%) in the first cycle and to 30 students (88.24%) in thesecond cycle.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BENCANA GEMPA BUMI DAN ERUPSI GUNUNG BERAPI (STUDI KASUS KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN) Indraswari, Devita
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i2.14920

Abstract

Kecamatan Prambanan, Klaten merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah dan di sebelah barat kecamatan ini berbatasan langsung dengan kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Selain itu  di daerah ini terdapat candi prambana yang berada antara dua provinsi yang berbeda pula yang meliputi sebagian di Daerah Istimewa Yokyajarta (DIY) dan  Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga terdapat pula beberapa candi lainnya seperti Candi Sojiwan dan Candi Plaosan yang berada di kecamatan perambanan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat dan tingkat pengetahuan mitigasi tentang bencana di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten berkenaan dengan bencana gempabumi dan erupsi, partisipasi masyarakat tentang gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus instrumental. Pendekatan studi kasus instrumental bertujuan memfokuskan satu persoalan untuk mengkaji secara terperinci dan mendalam suatu penelitian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan penelitian ini mengamati tingkat pengetahuan bencana, tingkat mitigasi bencana dan tingkat partisipasi bencana di Kecamatan Prambanan, Klaten.
IDENTIFIKASI KESIAPSIAGAAN RENCANA KONTINJENSI MENGHADAPI BAHAYA GAGAL TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN KAMPUS B UHAMKA Rosyidin, Wira Fazri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i2.15416

Abstract

Penelitian ini merupakan  analisis bahaya kegagalan teknologi di lingkungan UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA) khususnya kampus B FKIP UHAMKA Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bencana kegagalan teknologi dilingkungan kampus B FKIP UHAMKA, dan mengidentifikasi kesiapsiagaan apa saja yang dimiliki oleh institusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk identifikasi bahaya dengan melakukan interpretasi data citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM) SRTM, yang dianalisis secara kualitatif. Tahapan yang dilakukan yaitu identifikasi zona bahaya, dan pemetaan zonasi bahaya khususnya bencana kegagalan teknologi yang berupa kerawanan kebakaran, kebocoran saluran pembuangan, termasuk dampak turunan jika terjadi adanya bahaya gempabumi. kajian difokuskan terkait titik-titik vital yang diperkirakan berpotensi bahaya tinggi. Identifikasi selanjutnya berfokus kepada kesiapsiagaan UHAMKA  dengan metode HIRAC dilakukan dengan mengkonsentrasikan potensi bahaya awal, dan lanjutan dari sistem yang sedang berlangsung produksinya dalam menghadapi bahaya bencana gagal teknologi ataupun dampak lainnya sebagai turunan adanya bencana. Identifikasi kesiapsiagaan dengan melihat kebijakan yang ada termasuk adanya suatu rencana kontinjensi dalam menghadapi suatu kedaruratan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa Kampus B FKIP UHAMKA berpotensi terdampak bahaya kegagalan teknologi berupa kebakaran, ledakan, dan potensi ketidakhandalan sarana teknik . Secara kontijensi hasil menunjukkan tidak adanya kebijakan khusus oleh lembaga yang mengatur tentang keselamatan penggunaan sarana teknik dan mekanik sebagai manajemen keselamatan/kesiapsiagaan pada penggunaan gedung di Kampus B UHAMKA.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI LAHAN KRITIS DI KABUPATEN KULON PROGO Rini, Melania Swetika
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i2.15455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengkaji kemampuan citra Landsat 8 OLI dan sistem informasi geografis dalam mengidentifikasi Lahan Kritis di Kabupaten Kulon Progo; 2) Melihat sebaran lahan kritis dan luasan lahan kritis  di Kabuapten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data penginderaan jauh dan analisis sistem informasi geografi (SIG) untuk identifikasi lahan kritis di Kabupaten Kulon Progo. Penentuan parameter lahan kritis di daerah penelitian mengacu pada kriteria lahan kritis menurut Peraturan Menteri Kehutanan RI No. P.32/Menhut-II/2009. Parameter lahan kritis di daerah penelitian tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode scoring dengan pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang, dimana setiap parameter lahan kritis akan diberi harkat secara berjenjang dan diberi bobot secara berbeda sesuai dengan dominasinya dalam pembentukan lahan kritis. Landasan dari penentuan harkat dan bobot dalam metode scoring adalah berdasarkan pengetahuan ahli (expert knowledge).Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Citra Landsat 8 OLI dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi penutupan lahan dan penggunaan lahan sebagai data untuk mengidentifikasi lahan kritis di Kabupaten Kulon Progo;2) Persebaran luasan dan persentase lahan kritis di Kabupaten Kulon Progo yang dibagi kedalam 3 kawasan yaitu Kawasan Lindung, Kawasan Budidaya dan Kawasan Lindung di Luar Kawasan Hutan, yang masing-masing persentasenya adalah sebagai berikut: 18380.94 ha, 18292.56ha, dan 20490.95 ha.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue