cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
FENOMENA RETAIL DI KAWASAN PENDIDIKAN TEMBALANG Pigawati, Bitta
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i2.7063

Abstract

The development of shopping centers have a high competition. Bussiness competition development of retail shopping centers are fast nearby locations, and it will lead to pressure the market, also it have a weakening effect on the carrying capacity of the region. What if the competition is at the same location and target the same market? This study has aims to assess the sitting Alfamart and Indomaret stores in the District Tembalang and Banyumanik, based on the teory of location through geographic analysis approach that emphasizes aspects of deployment and interaction in space include: characteristic, distribution patterns. And distribution area as determining the location of retail. Analysis include: the characteristics of retail, distribution patterns of retail, and distribution services territory as well as determining the location of retail. The result showed the existence of overlapping service areas. Location retail closer to the market rather than raw materials. The nearby retail location doesn’t cause a problem because the number of demand more than the number of supply.Perkembangan pusat belanja khususnya retail cenderung mengalami kompetisi yang sangat pesat. Persaingan bisnis merupakan kondisi umum dan normal dalam sistem perekonomian. Fenomena perkembangan pusat belanja retail yang cepat pada lokasi yang berdekatan akan menimbulkan tekanan pasar serta berpengaruh pada melemahnya daya dukung wilayah. Bagaimana jika persaingan tersebut berada pada lokasi yang sama dan target pasar yang sama pula? Fenomena ini terlihat pada keberadaan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di kawasan pendidikan Tembalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penentuan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di Kecamatan Tembalan dan Banyumanik yang ditinjau berdasarkan teori lokasi melalui pendekatan analisa geografi yang menekankan pada aspek penyebaran dan interaksi dalam ruang. Kajian penentuan lokasi retail di kawasan pendidikan Tembalang meliputi : karakteristik, pola sebaran retail, distribusi wilayah pelayanan serta  strategi penentuan lokasi retail.  Hasil penelitian menunjukkan adanya wilayah layanan yang tumpang tindih. Strategi pemilihan lokasi lebih mendekati pasar daripada bahan baku meskipun target pasar kedua toko ini sama namun pada kenyataannya menimbulkan masalah sebagai pesaing karena jumlah demand lebih banyak daripada jumlah supply.
DISTRIBUSI KONSENTRASI DAN KECEPATAN GELEMBUNG UDARA PADA KONDISI PEMASUKAN UDARA ALAMIAH (SELF AIR ENTRAINMENT) DI SALURAN CURAM Sutopo, Yeri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.14454

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) tersedianya hasil analisis distribusi gelembung udara di wilayah developing pada kondisi pemasukan udara alamiah (self air entrainment) di dasar saluran curam yang memiliki kemiringan 15° dan 20°; dan (2) tersedianya hasil analisis kecepatan gelembung udara di wilayah developing pada kondisi pemasukan udara alamiah (self air entrainment) di dasar saluran curam yang memiliki kemiringan 15° dan 20°. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Hidraulika JTSL FT-UGM. Pada penelitian ini digunakan saluran curam yang mempunyai panjang 10 m, lebar 0,2 m dengan kemiringan berubah-ubah mulai 15°, dan 20º, yang menyatu dengan dinding bak air. Penyaluran air ke dalam bak dilakukan dari tangki yang dikendalikan oleh katup. Debit adalah 0,209 m3/dt. Instrumen berupa V-Notch digunakan untuk mengkalibrasi hasil pengukuran debit. Hasil penelitian adalah: (1) persamaan distribusi konsentrasi gelembung udara pada debit Q=20,9 l/s serta kemiringan 15° 6,203 m dan 7,203 m di hilir inlet flum secara empirik adalah 3,134lnC+18,87 dan R2=0,955 serta z=4,121lnC+12,58 dan R2=0,935. Persamaan distribusi konsentrasi gelembung udara pada debit Q=20,9 l/s serta kemirngan 20° 6,203 m dan 7m 203 m di hilir inlet flum secara empirik adalah 3,749lnC+11,63 dan R2=0,878, serta z=5,376lnC+3,005 dan R2=0,909. Bentuk kurva distribusi konsentrasi  gelembung udara adalah logaritmik (z fungsi C); (2) berdasarkan kurva perbandingan antara konsentrasi gelembung udara teoritik dengan eksperimen pada kemiringan 15 dan 20 derajat serta di 6,203 m dan 7,203 m di hilir inlet flum, nampak bahwa secara superposisi kurva eksperimen selalu lebih landai dibandingkan dengan kurva teoritik. Kecepatan gelembung udara lebih rendah dibandingkan dengan kecepatan aliran. Makin besar luas gelembung udara dan makin besar sudut pergerakan gelembung udara cenderung makin rendah kecepatannya.
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN DENGAN PERLINDUNGAN GROUNDSILL Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i1.1326

Abstract

Abstract: Local scouring which occurred on a bridge pillar at the bottom of rivers that are granular (sand) can cause degradation of construction that result in instability of the bridge construction itself. Along with the influence liquifaction due to vibration from construction vehicles crossing thebridge, local scour will cause damage and the collapse of the bridge. The process of scouring characterized by the migration of sediment that covers the basic pillars of the bridge and river erosion that occurred would follow the pattern of flow. Effect of flow velocity will be more dominant so that the cause of exit and entry occurs elementary particles into the scour hole, but the depth is fixed or constant. In an equilibrium state the maximum depth will be greater than the mean depth of scour. Research the influence of flow velocity on local scour at bridge pier with groundsill protection is done in clear-water-Scour. The result showed that the maximum scour depth at cylindrical pillar for running the model (M1) occurred at a speed of 0.267 m / s is equal to 42 mm while the minimum scour depth occurs at a speed of 0.157 m / s is equal to 3 mm. At the same flow rate, placement on the downstream groundsill pillar causes the depth of the flow around a cylinder pillar is higher than the model (M1) so that the depth of scour around cylindrical pillar is smaller than the model (M1) with an average reduction rate of the overall running on various velocity variation of 61.49%.Keywords: the flow velocity, local mashed, pillar bridge, groundsill Abstrak: Gerusan lokal yang terjadi pada pilar jembatan yang berada pada dasar sungai yang yang bersifat granuler (pasir) dapat menyebabkan terjadinya degradasi konstruksi yang berakibat pada ketidakstabilan konstruksi jembatan itu sendiri. Bersamaan dengan pengaruh  liquifactionakibat getaran dari kendaraan yang melintasi konstruksi jembatan, gerusan lokal akan dapat menyebabkan kerusakan dan keruntuhan jembatan. Proses terjadinya gerusan ditandai dengan berpindahnya sedimen yang menutupi pilar jembatan serta erosi dasar sungai yang terjadi akan mengikuti pola aliran. Pengaruh kecepatan aliran akan lebih dominan sehingga menjadi penyebab terjadi keluar dan masuknya partikel dasar ke dalam lubang gerusan, namun kedalaman tetap atau konstan. Dalam keadaan setimbang kedalaman maksimum akan lebih besar dari rerata kedalaman gerusan. Penelitian pengaruh kecepatan aliran terhadap  gerusan lokal pada pilar jembatan dengan perlindungan groundsill ini dilakukan pada clear-water-scour. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kedalaman gerusan maksimum pada pilar silinder untuk model running (M1) terjadi pada kecepatan 0,267 m/s yaitu sebesar 42 mm sedangkan kedalaman gerusan minimum terjadi pada kecepatan 0,157 m/s yaitu sebesar 3 mm. Pada kecepatan aliran yang sama, penempatan groundsill pada hilir pilar menyebabkan kedalaman aliran di sekitar pilar silinder lebih tinggi dari model (M1) sehingga kedalaman gerusan di sekitar pilar silinder lebih kecil dari model (M1) dengan angka reduksi rata6rata dari keseluruhan running pada berbagai variasi kecepatan sebesar 61,49 %.Kata Kunci: kecepatan aliran, gerusan lokal, pilar jembatan, groundsill.
AIR SEBAGAI ALAT PENGENDALI IKLIM MIKRO DALAM BANGUNAN Studi Kasus : Taman Sari Royal Heritage Spa, Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Hendrawati, Dyah
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7477

Abstract

Indonesia is a country with wet tropical climate has constraints in obtaining thermal comfort because of the high air temperature, high air humidity and lower air speed. Modification of the microclimate might be conducted by increasing the cooling effect in a passive manner. Water can be used as one of control strategy thermal to build the microclimate or to site. Water also played an important role in lowering temperature and raise humidity in a room in building.Taman Sari Royal Heritage Spa, which is located in Yogyakarta,is one of building that implementing water as thermal control by making pool in door. This research aims to understand the influence of water in controlling the micro climate and the anything influence it .This research uses the quantitative methods by conducting observation and measuring temperature and humidity directly to the research objects. Secondary data is needed in this research. There was also  literature review on the stuff that supports research, and a literature study was  also conducted. The research and analysis on the results shows that 1 .The room in Tamansari royal heritage spa still in comfort zone in thermal .2 .The volume of water affects temperatures and humidity room 3 .Distance is a significant factor. Indonesia yang merupakan negara dengan iklim tropis basah, mempunyai kendala dalam memperoleh kenyamanan termal, yaitu suhu udara tinggi, kelembaban udara tinggi dan kecepatan udara rendah. Modifikasi iklim mikro dapat dilakukan salahsatunya dengan meningkatkan efek pendinginan secara pasif.Air bisa digunakan sebagai salah satu strategi pengendali thermal pada iklim mikro suatu bangunan atau site.Airjuga berperan penting dalam menurunkan temperatur dan menaikkan kelembapan pada suatu ruangan dalam bangunan.Taman Sari Royal Heritage Spa yang terletak di Yogyakarta, merupakan salah satu bangunan yang menerapkan air sebagai pengendali thermaldengan membuat kolam renang in door.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air dalam mengendalikan iklim mikro dan faktor apasaja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif , dengan cara melakukan observasi dan mengukur suhu serta kelembapan langsung ke objek penelitian. Data sekunder sangat diperlukan dalam penelitian ini, maka dilakukan pula studi literatur terhadap hal-hal yang mendukung penelitian tersebut.Data dan hasil analisa pada penelitian ini menunjukkan bahwa 1.Ruang-ruang oada Tamansari Royal Heritage spa masih dalam zona nyaman secara termal.2. Volume air sangat mempengaruhi suhu dan kelembaban ruangan 3.Jarak menjadi faktor yang signifikan.
Design Flood Discharge of 50 Years in Garang River Using Nakasayu Synthetic Unit Hydrograph Method Maulana, Nadya Kintantrie; Sutopo, Yeri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v22i2.26847

Abstract

Abstract: Various kinds of buildings in civil engineering require careful planning. For example, in the planning of a water building needed a method to calculate the design flood discharge before starting to plan the dimensions of the building to meet the effectiveness of the water structure. Design flood discharge can be determined using several hydrograph methods that have been used in water building planning in Indonesia. One of the popular hydrograph method used is the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method. In this case, the design flood discharge is located in the Garang watershed, precisely in Semarang City, province of Central Java, using rainfall data for the past 16 years. Hydrological analysis is carried out first before determining the design flood discharge with a return period of 2, 5, 10, 25, and 50 years. The results of the design flood discharge using Nakayasu method respectively were 305,522 m3/s, 390,742 m3/s, 447,783 m3/s, 520,560 m3/s, and 574,912 m3/s.
RUMAH BATU DI PESAYANGAN MARTAPURA SEBUAH KARYA ARSITEKTUR EKLEKTIK DI KALIMANTAN SELATAN Anhar, Pakhri; Tharziansyah, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i1.6926

Abstract

Eclectism in architecture is seen as an emerging style driven by the desire or effort to immitate and apply elements of interest to compose a new form at architecture. Ecletic architecture has also developed in South Borneo. The mansory houses are evidence of ecleticsm development process in local architecture. Merchants holds an inportant role in this eclectism process, due to intensive cultural contacts inherited within this society. The intensity of the cultural contact plays a substantial part form the aculturation process. This intensity of cultural contact is the main part of alculturation process, which increased after the fall of Banjar Kingdom in mid 19th century. Gaya eklektik dalam arsitektur digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru. Begitu pula dengan perkembangan arsitektur eklektik di Kalimantan Selatan, dimana arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam arsitektur setempat. Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini. Intensitas kontak budaya ini merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 19. 
UNJUK KERJA PELAYANAN JARINGAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN GRIYA SEKAR GADING RT 05 RW 03 KELURAHAN KALISEGORO, KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG -, Sucipto; -, Diharto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v15i1.7114

Abstract

Water distribution system is made to fullfil the need of water in a city or community and the management of water service in Semarang City carried out by Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). The aim of this study is to evaluate the performance of water distribution ability in providing the minimum customers service covering at water flow. Based on the result of water meter record flow analysis, it was found that the reliability level is 63,64%, where the system was in failed condition for 4,63 months. The failure level varies ranging from 1,59% to 27,78% deficit. From this study, it can be concluded that the service of water distribution of PDAM in Sekar Gading Area within te period of this study was still not satisfactory.Sistem jaringan air bersih dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih suatu kota atau komunitas dan untuk Kota Semarang, pengelolaan air bersih dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja layanan jaringan air bersih yang dikelola oleh PDAM dengan cara menganalisis unjuk kerja layanan jaringan terhadap kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan minimum pelanggan dari sisi debit air. Berdasarkan hasil analisis debit dari pencatatan meter air diketahui bahwa tingkat keandalan sekitar 63,33% dengan lamanya sistem berada dalam kondisi gagal sekitar 4,16 bulan dengan tingkat kegagalan yang bervariasi antara 1,59% sampai dengan 27,78% defisit. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah pelayanan jaringan air bersih oleh PDAM di Perum Sekar Gading Semarang sesuai dengan waktu penelitian belum memenuhi harapan. 
Characteristics of Glass Materials that Influence the Level of Thermal Comfort and Building Energy Consumption Ayuningtyas, Nurina Vidya; Iskandar, N; Suryabrata, J A
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i2.20894

Abstract

Energy requirements are increasing rapidly. The building sector is one of the world's largest energy consumers. The proportion ranges from 10-15 percent in developing countries and more than 40 percent in developed countries. Building is designed to accommodate human activities should apply designs that are able to minimize the amount of energy consumption during the construction process and when the building is operating and occupied. The simulation process in this study was computerized with the help of the main software used was EnergyPlus v8.1 and version 0.7 of Open Studio plugins that were run on Google Sketchup v7.0 software. Simulation is only done on one typical floor in the position in the middle of the total height of the building. The dimensions of this hypothetical floor are 40m x 40m with floor to floor 4.2 m height and floor to ceiling 2.8 m. This model is expected to represent the typical office building. The amount of energy consumption in this building is indirectly derived from the design of the building envelope. The results of this study indicate the greater the value of Solar Heat Gain Coefficient (SHGC), the greater the heat radiation from sunlight that will enter the building / room. The results in higher temperatures in the room and higher energy consumption in the building. Every decrease in SHGC is 0.2, it will increase energy consumption by approximately 9 kWh / m2. In addition, to achieve the thermal comfort of occupants by doing a decrease in room temperature settings it will also have an impact on the amount of energy consumption. The increase in energy consumption of each Air Temperature is lowered by 1°C by 3.44 kWh / m2. 
STUDI TENTANG KERUSAKAN INFRASTRUKTUR KEAIRAN AKIBAT GEMPA TEKTONIK DI KABUPATEN KLATEN Adi, Henny Pratiwi; Wahyudi, S Imam; Santoso, Esti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1724

Abstract

Earthquake is a disaster that often happened in Indonesia. Tectonic earthquake in scaleof 5,9 Richter scales happened in Yogyakarta, Klaten and some other towns in Central Java, at 27May 2006. In Klaten Regency there are a lot of hydro infrastructure damage as a result ofearthquake. This damage causes disturbance to quantity and quality of agriculture. This researchaim to map condition of hydro infrastructure damage in Klaten Regency and analyses cause ofdamage.Data collecting has been done through site observation and interview with Sub DinasPengairan Kabupaten Klaten, BAPPEDA KLATEN and related institution.This research indicatesthat earthquake has cause damage at hydro infrastructure. The damage grouped in riverinfrastructure, irrigation infrastructure and housing infrastructure on duty, in the level of light untillhard damage. The damage of hydro infrastructure caused by stripper of dam, dam position thatstays precise at earthquake path, dam construction were not fulfills requirement and damfoundation unable to detain building payload. Gempa bumi merupakan bencana yang sangat sering terjadi di Indonesia. Gempatektonik dengan skala 5,9 skala Richter terjadi di wilayah Yogyakarta, Klaten dan beberapa kotalain di Jawa Tengah, pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2006. Di Kabupaten Klaten banyak terdapatbangunan air yang juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Kerusakan ini menimbulkangangguan terhadap kuantitas dan kualitas produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untukmemetakan kondisi kerusakan bangunan air akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Klaten danmenganalisis penyebab kerusakan bangunan air tersebut.Pengumpulan data dalam penelitian inidilakukan melalui observasi serta wawancara dengan Sub Dinas Pengairan Kabupaten Klaten,BAPPEDA Klaten dan instansi lain yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa bumitelah menimbulkan kerusakan pada bangunan infrastruktur keairan, yang dikelompokkan dalamkerusakan infrastruktur sungai (tanggul, bendung), infrastruktur irigasi (bangunan dan saluran) daninfrastruktur rumah dinas, dengan tingkat kerusakan ringan hingga rusak parah. Adapun sebagaipenyebab kerusakan pada bangunan infrastruktur keairan adalah umur bendung yang sudah tua,posisi bendung berada tepat pada alur gempa, konstruksi bendung yang tidak memenuhipersyaratan serta gempa menyebabkan pergeseran tanah, sehingga pondasi tidak mampumenahan beban bangunan.
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TERHADAP HASIL UJI CALENDERING (Studi Kasus Review Design Pada Overpass Lemah Ireng Sta 20+212 Proyek Jalan Tol Semarang - Bawen Paket V) Saptorini, Takdir Rochjati
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6893

Abstract

The potential for a design review becomes a necessity in construction projects and the principle of efficiency to be one of the considerations in conducting a design review at a construction while maintaining the technical factors such as structural safety of the building. Design review can be done to some construction that can not be implemented in the field because encounter some obstacle or structure can be implemented, but because of economic considerations it is necessary to change. As happened at the overpass Lemah Ireng Semarang Toll Road Development Project - Bawen Package V. The presence of excess stake in another overpass (L = 8 m), raises thought to be used in the overpass abutment 2 (OP) Lemah Ireng, where appropriate initial design , needs stake in OP Lemah Ireng are a number of 8 pieces, diameter (D) 50 cm, length of 9 meters. Results analisispondasi abutment piles in 2 Over Pass (OP) Lemah Ireng produce pile needs to be 10 (ten) pile diameter D = 50 cm length L = 8 meters. Analysis of design review is done by calculating the initial design capacity of pile group obtained at 8694.468 Kn, then share it with a capacity of 1 pole on a review of design (L = 8 m) in accordance with the SPT value at a depth of 8 (eight) of the meter. From the analysis of the bearing capacity of piles kalendering results obtained capacity 1 pole (Pcal) = 1527.941kN, while analysis of the bearing capacity of 1 stake on a review of design is determined by the strength of the soil, which amounted Pijin_rd = 1214.74916 kN. Thus the carrying capacity of piles technical design review results declared safe.Potensi adanya review design menjadi sebuah keniscayaan dalam proyek konstruksi dan prinsip efisiensi menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan review design pada sebuah konstruksi dengan tetap mengutamakan faktor teknis berupa keamanan struktur bangunan. Review design bisa dilakukan untuk beberapa konstruksi yang tidak dapat dilaksanakan di lapangan karena menjumpai beberapa kendala atau struktur bisa dilaksanakan tetapi karena pertimbangan ekonomis maka perlu diadakan perubahan. Seperti yang terjadi di  overpass Lemah Ireng Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Bawen Paket V. Adanya kelebihan tiang pancang di overpass lain (L = 8 m), memunculkan pemikiran untuk dapat digunakan di abutment 2 overpass (OP) Lemah Ireng, dimana sesuai design awal, kebutuhan tiang pancang di OP Lemah Ireng adalah sejumlah 8 buah, diameter (D) 50 cm, panjang 9 meter. Hasil analisispondasi tiang pancang di abutment 2 Over Pass (OP) Lemah Ireng menghasilkan kebutuhan tiang pancang menjadi 10 (sepuluh) tiang pancang diameter D = 50 cm panjang L = 8 meter. Analisis review design ini dilakukan dengan menghitung kapasitas kelompok tiang design awal yang didapat sebesar 8694,468 Kn, kemudian membaginya dengan kapasitas 1 tiang hasil review design (L = 8 m) sesuai dengan nilai SPT pada kedalaman 8 (delapan) meter tersebut. Dari analisis kapasitas daya dukung tiang pancang hasil kalendering didapat kapasitas 1 tiang (Pcal) = 1527.941kN, sementara analisis kapasitas daya dukung 1 tiang pancang hasil review design ditentukan oleh  kekuatan tanahnya, yaitu sebesar Pijin_rd = 1214.74916 kN. Dengan demikian kapsitas daya dukung tiang pancang hasil review design secara teknis dinyatakan aman.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue