cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
KAJIAN OPTIMALISASI DAN STRATEGI SUMBER DAYA AIR DI KABUPATEN REMBANG Hidayat, Guswakhid
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7103

Abstract

The increasing population and the need for land settlements and other activities (cultivation) will lead to increased demand for water. Current water resources in the district of Apex is quite difficult to obtain both surface water and ground water, while the rate of consumption is increasing day by day. Of the calculations have been done, the existing water supply to meet the needs of the peoples in Rembang district maximum reached a critical point in the year 2027. To meet the water needs in the district of Apex, we need a policy that is environmentally friendly to society based on the concept of social learning in which the policy will provide learning to the community about the need for efforts to conserve water resources and stewardship of water resources in Rembang district. Based on the principles and policies that support the use of resources, organized strategy regarding water resource optimization in Rembang district, such: optimization of ground water recharge channels; optimization function surface water; function optimization of PDAM; making rorak, clogged drain, catch pit and biopori; controlling groundwater abstraction; making ponds and seawater desalination.. Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahan permukiman serta kegiatan lainnya (budidaya) menyebabkan peningkatan permintaan akan air. Saat ini sumber daya air di Kabupaten Rembang cukup sulit diperoleh baik air permukaan maupun air tanah, sementara tingkat konsumsi dari hari ke hari semakin meningkat. Dari perhitungan yang telah dilakukan, ketersediaan air yang ada untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Rembang maksimal mencapai titik kritis pada Tahun 2027. Untuk memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Rembang, diperlukan suatu kebijakan yang berwawasan lingkungan yang ramah terhadap masyarakat yang berdasar pada konsep social learning yang mana pada kebijakan ini akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang perlunya upaya menjaga kelestarian sumber daya air serta penatagunaan sumber daya air yang ada di Kabupaten Rembang. Berdasarkan pada prinsip dan kebijakan yang mendukung pemanfaatan sumber daya, disusun strategi mengenai optimalisasi sumber daya air di Kabupaten Rembang yaitu: optimalisasi saluran peresapan air tanah; optimalisasi fungsi air permukaan; optimalisasi fungsi PDAM; pembuatan rorak, saluran buntu, lubang penampungan air dan biopori; pengendalian pengambilan air tanah; pembuatan embung dan desalinasi air laut
Evaluasi Simpang Koridor Utama Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20156

Abstract

Abstract: Position of Semarang City is evaluated in national and regional scales as a very strategic location. This strategic position generates significant impact to trafic growth, which has local and regional characteristics. Current traffic which is caused by the significant traffic growth must be reviewed continuously in order to avoid negative impacts. Significant current traffics growth without accompanied by appropriate traffic pattern arrangement will cause sufficient delay and long queue. Current traffic pattern of street can be known from the arrangement pattern of an interchange located at that street. Siliwangi interchange have four leg, North leg has degree of saturation 0.371, South leg has degree of saturation 0.467, East leg has degree of saturation 0.445, and West leg has degree of saturation 0.328. Based on these corresponding degrees of saturations at its legs, Siliwangi interchange still has an adequate degree of saturation (below  minimum requirement of 0.75). On the contrary, based on the site view, traffic in those interchange is often chocked up and traffic jam is often happened. The immediate optimalization which is needed is really leading to the existing signs functions and local coordination with other interchange near those interchange.Abstrak: Posisi Kota Semarang ditinjau dalam skala nasional maupun regional sangat strategis. Posisi strategis tersebut menimbulkan dampak pertumbuhan lalulintas yang bersifat lokal maupun menerus cukup besar. Pertumbuhan lalulintas yang cukup besar menghasilkan arus lalulintas harus dikaji terus menerus sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak negatif. Arus lalulintas yang cukup besar tanpa disertai pengaturan pola lalulintas yang sesuai akan menyebabkan tundaan cukup lama dan antrian cukup panjang. Pola arus lalulintas suatu ruas jalan dapat dilihat dari pola pengaturan simpang pada ruas tersebut. Simpang siliwangi memiliki empat lengan pendekat, lengan Utara mempunyai dearajat kejenuhan 0.371, lengan Selatan mempunyai derajat kejenuhan 0.467, lengan Timur mempunyai derajat kejenuhan 0.445, dan lengan Barat mempunyai derajat kejenuhan 0.328. Jika melihat derajat kejenuhan di masing-masing lengan, dapat dilihat bahwa Simpang Siliwangi masih memenuhi syarat yaitu 0.75 derajat kejenuhannya. Namun, jika dilihat di lapangan, kondisi arus lalu lintas di simpang ini sering tersendat dan beberapa kemacetan sering terjadi. Optimalisasi yang diperlukan adalah penegakan terhadap rambu yang sudah dibuat dan koordinasi dengan simpang yang berdekatan  Abstrak:PosisiKotaSemarangditinjau  dalam  skalanasional  maupun  regionalsangat  strategis. Posisistrategistersebutmenimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalulintasyangbersifatlokalmaupunmenerus   cukup  besar.  Pertumbuhan  lalulintas  yang  cukup  besar  menghasilkanaruslalulintasharusdikaji  terus  menerussehingga  tidak  menimbulkan  dampak-dampaknegatif.Arus  lalulintas yang  cukup  besartanpa  disertai  pengaturan  pola  lalulintas  yang  sesuai  akan  menyebabkantundaan  cukuplamadanantriancukuppanjang.  Polaaruslalulintassuaturuasjalandapat dilihatdari  pola  pengaturan  simpang  pada  ruas  tersebut.  Simpang  Siliwangi  memiliki  empatlenganpendekat,  lengan  Utaramempunyaiderajat  kejenuhan  0,371.  lenganSelatan  mempunyaiderajat kejenuhan0,467,  lenganTimurmempunyai  derajatkejenuhan0,445,danlenganBaratmempunyaiderajat  kejenuhan  0,328.  Jika  melihatdera
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA KONSTRUKSI Endroyo, Bambang; Tugino, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i1.6918

Abstract

Since two decades later, accident rate in construction work has been higher than the rate in any other industry. Referring to that, attention to the safety  must be improved to depress the accident rate. The effort to find out an accident causation needs complete understanding about how and why the accident happened. Therefore, it is very important both to develop the theory of accident causation and to do research in the field. Regarding the old theory,  occupational accident is an effect of a poor worker action. The new theory pointed that the accident caused by organizational and management factors. Therefore, till now, the development of theory about construction safety still relevant to be studied. The studies may regard to: (1) organizational/ management, that is participation the owner, designer, and contractor in  accident mitigation and  (2) time/phase of the project, from conception to execution, even demolition. Here in after, the results of the case study  to the accidents would be a valuable knowledge’s which very useful for  construction accident mitigation.Sejak dua dasawarsa terakhir ini, angka kecelakaan kerja konstruksi masih selalu lebih tinggi dibanding sektor industri lainnya. Oleh karena itu, perhatian akan keselamatan harus  ditingkatkan untuk lebih menekan angka kecelakaan. Usaha untuk menemukan faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi memerlukan pemahaman yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa peristiwa seperti itu  terjadi. Untuk itu diperlukan pengembangan teori-teori penyebab kecelakaan dan penelitian-penelitian lapangan yang lebih mendalam. Teori lama mengatakan bahwa kecelakaan kerja diakibatkan oleh tindakan pekerja yang buruk. Teori baru menunjuk bahwa kecelakaan kerja bersumber kepada faktor-faktor organisasi dan manajemen. Oleh karena itu, sampai saat ini pengembangan teori tentang keselamatan kerja konstruksi masih sangat relevan untuk dikaji. Pengkajian/pengembangan yang dilakukan dapat berkenaan dengan: (1) organisasi/ manajemen, yaitu partisipasi owner, perencana dan kontraktor dalam pencegahan kecelakaan, dan (2) waktu/tahapan proyek, yaitu sejak konsepsi sampai ke pelaksanaan, bahkan  pembongkaran (demolition). Akhirnya, hasil-hasil studi kasus terhadap kecelakaan-kecelakaan dapat  menjadi suatu pengetahuan yang sangat berguna bagi pencegahan kecelakaan konstruksi selanjutnya.
PEMODELAN BANGKITAN TRANSPORTASI BERBASIS RUMAH TANGGA Tjahyono, Sigit
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6971

Abstract

About 3% from household total at semarang live in housing,  or around 15.000 family in all  semarang. Total will evoke rising movement at every day. This watchfulness aims to composed model rising movement that come from housing. Looked for influential factors towards rising movement in housing location, so that can be used to predict magnitude  rising that will happen suppose be built new housing location. Sample is taken at nine housing locations that represent 3 housings class. Watchfulness is done by using structured interview technique by using kuesioner. Model arrangement is done by using doubled linear regression technique. Movement total (trip) as bound variable (dependent variable) while variable other as free variable (independent variable). Rising trip in luxurious housing is influenced by : (1) family income, (2) vehicle occupant total moment take a trip, (3) family member total in house, (4) car total that has, (5) motorcycle total that has, (6) child total that school / work. In intermediate housing is being influenced by: (1) sex that be family head, (2) vehicle occupant total moment take a trip, (3) family member total in house, (4) that pair, (5) child total that school / work. In simple housing is influenced by: (1) sex that be family head, (2) family head age, (3) family income each month, (4) vehicle occupant total moment take a trip, (5) family member total in house, (6) that pair, (7) child total that school / work.Sekitar 3% dari total rumah tangga di Semarang tinggal di perumahan, atau sekitar 15.000 keluarga di seluruh Semarang yang akan mendorong peningkatan pergerakan setiap hari. Kewaspadaan ini bertujuan untuk menyusun model peningkatan pergerakan yang berasal dari perumahan. Mencari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya gerakan di lokasi perumahan, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya kenaikan yang akan terjadi pada lokasi perumahan baru. Sampel tersebut diambil di sembilan lokasi perumahan yang mewakili kelas 3 perumahan. Kewaspadaan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner. Pengaturan model dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier dua kali lipat. Gerakan total (perjalanan) sebagai variabel terikat (variabel), sementara variabel lainnya sebagai variabel bebas (independen variabel). Meningkatnya perjalanan di perumahan mewah dipengaruhi oleh: (1) pendapatan keluarga, (2) jumlah penghuni kendaraan saat melakukan perjalanan, (3) jumlah anggota keluarga di rumah, (4) total jumlah mobil yang dimiliki, (5) total jumlah sepeda motor yang memiliki , (6) jumlah anak sekolah / kerja. Di perumahan menengah dipengaruhi oleh: (1) jenis kelamin kepala keluarga, (2) jumlah penghuni kendaraan saat melakukan perjalanan, (3) jumlah anggota keluarga di rumah, (4) pasangan, (5) jumlah anak sekolah / bekerja. Di perumahan sederhana dipengaruhi oleh: (1) jenis kelamin kepala keluarga, (2) umur kepala keluarga, (3) penghasilan keluarga setiap bulan, (4) jumlah penumpang kendaraan saat melakukan perjalanan, (5) jumlah anggota keluarga di rumah , (6) pasangan, (7) jumlah anak sekolah/kerja.
Kajian Jaringan Drainase Kampus UNNES Menuju Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan Sugiyarto, Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.11281

Abstract

Perkembangan pembangunan UNNES belakangan ini terus meningkat dengan dibangunnya beberapa bangunan gedung bertingkat dan perluasan jalan. Tujuan pembangunan ini adalah untuk meningkatkan fasilitas sarana prasarana di UNNES. Paradigma baru sistem drainase menempatkan drainasi perkotaan sebagai prasarana kota yang dilandaskan pada konsep drainase yang berwawasan lingkungan atau berkelanjutan. Untuk itu perlu diupayakan agar air hujan yang jatuh ditahan terlebih dahulu untuk memperbesar jumlah air yang meresap ke dalam tanah melalui daerah resapan alamiah maupun buatan. Oleh karena itu, kampus UNNES perlu membuat tampungan/embung dan sumur resapan sehingga air hujan yang jatuh di lingkungan UNNES dapat ditampung dan diresapkan ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit limpasan air, kapasitas drainase eksisting dan kebutuhan sumur resapan sebagai metode konservasi air di kawasan UNNES. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah curah hujan, curah hujan rata-rata kawasan, pemilihan jenis distribusi hujan, perhitungan waktu konsenstrasi, menentukan besarnya intensitas hujan pada kala ulang 2, 5, 10, 20 dan 50 tahunan, pembagian zona drainase, perhitungan Debit banjir, perhitungan kapasitas saluran eksisting dan penghitungan kebutuhan sumur resapan. Jumlah sumur resapan yang dibutuhkan sebanyak 1.388 buah dengan kedalaman 3 meter dan diameter 80 cm.
POTENTIAL RESOURCES IN CONSERVATION UNIVERSITY FOR GREEN INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT Indrianingrum, Lulut
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i1.7226

Abstract

Semarang State University (UNNES) as part of a larger community has initiated the positive development for the surrounding environment by establishing itself as a conservation university. The university has many potentials resources that can be developed into initial model of Green Infrastructure in university scale. This paper aims to present the supports, burdens and limitations of GI implementation in the university’s area through identifying resources that university have. Supports of the university include natural resources, man-made resources, institution and programs. Burdens and limitations explain the challenge for the university to implement and securing GI as an ongoing commitment and goal. Methodology used is primary observation and documents analysis. The analysis shows that the application of GI in the university is very possible regarding its natural and man-made resource supports as well as institutional and the university programs. Natural Resources supports are through the existence of birds and butterflies in the area of UNNES and some of them are classified as endangered species. The university is located among two kinds of important natural landscapes; there is valley with dense vegetation and river banks with steep cliffs. Those landscapes are potential for GI in UNNES. Man Made resources include water conservation zone, biodiversity conservation facilities and green spaces inside the campus. Supports from institution and programs are abundant because the vision of UNNES as a conservation university. GI in UNNES should include natural landscapes outside the area of campus to make a possible connection to create network required for GI system. 
PERKEMBANGAN SPASIAL PERMUKIMAN DI KAWASAN TUMBUH CEPAT STUDI KASUS DESA UMBULMARTANI, KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN Sih Handoko, Jarwa Prasetya
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6872

Abstract

The village Umbulmartani, Jalan Kaliurang KM 14, District Ngemplak, Sleman as one of the fast growing area in Sleman which are spatially growth. The higher the density of the building from time to time, there are demands that the dilai this area still leaves laha for catching rainwater for the preservation ligkungan. It also appears the phenomenon of a shift in activity or community activities in the area of agriculture to non-agricultural fields. This research receipts Rasioalistik Qualitative research approach, using theoretical basis Yag used to direct the study. Qualitative research methods were used in this study is a historical research methods. Yag theory presented Rapoport (1969) regarding the factors that determine the architectural embodiment of settlements into the main theory in this study. Purpose of this study was to determine and explain what kind of trend in the spatial development of settlements in the region is growing rapidly with case studies Umbulmartani Village, Jalan Kaliurang KM 14, District Ngemplak, Sleman.Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman sebagai salah satu kawasan tumbuh cepat di Kabupaten Sleman yang secara spasial mengalami pertumbuhan. Kepadatan bangunannya semakin tinggi dari waktu ke waktu, dilai pihak ada tuntutan agar kawasan ini masih menyisakan laha guna penangkapan air hujan demi kelestarian ligkungan. Selain itu juga muncul adanya fenomena pergeseran aktivitas atau kegiatan masyarakat pada kawasan ini dari bidang pertanian ke bidang non pertanian. Penelitian ini meggunakan pendekatan penelitian Rasioalistik Kualitatif, dengan menggunakan landasan teori yag digunakan untuk mengarahkan penelitian. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis. Teori yag disampaikan Rapoport(1969) mengenai faktor yang menentukan perwujudan arsitektur permukiman menjadi teori utama dalam penelitian ini.  Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seperti apa kecederungan perkembangan spasial permukiman di kawasan tumbuh cepat dengan studi kasus Desa Umbulmartani, Jalan kaliurang KM 14, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN TANAMAN RUMPUT AKAR WANGI UNTUK PENGENDALIAN LONGSORAN PERMUKAAN PADA LERENG JALAN DITINJAU DARI ASPEK RESPON PERTUMBUHAN AKAR Cahyo Andiyarto, Hanggoro Tri; Purnomo, Mego
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7094

Abstract

Vetiver system applications in surface soil erosion control measures still seems to require further study. This is because the root of the composite system of land cultivation is a complex biological material so that the stability of the slope would be difficult to predict. To that end, efforts vetiver system application in compacted soil embankment as it has done in several ring roads Ambarawa root growth response need to be investigated. Dense soil structure will inhibit root penetration, and this has implications on fiber berkontribusnya no roots on soil shear strength due to increased root fibers not cut plane skidded on the surface of the avalanche.  d) ranged from 1.28 - 1.34 gr/cm3 and 16.8 cm thick. At the bottom of the pot occurs due to the collection of roots can not penetrate the roots peralon covers (hubcaps). Length of roots may reach an average of 29.69 cm and a diameter of 0.40 mm root. This shows that Vetiver is able to thrive on the slope in a roundabout way Ambarawa the silt soil type kelempungan coarse grained reddish brown or red soil is often called.gOn soil planting medium coarse grained silt kelempungan reddish brown or red soil that is often referred to, in the age of the plant 90 days, vetiver grass plant roots to penetrate compacted soil layers red with a dry weight of soil volume (  d) would be possible greater average root diameter. In addition, the length and diameter of root relationships showed similarities to the distribution pattern of the same relative density.g d), number of roots, root length and root diameter in response to a growing number of pertumbuan root is the average number of roots will be possible greater average root diameter. The higher the volume of dry soil weight (gThe relationship between variables such as the volume of dry soil weightAplikasi sistem vetiver dalam upaya pengendalian longsoran permukaan nampaknya masih membutuhkan studi lebih lanjut. Hal ini mengingat sistem komposit akar perkuatan tanah merupakan material biologis yang kompleks sehingga stabilitas lereng akan sulit diprediksi. Untuk itu, upaya aplikasi sistem vetiver pada tanah timbunan yang dipadatkan seperti yang telah dilakukan di beberapa ruas jalan lingkar Ambarawa perlu diteliti respon pertumbuhan akarnya. Struktur tanah yang padat akan menghambat laju penetrasi akar, dan kondisi ini berimplikasi pada tidak berkontribusnya serat akar pada peningkatan kuat geser tanah karena serat akar belum memotong bidang gelincir pada longsoran permukaan. Pada media tanam berupa tanah lanau kelempungan berbutir kasar berwarna coklat kemerahan atau yang sering disebut tanah merah,  pada umur tanaman 90 hari, akar tanaman rumput akar wangi mampu menembus lapisan tanah merah yang dipadatkan dengan berat volume kering tanah (gd) berkisar 1,28 - 1,34 gr/cm3 dan setebal 16,8 cm. Pada dasar pot terjadi pengumpulan akar akibat akar tidak dapat menembus penutup peralon (dop). Panjang akar dapat mencapai rata-rata 29,69 cm dan diameter akar 0,40 mm. Hal ini menunjukkan bahwa akar wangi mampu berkembang baik pada lereng jalan di jalan lingkar Ambarawa yang jenis tanahnya lanau kelempungan berbutir kasar berwarna coklat kemerahan atau yang sering disebut tanah merah. Keeratan hubungan antar variabel seperti berat volume kering tanah (gd), jumlah akar,   panjang akar dan diameter akar sebagai respon dari pertumbuan akar adalah semakin banyak rata-rata jumlah akar akan dimungkinkan semakin besar rata-rata diameter akar. Semakin tinggi berat volume kering tanah (gd) akan dimungkinkan semakin besar rata-rata diameter akar. Selain itu, hubungan panjang dan diameter akar menunjukkan kemiripan pola sebaran untuk tingkat kepadatan yang relatif sama. 
Sediment Characteristic of Pagai Strait, Mentawai Mutmainah, Herdiana; Kusumawardani, Rini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i1.19914

Abstract

Abstract. The marine sediment is important indicator of the seafloor. The characteristics of marine sediments can be seen from grain size, type and Total Dissolved Solid (TDS). Sediments derived from organic and non-organic particles are carried by the sea currents, waves, streams and tidal process in the coastal areas. At very high levels, sediments can cause pollution or vulnerability such as decreasing of dissolved oxygen, coral bleaching, and increased the eurotrification processes. Pagai Strait is located between North Pagai Island and South Pagai. This strait has enormous potential and it is used by the surrounding community for various activities such as port and sea transportation, fishery, marine aquaculture and tourism. This study aims to determine the characteristics of sediment in Pagai Strait. The field survey was conducted in September 2016 for waves, currents, water quality and sediment samples with purposive sampling method. The results showed that the average of sediments in Pagai Strait is D35 sized 0.155 mm; D50 sized 0.273 mm; and D90 sized 1.574 mm with specific gravity 2.665 gr/cm3 and dominated by sand 66.88%. TDS between 51.6 to 55.0 mg/L, appropriate for port and mangrove. Scale of sediment, A = 0.119 and sediment velocity is 0.002 m/s. Sediment transport approximately is 0.389 m3/day.
EVALUASI TITIK KONTROL TINGGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DENGAN METODE PENGUKURAN KERANGKA DASAR VERTIKAL BENCH MARK (BM) Safrel, Ispen
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1347

Abstract

Abstract: In 2009, State University of Semarang (UNNES) had engaged in the measurement of the Framework  for  the  Horizontal  and  Vertical  Basic  Framework  using  Global  Positioning  Systems (GPS)  geodetic  type  and  installation  of  two  bench  mark  (BM),  however  the  height  of  its development  (Z)  in a  region on  the surface of  the earth always changing and growing discourse according to some, especially for the city of Semarang itself reportedly decreased ± 5 cm from the average sea  level (MSL) each year. What about  the height of Campus UNNES have now?,  In  this study need to be investigated how much elevation change from a position (Unnes campus) in 2010. Measurement of vertical control framework BM Unnes tied to the High Point Geodesy (TTG) with a height of 221 004 449 number MSL in the area "Ada Supermarket" Banyumanik. Evaluation results of GPS measurements with the High Point of the ellipsoid existing high molecular weight 223 147 ± 02  UNNES  the  MSL  and  after  going  through  the  process  of  measurement  data  processing terrestrial high point  for BM 02 219 237 ± Unnes  is MSL, so  that we  find  the comparison between BM 02 Unnes ellipsoid point with results measurement Keywords: control points, the basic framework of vertical, bench markAbstrak:  Tahun  2009  Universitas  Negeri  Semarang  (UNNES)  telah  melakukan  kegiatan pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dan Kerangka Dasar Vertikal dengan menggunakan Global Positioning  Systems  (GPS)  tipe  Geodetik  dan  pemasangan  2  bench  mark  (BM)  Namun  pada perkembangannya  ketinggian  (Z)  di  suatu  wilayah  dipermukaan  bumi  selalu  berubah5ubah  dan menurut  beberapa  wacana  yang  berkembang,  khusus  untuk  wilayah  kota  semarang  sendiri dikabarkan  mengalami  penurunan  ±  5  cm  dari  rata5rata  muka  air  laut  (MSL)  setiap  tahunnya. Bagaimana  dengan  ketinggian  Kampus  UNNES  Sekaran  ?,  Dalam  penelitian  ini  perlu  diteliti seberapa  besar  perubahan  ketinggian  dari  suatu  posisi  (kampus  Unnes)  pada  tahun  2010. Pengukuran kerangka kontrol vertikal BM Unnes diikatkan pada Titik Tinggi Geodesi (TTG) nomor 449  dengan  ketinggian  221.004  MSL  di  daerah  ”Ada  Swalayan”  Banyumanik.  Evaluasi  hasil pengukuran dengan GPS Titik Tinggi dari  tinggi ellipsoid eksisting BM 02 UNNES yaitu ± 223.147 MSL dan setelah melalui proses pengolahan data dari pengukuran titik tinggi terestris untuk BM 02 Unnes  adalah  ±  219.237  MSL,  sehingga  kita  dapati  perbandingan  antara  titik  ellipsoid  BM  02 Unnes dengan hasil pengukuran Kata kunci : titik kontrol, kerangka dasar vertikal, bench mark

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue